Para Penjelajah Waktu - Melompati Zaman Yang Berbeda

Para Penjelajah Waktu - Melompati Zaman Yang Berbeda

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Perjalanan menembus waktu. Hal semacam ini telah menjadi tema dari banyak buku fiksi ilmiah, acara TV, dan film, plus telah menangkap imajinasi kita dan menghancurkan pikiran orang-orang yang telah merenungkannya. Tapi bagaimana jika perjalanan waktu lebih dari sekedar konstruksi fantastis dari fiksi ilmiah? Bagaimana jika hal itu adalah nyata? Bahkan lagi, bagaimana jika sudah ada penjelajah waktu berada di luar sana diantara kita? Meskipun ada banyak perdebatan tentang apakah perjalanan waktu mungkin atau tidak sama sekali, namun itu tentu saja tidak menghentikan cerita tentang orang-orang yang telah diduga berhasil mencapainya, dan ada banyak kasus aneh tentang perjalanan waktu yang telah terangkum. Artikel ini tidak akan masuk ke lokasi spesifik dan ranah logis dari proses perjalanan waktu itu sendiri. Saya tidak akan meniup kedalam pikiran anda dengan berbicara tentang fisika kuantum, kontinum ruang dan waktu, dan paradoks yang berpotensi membuat runyam pemahaman kita dengan istilah sains yang membingungkan. Apa yang akan saya lakukan adalah berupaya mengajak anda untuk berfikir dengan memberi anda beberapa kasus aneh tentang perjalanan nyata menembus waktu serta orang-orang yang mengaku telah melakukannya. Selamat membaca.

Membedah Kitab Sihir Ars Goetia Luciferian 2

Membedah Kitab Sihir Ars Goetia Luciferian 2

Warning: Konten di dedikasikan hanya untuk ilmu pengetahuan saja, jangan sesekali meniru praktik kebodohan yang termaktub di artikel ini, tidak ada sajian tutorial sihir sama sekali. Saya hanya menuliskan ini sebagai sarana menambah wawasan, bukan untuk mempropagandakan ilmu sihir!

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Artikel kali ini adalah kelanjutan dari sesi pertemuan kita sebelumnya yang membahas kitab sihir Ars Goetia. Dan baru kali ini saya membuat artikel yang begitu panjang hingga mencakup dua postingan. Memang, bahasan kali ini cukup berat, namun saya rasa ini cukup penting untuk membuka wawasan dan pengertian baru tentang dunia sihir dan seluk beluknya. Dan tidak menunggu berlama-lama lagi dengan segala basa-basi, berikut dibawah kita melihat kelanjutan dari daftar 72 Iblis yang berada dalam list kitab sihir Ars Goetia Luciferian.

Membedah Kitab Sihir Ars Goetia Luciferian

Membedah Kitab Sihir Ars Goetia Luciferian

Warning: Konten di dedikasikan hanya untuk ilmu pengetahuan saja, jangan sesekali meniru praktik kebodohan yang termaktub di artikel ini, tidak ada sajian tutorial sihir sama sekali. Saya hanya menuliskan ini sebagai sarana menambah wawasan, bukan untuk mempropagandakan ilmu sihir!

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Pada postingan terdahulu, saya menuliskan berbagai kitab-kitab sihir kuno yang pernah dan bahkan masih digunakan saat ini sebagai pegangan para penyihir, ternyata postingan tersebut mendapat respon yang cukup tinggi, dan hingga saat ini masih menjadi popular post, banyak pertanyaan yang saya terima di inbox facebook saya berkenaan dengan apa yang saya tulis. Memang banyak hal yang tidak lazim yang saya tulis di blog ini justru mendapat respon bukan dari kolom komentar yang saya sediakan, tetapi malah menumpuk di inbox saya. Saya memaklumi, mungkin para pembaca merasa agak sungkan untuk berkomentar secara vulgar demi kerahasiaan privasi, apalagi pertanyaan-pertanyaan tersebut terkait dengan misteri kontroversial, termasuk diantaranya adalah keberadaan kitab-kitab yang saya sebut dalam artikel saya.

