Nikola Tesla dan Teknologi Sinar Kematian - Emosianisme
Update
Loading...

Selasa, 09 Juni 2020

Nikola Tesla dan Teknologi Sinar Kematian

Nikola Tesla dan Teknologi Sinar Kematian

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Ada sebuah imajinasi yang telah berjalan lama di dunia fiksi ilmiah adalah gagasan tentang "Death Ray/Sinar Pembunuh" yang sangat powerful, senjata sinar energi teoretis yang dapat menyebabkan kerusakan dan kehancuran massal. Mungkin anda pernah melihat film invasi alien seperti War of the Worlds, atau film seperti Flash Gordon, Star Wars dan banyak lainnya akan terbiasa dengan ide tersebut, dan hal tersebut kebanyakan hanya dilihat sebagai senjata fiksi yang keren, namun apa yang mungkin banyak orang tidak sadari adalah bahwa sejak era tahun 1920-an ada banyak penemu yang secara independen mencoba membuat senjata seperti itu, dan untuk membawa sinar kematian dari fiksi menjadi kenyataan.

Senjata Sinar Pembunuh Masal

Mungkin yang pertama dari senjata sinar kematian yang di klaim berfungsi datang jauh-jauh dari tahun 1923, ketika seorang penemu dengan nama Edwin R. Scott membuat pernyataan sangat berani bahwa ia telah menciptakan senjata sinar yang dapat langsung membunuh seseorang dan menjatuhkan pesawat. Diikuti pada tahun berikutnya oleh seorang penemu Inggris independen lainnya bernama Harry Grindell Matthews, yang pada tahun 1924 benar-benar mencoba untuk menjual penemuannya kepada British Air Ministry. Dia mengklaim bahwa jika penemuannya memiliki akses ke daya yang cukup, maka senjata itu akan mampu menghentikan pesawat, kapal, dan unit infantri dari jarak hingga empat mil. Salah satu artikel di New York Times mengatakan tentang penemuannya yang sensasional sebagaimana berikut:

Jika keyakinan Grindell Mathew, penemu dari apa yang disebut "diabolical ray:" dalam penemuannya dibenarkan, mungkin saja seluruh pasukan musuh tidak bisa bergerak, menghancurkan kekuatan pesawat terbang yang menyerang kota atau melumpuhkan armada apa pun yang menjelajah dalam jarak tertentu dari pantai dengan sinar yang tak terlihat.

Matthews mengatur beberapa demo perangkat prototipenya kepada wartawan, di mana ia yang entah bagaimana dan dengan berbagai cara dapat menghentikan mesin sepeda motor, menahan aksi magnet, menyalakan mesiu atau menyalakan sumbu minyak, menyetrum tikus, dan membuat tanaman layu dari kejauhan, tetapi ini terlihat hanya sebagai tipu daya oleh beberapa pihak yang skeptis, terutama karena dia hanya menawarkan demo di labnya sendiri dan menolak untuk menjelaskan bagaimana semuanya itu bisa bekerja.

Dia tidak pernah mampu menunjukkannya secara komplit kepada pihak militer bahwa senjatanya itu benar-benar bekerja di lapangan, sehingga Kementerian Udara Inggris akhirnya mundur meskipun ada ancaman tentang rencana menjual tekonologi itu ke Prancis. Matthews kemudian mengklaim bahwa ia telah berhasil menjual desainnya tersebut ke Amerika Serikat, tetapi tidak diketahui apakah ia pernah benar-benar membuat prototipe yang berfungsi penuh dari "sinar jahat," nya tersebut dan dugaan rencana untuk itu sendiri tidak pernah ditemukan.

Ada beberapa klaim lain pada tahun 1920-an tentang teknologi sinar kematian yang sedang dikembangkan, terutama oleh Soviet, yang mengklaim bahwa mereka memiliki senjata yang dapat melumpuhkan seluruh armada kapal atau skuadron pesawat, tetapi sejauh ini contoh paling terkenal dari seorang penemu dan sinar kematiannya lainnya datang dari penemu besar Nikola Tesla pada era 1930-an.

Tesla Death Ray


Tesla dikenal sebagai salah satu pemikir dan penemu terhebat di abad ke-20, terutama di bidang pembangkit listrik, transmisi arus listrik, komunikasi nirkabel, dan penemuan awal pencitraan sinar-X. Kontribusi revolusioner Tesla untuk teknologi terobosan terbaru ada terlalu banyak untuk disebutkan, tetapi salah satu bidang penelitiannya yang berulang adalah mengembangkan sinar kematian, yang disebutnya "teleforce."

