Pulau Misterius Dan Suku Primitif Yang Mematikan

Pulau Misterius Dan Suku Primitif Yang Mematikan

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Kita hidup di dunia yang dalam arti semakin kecil dan kecil. Kita saat ini dangan dengan mudah berkomunikasi seketika beserta akses terhadap ilmu pengetahuan, kita dapat melakukan perjalanan dengan cepat dan efisien, dan rasa haus tak terpuaskan untuk terus melakukan eksplorasi dan dorongan tanpa henti untuk menjinakkan bumi tempat tinggal kita yang perlahan-lahan telah mengurangi tempat-tempat liar yang belum dipetakan di dunia kita. Namun, ada beberapa tempat yang tidak tersentuh atau tanpa cedera oleh tangan manusia modern, hanya ada sedikit wilayah yang belum dijelajahi yang tersisa untuk ditaklukkan. Namun, bahkan di tengah penyebaran teknologi dan peradaban yang tak terelakkan ini, masih ada tempat-tempat yang entah bagaimana bisa berhasil menghindar dari peradaban, serta tetap tersembunyi, tampaknya benar-benar terpisah dari belahan dunia lainnya, tanpa ada kemudahan yang sering kali kita anggap remeh. Dan memang, penghuninya sama sekali tidak memiliki kesadaran tentang segala sesuatu yang berada di luar dunia mereka. Salah satu tempat tersebut adalah sebuah pulau kecil di dekat India, yang selama puluhan ribu tahun memendam suku misterius dan sering di sebut sebagai orang-orang yang tidak terkontaminasi kemajuan zaman, yang juga tampaknya sangat tidak menginginkan bagian dunia yang lebih luas dari dunia mereka. Ini adalah sebuah pulau mematikan dalam arti yang sebenarnya, dan merupakan salah satu tempat yang benar-benar belum dijelajahi dan sesuatu yang paling tidak dimengerti dari orang-orang agresif yang tinggal disini.

Investigasi The Hum - Suara Dengung Aneh Tak Terjelaskan

Investigasi The Hum - Suara Dengung Aneh Tak Terjelaskan

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Dunia kita adalah tempat yang bising. Ke mana pun kita pergi ke dalam peradaban, akan selalu ada hiruk-pikuk suara bising yang mengelilingi lingkungan pendengaran kita, di mulai dari suara knalpot racing dari anak-anak alay yang bergaya moto GP, pabrik, konstruksi, pesawat terbang, dan berbagai kendaraan dengan mesin menderu lainnya yang disertai klakson, suara teriakan tetangga, hingga ke suara alami dari angin, hewan, dan berbagai aktivitas bumi. Bahkan dalam ranah hal-hal yang tidak dapat kita dengar secara fisik masih selalu ada kebisingan, dengan atmosfer yang jenuh dengan segala macam suara berfrekuensi rendah, baik buatan maupun alami, serta gelombang dan transmisi yang tak terhitung jumlahnya yang memberi kita akses penggunaan radio, TV, informasi satelit kita, serta penggunaan ponsel. Namun, bahkan di luar ini tampaknya juga masih ada sesuatu yang lebih merayap yang berada di latar belakang, beberapa kebisingan yang tidak jelas dan terus-menerus yang hanya bisa didengar beberapa orang dan tetap tidak dapat terjelaskan!

Manusia Hyena Dari Ethiopia

Manusia Hyena Dari Ethiopia

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Hyena, hewan predator asli benua hitam ini bisa dibilang benar-benar makhluk yang aneh. Meski dikelompokkan sebagai anggota keluarga kucing, namun penampilan Hyena dan banyak tingkah lakunya sangat menyerupai anjing. Dengan empat spesiesnya yang sangat berbeda, jenis Hyena tutul membunuh apa yang mereka makan sementara jenis hyena dengan garis di tubuhnya adalah tipe pemulung yang biasanya selalu memakan mangsa sisa predator lainnya. Lalu keanehan lainnya, yakni tertawa, seolah-olah terdengar begitu manusiawi dan maniak sehingga keunikan hewan ini dituliskan oleh Shakespeare di As You Like It dan sangat mungkin telah membuat hyena mendapat tempat khusus dalam berbagai cerita. Bersamaan dengan itu maka menjadi tak mengherankan dari cerita rakyat terntang hyena bercampur dengan cerita tentang sihir, terbongkarnya makam, plus penculikan anak-anak. Namun, itu tidak cukup untuk menakut-nakuti seorang anak manusia di sebuah negeri Afrika yang kini mendapat julukan sebagai Hyena Men of Ethiopia.