Daun Khat, Narkoba Halal Untuk Muslim?

Daun Khat, Narkoba Halal Untuk Muslim?

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Pada pukul 4 sore hari, banyak pria yang berjalan di jalan-jalan kota Sana'a sedang dalam keadaan "fly", atau setidaknya hampir, bukan karena mendapat efek dari jenis narkotika yang diproduksi oleh pabrik, tapi mereka "high" dengan khat. Khat adalah sejenis pohon semak yang daun mudanya mengandung senyawa dengan efek yang serupa dengan yang ada di dalam amfetamin atau sabu-sabu. Khat sangat populer di banyak negara di semenanjung Arab dan juga di negara-negara Tanduk Afrika, namun di Yaman, ini adalah kecanduan nasional yang parah. Sebanyak 90% pria dan 1 dari 4 wanita di Yaman diperkirakan mengunyah khat, menyimpan gumpalan di sebelah pipi dan khat perlahan-lahan turun ke dalam tubuh dan memasuki aliran darah. Pendatang baru ke ibukota kuno Yaman ini tidak bisa melewatkan tontonan dimana hampir seluruh populasi dewasa menunjukkan pipi yang penuh dengan kunyahan khat, menyisakan warna kehijauan dari daun dan cabang yang dibuang.

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Sebuah pemakaman umum di Manila Utara Filipina, dibuka pada tahun 1904, dan merupakan salah satu yang tertua dan terbesar di Filipina. Dengan berbagai susunan makam besar yang rumit serta deretan mausoleum makam yang sederhana dan penuh sesak ini merupakan rumah bagi satu juta jenazah dan ditambah ribuan orang lainnya yang masih hidup yang tinggal disini.

Tempat pemakaman ini, termasuk merupakan lokasi dari peristirahatan terakhir presiden, bintang film dan ikon sastra, menariknya, kompleks pemakaman ini juga dihuni oleh beberapa orang termiskin di Manila. Banyak yang tinggal di dalam ceruk dan bangunan makam dari keluarga kaya yang membayar uang saku untuk membersihkan dan mengawasi kuburan sanak saudara mereka.

Sedangkan yang lainnya menemukan cara yang berbeda untuk melibatkan perkonomian dari kematian dan penguburan. "Sebenarnya tidak ada pekerjaan di dalam kuburan ini, jadi saya mengajari diri sendiri bagaimana melakukan ini di tahun 2007," Ucap Ferdinand Zapata, 39 tahun, mengatakan saat dia memahat nama almarhum ke permukaan nisan marmer berukir.

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati
Sebuah keluarga makan siang di Manila North Cemetery, tempat mereka tinggal di antara makam.
"Ini adalah pekerjaan terbaik di pemakaman karena anda tidak memiliki atasan," kata Zapata, yang tumbuh di pemakaman dan telah membesarkan dua anak di sini. "Tukang batu yang membuat ceruk dan mausoleum bisa menghasilkan lebih banyak lagi."

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati
Seorang pria mengerjakan sebuah nisan. Seorang penduduk lainnya yang melakukan pekerjaan yang sama menyebutnya sebagai "pekerjaan terbaik di pemakaman."
Sebanyak seperempat dari 12 juta penduduk Manila adalah "pemukim informal." Mereka yang berada di pemakaman ini lebih memilih ketenangan dan keamanannya yang relatif jauh dari daerah kumuh kota yang berbahaya. Hanya kemampuan yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan yang tidak aman serta penuh sesak di sini.

Di pemakaman ini, banyak bangunan sementara dibangun di atas makam, banyak keluarga menjalani hari-hari mereka. Mereka mengobrol, bermain kartu dan menonton opera sabun di TV yang dipasang di dekat batu nisan atau ornamen salib hias.

