Kurcaci Misterius Madagaskar

Kurcaci Misterius Madagaskar

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Ada banyak laporan tentang hominid berbulu dari seluruh dunia, dan memang ini tampaknya merupakan fenomena yang membentang dalam banyak lintas budaya. Namun yang paling menjadikan rasa penasaran dan rasa aneh adalah cerita dari versi yang lebih kecil dari makhluk-makhluk yang mirip dengan manusia ini. Salah satu tempat yang sudah lama memiliki tradisi orang hutan kecil yang cukup menguak sensasi penasaran berada di sebuah negara di kepulauan Madagaskar, pulau yang merupakan tanah megah yang penuh dengan misteri spektakuler tempat terbitnya misteri dan lokasi dari berbagai hal yang belum diketahui.

Terletak di Samudera Hindia di lepas pantai Afrika Timur, negara kepulauan Madagaskar atau dahulu disebut sebagai Malagasy, atau kini secara resmi disebut Republik Madagaskar. Pulau utama adalah pulau terbesar keempat di dunia dengan penduduk asli dari ras Polynesia yang masih memiliki kaitan bahasa dan talian darah dengan bangsa Nusantara, pulau ini terputus dari semenanjung India sekitar 88 juta tahun yang lalu, setelah itu flora dan fauna terus berkembang dalam isolasi penuh. Karena sejarah geologis unik ini, pulau ini memiliki kelimpahan spesies unik dan ekosistem yang sama sekali unik yang tidak ada di tempat lain di Bumi, dan diperkirakan masih banyak yang belum di dokumentasikan. Mengingat isolasi terpencil pulau ini, hamparan wilayah liar yang masih perawan memiliki banyak satwa liar yang unik, dan kemungkinan kuat adanya spesies yang hilang dan tak dikenal, menjadi tidak mengherankan bahwa Madagaskar juga memiliki bagian kemisteriusan yang aneh dan sulit dipahami, terutama tentang kemungkinan besar adanya makhluk pendek seperti manusia.

Manusia Kerdil aka Manusia Kurcaci
Tahun lalu dunia dikejutkan oleh penampakan dari rekaman video amatir dari sekolompok petualang alam yang tanpa sengaja mengalami perjumpaan dengan suku kerdil atau suku mante di rimba raya Aceh, jenis manusia kurcaci yang dipercaya berdiam di hutan yang tidak tersentuh oleh peradaban zaman ini telah mengundang banyak ilmuwan untuk mencari tahu dan mempelajari spesies yang hilang ini. Kisah tentang manusia kerdil seperti ini sebenarnya ada sangat berlimpah di Nusantara, di hutan-hutan pedalaman Sumatra dipercaya merupakan salah satu lokasi keberadaan manusia kerdil yang sering disebut dalam istilah melayu sebagai "Orang kate", Masyarakat minangkabau menyebutnya sebagai "Orang pendek", memiliki deskripsi yang sama, yakni ukuran tubuh yang sangat pendek ketimbang ukuran manusia normal.

Penampakan suku mante di pedalaman hutan Aceh
Penampakan suku mante di pedalaman hutan Aceh
Salah seorang paman saya juga pernah menceritakan tentang orang-orang kerdil ini dimana mereka dikabarkan suka mencuri makanan saat malam hari tiba. Bahkan salah seorang teman lama saya menceritakan kisahnya saat ia bekerja di pedalaman hutan Riau dimana saat itu ia dan teman-temannya berhasil menangkap salah seorang manusia kerdil ini. Ia mengatakan bahwa manusia kerdil ini mampu berlari dengan sangat cepat, telapak kaki mereka terbalik, jari kaki mereka tidak mengarah kedepan layaknya manusia, melainkan kebelakang. Berkulit cukup terang, memiliki gigi taring dan menangis seharian setelah tertangkap, sayangnya cerita tidak cukup lengkap dan tidak ada catatan verifikasi sama sekali. Namun, semua cerita ini memiliki kesamaan di banyak tempat yang bisa menjadi indikasi adanya "kebenaran" tentang keberadaan manusia-manusia kurcaci ini. Oke kita kembali terbang menuju ke Madagaskar.

Salah satu yang sangat menarik dari spesies manusia kurcaci yang diduga berada di Madagaskar adalah makhluk yang dikenal sebagai Kalanoro, dikatakan bersemayam dalam lebatnya hutan hujan terpencil dan mengintai di gua-gua gelap di seantero pulau. Diketahui oleh segudang nama lain tergantung suku lokal, seperti Kotoky atau Vazimba, makhluk aneh ini dikatakan berdiri setinggi 2 kaki, dengan ciri khas seperti kera dengan jari dengan kuku melengkung yang sangat panjang. Mereka kebanyakan dikatakan tertutup rambut panjang, meskipun sering dikatakan bahwa mereka juga memiliki semacam tanduk atau duri di punggung mereka, dan mata mereka biasanya dikatakan terlihat tajam dan menakutkan. Makhluk itu sering dilaporkan sebagai makhluk penyuka air, dan diduga bisa terlihat berkeliaran di sungai atau danau. Detail yang lebih tidak biasa mencakup bahwa mereka hanya memiliki tiga jari kaki yang menghadap ke belakang atau mata mereka bersinar dalam kegelapan.

Kalanoro dikatakan sebagai makhluk pemalu dan dengan alasan itu mereka selalu bersembunyi dari manusia, namun akan muncul di malam hari untuk mencuri makanan dari desa-desa terdekat dan bahkan kadang-kadang menculik anak-anak, mereka diketahui agak agresif jika ditemui. Mereka paling sering digambarkan memiliki kekuatan luar biasa jika di bandingkan dengan ukuran tubuh mereka, dan biasanya disarankan untuk menghindarinya jika memungkinkan, walaupun dengan penampakannya yang sangat langka. Menariknya, sebagian besar pengetahuan dan deskripsi tentang Kalanoro sangat konsisten di antara segudang suku yang tersebar di Madagaskar, yang mendorong ahli Cryptozoologist bernama Bernard Heuvelmans untuk meneliti, "Legenda ini mungkin fantastis, tapi mereka ditemukan di seluruh Madagaskar, dan hal itu akan aneh jika mereka benar-benar tanpa dasar."