Seorang pria bernama Abbas Yusuf dipercaya telah menjadi salah satu dari dua Hyena Men di dunia. Dia menerima karir aneh ini berawal dari ayahnya, ia mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Manusia Hyena Dari Ethiopia

"Ayah saya selalu bersyukur bahwa saya melanjutkan pekerjaan bagus yang telah dia mulai dan saya akan meneruskannya kepada anak-anak saya ketika saya bertambah tua."

Sementara ayahnya sendiri, Yusuf Mume Salleh, telah mengakhiri pekerjaannya memberi makan hyena selama 45 tahun, dan sejak 13 tahun yang lalu, Abbas dan Mulugeta Wolde Mariam, beserta Hyena Men lainnya, melanjutkan apa yang banyak orang yakini selama berabad-abad dari sebuah praktek tua memberi makan hyena liar dengan tangan, dan terkadang mulut ke mulut di hadapan wisatawan.

Abbas tinggal di kota berdinding bernama Haras di Ethiopia timur dan disitulah praktik pemberian makan hyena diyakini telah dimulai. Dan ini juga adalah awal dari terkaitnya masalah hyena sejak pembangunan tembok setinggi 13 meter di abad ke 16 oleh Emir Nur Ibn Mujahid dimulai. Tembok tersebut memang melindungi kota dari para penyerbu, tetapi menyebabkan masalah sampah karena binatang liar tidak bisa lagi berkeliaran di jalanan untuk memakan sampah organik.

Manusia Hyena Dari Ethiopia

Dan untuk menyelesaikan masalah tersebut, dibangunlah pintu gerbang khusus untuk Hyena dan untuk membiarkan hewan pemulung sanitasi ini masuk. Praktek tersebut berhasil dan menjadi bagian dari budaya lokal untuk memberi makan hyena yang berarti hewan ini tidak akan memakan ternak penduduk. Bahkan dengan keakraban mereka dengan hewan ini, penduduk setempat memulai tahayyul dengan memprediksi panen yang baik atau buruk berdasarkan berat hyena. Hari suci Asyura malah bercampur dengan memperingati kepercayaan ini. Di sisi lain, perilaku misterius hyena dengan tawanya yang menakutkan telah menyebabkan munculnya cerita tentang penculikan anak-anak dan serangan hewan.

Hyena Men mengatakan:

"Hyena tidak pernah menyerang orang-orang Harar setelah ayahku mulai memberi mereka makan, kecuali jika anda menyakiti bayi mereka."

Untuk membuktikan ucapannya ini, Abbas mengatakan bahwa ia memiliki bayi hyena di rumahnya yang tidur di kamarnya. Dan kemudian ia menunjukkan aksi memberi makanan dari mulut ke mulut. Untuk menunjukkan kepada pengunjung di masjid bahwa hyena tidak berbahaya, dia membiarkan hewan-hewan tersebut mengambil daging mentah dari mulutnya sendiri.

Manusia Hyena Dari Ethiopia

Apakah ini semua merupakan sebuah pertunjukan bagi pengunjung? Banyak hal tampaknya segera berubah begitu saja setelah para pengunjung pergi, dan mereka mungkin berusaha untuk percaya bahwa hewan buas berbahaya bisa menjadi jinak dengan perlakuan khusus. Penduduk setempat percaya bahwa Abbas dapat berbicara dengan hyena dan terkadang meminta ia untuk berbicara pada Hyena agar hewan pemangsa tersebut tidak mengganggu sapi mereka. Manusia Hyena ini sepertinya menerima kepercayaan dan takdirnya. Ia berkata;

"Saya diistimewakan oleh Tuhan untuk menjadi teman baik bagi hewan-hewan yang disalahpahami."