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati
Duduk di makam, Lorgen Lozano, 14 tahun, menonton opera sabun di makam tempat keluarganya tinggal. Dia tidur di makam saat malam hari.
"Kadang sulit tinggal di sini," kata Jane de Asis, 26 tahun, yang tinggal di sebuah makam klasik dengan seorang putra, dua saudara perempuan, anak-anak saudara perempuannya dan ibunya, yang ia dibayar untuk mengurus makam tempat tinggalnya. "Kami tidak selalu memiliki listrik dan tidak memiliki air bersih. Khususnya sangat sulit di musim panas, begitu panas."

Pada malam hari, orang tidur di makam. Hal seperti itu mungkin akan tampak menyeramkan bagi banyak orang, namun bagi para penduduk disini, itu merupakan pilihan praktis. Dan banyak orang di negara katolik religius ini melihat batas antara yang hidup dan yang mati begitu dekat.

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati
Noemi Canilang, 41 tahun, beristirahat di sebuah mausoleum keluarga dengan cucunya yang berusia 8 bulan. Dia telah merawat mausoleum ini selama 25 tahun dan tidur di sana bersama lima anggota keluarganya. Dia menerima uang saku bulanan sebesar 50 peso, atau sekitar US$1.
Isidro Gonzalez, 74 tahun, suka berbicara dengan ibunya, katanya saat ia duduk menyenderkan punggungnya ke makamnya, sambil mengerjakan teka-teki silang. "Mungkin dia bisa menjawab saya, tapi sejauh ini dia masih belum!"

Listrik di rumah-rumah yang dikonversi ini adalah hasil dari jumper atau curian, dan sebagian besar penduduk tidak memiliki air. Di beberapa sumur publik, orang berbaris dengan gerobak berisi jerigen atau botol air kosong, menunggu untuk mengisinya.

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati
Seorang anak laki-laki mendorong gerobak dengan roda patah setelah mengisi tong air di sumur umum. Kebanyakan warga tidak memiliki air sendiri. 
Di tengah semua ini, adalah bisnis normal pemakaman terus berlanjut. Pada hari yang sibuk bisa ada sebanyak 80 jenazah yang dimakamkan disini.

Beberapa warga disini, seperti pria berusia 54 tahun yang menyebut dirinya Pastor Ramona, mendapat bayaran dari kunjungan sanak keluarga untuk memimpin doa di sebuah kuburan. Pastor Ramona kadang mengenakan kaus bergambarkan wajah Yesus.

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati
Seorang pria yang menyebut dirinya sebagai Pastor Ramona, 54, memimpin sebuah doa di atas sebuah makam.
Kompleks pemakaman ini begitu padat dengan kuburan dan ruangan sehingga mobil jenazah sering kali tidak bisa mencapai tujuannya. Orang-orang yang berkabung kemudian harus membawa peti mati itu disepanjang sisa perjalanan, memanjat makam lain dan melewati lorong antara mausoleum yang ada.

Glen Baleña, 26 tahun, dikebumikan pada hari Minggu, hari libur yang biasanya selalu menjadi hari yang sibuk. Baleña meninggal karena infeksi otak, kata sanak saudaranya.

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati
Keluarga dan teman-teman memberi penghormatan kepada Glen Baleña, 26. Dia meninggal karena infeksi otak, kata sanak keluarganya.
Makam umumnya disewa selama lima tahun. Setelah itu, jika kerabatnya berhenti membayar, petugas pemakaman akan menggali kembali jenazahnya, setelah masa tenggang. Tulang tengkorak dan tulang akan dimasukkan ke dalam karung, kemudian di letakkan disebuah tempat untuk di ambil oleh keluarga, atau bahkan dibiarkan begitu saja, jadi tulang belulang dan bekas pakaian jenazah yang mereka kubur, adalah pemandangan biasa disini.

