Menjelajah Lubang Biru Bahama

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Yah rasanya sudah cukup lama saya tidak mengupdate artikel disini. Maklum belakangan saya memang sangat sibuk dengan berbagai aktivitas yang mengisi hari-hari, dan hari ini saya memiliki kesempatan kembali untuk menulis berbagai hal-hal yang menurut saya bisa mengajak kita semua untuk berfikir. Dan dalam artikel kali ini, kita akan menuju ke ranah perairan luas samudera yang menyimpan berbagai hal misteri nan mengagumkan yang selalu menghadirkan banyak bentuk dari hal yang tidak biasa. Ada banyak kisah tentang monster laut yang hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran, dan peristiwa semacam ini telah dilaporkan dari seluruh penjuru dunia selama berabad-abad. Datang dengan kisah-kisah yang aneh pula, laporan semacam itu tidak pernah berhenti untuk membuat kita kagum dan menginspirasi imajinasi, dan tetap menjadi pokok dalam ranah Cryptozoology. Salah satu jenis monster laut yang sangat menarik muncul kepada kita dari sebuah surga wisata di Bahama, tepatnya di Laut Karibia, di mana sesuatu yang tampak terdengar cukup ganas dengan kekuatan jahat yang telah lama dilaporkan berkeliaran di perairan biru ini.

Lubang biru Kepulauan Bahama
Di antara semua pulau di kepulauan Bahama, yang terbesar adalah pulau Andros, terdiri dari sebuah wilayah yang lebih besar di bandingkan dengan seluruh pulau-pulau lainnya jika digabungkan. Di sini adalah tanah dengan pantai berpasir putih yang diterangi matahari, dihiasi dengan teluk kecil yang indah, rawa-rawa bakau yang luas, perairan biru nan jernih, terumbu karang yang terbentang, dan beberapa keanekaragaman hayati terbesar di kawasan ini, wajar saja jika ada banyak turis berdatangan dari seluruh dunia untuk melihat semuanya. Andros juga rumah dari sesuatu yang paling terkenal dari apa yang disebut "Blue Holes," (Lubang biru), yakni sebuah fenomena di mana lubang-lubang yang dalam terbentuk di batuan dasar karbonat menuju ke kedalaman laut yang gelap.

Menjelajah Lubang Biru Bahama

Lubang-lubang biru ini mengarah ke dalam sistem gua bawah tanah yang sangat luas yang dapat berliku-liku hingga ratusan meter dan membentang serta mengembang hingga bermil-mil, yang sebagian besarnya hampir tidak tereksplorasi. Secara visual memang tampak mempesona, dengan warna biru mencolok yang kontras dengan air dangkal yang tajam di sekitarnya, dan lubang-lubang ini biasanya selalu memancing para penyelam. Turun di kedalaman ini juga dapat ditemukan pemandangan surealis dari sisa-sisa hewan dan fosil, terawetkan dengan sempurna di kuburan air oleh air laut asin yang bebas oksigen dan pertukaran air yang lambat di dasar lubang-lubang ini bersekongkol bersama untuk mencegah dekomposisi menjadikannya sempurna untuk sebuah pengawetan alami.

Meskipun lubang biru seperti ini ditemukan di banyak tempat di seluruh dunia, namun lubang semacam ini sangat umum di Bahama, disini terletak salah satu yang terdalam kedua di dunia dengan kedalaman 92 meter (663 kaki) bernama Dean's Blue Hole yang terletak di Long Island di kepulauan itu. Sejauh ini lubang biru yang paling terkenal di antara pulau-pulau ini adalah lubang biru Andros. Total di pulau itu diperkirakan ada sekitar 200 lubang di daratan dan sekitar 50 di sepanjang pantainya, khusus lubang di perairan, cukup menarik sejumlah besar wisatawan yang ingin menyelam ke dalam gua bawah air yang seringkali cukup berbahaya. Lubang-lubang biru dapat menimbulkan banyak bahaya bagi penyelam, seperti disorientasi, lorong-lorong sempit yang menjebak, dan arus mendadak, tetapi juga ada sebuah legenda dan beberapa laporan misterius yang dapat dipercaya, tentang kemungkinan adanya monster laut agresif yang berkeliaran gua-gua ini, mengintai sesiapapun yang kurang mawas diri.

Penduduk lokal di Bahama telah lama berbicara tentang makhluk laut misterius dan menakutkan yang mereka sebut Lusca, yang secara tradisional digambarkan memiliki bentuk tubuh besar dengan mulut menganga, mulut yang dipenuhi gigi hiu, dan berbagai tentakel lebih menyerupai seperti sosok gurita raksasa yang sangat besar, kadang-kadang hingga 75 hingga 200 kaki panjangnya. Meskipun ini adalah penggambaran standar dari pengetahuan lokal, namun tampaknya ada beberapa variasi, dimana monster itu dikabarkan dapat berubah warna seperti bunglon, dan itu lebih mirip semacam hibrida campuran dari belut dan cumi raksasa, binatang seperti reptil naga, atau hanyalah sejenis gurita besar. Apa pun itu, mungkin satu hal yang selalu sama dan disepakati dengan cerita-cerita ini adalah bahwa Lusca memiliki tentakel yang kuat dan pastinya hewan pemangsa yang cukup rakus.