Memang, Jauh dari legenda yang benar-benar tahayyul, namun ada beberapa penampakan dan pertemuan dengan makhluk-makhluk kecil itu pada suatu kesempatan. Beberapa laporan awal yang menarik ditulis pada tahun 1886 oleh G. Herbert Smith di dalam halaman Antananarivo Annual, di mana dia berkata:

Kami selanjutnya masuk ke hutan, dan dari sana kami mendapatkan cerita tak berujung tentang Kalanoro, sejenis manusia pendek hutan liar, yang digambarkan perawakannya sangat pendek, di tutupi rambut, berjenggot lebat, dalam kasus yang jantan, memiliki kesukaan pada kehangatan api. Saksi mata menceritakan bahwa suatu ketika, saat menghabiskan malam di tengah hutan, dia terbangun sambil mengamati api yang telah mereda menjadi bara merah, ketika tiba-tiba dia sadar ada sosok yang menjawab deskripsi yang disebutkan selama ini sedang menghangatkan dirinya di api, dan nampaknya sangat menikmatinya.

Menurut ceritanya, dia memberikan ringkasan tentang bagaimana ia berusaha perlahan-lahan memegang sebuah tongkat kayu, dan melemparkan bara api panas ke makhluk pendek tak berpakaian itu, yang tentu saja segera melarikan diri dengan jeritan. Kisah lain menceritakan pada kesempatan yang serupa, makhluk yang jantan itu muncul terlebih dulu, dan setelah memeriksa lokasi dan temuan, serta api, ada beberapa nasi di letakkan di pot, memanggil pasangannya yang kemudian berjongkok di depan api, layaknya sepasang kekasih terus memberi makan satu sama lain! Memang harus diakui bahwa makhluk yang digambarkan ini terlihat seperti jenis lemur yang berukuran lebih besar; Tapi di sebuah desa dekat Mahanoro, di ambang hutan, penduduknya mengatakan bahwa sangat sering orang-orang kurcaci liar ini mencari makan di rumah mereka untuk mencari sisa makanan, dan mungkin terdengar saling memanggil di jalan.

Salah satu laporan yang sangat terkenal tentang Kalanoro yang diduga ditangkap pada tahun 1889 dan kemudian dilaporkan ke Royal Geographical Society. Sayangnya tidak diketahui apa yang terjadi setelah ini. Di tahun-tahun berikutnya ada penampakan di tahun 1924 oleh seorang politisi Amerika, reporter surat kabar dan penjelajah Chase Salmon Osborn yang mengaku telah melihat sepasang makhluk kerdil yang terlibat dalam pertarungan bising dan kasar untuk merebut hak perkawinan. Anehnya, makhluk serupa telah dilaporkan dari daerah lain di Afrika, seperti di Kongo, di mana mereka disebut Kakundakari. Di sinilah salah satu laporan paling menakjubkan dari orang-orang kecil berbulu ini berasal. Pada tahun 2007, seorang ahli Cryptozoologist, Loren Coleman memiliki laporan yang sangat aneh dari tim Navy SEAL Amerika yang bertemu dengan makhluk-makhluk ini di hutan Kongo saat berpatroli. Coleman mengatakan bahwa sumbernya dapat dipercaya namun bersifat rahasia karena ini merupakan informasi sensitif dari cara kerja intelijen Amerika, ia menulis tentang pertemuan tersebut:

Ada disebut dari Angkatan Laut Amerika US NAVI SEAL sebelumnya dimana saat dalam sebuah operasi rahasia di Republik Demokratik Kongo antara tahun 1997 dan 2002. Menurut informasi yang ada, tim mengamati sebuah kelompok yang berjumlah tiga belas "Makhluk mirip simpanse" setinggi 4,5 sampai 5 kaki, berwarna abu-abu kelabu di sekujur tubuh mereka, dengan deretan duri tampak seperti landak yang membentang di punggung mereka.

Jenis kera tak dikenal ini berjalan dengan dua kaki dan diamati oleh tim SEAL dimana mereka tampak terlibat sedang membunuh hewan lain. Saat makhluk itu merasa bersemangat atau gelisah, duri atau tanduk akan berdiri tegak dari tubuh mereka.

Menurut "informan", tim Navy SEAL AS mengambil cuplikan video selama tiga menit dari makhluk-makhluk ini, namun rekaman ini masuk ke dalam barisan file rahasia, karena mencakup misi mereka. Anggota SEAL ini masih memiliki peta misi dan mampu menentukan wilayah perjumpaan dengan kelompok besar kera bipedal ini.

Keterlibatan tim NAVI SEAL dari Angkatan Laut AS menunjukkan bahwa aktivitas mereka menggunakan air sebagai alat transportasi, dan/atau makhluk-makhluk ini bekerja di daerah yang melibatkan danau, sungai, atau rawa.

Ini sangat menarik, tapi tentu saja ada pertanyaan tentang apa yang terjadi setelah ini, dan yang lebih penting lagi di mana video itu kini berada. Perlu disebutkan bahwa bukti fisik makhluk-makhluk tersebut telah ditemukan di tempat yang sama seperti penampakan yang di klaim oleh tim NAVI SEAL, seperti seorang kolektor hewan bernama Charles Cordier diduga menemukan jejak dari makhluk itu di sana pada tahun 1961. Tidak jelas kaitan yang ada, namun jikapun ada, makhluk ini bisa saja memiliki kaitan dengan Kalanoro Madagaskar, tapi ini adalah anomali yang aneh.

Kurcaci Misterius Madagaskar

Tentu saja ada banyak spekulasi mengenai apa yang mungkin pada kasus Kalanoro. Salah satunya adalah jenis spesies lemur raksasa yang belum ditemukan. Yang lainnya adalah kita bisa melihat beberapa jenis populasi peninggalan dari spesies manusia atau hominid yang langka atau punah seperti Homo floresiensis dari fosil yang ditemukan pada tahun 2003 di Liang Bua, di pulau Flores Indonesia. Makhluk ini rata-rata hanya memiliki tinggi 4 kaki dan merupakan spesies genus Homo terkecil, dan ada spekulasi bahwa mereka mungkin bisa menghuni daerah lain di dunia, termasuk Madagaskar. Gagasan lain adalah bahwa makhluk ini sama sekali bukan makhluk nyata, melainkan sejenis makhluk halus jin peri yang mirip dengan elf, gnome, dan troll di Eropa. Pada tahun 1964 Dalam Western Folklore, Vol. XXIII, seorang penulis dan peneliti bernama Bacil F. Kirtley menerbitkan sebuah artikel berjudul Unknown Hominids and New World Legends, di mana dia berspekulasi bahwa Kalanoro adalah jenis peri lokal, dan memang penduduk asli Madagaskar tidak melihat makhluk ini sebagai hewan melainkan lebih sebagai roh dunia mistik semacam itu.