Orang-orang meninggalkan sesaji makanan ringan, minuman dan kadang-kadang rokok di makam keluarga mereka. Anggota keluarga sering terlihat di sana, mengucapkan doa, menyalakan lilin atau sekedar ngobrol.

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati
Mengunjungi makam keluarga.
Pada pagi hari baru-baru ini, bau tajam dari methamphetamine atau sabu-sabu tercium melalui sebuah sudut terpencil pemakaman. Hal itu mengarah kepada seorang wanita paruh baya yang sedang mengisap narkoba itu dari sepotong foil, sementara putrinya memegang bayi yang baru lahir. Anak laki-laki remaja di dekat mereka tidur di puncak batu nisan atau di tempat tidur gantung.

Warga mengatakan penggunaan narkoba dan kejahatan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir; Zapata, seorang pemahat batu nisan, menduganya kira-kira sejak pada tahun 2000, saat perbersihan perkampungan kumuh di dekatnya telah menyebabkan gelombang penduduk baru. Tindakan keras Presiden Rodrigo Duterte terhadap pengedar narkoba dan pecandu juga dirasakan di Manila Utara. Pada bulan September, tiga orang tewas di sini dalam kasus yang disebut polisi sebagai operasi anti narkoba, mereka dikatakan telah mencoba menjual sabu-sabu seharga 10 dolar.

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati
Patung di kuil dilindungi dari debu dan hujan oleh penutup plastik.
Virginia Javier, 90 tahun, mengatakan bahwa penduduk sekarang mengunci gerbang ke makam mereka, yang tidak terjadi beberapa tahun yang lalu. "Karena Duterte menjadi presiden, setiap kali ada serangan polisi di sini, saya pulang ke rumah untuk anak-anak saya, biasanya," kata Mrs. Javier saat ia merawat tanaman pot di luar salah satu dari 10 mausoleum yang ia urus. Saat senja turun, banyak orang menasihati saya untuk pergi, mereka mengatakan bahwa tidak aman berjalan keliling setelah kegelapan.

Pada siang hari, rumah baru dibangun dari makam sederhana, karena para pekerja menambahkan dinding beton sementara dan atap besi yang sering kali dipulung dari tempat lain.

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati
Pekerja meninggikan bangunan di atas makam lainnya.
Orang mati sering hadir secara konstan di sini, dengan satu atau lain cara. "Ada saatnya saya mendengar berisik atau suara, saya diam saja, dan saya tahu ini suara orang mati," kata Mrs. Javier. Suaminya, Felix, mengatakan bahwa hantu adalah "sesuatu yang anda lihat di bioskop."

Banyak anak-anak di pemakaman itu, bermain dengan gembira di antara makam, mereka tampak tidak peduli sama sekali dengan hantu.

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati
Anak-anak bermain di kolam di sebuah makam.
Di sini dan di sana ada toko sembako, menjual cemilan dan kebutuhan pokok seperti sabun. Mereka juga menjual lilin, bagi para pengunjung yang ingin memberi penghormatan di makam orang yang mereka cintai. Beberapa warung bahkan memiliki mesin karaoke, yang populer di malam hari.

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati
Sebuah kedai kecil dibangun di atas sebuah makam.
Saat cuaca mulai sejuk, anak laki-laki dan remaja laki-laki bermain basket di lokasi yang telah diimprovisasi menjadi lapangan, atau versi biliar yang populer di daerah kumuh Filipina.

Malam hari tiba, seringkali Mr Gonzalez, 74 tahun, berada disana, ia mengerjakan teka-teki silang di ruang bawah makam keluarga, tidur di sana. Tapi dia bukan penduduk asli disini, dia memiliki sebuah kondominium di Manila. Lingkungan tempat ia tinggal sebenarnya, lebih berbahaya daripada pemakaman. Seperti yang dia katakan, "Orang mati tidak bisa menyakitimu."