Well, manusia Hyena dari Ethiopia ini sekali lagi telah membuktikan bahwa adakalanya manusia bisa saja di mengerti oleh beberapa kumpulan hewan, meski tidak menutup kemungkinan hewan buas bisa saja menyerang mereka kapan saja. Namun ini membuktikan adanya salah satu titik temu bagi manusia untuk bisa lebih akrab dengan alam tempat tinggal kita ini. Tentu saja dengan kita mengerti alam dan sifatnya, saya rasa kita semua mungkin tidak akan lagi atau setidaknya mengurangi konflik dengan berbagai makhluk lainnya yang tinggal bersama kita. Saya percaya, dengan menghormati alam, maka secara tidak langsung kita telah mengenal salah satu dari bagian terdalam diri kita sendiri sebagai makhluk yang istimewa. Semoga anda berfikir dan Wassalamualaikum.

The Principle - Sebuah Kontroversi Terbesar Sains Modern

The Principle - Sebuah Kontroversi Terbesar Sains Modern

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Segala sesuatu berubah di zamannya, mulai dari hal kecil sampai hal besar, namun saat ini ada suatu perubahan dalam sejarah umat manusia yang akan segera terjadi, di mulai dari catatan sains dasar, buku-buku sekolah hingga metoda teori-teori ilmiah yang di percaya telah mapan. Dan bahkan untuk seorang kosmologis terhebat seperti Max Tegmark pada awalnya sulit untuk mempercayainya. Selama bekerja hingga larut malam, Profesor Fisika MIT ini menyelesaikan model Cosmic Microwave Background Alam Semesta (CMB). Dan CMB alam semesta ini menurut kata-kata Max adalah, "Peta cuaca" dari radiasi kosmik yang membentang di seluruh alam semesta, menunjukkan berbagai titik panas dan dingin radiasi. Dan dengan kata-kata Max sendiri, "Tidak ada yang pernah memotretnya sebelumnya karena mereka tidak bisa membersihkan semua sampah." Namun sebuah program komputernya bisa melakukannya!

Temuan Baru, Kemoterapi Lebih Efektif Dengan Bantuan Ganja

Temuan Baru, Kemoterapi Lebih Efektif Dengan Bantuan Ganja

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Tanaman ganja merupakan tanaman illegal di negara kita, orang yang menanam dan menyimpan atau menggunakan produk tanaman ini akan di kenakan pasal narkotika dengan ancaman penjara yang tidak tanggung-tanggung beratnya. Namun sayangnya, hukum tentang ganja sendiri masih memiliki ketimpangan, dimana negara tidak melihat sisi postitif dari menggunakan produk tanaman ini. Dimana seharusnya negara bisa memilah antara penggunaan yang melanggar hukum dan penggunaan yang berada dalam pengawasan demi kepentingan medis. Karena telah ada banyak penelitian tentang khasiat ganja untuk kesehatan, dan baru-baru ini ada sebuah studi baru yang menemukan fakta bahwa, bila ganja digunakan setelah kemoterapi, makan zat kimia yang berada dalam tanaman ini yang disebut Cannabinoid ini dapat secara efektif membantu membunuh sel leukemia.

Banyak penelitian telah menemukan bahwa pengobatan dengan produk berbahan ganja dapat membantu dalam mengurangi rasa sakit, mengobati mual dan meningkatkan asupan makanan pada pasien kanker. Para periset menunjukkan bahwa cannabis memiliki bahan kimia aktif di yang sebenarnya mampu untuk membantu membunuh sel leukemia. Hal ini diterangkan dalam sebuah penelitian baru yang diterbitkan minggu lalu dari sebuah tim dari University of London menemukan bahwa sel leukemia terbunuh lebih efektif bila terkena pengobatan kemoterapi terlebih dahulu, dan kemudian di lanjutkan oleh cannabinoids.

Metode pengobatan ini bekerja lebih baik daripada sekedar menggunakan kemoterapi untuk menyerang kanker saja, atau sebagaimana ketika cannabinoids digunakan sebelum kemoterapi. Dr. Wai Liu, yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan:

"Kami telah menunjukkan untuk pertama kalinya urutan penggunaan cannabinoids dan kemoterapi sangat penting dalam menentukan keefektifan keseluruhan pengobatan ini,"

Penelitian dilakukan dengan menggunakan sel leukemia di laboratorium. Langkah selanjutnya adalah menguji teori pengobatan ini pada subjek uji hewan dan bahkan kemudian pada pasien manusia.