Jadi apa yang sebenarnya ada disini? Jenis manusia? Atau apakah ini semacam primata yang tidak teridentifikasi? Apakah mereka jenis hewan lain yang masih belum diklasifikasikan menurut sains? Mungkinkah mereka adalah bangsa jin atau jenis entitas supernatural lainnya? Atau mereka hanya ada di ranah cerita rakyat, legenda, dan imajinasi manusia setempat? Satu-satunya hal yang kita tahu pasti adalah bahwa penduduk asli di daerah tempat makhluk-makhluk ini berada pernah melihatnya dengan sangat nyata. Apakah mereka benar-benar ada atau tidak masih harus di teliti kembali, dan sekali lagi di dunia ini, sebuah pulau bernama Madagaskar menyimpan satu misteri yang belum terpecahkan. Semoga menambah wawasan, Wassalamualaikum.

Lukisan Yang Menghantui Pemiliknya

Lukisan Yang Menghantui Pemiliknya

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Kisah lukisan berhantu sering menjadi pokok dalam banyak film horor yang menegangkan. Ya lukisan angker! Sebelum kita berbicara tentang lukisan horor, mungkin kita perlu menelaah bahwa telah sejak lama gambar-gambar sering menjadi bahan bakar kemisteriusan, mungkin seperti sepasang mata yang mengikuti seseorang di sekitar atau sesosok wajah yang sekonyong-konyong ingin menyampaikan sesuatu, memasuki ranah entertainment, lukisan atau gambar memang seringkali dimaksudkan untuk menjadi aktor kegelapan, matanya yang memiliki lubang di dalamnya sehingga penjahat dapat mengintip dimana korban tidak akan menaruh curiga siapa, hingga adegan lukisan yang mengeluarkan air mata darah. Hahahaha.. kok kita malah membicarakan film horor ya? Baiklah kita kembali ke lap.. top!

La Jument: Mercusuar paling berbahaya di dunia

La Jument: Mercusuar paling berbahaya di dunia

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Terletak di provinsi Brittany, di bagian barat laut Perancis, sebuah semenanjung besar yang membentang menuju Samudra Atlantik yang berbatasan dengan Selat Inggris di utara dan Teluk Biscay ke selatan. Perairan yang berada di antara pantai barat dan pulau Ushant membentuk Laut Iroise. Bagian pantai Brittany ini telah lama ditetapkan menjadi salah satu lautan paling berbahaya di Eropa dengan badai yang sering terjadi, gelombang raksasa dan arus kuat. Lebih dari tiga puluh kapal hilang di wilayah ini antara tahun 1888 dan 1904. Karena itu, garis pantai yang terjal ini dipenuhi dengan mercusuar dan jumlah ini lebih dari sepertiga dari semua mercusuar dan menara penanda yang menerangi pantai Prancis berada di sini. Benteng granit ini telah memperingatkan para pelaut agar menjauh dari bahaya di garis pantai bergerigi ini beserta batuan berbahayanya sejak abad ke-18.

Salah satu mercusuar yang paling terkenal adalah yang dibangun di atas batu yang disebut La Jument, berdiri sekitar 300 meter dari pantai pulau Ushant. La Jument mulai dikenal pada tahun 1989, melalui serangkaian foto yang diambil oleh Jean Guichard yang menampilkan betapa berbahayanya lautan disini.

Pada tanggal 21 Desember 1989, sebuah tekanan rendah yang datang dari Irlandia membawa angin kencang dan gelombang besar setinggi 20 sampai 30 meter yang secara spektakuler menuju ke arah mercusuar ini. Ombak menerobos masuk melalui jendela mercusuar yang lebih rendah, merobek pintu depan, membanjiri menara dan meratakan perabotannya. Penjaga Mercusuar Théodore Malgorn memutuskan untuk berlindung di ruang lentera sambil menunggu untuk diselamatkan.

Di waktu yang sama, seorang fotografer, Jean Guichard berada di Lorient berinisiatif menyewa helikopter untuk mengambil gambar udara dari badai tersebut. Guichard ingin terbang di atas Laut Iroise meski kondisi terbangnya sangat berbahaya. Helikopter itu berhasil sampai ke La Jument dan melayang-layang di sekitar Guichard untuk mengambil gambar ombak yang menerjang mercusuar tersebut. Di dalam menara, Théodore Malgorn mendengar apa yang dia pikir saat itu adalah helikopter penyelamatnya dan bergegas ke bawah untuk membuka pintu. Pada saat itu juga, sebuah gelombang raksasa naik dari bagian belakang mercusuar dan Guichard mengambil gambar yang kemudian menjadi sangat terkenal di dunia saat gelombang tersebut melanda menara La Jument. Théodore Malgorn, tiba-tiba menyadari bahwa gelombang raksasa akan menelan strukturnya, ia bergegas kembali ke atas tepat pada waktunya untuk menyelamatkan hidupnya dari cengkraman lautan yang mengamuk.