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati
Warga memainkan billiar kayu aka tusot.
Nah emosi muda,.. Apa yang anda pikirkan dengan semua hal yang kita lihat diatas? Kesulitan dalam kehidupan atau hal yang mungkin tampak menyeramkan? Apapun itu, masyarakat yang tinggal di pemakaman Manila saat ini sedang menjadi sebuah permasalahan yang rumit bagi kota setempat, kepadatan penduduk dan aksi mriminal tidak jarang terjadi di wilayah kumuh dengan ekonomi yang sulit. Dan saya rasa, apa yang terjadi disini bisa menjadi pelajaran bagi warga-warga kota lainnya di Nusantara untuk memanajemen perkotaan dengan lebih baik dan didukung dengan pendidikan yang cukup pada masyarakat, mungkin bisa mencegah apa yang terjadi di Filipina untuk tidak terjadi di Nusantara. Memang, tingginya populasi sering menjadi masalah, namuan inti permasalahan menurut saya bukanlah disitu, melainkan pada kemerataan penduduk plus perekonomian, pendidikan dan kesadaran serta produktivitas masyarakat untuk membangun perkotaan yang menjadi tempat tinggal yang layak huni, memang, semuanya tidak semudah membalik telapak tangan, namun bukan juga tidak mungkin ya kan? Semoga anda berfikir dan Wassalamualaikum.

Video Dokumenter Kehidupan di tengah pemakaman Filipina


Versi artikel ini di cetak dalam bahasa Inggris pada tanggal 26 Juni 2017, di halaman A7 edisi New York dengan Headline: Hard Life Among the Dead for Thousands of Filipinos. Kredit foto: Adam Dean untuk The New York Times.

Baca Juga; Berburu para penyihir

Yesus Tidak Disalib, Ia Wafat Di Jepang?

Yesus Tidak Disalib, Ia Wafat Di Jepang?

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Tidak peduli seperti apa dan seberapa besar nilai religius dari seseorang yang menganut agama samawi (Islam, Kristen dan Yahudi), tidak dapat disangkal lagi bahwa Yesus atau Isa Alaihissalam adalah salah satu tokoh yang mudah dikenali di dalam semua agama ini, dan khususnya didalam agama Kristen, tokoh tersebut menjadi figur utama yang menjadi sentral keyakinan. Ada banyak kisah dan petualangan yang dikaitkan dengan sosok ini, namun apakah dari salah satu dari banyak kisah petualangan yang melibatkan Yesus ini pernah membuncah hingga ke zaman Jepang kuno? Rasanya nyaris tidak bisa diterima oleh banyak orang, namun menurut cerita rakyat di sebuah desa pegunungan terpencil di sudut utara Jepang, Yesus tidak hanya melakukan perjalanan ke Jepang, namun juga menemukan tempat peristirahatan terakhirnya di sana ketimbang wafat di kayu salib bukit Golgota. Mungkin bagi banyak orang, khususnya bagi anda yang menganut keyakinan trinitas kristen, anda akan mulai menggaruk-garuk kepala anda sekarang juga, dan dalam artikel kali ini, emosianisme akan mengajak anda menelaah kisah ini, yuk mari kita lihat kisah aneh tentang kehidupan Isa Alaihissalam ini dan mengkaji ada seberapa banyak kebenaran yang terbaring di sana.

Makam Yesus Di Jepang
Terselip di daerah pegunungan prefektur Aomori, di wilayah utara Jepang, adalah sebuah desa bernama Shingō. Ini adalah desa sederhana yang hanya di huni sebanyak 2.632 orang, dan penduduk desa ini umumnya berprofesi sebagai petani dengan gaya hidup pedesaan sederhana. Sebagian besar penduduk di sini juga beragama Buddha atau Shinto, dengan hanya satu orang penduduk saja yang menganut Kristen dan tidak ada gereja yang dapat di temui. Memang, dari 128 juta warga Jepang, hanya 1% saja yang mengidentifikasi diri mereka sebagai orang Kristen. Hal ini menjadi semakin membingungkan dengan hadirnya sebuah legenda yang melibatkan figur tokoh terpenting agama Kristen yang telah mengakar di sini. Sulit untuk membayangkan bahwa dari semua tempat yang ada di dunia ini, Yesus akan menemukan jalan menuju ke sebuah dusun gunung yang terpencil di Jepang, namun kepercayaan ini sudah lama dipelihara oleh orang-orang di daerah ini, dengan tentang apa yang terjadi disini beserta seluruh cerita sama anehnya seperti yang kita duga.

