Menelusuri Misteri Orang Hilang Di Kota Vatikan

Menelusuri Misteri Orang Hilang Di Kota Vatikan

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Kasus orang hilang secara misterius selalu terjadi sepanjang waktu, dan untuk alasan apa pun itu, banyak manusia tiba-tiba menghilang tanpa jejak, hanya meninggalkan kebingungan ketika pihak berwenang dan orang-orang terkasih mencoba untuk mengumpulkan informasi dan mencari tahu apa yang telah terjadi. Mungkin kita akan cenderung berpikir bahwa kasus seperti ini hanya terjadi pada tempat-tempat berbahaya atau alam liar yang jauh dari peradaban, tetapi kadang-kadang kita akan menemukan salah satu fakta aneh yang terjadi di tempat-tempat yang sulit untuk dipercaya. Seperti yang terjadi dari serangkaian kasus orang hilang tak terjelaskan yang terjadi di salah satu kota paling suci umat Katolik di dunia, Vatican City!

Kota Vatikan
Kota Vatikan merupakan pusat dari Gereja Katolik Roma dan salah satu tempat ziarah yang terkenal, dengan hiasan katedral, kapel, museum, dan basilika, tempat yang tampaknya jauh dari yang kejahatan yang umumnya para turis fikirkan. Namun kasus orang hilang ini akan bergerak untuk menjadi kejahatan yang belum terpecahkan serta menjadi sangat membingungkan, yang akhirnya akan mengisyaratkan sesuatu pada dugaan yang gelap yang sedang bersembunyi di bawah tahta kudus dan lembaga kursi kepausan ini sebagai salah satu agama yang paling besar di dunia.

Secara resmi disebut Negara Kota Vatikan, Kota Vatikan adalah kantong wilayah yang berdinding di dalam kota Roma, Italia, yang diakui sebagai negara merdeka terkecil di dunia baik dari segi wilayah maupun populasi. Negara gerejawi, atau imamat monarki adalah kursi dari Paus dan bersama dengan Tahta Suci adalah salah satu tempat yang paling penting dari agama Katolik Roma dari lebih 1,2 miliar penganutnya di seluruh dunia. Kota ini juga merupakan objek wisata terkenal di dunia, menyimpan beberapa patung paling terkenal di dunia dan lukisan-lukisan ternama di dalam museumnya, serta berbagai situs budaya terkenal di dunia seperti Basilika Santo Petrus dan Kapel Sistina.

Menelusuri Misteri Orang Hilang Di Kota Vatikan
Lapangan Santo Petrus
Kasus yang paling terkenal dari orang hilang di Vatican City terjadi pada tahun 1983, ketika seorang siswi berusia 15 tahun dari sebuah sekolah musik di Roma bernama Emanuela Orlandi hilang tanpa jejak. Orlandi adalah warga Kota Vatikan, dan putri dari seorang pejabat awam di Vatikan yang bertugas memanajemen fungsi kepausan. Pada tanggal 22 Juni 1983, Emanuela terlambat untuk masuk kelas musik di sekolah yang ia hadiri tiga kali dalam seminggu di Roma. Adik Emanuela mulai merasa khawatir dan melaporkan bahwa ia telah menerima telepon dari seorang gadis yang menjelaskan bahwa Emanuela terlambat masuk karena dia telah membuat janji untuk bertemu dengan perwakilan dari Avon Cosmetics untuk berbicara tentang tawaran pekerjaan untuk menjual kosmetik. Emanuela kemudian diduga bertemu dengan perwakilan Avon sebelum masuk pelajaran musik dan kemudian ia mengatakan kepada temannya tentang hal itu, namun setelah itu ia mengatakan selamat tinggal kepada temannya dan diduga ia menaiki sebuah mobil BMW berwarna hijau gelap di halte bus. Sejak itu ia tidak pernah terlihat lagi.

