Gambar Study Banding Media Yang Belum Sempurna

Halo emosi muda, Assalammu'alaikum. Media merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang bisa kite petik, selain pendidikan formal dan banyak sekali nilai positif dan nilai negatif dalam pemberitaan media ini. Salah satunya mungkin saya pribadi yang selalu menggali informasi lewat media online, karena memang kenyataannya pendidikan formal saya tidak memadai. Tapi saya ingin mencoba membahas tentang study banding media, yang menurut saya masih belum sempurna, dan masih banyak pemberitaan yang bahasa gaulnya itu disebut hoax atau belum benar. Dalam media manapun yang memang saya melihat disisi pemberitaan ini, ada banyak sekali yang saya ambil sisi positif, dan banyak pula melihat di lain pembeitaan yang bernilai negatif, yang harusnya tidak di sebarkan untuk umum dan sangat berdampak pada kehidupan di masa yang akan datang.

Apakah Media Aman Untuk Anak-anak?

Saya melihat media di zaman sekarang mungkin sangat bagus, tetapi dari sisi lain saya pribadi kebanyakan melihat pemberitaan yang suka aneh dan bernilai negatif. Tidak baik untuk di publikasikan kepada anak-anak, apalagi sekarang ini dunia teknologi semakin canggih, anak-anak kecil juga banyak sekali menimba ilmu dari media internet. Melihat maraknya pemberitaan di media internet dengan judul yang sangat aneh, tentu akan mengundang banyak rasa ingin tahu termasuk anak-anak disini, dan dari beberapa kasus tersebutlah saya melihat ada kejanggalan disini. Kejanggalan seperti apa yang di maksud?, dalam tanda kutip "Hoak" banyak sekali pembuat konten yang menginformasikan secara gamblang menyebar isyu" yang negatif, apakah akan aman nantinya dibaca oleh anak-anak?, saya rasa tidak.

Saya mohon maaf sebelumnya, karena tidak semua media yang menyajikan informasi seperti itu, tetapi heran saja karena kenapa bisa membuat pemberitaan yang hanya mengundang topik viral, tetapi pas dilihat isinya negatif, hal yang membuat saya ingin menulis seperti ini salah satunya. Media adalah tempat memberitakan informasi yang akurat, tetapi malah di salah gunakan oleh segelintir orang yang menurut saya aneh, dengan mengangkat topik bertujuan mengundang keramaian, yang padahal isinya belum tentu baik. Contohnya saja misalkan, seorang artis mabok berat ditemukan oleh warga, saat anak Anda membacanya dengan polos mamah mabok itu bagaimana rasanya?, ini biang keladinya yang harusnya diganti kalimat tersebut agar lebih familiar. Pemilihan kosa kata harus baik, diganti dengan contoh misalkan seorang artis ditemukan oleh warga sedang meminum minuman keras, otomatis sang anak akan berfikir minuman keras, dalam artian mereka akan berfikir orang minumannya keras buat apa di minum.

Point terpentingnya seperti itu, sangat berlaku dalam menyajikan sebuah konten, jangan sampai membuat konten yang mengundung rasa penasaran, hingga berbuah negatif nantinya, untuk media manapun. Di zaman era teknologi yang super canggih ini, anak-anak pun di sibukkan dengan berbagai macam gadget, kita sebagai orang tua pastinya ingin mempunyai anak yang cerdas dan tangguh di masa depan. Tetapi di zaman ini malah sebaliknya, anak-anak kebanyakan main gadget game bukan mencari ilmu pengetahuan dalam bentuk media, ke khawatiran ini sering timbul oleh orang tua manapun mungkin itu Anda atau saya, mungkin saja bisa terjadi.

