Kupu-kupu Terakhir

Puisi: Kupu-kupu Terakhir (Sebuah Kenangan)

Telah ku tepati seluruh janji
Telah kubawa juga setiap serpihan hati
Namun ku sadar..
Aku tak punya sayap untuk memetik bintang

Saat ini....
Aku mengerti dinginnya hujan
Tapi aku tak mengerti..
Mengapa hatiku turut membeku
Hingga aku tercari-cari....
Cinta yang tak pernah ada disini
Meski di setiap taman aku menanti..
Sendiri dalam kabut hujan malam
Walau di iringi guntur mencekam
Dan sepi........

Tapi sudahlah..
Ini jalan takdirku,
Tak ada yang perlu ku sesali
Setidaknya aku bisa menyimpan kenangan
Bahwa aku pernah disini, dan pernah berharap
Meski hanya sebatas mimpi...

Tapi aku bahagia untuk bisa mencintai
Seseorang di sepanjang jalan ini
Yang selalu menanti warna pelangi
Dengan wajah berseri-seri
Selepas hujan sore hari
Untuk merangkai bait puisi
Tentang indahnya hujan yang membasahi hati.....

Untukmu..
Kutitipkan salam sejahtera
Melalui rintik hujan ini, semoga engkau berbahagia
Hiduplah selama mungkin
Bermimpilah seindah-indahnya
Dan kenanglah memori....
Bahwa aku pernah menarikan rindu untukmu di dalam hujan ini

Jaga dirimu baik-baik..
Nanti selepas hujan reda, saat tanah masih basah
Engkau akan melihat kembali
Kupu-kupu yang engkau ceritakan dulu
Ku jadikan kenangan di sepanjang usiaku....

By: Ahmad Raj 13 February 2018


Baca Juga: Puisi Harapan

Posting Komentar

  1. tertegun ane membacanya om, tapi disisi lain tersimpan sebuah nilai positif yaitu Rasa Ikhlas, semangat om terus merangkai sebuah kata, videonya keren i like it

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insha Allah om, mudah-mudahn yang terbaik

      Hapus