Hilangnya Emanuela Orlandi
Ketika Emanuela tidak kembali ke rumah dari sekolah seperti yang diharapkan, orang tua Emanuela menghubungi pihak berwenang, namun mereka hanya diberitahu bahwa gadis itu mungkin hanya pergi bermain dengan teman-temannya, seperti yang seorang remaja biasa lakukan. Namun ketika gadis itu masih tidak pulang pada hari berikutnya, orang tuanya menemui direktur sekolah musik, yang memberitahu mereka bahwa gadis itu tidak terlihat di kelasnya saat itu, dan tidak dapat memberikan informasi tentang di mana ia mungkin berada. Selama dua hari berikutnya, iklan yang ditempatkan di beberapa surat kabar memohon untuk informasi kepada siapa pun yang mungkin mengetahui keberadaan gadis itu, dan pihak keluarga menyertakan nomor telepon rumah yang bisa dihubungi. Dan dari sini keanehan mulai terjadi.

Keluarga Orlandi mulai menerima beberapa panggilan telepon aneh dari berbagai orang asing dengan berbagai aksen. Panggilan pertama pada tanggal 25 Juni, dari seorang laki-laki yang mengidentifikasi dirinya sebagai seorang pemuda berusia 16 tahun bernama Pierluigi. Pemuda itu mengatakan kepada mereka bahwa ia sedang bersama tunangannya di Piazza Navona ketika mereka bertemu gadis yang hilang tersebut. Pria itu mengklaim bahwa Emanuela telah memperkenalkan dirinya sebagai "Barbarella" dan mengatakan bahwa dia kabur dari rumah setelah menjual produk Avon kosmetik. Panggilan ini pada awalnya terdengar agak aneh untuk menjadi kenyataan, tetapi "Pierluigi" tahu banyak tentang rincian gadis itu, yang menyatakan bahwa Emanuela membawa seruling dan mengenakan kacamata yang dia akui dia tidak suka, dan itu benar. Pemuda itu juga menyatakan bahwa Emanuela telah memotong rambutnya. Dan panggilan aneh lainnya datang pada tangal 28 Juni, ketika seorang pria yang menyebut dirinya "Mario". Ia mengaku sebagai pemilik bar didekat sekolah musik Emanuela dan mengatakan bahwa seorang pelanggan baru yang mirip gadis yang hilang pernah berkunjung, ia memperkenalkan dirinya bernama "Barbara." Mario mengklaim bahwa "Barbara" telah mengatakan kepadanya bahwa dia kabur dari rumah tapi direncanakan untuk kembali lagi saat pernikahan kakaknya.

Menelusuri Misteri Orang Hilang Di Kota Vatikan
Emanuela orlandi
Pencarian gadis itu mulai menjadi sebuah keputusasaan. Ribuan poster dengan wajah Emanuela telah terpasang seluruh bagian kota dan bahkan Paus sendiri datang pada banyak kesempatan, meminta pada mereka yang bertanggung jawab untuk melepaskannya. Sejak saat itu, banyak panggilan telepon dari orang tak dikenal mulai meneror keluarga Emanuela dengan nada mengancam. Serangkaian panggilan ke keluarga itu mengatakan bahwa gadis itu telah ditangkap oleh teroris yang ditujukan untuk menukarkan dia untuk pembebasan seorang pria bernama Mehmet Ali Agca, pria Turki yang telah ditahan setelah mencoba membunuh Paus Yohanes Paulus II di Lapangan Santo Petrus pada 13 Mei tahun 1981.