Menjelajah Lubang Biru Bahama

Bahama, dan khususnya Andros, memiliki cerita yang tak terhitung jumlahnya dari kehadiran Lusca yang mengamuk di perairan ini, di mana monster ini dikatakan mengintai di gua-gua lubang biru ini di siang hari dan keluar pada malam hari untuk mencari makan. Banyak nelayan yang mengklaim telah melihat monster ini, dan sering mengklaim bahwa banyak perahu telah di tarik paksa dari permukaan air untuk kemudian lenyap di sekitar lubang biru itu. Lusca sering disalahkan dari banyak kasus penyelam yang telah lenyap atau tewas di lubang biru tersebut, dengan beberapa laporan bahkan berbicara tentang tubuh atau korban serangan yang menunjukkan adanya tanda semacam bekas tentakel pengisap abnormal yang besar pada tubuh korban. Beberapa kisah yang lebih dramatis bahkan mengatakan bahwa garis pantai saja belum tentu aman dari serangan Lusca, dengan orang-orang di pantai kadang-kadang di lilit dan diseret ke dalam gua air jika mereka terlalu dekat dengan air.

Meskipun semua itu mungkin terdengar seperti legenda tahayul lokal yang menakutkan, namun para saksi biasanya berani bersumpah atas apa yang telah mereka saksikan, dan penampakan serta pertemuan dengan makhluk ini terus berlanjut hingga ke zaman ini. Pada tahun 2005 seorang penyelam di bawah air di salah satu lubang biru ini mengklaim bahwa dia telah diserang oleh seekor gurita berukuran besar yang diperkirakan berdiameter sekitar 50 kaki, dilaporkan telah merampas kameranya sebelum akhirnya mundur ke terowongan gua yang gelap. Namun penyelam lain mengklaim telah melihat seekor hiu dililit oleh tentakel setebal tiang telepon dan tersedot masuk ke dalam gua. Ada juga laporan terbaru tentang kapal nelayan yang para awaknya memperhatikan sesuatu yang menarik pelampung mereka hingga tenggelam di bawah air, suatu tarikan yang akan membutuhkan kekuatan luar biasa untuk bisa menarik pelampung besar seperti itu. Dan seluruh bagian kapal tampaknya benar-benar telah diseret di permukaan air oleh kekuatan misterius untuk beberapa saat. Sonar di kapal itu juga diduga telah menunjukkan "makhluk besar berbentuk piramida," dan jaring perangkap ikan yang menempel pada pelampung yang di tarik tersebut mengalami kerusakan seolah-olah telah dipelintir oleh hewan besar yang sangat kuat.

Namun, ada sesuatu yang lebih terkenal daripada ini adalah adanya berbagai ekspedisi yang diluncurkan oleh beberapa program TV terkenal. Mungkin yang paling dramatis dari ini adalah ekspedisi yang dibuat oleh acara Destination Truth. Selama ekspedisi yang mengerikan ini, para kru diduga menemukan anomali dari hasil pembacaan sonar dari sesuatu yang sangat besar dan merayap yang pada awalnya mereka pikir adalah bagian dari dinding gua. Salah satu penyelam yang masuk ke dalam air juga melihat hal yang aneh, mengatakan bahwa ada sesuatu yang sangat besar bergerak di dalam air menuju ke kedalaman terowongan, serta merta para awak kapal merasa sangat khawatir bahwa sesuatu yang begitu besar dan berpotensi berbahaya ada di sana bersama penyelamnya, lantas mereka segera menariknya keluar dan bahkan mematikan lampu di perahu mereka untuk menghindari menarik perhatian binatang misterius itu. Cuplikan tentang apa yang mungkin monster yang disebut Lusca ini juga diambil pada saat itu, yang tampaknya menunjukkan mungkin semacam tentakel, tetapi agak kabur, tidak jelas, dan jauh dari konklusif. Acara TV River Monsters juga pernah mengunjungi lubang biru tersebut, dan sementara mereka tidak berhasil menangkap sesuatu yang sangat aneh, seorang host acara bernama Jeremy Wade berspekulasi bahwa Lusca mungkin sejenis gurita raksasa. Wade mengatakan:

Investigasi saya sekarang berpusat pada apakah gurita raksasa berpotensi menangkap dan mengkonsumsi seseorang. Saya telah melihat perilaku predator hewan yang luar biasa ini, jadi saya tahu pada prinsipnya ini adalah sebuah kemungkinan.