Menurut kisah, Yesus pergi ke Jepang saat ia berusia 21 tahun, selama 12 tahun kesenjangan dalam Injil Perjanjian Baru yang dikenal sebagai "tahun-tahun yang hilang." Yakni tahun-tahun dimana saat itu keadaan Yesus tidak diketahui. Dikatakan bahwa dia datang untuk belajar teologi (Ilmu agama), dan pendaratan pertamanya di Jepang adalah di sebuah tempat bernama Amanohashidate, yang merupakan sebuah pelabuhan di pantai barat. Setibanya di sana, Yesus dikatakan telah belajar dengan seorang ahli teologi di Gunung Fuji, belajar tentang agama, filsafat, dan tentang bahasa dan budaya Jepang. Yesus dikatakan telah benar-benar membenamkan dirinya ke dalam gaya hidup Jepang selama hari-harinya di sini. Studi ini berlanjut sampai ia berusia 31 tahun, dan kemudian dia melakukan perjalanan panjangnya kembali ke Yudea, di mana dia menceritakan petualangan eksotisnya di tanah timur yang misterius dan jauh ini, yang disebutnya sebagai tanah suci.

Yesus Tidak Disalib, Ia Wafat Di Jepang?
Kuburan yang di yakini sebagai makam Yesus di Shingo
Di sinilah kisah semakin berubah menjadi lebih aneh lagi. Menurut legenda tersebut, setelah kembali ke tanah airnya, Yesus mengalami keadaan dimana kemudian ia akan dijatuhi hukuman penyaliban, namun ia dapat melarikan diri saat saudaranya, yang disebut "Isukiri" oleh istilah orang Jepang (Isukiri, terdengar identik dengan "Iskariot" atau Judas Iskariot, memang faktanya orang Jepang sering kesulitan untuk mengucapkan frase bahasa diluar bahasa mereka sendiri), Isukiri dipercaya diam-diam bertukar tempat dengannya. Dalam kisah ini, Isukiri yang disalibkan di kayu salib dan bukan Yesus itu sendiri, sementara Yesus sendiri melarikan diri kembali ke Jepang yang membawa serta tidak lain adalah seikat rambut Siti Maryam atau Perawan Maria dan telinga terputus dari saudara laki-lakinya yang ditakdirkan mati. Setelah menempuh perjalanan darat yang sulit dan melintasi gurun Siberia yang beku, Yesus tiba di kota Hachinohe, Jepang, sebelum akhirnya pergi ke desa terdekat di Shingō.

Dalam pengasingannya di Shingō, Yesus dikenal sebagai Daitenku Taro Jurai, dan dikatakan ia telah mengambil jalan hidup sederhana dengan menanam bawang putih dan membantu orang lain yang membutuhkan. Dia bahkan konon akhirnya menikahi seorang putri petani yang bernama Miyuko dan menjadi ayah dengan tiga orang anak. Kisah selanjutnya mengatakan bahwa Yesus menjalani kehidupan yang panjang dan bahagia di kota pegunungan ini, ia hidup sampai usia 106 tahun. Saat dia meninggal dunia, jenazahnya menjadi sasaran kebiasaan pemakaman saat itu. Tubuhnya dibentangkan di puncak bukit selama empat tahun, setelah itu kemudian tulang-tulangnya dibundel dan dikebumikan dalam sebuah kuburan yang masih dapat ditemukan di desa tersebut. Telinga saudara laki-lakinya, Isukiri, dan juga seikat rambut Perawan Maria juga dikuburkan berdampingan dengan makamnya. Sampai hari ini, keturunan Yesus, dikatakan masih hidup dan tinggal di desa itu, mereka dikenal sebagai keluarga Sawaguchi.