Dugaan Keterlibatan Teroris
Salah satu dari penelepon misterius yang paling gencar tersebut adalah seorang pria dengan aksen Amerika yang kemudian dikenal sebagai l'Americano, atau "The American." Pria Amerika tersebut menyarankan bahwa pertukaran dapat dilakukan untuk Ali Agca dan menuntut negosiasi yang akan disetujui oleh Paus dan dilakukan dalam tempo waktu 20 hari. Orang Amerika tersebut sangat persuasif, seperti dalam salah satu panggilan yang memiliki rekaman suara yang sangat mirip dengan Emanuela dan ia menawarkan lebih banyak bukti bahwa ia memiliki gadis itu, seperti fotokopi ID sekolah musiknya, lembar musik yang ia sedang pelajari, dan bahkan catatan tulisan tangan dari gadis tersebut. Pria itu juga mengklaim bahwa penelepon sebelumnya, termasuk "Pierluigi" dan "Mario," semuaya adalah bagian dari organisasi teroris yang sama dan terlibat atas penculikan itu. Secara total, orang Amerika tersebut melakukan 16 panggilan telepon, seelah ditelusuri, semua panggilan itu berasal dari bilik telepon umum. Awalnya semua ini terdengar masuk akal, namun semuanya menjadi berbeda ketika otoritas yang bertugas menangani kasus penculikan tersebut membantah adanya bukti untuk menghubungkan kasus penculikan dengan kasus tersangka percobaan pembunuhan Paus.

Pada tanggal 8 Juli, panggilan aneh kembali datang, kali ini dari seorang laki-laki dengan aksen Timur Tengah. Dalam panggilan kali ini, jauh lebih keras dari yang lain, pria tersebut mengaku bahwa ia memiliki gadis itu dan merencanakan untuk membunuhnya jika tuntutannya tidak dipenuhi. Orang tak dikenal tersebut menuntut pembebasan Agca dalam waktu 20 hari atau gadis itu akan dibunuh. Permintaan itu ditolak, dan setelah itu kasus ini mejadi semakin dingin dan belum terpecahkan sampai hari ini, tak ada yang bisa menjelaskan kasus misterius ini. Meski ada berbagai klaim yang dihubungkan dengan aksi terorisme, namun semuanya tidak terbukti. Selama bertahun-tahun pemerintah telah mengikuti berbagai petunjuk, dan dugaan dari penampakan gadis yang hilang tersebut kesemuanya hanya menghadirkan berbagai kebingungan.

Dengan berbagai teori yang telah diajukan selama bertahun-tahun seperti apa yang terjadi pada Emanuela Orlandi, mulai dari yang agak masuk akal hingga benar-benar sangat aneh, semuanya hadir dengan berbagai tingkat bukti untuk mendukung klaim tersebut. Salah satunya adalah bahwa gadis itu sebenarnya memang telah diculik oleh sebuah organisasi teroris dalam upaya untuk membebaskan Mehmet Ali Agca, seperti yang diklaim oleh berbagai panggilan telepon misterius. Tersangka utama dalam skenario ini adalah seorang ultra nasionalis, dari organisasi pemuda neo fasis Turki yang disebut Grey Wolves. Agca sendiri sempat mengatakan dalam sebuah wawancara di dalam penjara pada sebuah program berita Italia. Dalam wawancara itu, Agca mengklaim bahwa Emanuela Orlandi telah ditangkap oleh kelompok tersebut dan ia akhirnya dipindahkan ke sebuah biara terpencil di mana ia tetap hidup dengan baik, meskipun tidak ada bukti kredibel apapun untuk mendukung klaim tersebut.

Sampai tahun selanjutnya Agca terus menerus membuat pernyataan seperti itu. Pada tahun 2006, ia menerbitkan sebuah surat di mana ia mengklaim bahwa Orlandi dan seorang wanita muda lain yang juga telah menghilang pada tahun 1983 dengan nama Mirella Gregori, mereka berdua telah diculik oleh Grey Wolves untuk pembebasannya dan kemudian telah dibawa ke sebuah "istana kerajaan" yang tidak diketahui lokasinya di Liechtenstein. Agca dibebaskan dari penjara pada tahun 2010, setelah itu ia memberikan wawancara televisi di mana ia membuat pernyataan yang paling aneh. Ia menyatakan bahwa Vatikan sendiri yang telah menyewa dia untuk membunuh Paus, ia juga mengatakan bahwa sebenarnya Orlandi telah ditahan oleh Vatikan dan saat ini hidup dan baik-baik saja, ia tinggal di sebuah biara Katolik sebagai biarawati di sebuah negara Eropa Tengah. Namun tetap saja tak satu pun dari klaim berani Agca ini yang didukung oleh bukti yang kuat, dan tampaknya mungkin lebih seperti ocehan yang tak jelas.

