Kemampuan Super Suku Sherpa Himalaya

Kemampuan Super Suku Sherpa Himalaya

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Orang-orang suku Sherpa telah tinggal di pegunungan pegunungan Nepal yang tinggi selama ribuan tahun dan menampilkan kemampuan yang luar biasa hebat untuk melawan penyakit ketinggian, menjadikan mereka sebagai pemandu sempurna bagi orang-orang kaya yang datang ke Everest hanya untuk mencari sensasi dan kepercayaan sosial. Atau apa pun itu yang akan memaksa anda untuk mendaki gunung yang benar-benar kini telah dikotori dengan mayat-mayat para pemanjat yang terjatuh tewas serta awet terabaikan dalam dinginnya es himalaya. Telah lama diketahui bahwa orang-orang suku Sherpa entah bagaimana menjadi lebih cocok untuk hidup di tempat yang tinggi, namun mekanisme yang tepat untuk adaptasi ini tetap menjadi misteri.

Hillary dan Norgay
Seorang pendaki gunung Sir Edmund Hillary secara luas dikenang sebagai orang yang pertama kali yang mendaki Gunung Everest, dia didampingi oleh seorang pemandunya dari suku Sherpa, bernama Tenzing Norgay. Tanpa bantuan pemandu Sherpa Nepal, sangat sedikit ekspedisi yang bisa berhasil mencapai puncak gunung Himalaya seperti Gunung Everest.

Beberapa orang suku Sherpa bahkan telah mendaki Everest puluhan kali
Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh University of Cambridge bersiap untuk memecahkan misteri ini untuk sekali dan selamanya dengan benar-benar mendaki Mt. Everest himalaya, menyeret segerombolan peralatan medis dan peralatan ilmiah mereka sepanjang perjalanan. Tapi, hei, yang paling kerennya, suku Sherpa sendiri yang membawa berbagai peralatan itu. Dan di sepanjang jalan, sampel darah dan otot diambil dari pendaki gunung non suku Sherpa dan suku Sherpa itu sendiri. Mereka menemukan bahwa Mitokondria (Organel penghasil energi di dalam sel) suku Sherpa sangat efisien dalam memproses oksigen dan ATP, yakni sumber energi metabolik utama dalam tubuh.

Suku Sherpa Himalaya
Orang-orang Sherpa kebanyakan tinggal di Nepal timur namun ditemukan juga di pegunungan Tibet, Bhutan, dan di India.
Menurut data mereka yang diterbitkan dalam The Proceedings of the National Academy of Sciences, para periset percaya bahwa orang-orang suku Sherpa telah berevolusi dalam adaptasi metabolik yang memungkinkan tubuh mereka menggunakan oksigen dan segera pulih dari kelelahan pada tingkat yang mendekati manusia super dibandingkan dengan manusia normal seperti kita. Dari University of Cambridge Dr. Andrew Murray, yang memimpin studi tersebut, mengklaim bahwa adaptasi unik ini adalah karena sejarah evolusi dan geografis yang relatif dari suku Sherpa asli yang terisolasi.

Suku Sherpa telah menghabiskan ribuan tahun tinggal di tempat yang tinggi, jadi seharusnya tidak mengejutkan lagi bahwa mereka telah beradaptasi untuk menjadi lebih efisien dalam menggunakan oksigen dan dalam menghasilkan energi. Ketika orang-orang dari negara-negara dengan tingkat ketinggian rendah menghabiskan waktu di tempat yang tinggi, tubuh kita akan beradaptasi sampai batas tertentu untuk menjadi mirip seperti suku Sherpa, tetapi kita tidak cocok dengan tingkat efesiensinya.

Bukti arkeologi menunjukkan bahwa manusia telah tinggal di Dataran Tinggi Himalaya selama puluhan ribu tahun. Dan selama ribuan tahun, penduduk asli disini pada dasarnya telah berevolusi menjadi seperti atlet super dataran tinggi. Sekarang genom manusia telah menjadi bahan penelitian, mungkinkah gen adaptasi ini bisa di salin dan disisipkan ke dalam DNA pasukan super? Ini bukan ide baru, isu tentang genom manusia serupa telah disarankan. Dan mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan jika bumi kelak akan menjadi jauh lebih berbahaya karena polusi, perubahan iklim, dan dampak radio aktif, atau pengambilalihan fungsi oleh robot, so, kita juga mungkin harus bersiap-siap dengan segala kemungkinan itu. Wassalam.


Trims :)

G+

Seorang yang cukup gila dalam sisi lain kehidupan, yang jelas saya normal dan please jangan banyak protes :p, visit my FACEBOOK

Related Posts

Previous
Next Post »

Saya sangat mengharapkan feedback dari pembaca mengenai postingan yang saya tampilkan. Komentar yang anda tulis harap di ketik dengan bahasa yang sopan, apabila saran dalam bentuk kritikan adalah kritikan yang membangun. Tidak meninggalkan link aktif, spamming (I do hate that), ataupun komentar yang tidak berhubungan dengan postingan.