Menjelajah Lubang Biru Bahama

Memang, teori yang paling umum tentang kemungkinan apa sosok Lusca ini adalah bahwa yang jelas monster ini adalah spesies gurita yang tidak teridentifikasi, dan bahkan ada beberapa bukti yang menunjukkan hal ini. Telah ditemukan bagian bangkai dari apa yang diduga sebagai spesimen gurita yang sangat besar diduga tersapu di Pulau Grand Bahama di Bahama pada tanggal 18 Januari 2011, dan tampaknya hanya kepala dan mulut makhluk itu saja. Ketika ukuran potensial diekstrapolasi menggunakan gurita normal sebagai perbandingan, diperkirakan bahwa binatang ini memiliki panjang di antara sekitar 20 dan 30 kaki. Cerita ini awalnya dilaporkan oleh G. Noel di Berita Freeport, dan perkiraan ukuran didukung oleh Clement Campbell dari Departemen Dinas Kelautan. Anehnya, pada bulan Juli di tahun yang sama, bangkai gurita berukuran 12 kaki ditemukan mengambang di permukaan di sekitar lokasi yang sama. Sayangnya spesimen ini hanya diukur tetapi tidak diambil untuk di teliti lebih lanjut.

Cukup luar biasa, dalam kasus bangkai ini, sebenarnya ada jenis gurita yang mencapai ukuran yang mendekati ukuran ini, seperti gurita raksasa pasifik (Enteroctopus dofleini), spesies gurita terbesar yang diketahui, dapat memiliki rentang lengan hingga 4,3 m (14 kaki), dengan klaim yang belum dikonfirmasi bahwa hewan ini dapat memiliki rentang lengan besar sepanjang hingga 30 kaki dan berat hingga 272 kg (600 lb). Sesuatu seperti ini sangat mungkin bisa saja salah diidentifikasi sebagai hewan mistis yang dibesar-besarkan hingga bahkan menjadi berukuran lebih besar lagi, tetapi masalahnya adalah bahwa spesies khusus ini berasal dari pesisir Pasifik Utara yang jauh dari Bahama. Namun, masih menunjukkan bahwa beberapa spesies gurita bisa saja menjadi cukup besar, jadi mungkin ada spesies yang belum ditemukan dengan proporsi yang sama atau bahkan lebih besar daripada gurita Pasifik raksasa yang hidup di perairan Karibia Bahama, meskipun tidak ada makhluk pasti seperti itu yang ditemukan di sini secara jelas.

Menjelajah Lubang Biru Bahama

Teori lain yang lebih skeptis adalah bahwa Lusca didasarkan pada cerita takhyul yang bercampur dengan potensi bahaya dari lubang biru. Penyelam bisa saja tewas karena berbagai alasan ketika menjelajah lubang-lubang ini atau bahkan sama sekali lenyap dari muka bumi, terjebak di terowongan dan ceruk yang dalam untuk tidak pernah terlihat lagi, dan ini bisa dikombinasikan dengan berbagai cerita menyeramkan yang disandarkan pada sosok Lusca. Mungkin juga ada kesalahan identifikasi fenomena alam di daerah tersebut, seperti gelombang tarikan atau pusaran air yang ada di lubang biru tersebut, tentu saja itu bisa membuatnya tampak sangat mirip seolah-olah ada sesuatu yang mampu menarik sebuah perahu ke bawah air yang seolah-olah dilakukan oleh monster raksasa. Bagaimana pun juga, alasan ini tidak bisa menjelaskan banyak penampakan dari orang-orang yang benar-benar yakin bahwa mereka telah melihat sosok monster laut bertentakel besar.

Lusca adalah makhluk yang relatif sedikit diketahui dalam dunia Cryptozoology, tetapi itu tidak kurang menarik sama seperti banyak monster misterius lainnya di luar sana, meninggalkan banyak pertanyaan untuk kita. Apa sebenarnya yang ada di lubang biru itu? Apakah itu gurita raksasa pemangsa hiu legenda Bahama? Atau apakah itu semacam gurita raksasa yang tidak diketahui ukurannya yang menjadikan gua air sebagai istananya? Dan apakah pusaran air dan fenomena alam telah menghadirkan imajinasi tentang Lusca untuk kemudian menjadi tertanam di dalam pengetahuan lokal? Atau hanya imajinasi yang terlalu aktif? Apapun masalahnya, monster ini tetap merupakan misteri yang sulit dipahami yang menyebabkan banyak dari kita yang merasa penasaran untuk melihat ke dalam lubang biru yang memikat di laut ini dengan cara baru, dan bertanya-tanya apakah ada sesuatu yang bersembunyi di sana di kedalaman menunggu korban berikutnya. Wallahu alam, semoga anda berfikir dan Wassalamualaikum.

Posting Komentar