Keterlibatan Vatikan
Sementara itu, muncul sentimen umum yang mendasari banyak teori adalah bahwa Vatikan itu sendiri memiliki andil dan keterlibatan luas dalam kasus orang hilang tersebut, atau setidaknya membuat upaya untuk menganggu setiap penyelidikan di setiap kesempatan. Salah satu teori adalah bahwa Orlandi diculik di bawah perintah Paul Marcinkus, yang merupakan Uskup Agung pada saat itu yang menjalankan bank Vatikan, setelah ditemukan adanya bukti aktivitas kriminal oleh ayah gadis tersebut, Ercole Orlandi. Marcinkus secara konsisten menggunakan jabatan dan koneksinya untuk menghindari menjawab setiap pertanyaan tentang pemasalahan tersebut, dan ia mengubur kebenaran dalam kuburnya ketika ia meninggal pada tahun 2006.

Sementara kaitan dengan Bank Vatikan ini menjadi semakin dalam dan semakin aneh pada tahun 2011, ketika Antonio Mancini, anggota dari mafia Italia, sebuah sindikat kejahatan terorganisir Banda della Magliana, mengklaim bahwa penculikan Orlandi memang telah diupayakan oleh mafia tersebut untuk memaksa Vatikan membayar sejumlah besar uang yang telah dipinjam dari mereka. Klaim tersebut menunjukkan adanya link pada kematian seroang bankir bernama Roberto Calvi, yang juga dikenal sebagai "Banker Tuhan" karena koneksinya dengan Vatikan. Calvi ditemukan tergantung di bawah Jembatan Blackfriars di kota London pada bulan Juni 1982, kantong mayatnya diisi dengan uang tunai dan batu mulia, diyakini ia tewas dibunuh mafia setelah operasi pencucian uang yang gagal.

Koneksi mafia yang mungkin tampak aneh ini hadir dalam kasus tersebut selama bertahun-tahun, setelah isu tentang keterlibatan terorisme tidak terbukti sama sekali. Pada tahun 2005, seorang penelepon anonim untuk sebuah acara yang membahas tentang kejahatan, Who Has Seen, menyarankan bahwa, rahasia untuk memecahkan kasus ini terletak pada pembongkaran makam gangster terkenal bernama Enrico de Pedis, yang diduga telah membunuh gadis itu sebagai tindakan balas budi kepada vikar jenderal Roma pada saat itu, Kardinal Ugo Poletti. Klaim misterius tersebut diimbuhi dengan sedikit kredibilitas yang diperbaharui ketika seorang mantan pacar mafia tersebut mengakui bahwa Enrico de Pedis telah mengatakan padanya bahwa benar dia telah membunuh Orlandi. Berbagai penelepon anonim lainnya turut mendukung klaim tersebut bahwa ada beberapa petunjuk yang dapat ditemukan dalam makam De Pedis.

Keterlibatan Mafia
Enrico De Pedis, juga dikenal sebagai Renatino, dikenal sebagai gangster non karismatik yang merupakan pemimpin sebuah geng mafia yang disebut Banda della Magliana, sebuah kelompok yang diketahui terlibat dalam perdagangan narkoba yang menguntungkan di Roma, dan juga geng yang sama yang melayani Vatikan demi uang, serta dikaitkan dengan kematian bankir Roberto Calvi, dan yang kabarnya bisa mengontrol kepolisian di bawah aturan mereka. De Pedis secara brutal ditembak mati dalam sebuah penyergapan oleh anggota geng mafia saingan pada tahun 1990 di sebuah jalan di daerah yang dikenal sebagai Campo de 'Fiori. Dan setelah banyaknya panggilan anonim yang masuk dalam acara tersebut, diyakini bahwa makam mafia ini mungkin benar-benar mengetahui rahasia kasus hilangnya Orlandi yang belum pernah ditemukan.