Menariknya, penemu itu sendiri sebenarnya cukup menentang perang, dan Tesla mengaku mengembangkan senjatanya sebagai pencegah perang dimana tidak ada yang mau mengembangkannya. Niatnya utamanya dengan senjatanya adalah, yang menurutnya bisa menjatuhkan pesawat, kapal, dan orang-orang secara instan, bukan untuk menggunakannya untuk perang, melainkan untuk menghilangkan perang sama sekali, dan apa sebenarnya senjata itu. Tesla pernah mengatakannya:

Peralatan saya memproyeksikan partikel yang mungkin relatif besar atau berdimensi mikroskopis, memungkinkan kita untuk mengirim ke daerah kecil dengan jarak trilyun kali lebih banyak energi daripada yang mungkin dengan sinar apa pun. Dengan demikian, ribuan tenaga kuda dapat ditransmisikan oleh aliran yang lebih tipis dari pada rambut, sehingga tidak ada yang dapat menahannya. Penemuan saya membutuhkan mesin industri besar, tetapi begitu didirikan akan memungkinkan untuk menghancurkan apa pun, manusia atau mesin, yang mendekati dalam radius 200 mil, dan akan memberikan dinding kekuatan untuk membuat negara mana pun, besar atau kecil, tidak dapat ditembus melawan tentara, pesawat terbang, dan cara lain untuk menyerang.

Nikola Tesla

Menurut Tesla, kekuatan ini akan mampu melumpuhkan seluruh pasukan hingga 250 mil jauhnya, dan semuanya bekerja melalui daya tarik dari ionosfer Bumi melalui penggunaan kumparan, dan pada tahun 1937 ia mengklaim bahwa ia telah benar-benar membangun perangkat tersebut secara nyata. Namun, pada saat tersebut ia kehabisan dana, dan meskipun ia mendekati beberapa pihak pemerintah untuk penemuannya, namun hanya ada sedikit minat untuk mengembangkannya, terutama karena Tesla begitu tertutup tentang cara kerjanya dan menuntut agar ia tidak di ganggu ketika ia melakukan pekerjaannya.

Pada akhirnya, dia tidak pernah menghasilkan mesin yang berfungsi secara penuh, setidaknya sejauh yang diketahui orang, dan harapannya pada senjata tersebut untuk mencegah perang tidak menjadi kenyataan dengan kematiannya pada tahun 1943. Ketika berita kematiannya keluar, Pemerintah AS begitu gelisah khawatir pihak agen-agen asing akan menemukan dan mengambil plan senjata tersebut, sehingga mereka menggeledah tempat tinggalnya di New Yorker Hotel, di Manhattan, tempat ia tinggal sebelum kematiannya, tetapi tidak ada dokumentasi yang dapat ditemukan. Atau setidaknya, itulah berita resmi yang ada.

Sejak saat itu, telah hadir spekulasi bahwa planning Tesla ditemukan, dan berhasil meluncur ke dunia luar, dengan teknologi yang diduga dapat digunakan untuk beberapa eksperimen sinar kematian lainnya selama Perang Dunia II dan selanjutnya saat Perang Dingin, dan memang ada dugaan bahwa senjata sinar berenergi tinggi yang dikembangkan oleh pihak militer AS hari ini didasarkan pada desain Tesla yang konon dinyatakan hilang.

Tentu saja, ada kemungkinan berbeda lainnya bahwa Tesla tidak pernah benar-benar membangunnya sama sekali. Lagi pula, rencana itu sendiri telah hilang dan sejauh yang orang-orang tahu dia tidak pernah membangun prototipe yang benar-benar berfungsi, meskipun ia terus-menerus berjanji bahwa dia akan menunjukkannya.

Menjelang akhir karirnya, Nikola Tesla dikenal karena menghadirkan ide penemuan yang tampaknya tidak pernah terwujud, dan ia juga terganggu dengan masalah mental selama waktu ini, jadi meskipun ia sering dipuji tentang Death Ray-nya sampai hari kematiannya, namun ada kemungkinan juga bahwa penemuan seperti itu hanya ada di dalam kepalanya sendiri. Tetapi apa pun kasusnya, Tesla di kenal sebagai seorang ilmuwan tangguh dengan banyak penemuannya yang bermanfaat untuk dunia, idealismenya adalah bab yang menarik dalam sejarah tentang seseorang yang mencoba mengembangkan senjata untuk menghentikan dan mencegah perang, ini seperti cerita fiksi ilmiah yang tidak akan pernah berhenti. Semoga bermanfaat dan Wassalamualaikum.
Komentar

Jika anda menemukan postingan ini menarik atau anda menemukan link error harap berikan komentar anda di bawah ini. Terimakasih.
EmoticonEmoticon

Notifikasi
Jangan lupa untuk berlangganan untuk mendapatkan update terbaru.
Tutup