Terdampar di Pulau Iblis

Terdampar di Pulau Iblis

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Lautan telah lama menjadi wilayah ranah mistis yang fantastis, terbentang di suatu tempat di atas ombak dan melewati cakrawala yang jauh. Tampaknya ada beberapa daya tarik bagi tanah misterius yang hilang ini, beberapa segi dari sifat kita yang memaksa kita untuk melihat ke jarak dari hamparan laut yang luas dan membayangkan bahwa ada beberapa pulau tersembunyi di luar sana yang ada di dunia di luar alam peradaban kita serta eksplorasi dan penemuannya yang tak terhindarkan, bahkan mungkin di luar dunia kenyataan dari ruang dan waktu seperti yang kita ketahui. Mungkin pulau-pulau ini menyimpan rahasia kuno, harta yang hilang, keajaiban fantastis, atau kejahatan yang tak terkatakan, tapi apa pun masalahnya, semua pulau misterius ini sepertinya selalu menantang jiwa petualangan kita. Namun apa yang terjadi ketika seseorang berhasil benar-benar menemukan salah satu tempat mitos ini, untuk mencapai sesuatu yang tidak terjangkau dan benar-benar terdampar di sana di atas bentang alam yang tidak pernah dimaksudkan untuk disentuh oleh tangan manusia? Keajaiban apa yang mungkin mereka saksikan dan cobaan macam apa yang akan menantinya?

Untuk menemukan jawaban di atas, mungkin kita perlu melihat lebih jauh dari sebuah kisah seorang wanita muda bangsawan Prancis yang kaya raya bernama Marguerite de La Rocque de Roberval, yang melalui serangkaian kejadian yang tidak disengaja membuat dirinya terdampar di sebuah tanah legendaris, pulau terkutuk. Pulau yang telah lama yang dikatakan sebagai tempat yang terkenal dengan keberadaan iblis dan monster mengerikan. Inilah adalah sebuah kisah nyata dari keberadaan sebuah tanah asing yang berhantu, yang juga tampaknya jauh dari pulau sepi seperti yang biasa kita kenal, serta menunjukkan bukti akan dorongan manusia untuk bertahan hidup dalam menghadapi serta melawan segala rintangan.

Isle of Demons
Isle of Demons, atau Île des Démons, adalah sebuah pulau legendaris yang dikabarkan berbaring di suatu tempat di Teluk Saint Lawrence dari Newfoundland, dan pertama kali mulai muncul di peta pada tahun 1508, meskipun reputasinya cukup suram sebagai tanah terkutuk yang sering dibisikkan sebagai daratan yang menakutkan di dalam pengetahuan para pelaut. Pulau terpencil tersebut tidak mendapatkan nama yang kurang menyenangkan itu secara tidak sengaja, seperti yang dikatakan bahwa pulau itu dihuni oleh segala macam jin dan setan, makhluk supranatural, hantu yang tersiksa dari mereka yang telah tenggelam di Atlantik, plus siluman-siluman jahat, yang kesemuanya dikatakan bergentayangan serta menunggu untuk menyerang siapa saja yang berani terlalu dekat dengan pulau mereka. Mereka yang berlayar dan melewati tepian pulau yang sering diselimuti kabut itu sering diceritakan mendengar jeritan hantu, ratapan, dan suara-suara aneh yang berasal dari hutan yang dipenuhi semak belukar, atau sekilas melihat makhluk mengerikan dalam bentuk aneh bermain-main di air atau melayang menyelam di bawah air ombak lautan.