La Jument: Mercusuar paling berbahaya di dunia

La Jument: Mercusuar paling berbahaya di dunia

La Jument: Mercusuar paling berbahaya di dunia

La Jument: Mercusuar paling berbahaya di dunia

La Jument: Mercusuar paling berbahaya di dunia

La Jument: Mercusuar paling berbahaya di dunia

La Jument: Mercusuar paling berbahaya di dunia

Mercusuar lain yang patut diperhitungkan adalah Phare de Kéréon atau mercusuar Kereon. Mercusuar ini dibangun di atas gundukan batu kecil bernama Men Tensel yang terletak di sebuah selat yang disebut Passage du Fromveur di antara pulau-pulau di Ushant dan Bannec. Passage du Fromveur memiliki arus pasang surut yang kuat, sering kali bergerak di kecepatan 8 Knot, arus ini adalah yang terkuat kedua di Prancis setelah Razington di Normandia. Akibatnya, laut di sekitar Phare de Kéréon tidak pernah tenang, selalu ada gelombang besar yang mengerikan menabrak tanpa henti. Namun, di bagian dalam mercusuar ini, bagaimanapun juga adalah cerita lain. Lantainya terbuat dari kayu ek dan di hiasi dengan tatanan kayu mahoni dan kayu eboni, dindingnya dilapisi kayu ek dari Hungaria, tangganya dilapisi ubin dengan tempat tidur yang luar biasa indah. Memang, Phare de Kéréon dijuluki "The Palace" atau istana karena interiornya yang mewah.

Mercusuar Kereon

Mercusuar ini dibangun antara tahun 1907 dan 1916, sebagiannya didukung oleh sumbangan dari Madame Jules Baudy, seorang keturunan Charles-Marie Le Dall de Kéréon, seorang perwira angkatan laut yang dipenggal pada usia sembilan belas tahun selama Revolusi Prancis di abad 18, dan dari situlah mercusuar ini diberi nama. Ketika Madame Jules Baudy mengetahui bahwa Kementerian Pekerjaan Umum akan memulai pembangunan mercusuar di atas batu "Men Tensel", dia mengusulkan sebuah sumbangan sebesar 585.000 franc dengan syarat nama mercusuar itu dinamai dengan nama keluarganya. Jumlah sumbangan dari Madame Baudy tidak hanya menurunkan total biaya dari negara tetapi juga cukup untuk mengubah interior mercusuar tersebut menjadi tempat tinggal mewah.

Ada aula, dapur dan dua kamar untuk penjaga mercusuar, yang berada di empat tingkat pertama, ruangan tersebut kaya dengan panel pohon ek. Ada juga "ruang kehormatan", yang terletak di tingkat 5 sangat menarik perhatian karena dindingnya yang berjajar dengan dekorasi dari kayu pohon ek Hungaria dengan beberapa panel lengkap dengan relief bergambar bintang mercusuar. Lantai parket kayunya di susun di atas aspal, dengan dekorasi di tengahnya sebuah gambar arah mata angin berukuran besar yang terbuat dari kayu eboni dan mahoni.

Mercusuar Kereon

Mercusuar Kereon

Mercusuar Kereon

Mercusuar Kereon

Mercusuar Kereon

Mercusuar Kereon

La Jument: Mercusuar paling berbahaya di dunia

Mercusuar ini dibangun dari granit dengan diameter dasar 4 meter dan berdiri setinggi 48 meter. Api menyala untuk pertama kalinya pada tahun 1916 dan terus bekerja memakai bahan bakar minyak sampai tahun 1972 mulai digantikan dengan energi listrik. Hari ini mercusuar tersebut tetap menyala didukung oleh baterai, dan dua generator bertenaga angin. Para penjaga masih bertanggung jawab atas operasi dan pemeliharaan yang benar hingga tahun 2004 dimana mulai sejak saat itu mercusuar tersebut sepenuhnya berfungsi otomatis. Semoga menambah pengetahuan anda, terimakasih dan Wassalamualaikum.

Kredit foto: Jean Guichard, dan Frédéric le Mouillour.

Bertemu Dengan Sisi Gelap Diri Sendiri

Bertemu Dengan Sisi Gelap Diri Sendiri

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Selalu ada kisah tertentu terhadap gagasan versi jahat dari diri kita sendiri, atau seseuatu di luar sana yang berwujud seperti kita yang mengamuk dan menimbulkan masalah. Sulit untuk mengetahui bahwa mungkin ada seseorang atau sesuatu yang memaknai wajah dan kehidupan kita, dan terlebih lagi jika malah mendampingi diri kita sendiri. Menariknya, gagasan tentang versi kembaran diri ini telah lama ada, dan hadir beserta dengan cerita-cerita yang umumnya menakutkan, ada banyak laporan tentang orang-orang yang benar-benar menghadapi versi alternatif dari diri mereka sendiri yang tampaknya sulit untuk dijinakkan. Apa? Dan siapa yang berada dibalik fenomena duplikasi sosok ini?

Menciptakan "Sesuatu" Dari Pikiran Kita

Menciptakan "Sesuatu" Dari Pikiran Kita

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Visualisasi merupakan cara umum untuk menggambarkan bentuk di dalam pikiran. Tehnik ini sangat umum di temui di dalam berbagai konsep keyakinan dan perguruan kebatinan. Visualisasi di anggap bisa dijadikan sebagai media untuk berhubungan dengan apa yang digambarkan dalam pikiran. Ada banyak jenis meditasi yang memvisualisasikan benda atau objek tertentu, misal meditasi budhist yang memvisualisasikan tanah, api atau air dan rupang Budha itu sendiri.

Di dalam hindusime ada tata cara visualisasi pada titik-titik cakra tertentu di berbagai bagian tubuh untuk membangkitkan kekuatan dan memasuki maqam hening, termasuk juga di dalam aliran sufisme tarekat saat melakukan zikir-zikir tertentu memvisualisasikan nama-nama tertentu pada titik-titik tertentu pula pada tubuh yang sering disebut sebagai titik lathifah, atau malah ada yang memvisualisasikan sang guru (mursyid) saat sholat yang disebut sholat rabithah. Dari dari semua hal diatas, muncul semua sebuah pertanyaan, mungkinkah apa yang di visualisasikan itu bisa muncul dan nyata dalam artian harfiah? Mungkin kita akan menemukan sebuah jawaban samar-samar dari sebuah konsep yang disebut dengan Tulpa.