Seluruh legenda itu jelas akan tampak konyol, tidak masuk akal, atau bahkan mungkin beberapa orang akan segera menghujat orang-orang yang mempercayai kisah ini, tapi, ada banyak "bukti" yang diumumkan selama bertahun-tahun untuk mendukung keseluruhan dari kebenaran cerita ini. Termasuk diantaranya adalah beberapa pakaian tradisional di kawasan ini, adanya pakaian yang memiliki bentuk menyerupai jubah toga yang dikenakan oleh pria disini tidak seperti pakaian Jepang lainnya, dan juga kerudung yang dikenakan oleh para wanita, yang semuanya tampak seperti sesuatu yang lebih alkitabiah berasal dari Palestina ketimbang pakaian tradisional Jepang. Selain itu, beberapa tradisi kuno di kawasan ini yang dianggap tidak memiliki akar budaya Jepang, seperti membawa bayi dalam keranjang anyaman, membungkusnya dengan jubah yang disulam dengan sesuatu yang mirip dengan Bintang Daud, serta prosesi menandai dahi mereka dengan menggunakan arang. Bahkan dialek daerah ini dikatakan masih memiliki hubungan dengan "Tanah Suci", dengan beberapa kata yang lebih menyerupai bahasa Ibrani ketimbang bahasa Jepang. Bahkan nama desa ini dulunya disebut Herai, yang sangat mirip dalam kata bahasa Jepang yang menyebut bahasa Ibrani sebagai Heburai. Di atas semua ini, pernah dikatakan bahwa banyak penduduk desa ini memiliki wajah yang tampak jelas asing dan bermata biru, memang kita bisa abaikan bahwa Yesus memiliki mata biru atau tidak, namun mata biru di desa tersebut jelas terlihat sebagai pertanda bahwa mereka adalah keturunan dari seseorang yang bukanlah berasal dari Jepang!

Mungkin salah satu kepingan bukti yang paling dikenal dari legenda ini adalah kumpulan dokumen yang disebut sebagai Takenouchi Documents atau Dokumen Takenouchi yang ditranskripsikan dari sebuah gulungan yang ditemukan di daerah tersebut pada tahun 1936 dan bertanggal pada zaman Yesus. Dalam gulungan kitab itu ada teks-teks yang diduga menguraikan kehendak dan kesaksian terakhir tentang Yesus Kristus, serta renungan tentang kehidupannya di Jepang. Dokumen-dokumen tersebut dikatakan telah ditulis sekitar 1.500 tahun yang lalu dari dokumen dan gulungan yang lebih tua lagi, dan kemudian diturunkan dari generasi ke generasi oleh keluarga Takenouchi sebelum akhirnya bisa diakses oleh publik pada tahun 1800an.

Dokumen Takenouchi ini, walaupun sangat menjadikan penasaran, namun sebagian besarnya dianggap sebagai hoax, karena dokumen ini merupakan hasil kerja seseorang yang menulisnya ke dalam versi bahasa Jepang, seorang yang memproklamirkan dirinya sebagai "Kosmoarcheologist" bernama Wado Kosaka. Ini adalah orang yang sama yang menjadi terkenal karena pernah mencoba untuk menghubungi UFO di sebuah saluran TV nasional, jadi informasi apapun yang datang darinya sepertinya masih perlu dipertanyakan. Kemudian lagi, dokumen tersebut hilang selama Perang Dunia II semakin menambah teka-teki. Dan saat ini, dokumen-dokumen tersebut secara luas dianggap palsu, seorang profesor Universitas Kyoto bernama Toji Kamata bahkan menyebutnya sebagai "Fakelore" alias dongeng. Meskipun begitu, ada dugaan tentang gulungan lain yang telah ditemukan di sini yang menceritakan tentang hari-hari Yesus berada di desa pegunungan ini.