Begitulah cerita yang menakutkan dari Isle of Demons hingga para pelaut kristen dengan erat menggenggam salib ke dada mereka saat mereka melewatinya, berdoa agar sumber jeritan menakutkan tak tertahankan yang menyerang telinga mereka tidak akan keluar dari hutan yang gelap untuk menyerang, atau muncul dari kegelapan di bawah air laut untuk memporakporandakan kapal mereka berkeping-keping. Iblis dan makhluk supernatural lainnya dikatakan memenuhi pulau itu beserta hewan pemangsa seperti beruang yang besar tubuhnya di luar normal, dan kawanan serigala yang terus-menerus berkeliaran di kawasan ini, dikabarkan juga bahwa suhu udara yang mengelilingi pulau itu diketahui turun drastis. Pengetahuan tersebut mengatakan bahwa siapa pun yang berani menerjang ke darat di atas tanah terkutuk ini pasti tidak akan pernah kembali, menjadi korban tumbal di lingkungan yang dipenuhi oleh jin dan setan, atau dimangsa binatang liar. Semua hal yang dikatakan tentang Isle of Demons dianggap sebagai tempat yang terlarang untuk di datangi, angker, dan terkutuk yang tidak sesuai untuk tempat tinggal manusia. Itu adalah tempat kematian!

Pulau angker dan tidak ramah ini diliputi kabut yang tampaknya tak pernah hilang, tiga kapal di bawah komando Jean François de La Rocque de Roberval mendekati pulau itu pada musim semi tahun 1542. Roberval baru saja diangkat sebagai Letnan Jenderal New France, atau yang sekarang disebut Prancis Kanada, oleh temannya King Francis I dari Perancis yang sedang dalam perjalanan ke Dunia Baru untuk menemukan tempat-tempat menetap di sepanjang pantai Atlantik Utara yang liar. 

Mendampingi dia dalam perjalanan panjang dan sulit ini adalah para awak kapal, orang-orangnya sendiri, sekitar 200 orang-orang kolonis, beberapa kuda, dan keponakannya sendiri, seorang bangsawan Prancis kaya dengan nama Marguerite de La Rocque de Roberval, dimana dia adalah seorang wali resmi dari hubungan mereka yang agak suram, dengan beberapa orang yang mengatakan bahwa mereka adalah sepupu, saudara kandung, atau bahkan suami dan istri, tapi apa pun hubungan sejati mereka, mereka telah bersama-sama melakukan perjalanan transatlantik yang berbahaya dan mengerikan ini, berlayar mendekati perbatasan baru yang asing dan jauh dari kenyamanan rumah yang mereka tinggalkan.

Masih menjadi misteri tentang mengapa Marguerite de La Rocque de Roberval melakukan pelayaran ini ke Dunia Baru ini, karena dia masih muda, sangat kaya, dan memiliki banyak tanah di Prancis Selatan di daerah Périgord dan Languedoc. Jawaban mengapa seorang bangsawan kaya dan terhormat akan mempertaruhkan nyawanya di atas sebuah kapal yang penuh dengan koloni New World tidak pernah benar-benar mendapat jawaban dengan memuaskan, tapi kenyataannya dia memang ada di atas kapal tersebut. Mungkin dia telah terobsesi oleh semangat petualangan, atau mungkin juga dia mencoba melepaskan diri dari berbagai kekacauan di rumah, atau bisa jadi dia memiliki kerinduan untuk mengejar bisnis di Dunia Baru? Atau hanya berkewajiban untuk mengikuti Jean-François. Jawaban atas pertanyaan ini hilang dari waktu ke waktu, tapi apapun alasan dan motifnya, bulan-bulan yang panjang dan berbahaya di lautan dengan kapal sempit dan kotor serta keinginan untuk berlayar di lautan tentu saja cukup mengejutkan bagi seorang wanita bangsawan muda yang saat itu memiliki kemewahan, kehidupan yang dimanjakan, serta asyik dalam kemewahan kerajaan.