Tulpa: Sebuah Cara Memunculkan Sesuatu Dari Pikiran Manusia
Konsep Tulpa telah dimulai selama berabad-abad yang lalu dalam budaya dan kepercayaan umat Buddha Tibet. Dan di dunia saat ini, Tulpa dianggap sebagai makhluk atau entitas yang diciptakan dan didorong oleh kekuatan dari imajinasi manusia. Terdengar aneh bukan? Tentu saja itu sangat aneh! Lantas bagaimana entitas ini bisa muncul dan menjadi nyata? Jika anda memusatkan perhatian pada gambar tertentu, katakanlah, dengan sebuah argumen, anda membayangkan seekor beruang bermata sipit, lucu, bersayap, dan anda dapat memberikan beberapa kemiripan realitas dan akhirnya, makhluk dalam pikiran anda itu menjadi eksis dan independen. Anda berbaring di tempat tidur pada larut malam, atau kapan dan di mana anda tidak akan terganggu, kemudian anda fokus dengan penuh perhatian pada monster pilihan legendaris anda. Anda dengan teliti memvisualisasikan bentuknya, sayap-sayap besar, wajahnya yang garang, dan jari tangannya yang bercakar. Mungkin, anda bahkan memberikannya ekor yang panjang dan kuat seperti ekor setan.

Anda mungkin fokus menciptakan sosok imajiner yang indah atau pada gambaran seekor hewan buas yang terbang tinggi di atas kota anda sendiri di tengah malam. Dan, anda terus mengulangi proses itu malam demi malam, minggu demi minggu, dan bahkan mungkin bulan demi bulan. Anda bahkan menggunakan teknik meditasi untuk memungkinkan anda memasuki kondisi pikiran yang berubah, yang akan semakin memperkuat pencitraan tersebut. Dan kemudian, di suatu hari, makhluk yang anda gambarkan itu tiba-tiba mulai muncul di kota anda tentang apa yang terdengar seperti binatang buas yang telah anda fokuskan secara mendalam pada kedalaman pikiran dan imajinasi anda. Intinya, Anda telah berhasil membuat seekor monster hanya dengan semata-mata memikirkannya lantas menjadi ada dan nyata. Tidak, monster itu bukan dari jenis daging dan darah, tetapi monster itu hidup dan berkembang dengan baik. Dan, anda bertanggung jawab untuk itu. Entitas yang sepenuhnya fiksi sekarang aktif dan hidup di dunia anda dan dunia kita. Inilah yang disebut dengan Tulpa.

Tulpa adalah entitas yang diciptakan dalam pikiran, bertindak secara independen, dan sejajar dengan kesadaran anda sendiri. Mereka mampu berpikir, dan memiliki kehendak bebas, emosi, dan ingatan sendiri. Singkatnya, tulpa seperti sesuatu yang hidup di kepala anda, terpisah dari diri anda. Butuh waktu bagi tulpa untuk mengembangkan kepribadian yang meyakinkan dan kompleks, dan seiring bertambahnya usia, perhatian dan pengalaman hidup mereka akan membentuk mereka menjadi seseorang dengan harapan, impian, dan kepercayaan mereka sendiri.

Banyak orang membuat tulpa dengan membayangkan seseorang di dalam pkiran mereka, dan memperlakukannya sangat pribadi. Mekanisme pastinya tidak diketahui, tetapi ketika seseorang memberikan perhatian pada tulpa, dan percaya bahwa makhluk itu bisa menjadi sesuatu yang hidup, maka ada sesuatu yang akan bertindak untuk menjadikannya tumbuh berkembang, dan bertindak secara independen dari anda. Pada awalnya, orang yang membuat Tulpa akan berbicara dengan Tulpanya, dan memvisualisasikannya dalam pikiran, seiring waktu, mereka akan dapat berkomunikasi melalui berbagai metode.

Ketika tulpa mulai berbicara, itu tidak berarti bahwa mereka telah sempurna. Tulpa tidak akan pernah "selesai", ketika seseorang membuatnya. Mereka akan fokus pada memelihara dan mengajar tulpa milik mereka, dan membiarkan mereka tumbuh sebagai teman pribadi bersama mereka. Dibutuhkan waktu dan upaya untuk menjadikan tulpa sebagai individu yang seimbang, dan kemandirian serta kepribadian mereka akan tumbuh dan berkembang seiring berjalannya waktu, seperti halnya manusia biasa. Menciptakan tulpa berarti berkomitmen untuk membesarkan dan hidup dengan orang lain, dan ini adalah komitmen seumur hidup dan bukan komitmen yang berakhir ketika tulpa mulai muncul dan berinteraksi.

Hampir setiap tulpa memiliki bentuk tubuh imajiner yang diidentifikasi oleh pikiran pembuatnya. Bentuk ini bisa berupa apa saja, dari manusia biasa hingga karakter kartun, binatang, atau apa pun yang dapat dibayangkan. Tentu saja, terlepas dari bentuknya, mereka memiliki pikiran juga. Pemilik Tulpa dapat berinteraksi dengan bentuk tulpanya hanya dengan memvisualisasikannya dalam pikiran. Sebagian besar orang melakukan ini dalam lingkungan imajiner yang disebut dunia atau alam wonderland, yang merupakan tempat yang menakjubkan yang dibayangkan untuk diri mereka dan tulpa mereka sendiri. Mereka dapat mengubah dunia Wonderland bayangan mereka sesuka hati, dan menjadikannya sebagai hal normal atau fantastik seperti yang di inginkan, tidak ada batasan untuk menciptakan sesuatu dalam imajinasi.

Banyak pengguna Tulpa berkomitmen pada prosesnya, dan menaruh banyak waktu dan upaya dan akan berakhir dengan menjadi teman mereka seumur hidup. Mereka akan memiliki andil besar dalam membentuk kepribadian tulpa, dan akan mudah untuk memahaminya, dan mudah juga bagi Tulpa untuk memahami pembuatnya dan bahkan menjamin persahabatan yang sangat dekat. Mengenal tulpa akan mengajarkan penggunanya dengan pelajaran memberi empati dan memberi wawasan tentang kepribadian dan pikiran mereka sendiri. Tulpa dapat memberi opini alternatif tentang masalah yang di miliki, mendukung secara emosional, dan memberi tahu ketika ada hal yang bodoh. Koneksi antara host (pembuat Tulpa) dan Tulpa itu sendiri adalah sangat kuat dan intim, dan akan selalu ada teman untuk diajak bicara, tetapi hanya ada di dalam pikiran saja.