Manusia telah lama menduga bahwa ganja memiliki manfaat penyembuhan lebih kuat daripada pereda nyeri sederhana. Seorang ibu di negara bagian Oregon US, Erin Purchase, mendapat perhatian luas pada tahun 2012 setelah mengklaim putrinya mengalami kesembuhan setidaknya sebagiannya berkat daripada penggunaan minyak yang berasal dari olahan ganja. Saat itu anaknya yang bernama Mykayla memulai pengobatan kanker leukemia pada usia tujuh tahun, awalnya dokter mengira bahwa dia mungkin memerlukan transplantasi sumsum tulang.

Namun setelah Erin memberikan kapsul minyak ganja beraroma jeruk pada putrinya, kondisi Mykayla membaik dan dia tidak lagi memerlukan prosedur ekstra. Dan hasilnya saat ini, selama empat tahun terakhir Mykayla telah terbebas dari kanker.

"Saya rasa ini bukan kebetulan," kata Erin Purchase kepada ABC. Meskipun banyak dokter juga tidak menyetujui keputusan cara Erin ini karena mereka mengkhawatirkan efek jangka panjang dari penggunaan ganja, dan penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa mungkin ada sesuatu dalam teori Erin Purchase. Pengobatan yang digunakan mungkin jauh lebih kuat daripada penggunaan pil secara bersamaan atau dari pil apotik rata-rata.


"Ekstrak ini sangat terkonsentrasi dan dimurnikan, jadi merokok ganja tidak akan memiliki efek yang sama," kata Liu." Tetapi cannabinoids adalah prospek yang sangat menarik dalam onkologi, dan penelitian seperti kita berfungsi untuk menetapkan cara terbaik yang harus digunakan untuk memaksimalkan efek terapeutik."

Sementara penggunaan praktis dari pengetahuan baru ini masih bisa dilakukan, ada harapan di komunitas medis bahwa pada akhirnya akan memungkinkan dokter meresepkan dosis kemoterapi yang rendah untuk memberi efek pada pasien kanker yang parah.

So, dan jika memang benar bahwa ganja mampu membunuh sel-sel kanker, tentu ini akan menjadi sebuah terobosan besar dalam dunia medis. Dan mungkin juga produksi ganja secara terbatas akan bisa diupayakan, tentunya dengan pengawasan ketat untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan tanaman tersebut. Namun semua itu juga akan kembali kepada pemegang kebijakan tentang bagaimana seharusnya mereka mengambil sikap pada manfaat positiv dari tumbuhan ciptaan Tuhan ini. Semoga bermanfaat dan Wassalamualaikum.

Kasus Ajaib Manusia Yang Hidup Tanpa Otak

Kasus Ajaib Manusia Yang Hidup Tanpa Otak

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Salah satu misteri yang paling banyak terjadi di alam semesta adalah tubuh kita sendiri. Di sini, di dalam diri kita ada banyak teka-teki yang membingungkan yang belum pernah dipahami oleh sains medis. Tepat ketika kita berpikir bahwa kita telah menemukan kemampuan tubuh manusia, beberapa keanehan baru akan muncul dari bentangan alam teka-teki untuk menjadi membingungkan dan terus membingungkan. Salah satu fenomena yang sangat aneh yang tampaknya menantang segala sesuatu yang kita pikirkan tentang tubuh kita adalah adanya berbagai orang yang telah datang ke dunia ini tanpa otak yang signifikan, namun anehnya tidak hanya berhasil bertahan hidup, tetapi juga untuk terus berkembang, hidup selama bertahun-tahun dan mampu menunjukkan kesadaran seperti layaknya orang normal, dan dalam beberapa kasus bahkan mereka bisa berfungsi sebagai anggota masyarakat biasa. Meskipun otak adalah salah satu ranah paling misterius yang dimiliki tubuh kita, tetapi tetap saja semua laporan dari orang-orang yang hidup tanpa otak ini sangat membingungkan.

El Salvador - Pusat Pembunuhan di Dunia

El Salvador - Ibukota Pembunuhan di Dunia
JOSE CABEZAS / AFP / Getty Images - Seorang penyelidik polisi memeriksa mayat seorang pria yang terbunuh dalam serangan yang ditargetkan di sebuah bus di kota San Luis Talpa.
Warning Graphic Content!