Mungkin, dengan perlayaran yang membosankan, Marguerite menemukan cara untuk melepaskan diri dari kejenuhan perjalanannya dengan terlibat dalam perselingkuhan dengan seorang pemuda di kapal itu yang bernama Etienne Gosselin. Sejarah masih agak kurang jelas tentang siapa Gosselin itu sebenarnya, dengan banyak teori tentangnya, di mulai dari seorang ksatria muda atau tentara, seorang tukang kayu, pembuat kapal, atau bahkan seorang kelasi sederhana, dengan beberapa teori yang menunjukkan catatan kabur ini sebagai tawaran solusi yang disengaja oleh keluarga kerajaan untuk menjelaskan identitas sejati pria itu, semua itu untuk mempertahankan reputasi mereka dalam menghadapi insiden yang sangat memalukan ini. Terlepas dari siapakah dia, Gosselin akan memiliki peran penting dalam membentuk peristiwa tragis yang akan terjadi selanjutnya.

Perselingkuhan dalam semua laporan adalah salah satu rahasia terburuk yang tersimpan di kapal, dan tidak lama kemudian sampai pada perhatian Jean-François sendiri. Bergantung pada hubungan pastinya dengan Marguerite, ketidaksenangannya pada isu tersebut secara alami akan berbeda dalam intensitasnya, namun tindakan utamanya tentu saja sangat berbahaya. Jean-François yang malang dan murka pada mulanya menunggu waktu yang tepat untuk menghukum perselingkuhan itu, ia memiliki rencana jahat untuk sepasang kekasih baru tersebut, dan akhirnya, di atas horizon cakrawala ia melihat apa yang ia cari, sebuah pulau legendaris yang dikabarkan angker. Tempat yang sangat dikutuk yang tentu saja telah dia ketahui, dan memang kebanyakan pelaut juga mengetahuinya, dia merasa ini adalah hukuman yang pantas untuk mengasingkan Marguerite ke sana. Telah diperdebatkan mengapa dia memilih hukuman mengerikan tersebut bagi seorang wanita muda bangsawan itu. Mungkin itu adalah kode moral atau nilai dari sisi religiusnya yang ketat, ini adalah sifat bagaimana dia dikenal oleh anak buahnya, tetapi kemungkinan besar motif sebenarnya dari pengusiran ke pulau itu karena urusan finansial, cara mudah untuk menyingkirkan Marguerite agar bisa mewarisi sejumlah besar lahan yang dimiliki mereka bersama.

Terdampar di Pulau Iblis

Ketika telah mendekat ke pulau terkutuk yang dipenuhi kabut itu, Marguerite segera ditangkap, bersamaan dengan kekasihnya dan pelayannya yang bernama Damienne, ketiganya kemudian segera ditinggalkan dan terdampar di pulau yang dipenuhi setan itu beserta beberapa senjata seperti senapan dan pisau, seperti juga beberapa persediaan kecil lainnya dan bibel. Tidak jelas apakah Gosselin dan Damienne juga dihukum, atau mereka memilih untuk pergi bersama Marguerite atas kemauan mereka sendiri, dengan satu versi kejadian yang menggambarkan bagaimana Gosselin melompat ke bawah untuk berenang ke sisi kekasihnya saat Marguerite menuju ke tepi pantai pulau dimana kejahatan yang tak diragukan lagi sedang menunggunya. Terlepas dari alasan tentang mengapa mereka bersama atau mungkin karena dalam keadaan tanpa pilihan, begitu tiba di pulau terpencil tersebut, dikatakan bahwa ketiga manusia malang tersebut tinggal di sebuah gubuk sederhana yang mereka bangun bersama di dalam gua yang gelap. Mereka mulai mencoba untuk beradaptasi di sana, memetik buah dan memburu binatang kecil, sementara diduga ancaman dari hewan pemangsa liar dan jin jahat serta iblis konon terus-menerus meraung di gelapnya rimbunan rimba, dikatakan suaranya terdengar seperti ada sekitar seratus ribu orang marah yang sedang mendekat.