Apa Dan Siapa Dibalik Kemunculan Tulpa Ini?
Ada banyak alasan untuk menjawab pertanyaan di atas. Dan pastinya jawaban yang ada cenderung mengarah kepada hal-hal kepada unsur psikologis, ini mungkin lebih mirip dengan kisah anak-anak kecil yang memiliki teman imajiner atau memang ada sesuatu yang lain yang berkontribusi. Yuk mari kita bahasa dibawah:

Efek Psikologi

1. Teman Khayalan.
Banyak orang tua yang cemas bertanya-tanya, "Apakah teman khayalan anak-anak mereka merupakan pertanda kesepian atau masalah sosial?"

Ternyata yang terjadi adalah sebaliknya, sebuah artikel di Science Friday mencatat ini: “Secara historis, banyak peneliti dan orang tua berpikir bahwa teman khayalan adalah berbahaya atau jahat, dan merupakan tanda defisit sosial, kerasukan setan, atau penyakit mental. Misalnya, di Laboratorium Pengetahuan dalam Pengembangan Universitas Alabama, seorang psikolog bernama Ansley Gilpin baru-baru ini mendengar kasus di mana orang tua mengira putrinya mungkin menderita skizofrenia. Ternyata anak itu baru saja punya teman khayalan. ”Syukurlah, ini adalah gagasan yang semakin memudar ketika para peneliti mulai memahami bahwa tidak hanya memiliki teman khayalan yang normal, tetapi bahkan dapat bermanfaat secara psikologis.

Dalam sebuah artikel How Imaginary Friends Help Kids Grow, penulis Cari Romm mengatakan, “anak-anak tahu bahwa mereka tidak nyata. Para peneliti hari ini percaya bahwa teman-teman yang dibuat-buat ini bukan merupakan indikasi kesepian atau kekurangan keterampilan sosial, malah ini adalah sebuah cara normal bagi anak-anak untuk melatih imajinasi mereka. dalam beberapa kasus. Anak-anak berusia tiga tahun dapat membangun teman yang dibuat-buat oleh pikiran mereka, dan itu paling umum antara usia tiga dan delapan, meskipun kadang-kadang teman khayalan bertahan sampai remaja dan jarang sampai dewasa.

Teman-teman fiksi ini melakukan lebih dari sekadar melatih imajinasi. Teman-teman fiktif sebenarnya mendorong perkembangan sosial dan bahasa. Mereka juga dapat membantu anak-anak mengatasi peristiwa kehidupan. Menurut penelitian ini, anak-anak dengan teman khayalan lebih mampu memahami perspektif lain daripada teman sebayanya yang tidak memiliki teman khayalan. Sarannya adalah bahwa “terlibat dengan teman khayalan adalah bentuk permainan peran yang sangat kaya dan dengan demikian mengharuskan anak untuk mengambil persona dari teman khayalan dan untuk memperhitungkan perspektif teman tersebut.” Akibatnya, anak-anak yang membuat teman khayalan lebih sering percaya diri dan memiliki kosakata yang lebih kaya.

Kelemahan dari teman khayalan adalah bahwa kadang-kadang mereka bisa menjadi anak nakal dan menyuruh anak itu melakukan sesuatu yang buruk, atau anak itu akan menyalahkan teman khayalan tersebut atas perilaku buruk untuk menghindari ketidaksetujuan orang tua. Namun, secara keseluruhan, memiliki teman khayalan adalah bagian normal dan sehat dari masa kecil.

Jika anak anda memperkenalkan anda kepada teman khayalannya, jangan khawatir. Faktanya, ini adalah kesempatan sempurna untuk bermain bersama. Tetapkan waktu untuk teman bermain jika dia memintamu. Semakin anda dapat bergabung dengan anak anda di dunia imajinatifnya yang indah, semakin kuat koneksi anda dengan anak-anak anda.


2. Stres Dan Kepanikan
Orang yang baru saja selesai menonton film horor kemudian merasa ketakutan, kemudian pikiran mereka mulai membentuk apa yang mereka takutkan. Ketika orang sedang merasakan ketakutan yang teramat sangat dengan sosok pocong misalnya, maka saat melihat guling di kamar tidur pun seseorang tersebut bisa saja menganggap guling itu adalah sosok hantu pocong yang sedang maujud. Hal-hal semacam ini bukanlah hal yang baru, kita tahu bahwa pikiran akan selalu mengikuti kondisi perasaan. Jadi bagaimana lagi jika seseorang terus menerus memikirkan suatu perwujudan dengan begitu detil hingga akhirnya pikirannya mulai membentuk apa yang digambarkannya sehingga ia bisa merasakan, berkomunikasi dan berinterkasi secara langsung? Inikah Tulpa? Kita sadar semua hal yang terjadi dan yang kita alami pada indera kita sendiri merupakan manifestasi pikiran, semuanya hanya terjadi dalam pikiran, kita tidak tahu apa yang ada diluar pikiran kita sendiri.

Gangguan Jin

Well.. alasan ini sangat bergantung kepada keyakinan, umat beragama tentunya akan faham bahwa kita tidak sendiri di alam ini, ada berbagai bentuk kehidupan baik yang tampak dan tidak tampak. Dan entitas yang tidak tampak ini seringkali bertanggungjawab atas kemunculan makhluk-makhluk tertentu. Yang menjadi masalahnya saat ini adalah sains belum mampu untuk terjun ke ranah ini, sementara kita hanya mengenal bentuk yang tidak tampak ini dari keyakinan, pengalaman dan kesaksian orang-orang yang telah mengalaminya. Lantas bagaimana Tulpa bisa dianggap sebagai perwujudan dari sosok makhluk tak kasat mata?

Ada banyak kisah dan cerita tentang bagaimana praktisi kebatinan atau bela diri tertentu yang mengklaim melihat apa yang mereka visualisasikan. Contohnya; ada beberapa ritual seperti zikir atau meditasi tertentu yang memvisualisasikan wujud dewa atau sosok tertentu pula, hingga pelaku ritual ini bisa bertemu dan berbicara pada sosok yang divisualisasikannya. Ini adalah hal umum dalam ritual visualisasi. Lantas apakah mereka ini telah bertemu dengan sosok imajiner atau memang ada kekuatan lain yang maujud sesuai pikiran mereka?

