Perbudakan Modern Di Zaman Riba

Gambar Perbudakan Modern Di Zaman Riba

Halo emosi muda, Assalammu'alaikum. Apa itu perbudakan modern?, nanti akan kita bahas ulasan lengkapnya disini, seperti apa yang kita ketahui bahwa sudah masuk ke zaman riba. Yang di maksud zaman riba itu apa?, pertanyaan menarik yang pasti membuat kita semua penasaran. Perlu Anda ketahui di zaman modern ini secara tidak sengaja kita sebagian besar dipengaruhi budaya barat, faktanya semakin hari budaya timur yang terkenal sopan dan santun sedikit sudah sangat minim sekali. Tiap hari kita selalu diliputi rasa cemas, dan masyarakat selalu di perbudakan oleh hutang dan riba, bahkan kita di perbudak oleh produk asing, serta sumber daya kita semakin di gerus oleh pihak-pihak tertentu.

Perbudakan Modern Dari Sisi Ekonomi.

Kita sendiri tahu betul bahwa sudah merdeka, tetapi masih belum sepenuhnya merdeka, dan riba terjadi dimana-mana. Banyak produk asing yang telah masuk ke Negara kita, dan banyaknya produk tersebut yang kita beli sehari-hari. Untungnya buat siapa dari hasil produk tersebut?, bagi mereka yang telah mengeluarkan produk ini, dan hasil dari itu mereka membeli senjata untuk memerangi negara timur tengah contohnya banyak sekali produk israel di negara kita, hasilnya negara ini menjajah negara palestina dan sampai saat ini masih seperti itu.

1. Hidup Di Zaman Riba.
Gambar Hidup Di Zaman Riba

Dari sisi ekonomi dan produk tersebut lah salah satunya dapat membuat kita merasa terlilit hutang, contohnya yang mempunyai kredit seperti mobil, motor dan rumah. Dengan DP sekian kita sudah bisa mendapatkan produk tersebut, tetapi dalam jangka waktu tahunan barang tersebut baru bisa kita miliki itu pun bila lunas. Tetapi bila tidak lunas cicilan tersebut, kita tidak dapat apa-apa, melainkan uang kita yang akan hangus, inilah bentuk riba salah satunya, dan selalu cemas setiap bulannya memikirkan biaya tersebut.

Bagi golongan menengah kebawah mungkin tidak akan tahu masalah ini, karena saya merasakan hal yang sama, bahkan mempuyai pengalaman yang seperti ini, uang habis, barang tak di dapat pula, saya menyesal atas keinginan saya dalam kasus ini. Tetapi ini menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga dalam hidup, dan bukan hanya saya mungkin dari Anda pun telah mempunyai pengalaman yang sama, dan apa bila barang tersebut sudah lunas dan kita miliki, harga jual akan selalu menyusut, tentu kita yang akan mengalami kerugian kembali. Ironisnya bila kita cermati kita berada dan sedang hidup di zaman riba, bisa kita amati sendiri dalam konteks ini ya, tidak perlu saya jelaskan, Anda bisa melihat sendiri dan mengamati sendiri.

2. Produk Asing Meraja Lela.
Gambar Produk Asing Meraja Lela


Dari sisi ekonomi yang lain ialah dengan munculnya produk asing, yang telah beredar di Negara kita, contohnya keperluan rumah tangga seperti sabun mandi, sabun cuci piring, dan lain sebagainya. Dari produk yang kita gunakan setiap harinya, hasilnya untungnya tentu bukan untuk kita sendiri. Tetapi untuk mereka yang telah mengeluarkan produk tersebut dan ini dinamakan perbudakan zaman modern. Israel salah satu negara yang menjual produk tersebut di negara kita, untungnya bagi negara tersebut di pakai untuk membiayai peralatan tempur yang serba canggih, hasilnya bisa kita lihat sendiri penjajahan untuk warga palestina yang sudah berangsur cukup lama.

Dari produk inilah mereka mendapat keuntungan, dan kita selaku penduduk asli tidak mengetahui benar bahwa produk tersebut menjadikan mereka semakin kaya. Tanpa kita sadari kita pun telah terbiasa membeli produk tersebut, dari sisi lain iklan-iklan produk asing pun telah masuk ke pasar iklan di Negara kita, karena memang mereka mempunyai dana yang unlimited, sehingga produk lokal akan susah bersaing dipasar ini.