Dalam sebuah buku yang berjudul Haunted Canada 5: Terrifying True Stories, oleh Joel A Sutherland, menggambarkan ketiga manusia malang itu selalu dikepung oleh berbagai makhluk aneh dan hantu saat malam hari tiba. Dikatakan bahwa, kehadiran kabut supernatural tebal akan tiba-tiba turun ke pulau itu serta menyelimuti semua yang ada di situ, membawa serta berbagai bentuk setan, siluman dan hantu yang sekilas tampak bergerak menjalar bergentayangan. Ada juga mata bercahaya merah yang mengintip dari kegelapan serta sesuatu dari bayang-bayang pepohonan menguntit mereka yang meringkuk ketakutan, diketahui makhluk aneh bertubuh besar itu bisa terdengar berjalan di dalam semak. Terkadang, ada tangan yang tak terlihat akan menyentuh, menyerang atau mencakar di sisi gubuk atau bahkan mencoba membongkarnya. Di hamparan semak yang dingin bisa terlihat penampakan aneh, semacam entitas yang bisa berubah bentuk sesuka hatinya, yang konon suka mengerang, menjerit, atau tertawa terkekeh seperti maniak gila. Mereka yang merasa ketakutan berkumpul bersama di dalam gubuk mereka yang terkepung sejak awal matahari terbenam untuk berdoa dalam upaya untuk menangkal gangguan tak terelakkan dari kejahatan gaib yang mereka tahu akan selalu datang saat sinar terakhir dari matahari senja mulai memudar. Marguerite kemudian menggambarkan bahwa mereka terus-menerus diserang oleh binatang buas atau dari bentuk lain yang sangat mengerikan dan menakutkan, seperti ombak neraka yang melolong dalam kemarahan yang membingungkan.

Terdampar di Pulau Iblis

Terlepas dari semua horor kengerian ini, Marguerite hamil pada suatu saat selama dipulau ini, namun bayinya yang malang tidak akan pernah mengenal dan melihat sosok ayahnya, karena Gosselin dan pelayannya Damienne meninggal dalam kondisi yang sulit di pulau ini, otomatis pula meninggalkan Marguerite sendirian untuk melahirkan bayinya, yang malangnya juga segera meninggal tak lama setelahnya, kemungkinan besar karena kekurangan gizi karena dia tidak dapat menghasilkan susu yang cukup untuk itu. Hidup sendiri, merasa kesepian, dan dengan persediaan yang terus berkurang, dalam kondisi dingin membeku, dan tersiksa oleh gangguan beruang, serigala, dan hantu misterius plus siluman serta setan yang selalu datang ketika malam tiba, mungkin banyak orang akan mengira bahwa inilah akhir dari cerita. Lagi pula, bagaimana bisa seorang wanita bangsawan muda yang sebelumnya selalu hidup dalam kemudahan dari keadaan yang mewah dan istimewa, yang mungkin juga tidak pernah sendirian di mana saja sepanjang hidupnya, apalagi di padang rimba, dapat bertahan dalam keadaan mengerikan ini? Namun dia terbukti mampu bertahan, berjuang untuk hidupnya, meski dengan segala cobaan yang mengerikan menimpa dirinya. Marguerite tidak akan menyerah begitu saja, ia adalah seorang wanita yang tangguh!

Mungkin dia telah menemukan kekuatan di dalam dirinya sendiri, atau mungkin kemarahan karena telah kehilangan kekasih dan anak laki-lakinya karena cemoohan dan hukuman dari Jean-François yang mengalir melalui pembuluh darahnya telah menghidupkan tekad dan keberanian super yang dibutuhkannya untuk melewati cobaan berat ini, dan yang jelas dia bukanlah orang yang lemah, ia memiliki sesuatu dalam dirinya, suatu keberanian yang terbukti bisa membawanya untuk pertama kali menaiki kapal dan berlayar menuju ke Dunia Baru.