Ada pendapat yang di ajukan berdasarkan kesaksian (saya cenderung melihat dari sisi sebagai seorang muslim untuk membahas hal ini). Dimana pendapat tersebut mengatakan bahwasannya setan membisikkan sesuatu kedalam pikiran kita hingga kita terus memikirkan hal tersebut hingga apa yang difikirkan itu maujud dalam bentuk nyata, tentunya dalam bentuk yang menyesatkan. Sebagai contoh saya pernah membaca sebuah kisah nyata tentang pelaku pesugihan. Seorang lelaki terus memikirkan caranya untuk menjadi kaya cara cepat tanpa harus bersusah payah, hingga di satu kesempatan tiba-tiba muncul seorang kakek tua yang entah bagaimana bisa tahu isi hatinya dan mengajak dia untuk melakukan jalan sesat pesugihan. Siapa lelaki tua ini? Bagaimana ia tahu isi pikiran seseorang?

Dalam kasus ini dan dalam banyak kasus lainnya. Seringkali sosok jin atau makhluk halus sepertinya mungkin memiliki kemampuan untuk membaca apa yang difikirkan oleh seseorang, dan kemudian mulai menganggu dalam wujud apa yang difikirkan oleh orang tersebut. Jika orang tersebut terus menerus memikirkan wujud seorang wanita cantik, bisa saja di satu kesempatan sosok jin penggangu akan melihat hal itu dan mulai merubah fisiknya menjadi wanita seperti yang difikirkan oleh orang tersebut untuk kemudian mendatanginya dan menggangunya. Dan karena hal ini merupakan tinjauan dari sudut pandang keyakinan, maka tidak jarang terjadi benturan dengan sains yang mengatakan bahwa hal semacam itu hanyalah manisfestasi dari ketegangan pikiran semata.

Terlepas dari benturan yang ada, sebagai seorang muslim saya percaya bahwa jin memang memiliki kemampuan untuk merubah wujudnya dan bisa hadir di alam nyata ini dengan tujuan bervariasi pula. Dan entitas tak kasat mata ini memang bisa saja bertanggung jawab atas kemunculan Tulpa. Bisa saja jin menangkap pola pikiran manusia untuk kemudian mulai mengambil wujud seperti apa yang difikirkan dan benar-benar bisa dirasakan secara nyata oleh orang yang memikirkannya. Bukannya ada banyak pengalaman yang telah diceritakan oleh banyak orang tentang sosok wujud gaib yang menjadi teman atau sahabat?

Sahabat emosianisme, pikiran adalah aset penting dalam kehidupan, sensasi apapun yang kita rasakan sebenarnya hanyalah hasil dari proses pikiran, hal-hal baik akan mendatangi kita apabila kita selalu mengarahkan pikiran kita kepada hal-hal yang baik pula, begitu juga sebaliknya. Jika kita mau mengkaji ulang, seringkali keadaan yang kita alami adalah hasil dari pikiran kita sendiri, baik susah maupun senang. Banyak orang berusaha memperbaiki ucapan, tingkah laku dan keadaan namun mereka lupa untuk memperbaiki cara berfikir, akibatnya seringkali apa yang mereka upayakan hanya menemui kegagalan semata. Berpikirlah sebaik mungkin, mudah-mudahan hal-hal baik selalu menyertai kita, semoga anda berfikir dan Wassalamualaikum.

Baca Juga; Bertemu Dengan Kembaran Diri Sendiri

La Sape, Bergaya jutawan di tengah kemiskinan

La Sape, Bergaya jutawan di tengah kemiskinan

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Negara Republik Kongo dan Republik Demokratik Kongo bukanlah negara yang diasosiasikan dengan keanggunan dan fashion yang modis, namun merupakan sebuah negara yang membawa sejarah kemiskinan, penyakit, malnutrisi dan konflik berat di sepanjang tahun 1990an yang telah mengambil nyawa dari ribuan warga sipil. Namun, berada diposisi dari pusat kekacauan, Kongo, muncul gaya hidup dandies yang tentunya sangat kontras di negara sub-Sahara Afrika ini, sebuah budaya baru yang dikenal sebagai Sapeurs, menyebabkan kehidupan yang tampak luar biasa paradoks dalam konteks lingkungan mereka.

La Sape - Fashion modis Kongo
Istilah ini, Sapeurs, berasal dari bahasa Prancis se saper, yang berarti berpakaian berkelas, tapi juga berasal dari akronim kelompok sosial mereka yakni La Sape atau La Société des Ambianceurs et des Personnes Élégantes (The Society of Ambianceurs and Elegant Person). La Sape dapat ditelusuri kembali ke tahun-tahun awal kolonialisme. Dimana orang-orang Prancis telah membudayakan orang-orang Afrika dengan memberi mereka pakaian bekas Eropa sebagai alat tawar menawar untuk mendapatkan pengabdian dari mereka. Meskipun perang dan perselisihan telah merusak Kongo selama bertahun-tahun, namun telah terjadi kebangkitan kembali La Sape di Brazzaville, ibu kota Republik Kongo. Meskipun kampanye berlangsung yang mendorong pembatasan subkultur dari ruang publik, mereka sekarang malah dihormati, mewakili stabilitas dan ketenangan di tengah kekacauan di negara ini. Menurut menteri pemerintah untuk zona ekonomi khusus, Alain Akouala Atipault, La Sape menunjukkan bahwa bangsa ini kembali hidup setelah bertahun-tahun perang sipil, yang merupakan pertanda yang lebih baik. Kekerasan dan konflik adalah karakteristik yang sama sekali tidak sesuai dengan perilaku moral Sapeurs (pelaku La Sape). Keflamboyanan mereka yang riang berfungsi sebagai penerang bagi pemuda Kongo yang kehilangan hak, membimbing mereka untuk menjauh dari status dunia ketiga menuju ke dunia gaya kosmopolitanisme modern.

La Sape, Bergaya jutawan di tengah kemiskinan

Meski pakaian mereka mahal, namun mereka bukanlah orang-orang kaya. Sapeurs adalah orang-orang biasa, demokratis, pekerja di Brazzaville sebagai supir taksi, petani, tukang kayu, mereka menumbuhkan gagasan elegant kepada masyarakat mereka sendiri melalui pakaian mencolok sebagai bagian dari manuver politik dan budaya yang kompleks. Meskipun telah ada sejarah panjang dandies di Kongo mengikuti perdagangan budak dan peraturan Prancis dan Belgia, gerakan sosial seperti yang kita kenal sekarang dihidupkan kembali pada tahun 1970an oleh seorang musisi bernama Papa Wemba, di Kinshasa, ibu kota Republik Demokratik Kongo. Dia mempromosikan budaya La Sape, memberikan penekanan berat pada pakaian lux untuk semua pria Kongo, terlepas dari perbedaan sosial mereka. 