3. Sumber Daya Alam Terkuras.
Gambar Sumber Daya Alam Terkuras


Masyarakat yang belum mengetahui benar pasti akan terus berusaha cuek, dan tidak ingin mengetahui apa yang ada dalam kekayaan alam di Negara kita. Banyak sekali negara-negara diluar sana yang ingin memperoleh kekayaan sumber daya alam yang kita miliki, contohnya pertambangan emas di daerah papua, pemiliknya bukan perusahaan dari negara kita, di kelola oleh perusahaan asing. Dan apa yang kita dapatkan apakah masyarakat kita mempunyai keuntungan?, saya melihat di balik tembok dunia online, masih banyak masyarakat papua yang hidupnya sangat minim, padahal perusahaan besar berada disana, tetapi ironis sekali kenapa masyarakat disana masih hidup serba minim.

Pihak asing sudah menjajah ratusan tahun yang lalu, sebelum negara kita merdeka karena sumber daya alam kita itu makmur, dan subur bahkan kekayaan sumber daya alam yang kita miliki sangat banyak. Sehingga Negara lain ingin mencoba meraup untung dari sisi ini, dan mengeruk habis semua kekayaan sumber daya alam yang kita miliki. Bagi masyarakat awam tentu tidak akan mengetahui perbudakan modern di zaman ini, tetapi bagi yang memperjuangkannya pasti akan tahu apa yang kami sebutkan disini, dan di zaman riba ini kita hidup penuh dengan kecemasan dengan perbudakan modern semacam ini.

Bagaimana Cara Antisipasi Perbudakan Modern Di Zaman Riba?

Seharusnya kita sudah saatnya untuk memulai perubahan di zaman ini, dan menghentikan produk asing yang masuk ke Negara kita, dengan cara memproduksinya sendiri. Penduduk masyarakat ini banyak sekali yang menganggur, dan masih banyak juga yang produktif, ini kesempatan baik untuk kita mulai berubah. Kami ada sedikit masukan disini, semoga menjadi sebuah perhatian khususnya untuk kesejahteraan bersama, apa saja yang bisa kita lakukan untuk merubah sistem perbudakan modern di zaman riba, sebagai berikut point yang perlu kita coba:

1. Memproduksi produk sendiri
2. Menghentikan masuknya dana investor asing
3. Tidak mempekerjakan TKA ( Tenaga kerja Asing )
4. Meminimalisir atau menghentikan produk asing yang masuk ke wilayah kita
5. Biasakan diri untuk membeli apapun dengan cara tunai, dan hentikan sistem kredit
6. Sumber daya alam kita di kelola sendiri
7. Biasakan untuk mebeli produk lokal

Semoga point diatas bisa kita kaji bersama, demi kepentingan yang lebih positif untuk kemajuan di masa yang akan datang, dengan point tersebut kami rasa akan bisa membuat sebuah perubahan besar terhadap kesejahteraan. Benahi diri kita masing-masing mulai saat ini, dan berupaya untuk tidak mebeli produk asing lebih baik membeli produk lokal yang sudah jelas di produksi oleh warga kita sendiri, dan menguntungkan untuk sesama.

Demikian ulasan tentang perbudakan modern di zaman riba ini, semoga bisa menambah sedikit wawasan agar kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi, bila ada sebuah kalimat yang menyinggung di hati mas bro dan bro sista, kami mohon maaf. Artikel kali ini demi mengupayakan bangsa yang lebih mandiri, tidak terpaut dengan bangsa asing dalam hal apapun, demi kemajuan bersama dan kesejahteraan kita bersama, sekian dan terima kasih telah berkunjung ke emosianisme, sampai jumpa kembali.

G+

Biografi lengkap penulis bisa anda lihat di Tentang Kami

Related Posts

Previous
Next Post »

Saya sangat mengharapkan feedback dari pembaca mengenai postingan yang saya tampilkan. Komentar yang anda tulis harap di ketik dengan bahasa yang sopan, apabila saran dalam bentuk kritikan adalah kritikan yang membangun. Tidak meninggalkan link aktif, spamming (I do hate that), ataupun komentar yang tidak berhubungan dengan postingan.