Konten mengandung gambar kekerasan, kebijakan anda dalam mengkonsumsi artikel ini sangat diharapkan

Ubasute, Legenda Menelantarkan Ibu di Hutan

Ubasute, Legenda Menelantarkankan Ibu di Hutan

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Jika ditanya pada kebanyakan orang, siapakah sosok paling mulia bagi pribadi mereka masing-masing, tentulah saya yakin paling umum jawabannya adalah ibu, wanita yang melahirkan kita, tak ada yg lebih berjasa dari pengorbanannya dalam melahirkan dan merawat kita. Kemuliaan sosok seorang ibu tak tertandingi dengan yang lainnya. Dan dengan itu pula kita berbakti semampu mungkin untuk merawat dan membahagiakannya, namun ternyata tidak semua budaya di dunia ini bisa dikatakan cukup sangat menghormati seorang ibu, bahkan di usianya yang sudah cukup renta. Legenda mengatakan bahwa pada masa-masa sulit, para keluarga di negeri sakura Jepang akan meninggalkan orang tua mereka di dalam hutan. Bagaimana hal itu terjadi? Dan apakah itu memang benar-benar terjadi sama sekali? Mari kita bahas dibawah ini.

Aquascape - Seni Berkebun Di Dalam Air

Aquascape - Seni Berkebun Di Dalam Air

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Membuat Aquascape saya rasa tidaklah sulit. Seperti gairah seni lainnya, dibutuhkan waktu, dedikasi dan penelitian yang cukup. Artikel berikut bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan dasar yang terkait dengan aquascaping, di mulai dari menetapkan prinsip dan aturan sederhana dari konstruksi visual dan persiapan, dan untuk mengenali esensi membangun aquascape, anda perlu mengembangkan imajinasji dari jenis akuarium yang paling indah dan menawan, tentu saja, menawarkan artikel kali ini akan berisi tip dan saran berharga mengenai komposisi dan tata letak aquascaping.

Pohon Yang Berbicara: Dunia Aneh dari Komunikasi Tanaman

Komunikasi Tanaman

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Kembali di tahun 1960an, seorang pakar CIA bernama Cleve Backster pernah melakukan eksperimen dengan mesin poligraf saat ia menemukan sesuatu yang baru. Dia melihat suatu perubahan pada hambatan listrik dengan percobaannya kepada salah satu tanaman, yang dengannya dia menghubungkan tanaman itu dengan peralatan poligraf, kapan pun dia mencabut daun, atau bahkan "mengancam" untuk menyakiti tanaman tersebut. Dia menganggap melihat denyutan listrik mendadak ini semacam "jeritan" yang dipancarkan oleh tanaman tersebut sebagai respons terhadap bahaya.

Sayangnya teori Backster dianggap sebagai gagasan yang cacat, namun banyak orang telah melakukan pengamatan serupa yang tidak biasa tentang perilaku tanaman, yang tampaknya merupakan semacam "komunikasi" yang mungkin bisa di lakukan oleh tumbuhan. Misalnya, sebuah artikel lama di tahun 1989 yang membahas tentang seorang fisikawan bernama Ed Wagner, yang diyakini sebagai bukti bahwa ia menemukan komunikasi tanaman melalui apa yang disebutnya sebagai "gelombang W":

Ed Wagner mengatakan bahwa dia telah menemukan bukti bahwa pepohonan memang saling berbicara dalam bahasa yang dia sebut W-waves. "Jika anda memotong pohon, anda bisa melihat pepohonan di dekatnya mengeluarkan denyut gelombang listrik," kata Wagner. "Ini menunjukkan bahwa mereka berkomunikasi secara langsung." Menjelaskan fenomena tersebut, Wagner menunjuk ke sebuah blip pada rekaman grafik strip elektrik. "Ini menimbulkan alarm dari jeritan," katanya. "Pohon-pohon yang berdekatan mengeluarkan gelombang yang lebih kecil. Manusia sudah tahu bahwa ada komunikasi antar pohon selama beberapa tahun, tapi mereka menjelaskannya dengan kimia yang di produksi oleh pohon", kata Wagner. "Tapi saya pikir komunikasi yang sebenarnya jauh lebih cepat dan lebih dramatis dari itu," katanya. "Pohon - pohon ini tahu dalam beberapa detik apa yang sedang terjadi. Ini adalah respons otomatis." Wagner telah mengukur kecepatan gelombang W sekitar 3 kaki per detik melalui udara. "Mereka melakukan perjalanan terlalu lamban untuk sebuah gelombang listrik," katanya. "Mereka tampaknya merupakan entitas yang sama sekali berbeda. Itulah yang membuat mereka begitu menggelitik. Mereka sepertinya sama sekali bukan gelombang elektromagnetik."