La Sape, Bergaya jutawan di tengah kemiskinan

Etos yang berpusat di seputar rasa hormat, kedamaian, integritas dan kehormatan menyertai lemari pakaian para La Sape ini. Ranah ini berpendapat bahwa para Sapeur harus hadir tanpa kekerasan, sopan santun dan mendapat inspirasi melalui sikap dan perilaku mereka. Wemba menggunakan ini dengan motif politik untuk melahirkan gelombang perlawanan rakyat terhadap rejim Presiden Mobutu Sese Seko yang menetapkan kecaman atas hubungan simbolis dengan penjajah dan menyerukan kembali ke tradisionalisme, setelah kemerdekaan yang di rebut kembali. Wemba memanfaatkan budaya berpakaian boros dari La Sape untuk menantang peraturan ketat yang melarang berpakaian gaya Eropa dan Barat yang dipaksakan oleh pemerintah.

La Sape, Bergaya jutawan di tengah kemiskinan

Meskipun fenomena itu cukup inspirasional dan menawan pada awal pandangan pertama, namun hal tersebut juga hadir dengan memiliki sisi gelap. Sementara menghasilkan cukup uang untuk bisa makan sehari-hari merupakan prioritas bagi sebagian besar warga negara, tetapi mengumpulkan cukup banyak uang demi untuk mendapatkan topi mahal yang sempurna karya desainer Prancis atau Italia agar sesuai dengan sepatu yang dipakai merupakan prioritas bagi para Sapeur. Mengingat kemiskinan ekstrim di daerah kumuh ini di mana para Sapeurs hidup, sangat mengkhawatirkan bahwa fashion berlaku untuk kebutuhan dasar manusia yang umumnya diterima disini. Selanjutnya, Sapeurs memuji diri mereka sendiri karena kemampuan mereka untuk mencuci pakaian mereka dan tampil tetap bersih dan higienis di negara yang persediaannya airnya tidak mencukupi. Apa yang awalnya dimulai sebagai sebuah gerakan politik telah mengakibatkan obsesi bagi orang-orang ini, bergerak menjadi sesuatu yang ekstrim untuk mempertahankan selera elegan mereka dalam mode. Di negara Afrika Tengah yang sedang berjuang ini, Sapeurs mengorbankan kesempatan mereka untuk pindah ke rumah yang lebih baik, membeli mobil atau bahkan membayar uang sekolah untuk mengirim anak-anak mereka ke lembaga pendidikan. Mereka malah menghabiskan dana untuk mendapatkan jas, sepatu, topi, dasi dan berbagai pernak-pernik kemewahan fashion lainnya. Banyak juga yang telah menggunakan cara ilegal untuk mendapatkan pakaian modis mereka dan beberapanya bahkan telah menghabiskan waktu di balik jeruji besi karena alasan ini.

La Sape, Bergaya jutawan di tengah kemiskinan

Di negara yang hancur akibat perang saudara, pemboman, kemiskinan dan kekurangan sumber daya dengan latar belakang kota kumuh, subkultur baru Kongo yang menarik ini tentu menimbulkan dilema. Sementara pada pandangan pertama, La Sape adalah pemujaan terhadap gaya berpakaian ini adalah gerakan revolusioner yang pernah menantang pemimpin politik, menggunakan penampilan dan kepatutan sebagai bentuk pemberontakan melawan aspek brutal kehidupan Kongo dan menghasilkan lingkungan damai yang mengikuti di sekitarnya. Namun, ketika kita melihat panjangnya pengikut mode yang berdedikasi ini untuk mendapatkan setelan jas Eropa, dasi, dan cerutu Kuba, ketertarikan akan ketidaktahuan gaya hidup subkultur yang datang tiba-tiba ini menjadi lebih memprihatinkan daripada sekedar menghasilkan rasa keheranan. 

Kontradiksi antara kecanggihan dan gaya yang membuat Sapeur dengan kondisi hidup yang buruk menunjukkan sebuah benturan hebat dari dua dunia yang berbeda. Meskipun pengorbanan besar dilakukan untuk mencapai hasil modis penampilan mereka, berdandan dengan pakaian halus dan dengan kelas berselera tinggi, ironisnya, ini adalah cara bagi orang-orang untuk melarikan diri dari kenyataan dan melupakan kemiskinan. Dalam komunitas lokal mereka, Sapeur adalah sumber inspirasi nan positif melalui gaya percakapan, tarian dan kompetisi serta persahabatan, menurut indikator Gross National Happiness, La sape mewakili cara hidup yang lebih baik. Selanjutnya, para Sapeurs menyadari prioritas kontras mereka yang mereka pertahankan dengan mengatakan bahwa "Sapeur Kongo adalah orang yang bahagia bahkan jika mereka tidak makan, karena memakai pakaian yang tepat memberi makan jiwa dan memberi kesenangan pada tubuh".


Ketika kita mengamati keharmonisan yang luar biasa yang mengelilingi kultus keanggunan ini yang terjebak dalam lingkungan kesengsaraan, tentu kita akan mempertanyakan apakah pakaian elegan dapat menghasilkan rasa damai dan menolak kekerasan? Mungkin jawabannya ada di dalam diri kita masing-masing dengan berbagai opini beserta dukungan pembenaran masing-masing. Namun di artikel ini kita melihat satu hal, bahwa kebudayaan seringkali mampu untuk merubuhkan benteng dari kebutuhan dasar manusia itu sendiri, menghadirkan paradoks berkepanjangan dari arti sebuah pencarian kebahagiaan. Layakkah berpakaian elegan di tengah kemiskinan demi kebahagiaan semu yang entah kemana akan bermuara? Saya rasa kita semua tahu jawabannya. Semoga anda berfikir dan Wassalamualaikum.

Baca Juga; Kuburan mewah para keluarga kaya