Yesus Tidak Disalib, Ia Wafat Di Jepang?
Plakat yang berada di dekat makam Yesus
Di zaman modern ini, kuburan yang konon tempat Yesus di makamkan, rambut Perawan Maria, dan telinga saudara laki-laki Yesus, semuanya tetap berada di Shingō. Makam Yesus ini sendiri dikenal sebagai Kurisuto no Haka atau dalam bahasa Jepang secara harfiah berarti "Makam Kristus", berada di atas sebuah bukit dengan sebuah salib yang menonjol di atasnya, sementara gundukan yang berisi lainnya terletak di dekatnya. Reproduksi gulungan Takenouchi, termasuk terjemahannya ke dalam bahasa Inggris, yang menguraikan tentang kehidupan Yesus di sini juga dipegang oleh desa ini. Malah sebenarnya, desa ini memiliki museum untuk itu, yang disebut The Legend of Christ Museum, didedikasikan khusus untuk legenda Yesus di Jepang yang letaknya tidak jauh dari kuburan itu sendiri. Museum ini berisi dokumen Takenouchi yang direproduksi dan berbagai relik serta memorabilia lainnya yang terkait dengan legenda Yesus.

Sampai hari ini, ada banyak orang penasaran yang tiba di sana menuju kota kecil terpencil ini yang terletak sekitar sekitar 3 jam perjalanan dari Tokyo dengan kereta api untuk melihat kuburan Kristus dengan mata mereka sendiri, dan diperkirakan ada sekitar 20.000 peziarah datang kesini di setiap tahun entah karena semangat religius atau karena rasa ingin tahu yang tinggi. Ada juga festival yang diadakan di sini setiap musim semi yang disebut Festival Kristus, di mana wanita yang berpakaian kimono menari dan bernyanyi di sekitar makam Yesus. Dalam peristiwa lainnya yang juga agak cukup aneh adalah, pada tahun 2004, duta besar Israel, Eli Cohen datang ke sini dan menyumbangkan sebuah plakat yang ditulis dalam bahasa Ibrani, untuk memperingati hubungan antara Yerusalem dan Shingō. Plakat tersebut kemudian dijelaskan sebagai simbol dari persahabatan dan bukan sebagai dukungan atau pengakuan untuk klaim Yesus di desa tersebut.

Yesus Tidak Disalib, Ia Wafat Di Jepang?
Christ Festival aka Festival Kristus
Tentu saja rasanya ini semua aneh bahwa legenda ini telah menjadi begitu berakar di Shingō, Jepang. Penduduk desa ini kebanyakan menganut agama asli Jepang, yakni Shinto dan hanya ada satu orang Kristen saja yang dilaporkan tinggal di sini. Bahkan orang-orang yang dianggap sebagai keturunan Yesus yang masih hidup dan tinggal di sini bukanlah orang Kristen. Sedangkan untuk legenda itu sendiri, tidak jelas ada berapa banyak kebenaran, jikapun ada, maka kebenaran dari semua ini masih menjadi misteri. Saat ini, jenazah yang ada di dalam kuburan itu dianggap suci dan belum ada analisis DNA apapun yang dilakukan untuk membongkar semua misteri ini. Meskipun demikian, apakah seseorang akan percaya ini sebagai mitos atau tidak, tentu tampaknya klaim Shingō sebagai tempat peristirahatan terakhir Yesus Kristus akan terus bertahan dan menarik keingintahuan untuk beberapa waktu ke depan. Akhirul kalam, apapun yang anda percayai, itu kembali kepada pilihan anda sendiri. Semoga anda berfikir dan Wassalamualaikum.