Seorang fisikawan lain, William Corliss, juga menaruh perhatian pada penemuan Wagner, ia menguji dengan sebuah tegangan yang diukur oleh elektroda yang ditanam di pohon, listrik tampaknya mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Katanya.

Beberapa tahun terakhir, gagasan tentang tanaman yang mampu membentuk "komunikasi" telah dianggap sedikit lebih serius, dan tidak langsung diabaikan oleh komunitas ilmiah. Salah satu peneliti modern terkemuka yang juga menganjurkan varietas cara berkomunikasi dengan tanaman adalah Suzanne Simard, yang karyanya dengan tanaman telah membantu menentukan preseden baru untuk bagaimana berinteraksi diantara berbagai spesies flora terjadi. Penelitian Simard mulai menyatu dengan apa yang menjadi tesis doktoral dua dekade yang lalu, di mana dia berpendapat bahwa berbagai metode komunikasi digunakan oleh pohon untuk mencapai segala sesuatu mulai dari mengungkapkan kebutuhan mereka, untuk berbagi nutrisi melalui jaringan jamur berkisi yang terkubur di dalam tanah.

Dia kemudian mempelajari berbagai cara dari jamur yang dieksploitasi oleh pepohonan sebagai cara yang memungkinkan mereka mengirimkan sinyal ke tanaman lain di sekitar perubahan lingkungan, dan bahkan "membantu" tanaman yang terancam punah dengan mentransfer dan berbagi nutrisi dengan sesama mereka. Bukankah ini merupakan bentuk sosial yang dilakukan oleh tanaman?

Ia berbicara dengan  Yale Environment 360  tahun lalu, tentang bagaimana proses komunikasi itu terjadi, seperti yang dia katakan bahwa, sebuah hutan "adalah sebuah sistem koperasi":

“To me, using the language of ‘communication’ made more sense because we were looking at not just resource transfers, but things like defense signaling and kin recognition signaling. We as human beings can relate to this better. If we can relate to it, then we’re going to care about it more. If we care about it more, then we’re going to do a better job of stewarding our landscapes.”

"Bagi saya, menggunakan bahasa 'komunikasi' lebih masuk akal karena kami melihat bukan hanya sekedar transfer sumber daya, tapi hal-hal lain seperti sinyal pertahanan dan sinyal pengenalan keluarga. Kita sebagai manusia bisa berhubungan dengan ini lebih baik. Jika kita bisa berhubungan dengannya, maka kita akan lebih mempedulikannya. Jika kita lebih mempedulikannya, maka kita akan melakukan pekerjaan yang lebih baik untuk menjaga lanskap kita."

Sebuah penjelasan lebih lanjut pada 2016 TED yang diberikan oleh Simard juga bisa dilihat di Sini.

Meski memiliki kemampuan komunikatif, tanaman umumnya tidak dianggap memiliki kecerdasan apapun. Namun, masih ada beberapa anggota komunitas ilmiah yang berpendapat hal ini belum tentu demikian. Penulis dan seorang peneliti Michael Pollan, yang mempelajari bidang neurobiologi tumbuhan, berpendapat bahwa tanaman ternyata lebih tanggap daripada yang diperkirakan banyak orang.

“They have analagous structure. They have ways of taking all the sensory data they gather in their everyday lives, integrate it and then behave in an appropriate way in response. And they do this without brains, which, in a way, is what’s incredible about it, because we automatically assume you need a brain to process information.”

"Mereka memiliki struktur analitik. Mereka memiliki cara untuk mengambil semua data sensorik yang mereka kumpulkan dalam kehidupan sehari-hari mereka, mengintegrasikannya dan kemudian berperilaku dengan cara yang tepat sebagai respon. Dan mereka melakukan ini tanpa otak, dimana, dengan sebuah cara, adalah sesuatu yang luar biasa, karena kita secara otomatis menganggap bahwa anda memerlukan otak untuk memproses informasi."

Saya rasa dengan mencoba untuk memahami cara-cara dari berbagai bentuk kehidupan di Bumi berkomunikasi dan bekerjasama satu sama lain memberi kita rasa jauh lebih luas tentang bagaimana sebenarnya kehidupan di Bumi ini. Dan ini juga menantang kita untuk mempertimbangkan apakah ada sistem interaksi antar organisme yang lebih kompleks, termasuk yang tidak dianggap cerdas, atau bahkan responsif oleh manusia.