Dikatakan bahwa dia mengumpulkan tanaman dari hutan untuk dimakan, memburu binatang dengan senapan dan pisau, menangkis berbagai kejahatan yang menghantui pandangannya, baik dari gangguan yang nyata maupun dari kejahatan makhluk gaib, semuanya ia hadapi dalam keadaan benar-benar sendirian. Ada satu cerita lama yang mengatakan tentang bagaimana dia bisa merobohkan seekor beruang besar dengan senjata api miliknya, dan kemudian mengambil kulitnya untuk digunakan sebagai pakaian penghangat. Dalam laporan lain, setelah dia kehabisan amunisi, dia dengan gagah berani melawan serigala lapar yang mengepungnya, sekelompok kawanan buas yang ingin berpesta memakannya, namun ia bisa mengusir semua serigala itu hanya dengan pedang kecil.

Selama dua setengah tahun dia bertahan dalam keadaan seperti ini, menantang bahaya, berjuang melawan alam dan teror makhluk gaib, serta memakan makanan apa pun yang bisa dia dapatkan dari alam liar yang kejam dan membeku, serta bergantung hanya pada keyakinan dan tekad untuk melewatinya. Pada akhirnya, dia berhasil menyelamatkan diri dari Isle of Demons yang ditakuti, tempat dimana dia di buang bersama kekasih dan pelayannya. Sebuah tempat yang mustahil ia lupakan di sepanjang hidupnya.

Ketika akhirnya dia ditemukan secara kebetulan oleh sebuah kapal nelayan Basque, pada awalnya Marguerite terlihat oleh para nelayan tersebut seperti setan yang dikatakan tinggal di pulau tersebut. Tampak penampilan compang-camping dengan tubuh terbungkus oleh kulit beruang yang telah dia bunuh, kurus, kekurangan gizi juga dekil. Dari mata liarnya terlihat dia telah lama mengalami kesengsaraan, bahaya hutan rimba, dan perjuangan yang luar biasa keras untuk bertahan hidup, saat itu dia mungkin telah hampir mirip dengan binatang buas liar daripada terlihat seperti layaknya seorang bangsawan dari kehidupan dulu yang ia miliki.

Para nelayan kemudian menaikkan wanita muda berwajah liar yang terbungkus dengan kulit beruang itu, beserta dengannya tampak ia sedang memegang sebuah bibel yang terlihat sudah usang. Marguerite dibawa kembali ke tanah airnya di Prancis beserta kisah perjuangannya yang mengagumkan.

Marguerite de La Rocque de Roberval
Ilustrasi Marguerite de La Rocque de Roberval
Ratu Marguerite de Navarre menaruh perhatian khusus pada kisah yang akan dia ceritakan tentang petualangannya, dan seluruh kisah itu diceritakan di dalam sebuah buku berjudul Heptaméron yang diterbitkan pada tahun 1558. Pengalaman mengerikan Marguerite de La Rocque adalah kisah asmara yang luar biasa sekaligus memalukan, petualangan, bahaya, dan horor, sehingga dengan cepat menjadi sangat populer pada saat itu, dan akhirnya ditulis dalam berbagai karya lainnya, termasuk ke dalam sejarah, seperti karya François de Belleforest's Histoires tragiques, dan karya André Thévet, Cosmographie, dan juga kemudian termasuk hadir menjadi lebih fiktif seperti dalam sebuah puisi panjang abad ke-19 oleh seorang penyair Kanada George Martin yang berjudul Marguerite, Or The Isle of Demons, dan banyak karya lainnya lagi dari berbagai jenis sampai saat ini.

Sekembalinya ke Prancis, Marguerite sendiri kemudian mendirikan sebuah sekolah swasta di Nontron, Chateau de la Mothe, dan menjalani sisa hidupnya di pedesaan sebagai seorang kepala sekolah. Sedangkan Jean-François de La Rocque de Roberval, pria yang meninggalkannya di Pulau iblis tersebut, adalah sosok yang selalu menghantui mimpinya, tidak ada catatan apakah dia pernah melakukan pembalasan terhadap lelaki tersebut? Atau membawa tuduhan untuk menuntut semua kebiadabannya. Semua fakta yang diketahui tentang Jean-François de La Rocque de Roberval dikabarkan bahwa ia sebenarnya telah kembali ke Prancis, dan dia bertemu ajalnya pada usia 60 tahun, ia tewas dengan kejam dipukuli sampai mati oleh gerombolan orang yang marah di Paris, Mungkin kematian yang ia hadapi masih lebih lembut daripada yang Marguerite hadapi di pengasingannya di pulau setan.