Apabila hal ini terus berlanjut bagaimana yang akan terjadi dikehidupan mendatang, kebetulan saya sering membaca konten dengan landasan dasar mencari informasi untuk menambah pengetahuan, karena memang secara nyatanya saya haus akan ilmu pengetahuan. Media internet, berita, dan lain sebagainya menjadi bahan bacaan saya setiap harinya, tetapi sangat disayangkan ketika sedang asyik membaca saya malah merasakan tidak bermanfaat, bukan ilmu yang saya dapatkan, justru sebaliknya rasa khawatir yang saya simpan disini. Saya mungkin hanya orang bodoh yang haus akan pengetahuan, tetapi kenapa saya bisa menilai konten yang tak layak di publikasikan bisa ramai banyak yang menonton, membaca hingga mungkin berwawancara langsung. Nasib anak kedepannya akan seperti apa nantinya, jika hal semacam ini terus ada.


Media Apa Saja Yang Baik Untuk Anak.

Anak tergantung orang tua yang mendidiknya, sebenarnya bila kita mendidik secara benar, Insya Allah anak kita akan senantiasa menjadi pribadi yang sangat baik. Media apa saja yang sangat cocok untuk anak, dizaman canggih seperti ini banyak sekali layanan media yang baik untuk anak. Contohnya antara lain adalah, acara anak-anak di televisi, video edukasi untuk belajar bahasa inggris, bahasa arab, aplikasi untuk menghitung dan lain sebagainya. Media konten untuk belajar membaca, aplikasi penghafal Al-Qur'an dan Hafiz, ini menjadi salah satu manfaat bagi perkembangan Anak, sangat baik sekali untuk dijadikan referensi buah hati kita semua.

Dengan memanfaatkan media semacam ini, kita akan dapat membangun pondasi yang kuat bagi perkembangan anak dimasa yang akan datang, nantinya bila secara rutin dilakukan Insya Allah anak muda di masa depan akan menjadi semakin maju lagi. Kecuali memang sang anak dimanjakan oleh orang tua, yang membuat mereka lupa akan pelajaran dan ilmu pengetahuan, contoh media yang kurang baik untuk sang anak, ialah bermain game. Sangat tidak baik sekali bila para orang tua memanjakan  anak mereka dengan cara begini, ini bukan semata-mata untuk saya pribadi tetapi agar meminimalisir sesuatu hal yang negatif untuk kita semua di esok hari.

Kecanggihan zaman semakin hari semakin tak bisa terelakan, teknologi sering kali membuat kita lupa dengan point utama yaitu pengetahuan, teknologi canggih juga sebagai sarana media yang sangat benilai positif, selain itu bisa kita akses dengan mudah untuk mencari sebuah ilmu pengetahuan. Tetapi dengan maraknya media yang mencoba memberitakan unsur negatif, dalam hal apapun tentu secara tidak sengaja kita juga bisa merasakan hal ini nantinya. Apalagi ketika kita sedang menonton sebuah acara ditemani oleh sang anak, lalu anaknya memperagakannya misalkan saja ini akan menjadi tidak baik, contoh film horor, ini hanya sebagai contoh saja ketika orang tua mengatakan ih setan secara sepontan di depan anak, mereka akan menirunya, ih setan apakah ini menjadi nilai positif? tentu tidak, karena kita bukan setan tetapi manusia.

Study banding media yang belum sempurna ini merupakan unek-unek dalam hati kecil saya khususnya, umumnya mungkin saja bisa Anda rasakan sendiri, tetapi alangkah baiknya mulai sekarang kita menyajikan hal yang bermanfaat untuk umum dan berupaya keras untuk mengurangi hal yang tidak layak untuk di publikasikan. Semoga kita semua khususnya pribadi saya bisa memetik pelajaran dari hal kecil semacam ini, dan tetap menyediakan nilai positif untuk kemajuan bangsa kita dan diri sendiri. Demikian yang bisa disampaikan untuk sahabat emosi dimanapun anda berada, usahakan memberi manfaat untuk orang lain, manfaat dengan cara apa? contoh nya menulis konten dengan baik, tutur bahasa yang baik, tidak nyeleneh dengan suka-suka dan tidak memberitakan tentang hal yang tidak jelas asal usulnya. Sekian dan terimakasih sudah bersempat diri untuk sudi membaca artikel ini sampai habis, sampai jumpa di lain waktu.

Posting Komentar