Dalam kasus tanaman ini, tampaknya adalah sangat tidak biasa bahwa organisme ini, meski dianggap hidup, namun telah lama terdegradasi dalam pikiran masyarakat kita dalam arti yang paling harfiah bahwa tumbuhan tidak merespon apapun. Meski di sisi lain Al-Quran telah lama menjelaskan bahwa tanaman juga bertasbih layaknya yang di lakukan manusia yang berzikir mengingat Tuhannya. Mungkin ini memang saatnya bagi kita untuk mulai memperhatikan mekarnya bunga dan tanaman yang kita tanam atau kita konsumsi, dan seluk beluk interaksi mereka satu sama lain dalam lingkungannya, dengan memahami semua ini tentu akan semakin membuka wawasan kita untuk menghormati alam dengan jalan yang paling layak, serta menggiring kita untuk mengingat bahwa kekuasaan Allah memang sangat luas dan tanpa batas. Semoga anda berfikir dan Wassalamualaikum.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (Surah Al-Isra ayat 44).

Albert Herpin, Orang Yang Tidak Pernah Tidur

Albert Herpin, Orang Yang Tidak Pernah Tidur

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Penduduk setempat mengenalnya sebagai seorang "penyendiri yang aneh", ia hidup dari memakan ikan, kerupuk, dan buahan kaleng. Dia tinggal di sebuah gubuk kecil kecil tanpa listrik di pinggir kota, di dekat jalur kereta api yang melintasi Ewing, New Jersey. Dia secara rutin sering terlihat saat mampir ke toko makanan setempat, di mana dia akan membeli minuman kaleng kesenangannya, bersama beberapa surat kabar, delapan di antaranya dibaca setiap malam saat dia kembali ke rumah. Dia menghabiskan waktunya di sepanjang malam, di setiap malam, hanya untuk membaca koran-koran itu, karena Albert Herpin adalah pria New Jersey yang dikenal karena tidak pernah tidur dalam hidupnya.

Albert Herpin, menurut sebuah artikel di surat kabar New York Times di tanggal 29 Februari 1904, ia lahir di Prancis pada tahun 1862 (walaupun beberapa laporan lainnya mencatat tahun kelahirannya pada awal 1851). Dia terluka dalam sebuah kecelakaan kereta pada usia dini, dan saat itu, dokter yang merawat pemuda tersebut menyadari bahwa dia sepertinya tidak pernah menutup matanya. Oleh karena itu, diyakini pada saat itu Herpin muda mungkin tidak akan hidup untuk waktu yang lama, karena kondisi langkanya juga nampaknya mengindikasikan bahwa dia memang tidak pernah tertidur.

Namun, ia tampaknya bisa hidup normal, meski mengalami insomnia level dewa, dan Albert muda tumbuh sampai dewasa tanpa kekurangan apapun, meski kondisinya yang langka berhasil menarik perhatian komunitas medis. Dikatakan bahwa Herpin tidak pernah mengalami masalah kesehatan karena kurang tidur. Pada suatu kesempatan dalam hidupnya, dia pernah mencari pertolongan medis dari cedera kaki yang setidaknya juga bukan disebabkan karena tidak tidur.

Herpin bekerja sebagai penyapu jalan di sekitar Trenton, disamping juga melakukan pekerjaan serabutan untuk mendapatkan penghasilan lebih, dan setidaknya cukup untuk membayar kebiasaannya untuk membaca. Dalam gubuknya, di Ewing, tidak pernah ada tempat tidur, seperti yang Herpin katakan bahwa tempat tidur tidak berguna baginya. Sebagai gantinya, kursi Morris yang nyaman untuk duduk di salah satu sudut ruangan, di mana satu-satunya tempat istirahat yang selalu dia gunakan untuk membaca surat kabar di setiap malamnya.

Dan untuk kedua kalinya dalam hidupnya, Herpin menjadi berita utama di New York Times, meski sayangnya, hingga pada usia tua 93 tahun, dia tidak lagi membaca artikel tentang dirinya sendiri yang berjudul "Sleep had finally come for Herpin", dalam artian "tidur abadi", karena dia akhirnya meninggal karena sebab-sebab alami.