Analisis Kisah Marguerite de La Rocque de Roberval
Seluruh kisah tentang seorang wanita bangsawan Prancis yang berhasil keluar dari tempat yang tidak dikenal, tentang bagaimana ia jatuh cinta, berdosa, terdampar di sebuah pulau terkutuk berhantu, serta bertahan dari berbagai rintangan yang tampaknya tidak mungkin dapat dia atasi dalam perjuangannya untuk bertahan hidup dalam lanskap asing yang tidak ramah yang juga selalu dipenuhi oleh setan dan hewan liar, tentu saja ini semua telah menghadirkan banyak misteri. Misalnya, seberapa besar kebenaran yang ada dalam cerita ini, ada jurang apa yang sebenarnya terjadi dari klaim tentang yang dia alami dan apa yang dia ceritakan saat dia kembali ke Prancis?

Tidak diragukan lagi, Marguerite memang terdampar di sebuah pulau dan dia bertahan dalam kondisi yang sulit, namun tidak jelas seberapa banyak elemen lain dari kisah kelangsungan bertahan hidup ini antara yang fakta dengan kisah yang dihias dari mulut ke mulut. Membunuh beruang dan melawan serigala dengan pedang sepertinya bisa menjadi elemen yang ditambahkan untuk membuat semuanya terlihat lebih sensasional dan dramatis, Tapi sebenarnya tidak ada yang tahu pasti.

Yang lebih membingungkan lagi adalah tentang semua klaim dari kehadiran setan, hantu, monster, dan entitas supernatural lainnya. Apakah ini sebenarnya memang ada atau malah tidak ada sama sekali? Memang, banyak tempat asing yang belum terjamah di dunia ini yang menjadi tempat tinggal bangsa gaib, dan konon saat tempat hunian mereka terjamah oleh manusia, mereka akan sangat mungkin untuk menyerang dan menganggu, namun tidaklah semua tempat asing akan selalu seperti itu. Atau apakah semua kegaiban itu hanya halusinasi dari seorang wanita yang sedang berada di bawah tekanan berat serta nyaris kehilangan kewarasannya? Atau mungkin malah didasarkan pada inti kebenaran yang ada, seperti melihat pemandangan baru yang berpotensi menakutkan, misalnya, ada kemungkinan dari penampakan penduduk asli pulau tersebut atau hewan spesies asing hingga akhirnya menjadi persepsi yang kemudian menjadi menyesatkan dan terdistorsi dalam pikiran Marguerite? Apakah setan dan hantu benar-benar nyata seperti yang dia katakan? Apakah itu memang makhluk gaib atau binatang liar biasa, atau bisa jadi semua itu hanyalah setan dari pikirannya yang sedang ditempa oleh kesusahan, kehancuran, dan keputusasaan? Atau mungkinkah itu semua hanya fabrikasi murni yang mengubah jalan cerita hingga di kemudian hari orang-orang terus menambahkan cerita yang berkembang tersebut dengan meminjam gravitasi yang tidak menyenangkan ke dalam reputasi Isle of Demons yang terkenal itu? Kemungkinan besar ada campuran kompleks dari beberapa kemungkinan ini, tapi kita mungkin tidak akan tahu pasti.

Terdampar di Pulau Iblis

Misteri lain yang ditimbulkan oleh kisah Marguerite de La Rocque de Roberval persis sama misteriusnya seperti pulau tempat dimana dia terdampar. The Île des Démons menghilang dari peta pada pertengahan abad ke-17 dan diyakini secara luas bahwa pulau itu hanyalah sebuah pulau fiktif yang memang tidak pernah ada sama sekali. Namun, Marguerite terdampar di suatu tempat, jadi ada banyak spekulasi tentang di mana pulau misterius tersebut berada. Teori populer yang ada, adalah bahwa Isle of Demons sebenarnya adalah Pulau Hospital, yang juga dikenal sebagai Pulau Harrington, yang terletak di Quebec. Tradisi lisan lokal tampaknya menunjukkan bahwa orang-orang disitu mengenal Marguerite, dan ceritanya telah diwariskan dari generasi ke generasi, juga mereka bahkan tahu tentang lokasi gua yang dituduhkan sebagai bekas tempat tinggalnya. 

Bahkan ada cerita di sini yang menceritakan tentang hantu Marguerite, Gosselin, dan Damienne masih berkeliaran di rimba raya disini. Teori lain yang diajukan oleh seorang sejarawan maritim dan pelaut veteran Donald Johnson adalah bahwa pulau Marguerite sebenarnya adalah Pulau Fichot, yang berada dekat dengan Selat Belle Isle yang terletak di ujung utara Newfoundland. Johnson telah menyatakan bahwa Pulau Fichot yang liar pasti berada tepat di sepanjang jalur pelayaran Jean-François de La Rocque de Roberval ke New France, dan tentang suara nyaring yang sering didengar berasal dari koloni sejenis burung laut yang dikenal sebagai gannets, bisa jadi didengar oleh kapal yang lewat dan disalahartikan sebagai ratapan setan atau monster supernatural lainnya. Namun, terlepas dari teori-teori ini, lokasi yang tepat dari Pulau Demons Marguerite belum pernah dipastikan secara konkret, dan ini hanya memperdalam misteri di balik legenda yang ada.

Dalam kisah Marguerite de La Rocque de Roberval, kita memiliki perpaduan yang sangat aneh dari dua unsur menawan yang tampaknya masuk jauh ke dalam jiwa manusia, yakni kemisteriusan kisah dan pulau misterius yang terbentang melewati peradaban kita dan menentang usaha kita untuk menemukan serta menjinakkannya, juga euforia jiwa manusia dalam menghadapi keganasan alam dan kemungkinan yang tampaknya tidak mungkin terjadi. Apa yang terjadi ketika kita mencapai pulau mistik yang tidak terjangkau itu, mencoba menjinakkan legenda liarnya, dan berhasil secara penuh meraih kemenangan melalui kondisi super ganas dalam menghadapi kemarahan alam liar dan alam gaib? Bagaimana kita bisa bertahan dalam perjalanan seperti itu? Apakah kita mendaki dari pengalaman ini secara utuh, atau mungkin hanya merupakan bagian dari jiwa kita yang entah bagaimana terfragmentasi, berserakan, atau hilang dalam prosesnya? Apakah kita akan muncul sebagai orang yang berbeda dari pribadi kita dulu atau mungkin bahkan kurang manusiawi? Apakah ada pengetahuan yang bisa kita dapatkan dari semua ini? Satu orang yang pasti tahu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini adalah Marguerite de La Rocque de Roberval yang menemukan kisah tentang pulau mitos yang tergeletak di atas cakrawala lautan yang kisahnya tertanam di dalam jiwa banyak orang, tempat dimana dia melawan kemarahan dan iblis seorang diri, nyata ataukah imajninasi, tetap saja kisah-kisah tentang tempat seperti ini selalu ada dan selalu menarik untuk diperbincangkan. Wassalamualaikum.

G+

Seorang yang cukup gila dalam sisi lain kehidupan, yang jelas saya normal dan please jangan banyak protes :p, visit my FACEBOOK

Related Posts

Previous
Next Post »

Saya sangat mengharapkan feedback dari pembaca mengenai postingan yang saya tampilkan. Komentar yang anda tulis harap di ketik dengan bahasa yang sopan, apabila saran dalam bentuk kritikan adalah kritikan yang membangun. Tidak meninggalkan link aktif, spamming (I do hate that), ataupun komentar yang tidak berhubungan dengan postingan.