Berikut potongan dari artikel dari New York Times berbunyi:

“Death came today for Alfred E. Herpin, a recluse who lived on the outskirts of the city and insisted that he never slept. He was 94 years old and, when questioned concerning his claim of “sleeplessness”, maintained that he never actually dozed but merely “rested”. “No other person with total insomnia has lived for such a long period of time. It was likely that he died for other reasons, not sleep deprivation, as his insomnia did not seem to have any effect on his health.”

"Kematian datang hari ini untuk Alfred E. Herpin, seorang penyendiri yang tinggal di pinggiran kota dan bersikeras bahwa dia tidak pernah tidur. Dia berusia 94 tahun dan, saat ditanyai tentang klaimnya tentang "tidak dapat tidur", diketahui bahwa dia tidak pernah benar-benar tertidur tapi hanya "beristirahat". "Tidak ada orang dengan insomnia total yang pernah hidup dalam jangka waktu yang lama. Kemungkinan dia meninggal karena alasan lain, bukan kurang tidur, karena insomnianya tampaknya tidak berpengaruh pada kesehatannya."

Sebagai seorang yang sangat suka membaca, kita mungkin akan bertanya-tanya bagaimana Albert bisa merasakan fakta bahwa artikel di majalah Times telah memuat namanya. Kemudian lagi, ia terus membaca sebanyak yang dia lakukan di setiap malam, mungkin kita juga akan lebih jauh membayangkan bahwa Herpin membaca apa saja yang mereka ingin tahu dan menulis tentangnya di masa hidupnya.

Di balik apa yang menyebabkan Herpin tetap terjaga sepanjang hidupnya tersebut telah menarik sains untuk mencari jawabannya, Herpin pernah di observasi selama dua minggu pada satu kesempatan, di mana staf medis yang hadir tidak pernah melihatnya tidur. Sesaat sebelum kematiannya, Herpin dirawat di rumah sakit New Jersey, setelah teman-temannya yang biasa berada di tempat dia sering membeli korann menyadari bahwa ia tidak pernah terlihat selama beberapa hari belakangan, dan mereka kemudian menemukannya sedang sakit di rumahnya. Sementara saat dirawat di rumah sakit, dokter dan perawatnya juga mengatakan bahwa Herpin, meski kesehatannya memburuk, ia tidak pernah tampak tidur.

Orang-orang yang skeptis mungkin berpendapat bahwa, disaat Herpin mengklaim ia tidak pernah tidur, klaimnya didasarkan pada apa yang dikenal sebagai "kesalahan persepsi keadaan tidur", di mana seseorang mungkin merasa bahwa mereka memiliki masalah tidur, meskipun dalam beberapa kesempatan bisa kembali tidur normal, namun jika Herpin memang benar-benar bisa tidur, dan tampaknya ia tidak sadar tentang itu, bagaimanapun juga, dia telah meyakinkan dokternya bahwa dia tidak memerlukan tidur untuk bisa hidup normal.

Kondisi yang lebih mirip dengan keadaan Herpin dikenal sebagai Fatal Familial Insomnia (FFI), orang yang menderita kondisi ini tidak dapat tidur sebagai akibat dari mutasi genetik langka yang menyebabkan orang pada suatu saat secara tiba-tiba berhenti untuk tidur. Tak lama kemudian, kesulitan tidur biasanya akan terus terjadi, diikuti oleh koma dan akhirnya meninggal karena kelainan ini. Namun, Albert Herpin diduga tidak pernah tidur sepanjang hidupnya, dan tentu saja tidak terpengaruh dengan hambatan bicara atau kesehatan buruk lainnya yang diakibatkan akibat insomnia berkepanjangan.

Saat ini, masih belum jelas apakah ada orang lain yang telah menderita insomnia sampai tingkat yang sama seperti yang di alami Herpin. Jika ceritanya benar seperti yang dilaporkan, penyebab utama yang dirasakan selama seumur hidupnya tersebut bisa masuk ke dalam misteri medis modern terbesar saat ini. Mungkin Herpin tidak pernah merasakan nikmatnya tidur, meski saat ini ia telah tidur abadi. Well.. mungkin juga ini pelajaran bagi kita semua untuk menghormati tubuh kita sendiri dengan membiasakan tidur di saat yang tepat, semoga bisa mengajak anda untuk berfikir dan Wassalamualaikum.