Menelusuri Misteri Orang Hilang Di Kota Vatikan
Gengster, Enrico De Pedis
Makam gangster De Pedis itu sendiri sedikit anomali. Meskipun dengan sejarah hidupnya yang cukup dikenal dengan kejahatannya, namun makamnya berada di Dei Basilika Opus dari Sant'Apollinare, dekat dengan Piazza Navona di pusat Roma, sebuah situs pemakaman suci yang sebagian besarnya disediakan hanya bagi mereka yang paling senior dan bergengsi dari para pejabat gereja. Penguburan seorang penjahat terkenal dan kejam di situs ini tidak pernah terjadi sebelumnya dan jelas melanggar hukum kardinal. Namun ada laporan tentang mengapa ia dikuburkan di situs makam senior tersebut. karena ia telah bertobat dari kejahatannya saat ia berada di penjara dan telah membuat sumbangan besar kepada gereja, serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan amal membantu orang miskin.

Anehnya, Vatikan menolak setiap upaya untuk membuka makam tersebut selama tujuh tahun, selama waktu itu, pada tahun 2008, mantan pacar De Pedis kembali hadir dengan informasi bahwa almarhum Uskup Agung Paul Marcinkus memiliki keterlibatan dalam mempekerjakan gangster, karena itu Vatikan menolak untuk membuka makam tersebut dan didukung rumor yang menyebar bahwa gereja Vatikan sengaja menutup-nutupi perihal tersebut. Sejak Poletti meninggal pada tahun 1997, tidak ada yang mampu untuk membongkar misteri ini, dan tidak ada yang tahu apa yang akan mereka temukan dalam makam misterius tersebut. Akhirnya, setelah banyak tekanan dari masyarakat dan keluarga Orlandi, Vatikan akhirnya setuju untuk membuka makam tersebut untuk melihat petunjuk yang mungkin terletak di dalamnya. Banyak yang berharap bahwa jenazah gadis yang hilang tersebut akan ditemukan di sana, di sebelah gangster De Pedis, atau mungkin jenazah De Pedis akan absen sama sekali.

Dan makam De Pedis tidak terlihat sebagai makam dari seorang yang rendah hati, seperti yang terlihat pada namanya yang terpampang di makamnya dengan taburan intan yang di perkirakan senilai £12.000. Ketika makam itu akhirnya dibuka untuk umum, mayat De Pedis ditemukan memang berada di dalam kubur tersebut, mengenakan setelan gelap dan dasi dan dalam kondisi yang cukup baik. Tidak ada mayat lain yang ditemukan di dalam kuburnya. Setidaknya, yang utuh. Tersebar di sekitar ruang bawah tanah, para peneliti menemukan sejumlah hal mengerikan lainnya dengan lebih dari 200 peti dengan berbagai macam tulang manusia tak dikenal. Penemuan itu begitu mengejutkan hingga pihak berwenang pergi untuk memeriksa kubah bawah tanah yang lebih tersembunyi untuk menganalisis sisa-sisa tulang belulang tersebut. Ditemukan bahwa mereka semua tampaknya adalah sisa-sia dari masa pra-Napoleon, tetapi dari hasil analisis DNA yang lebih mendalam. Sejauh ini, hasilnya tidak dapat disimpulkan, dan hilangnya Emanuela Orlandi tetap sebagai menjadi misterius.

Tokoh Exorcist Berbicara
Salah satu klaim paling mengerikan yang melibatkan hilangnya Orlandi datang pada tahun 2012 dari salah seorang pengusir setan gereja Katolik, Gabriele Amorth. Sang pengusir setan ini mengklaim bahwa ia telah memiliki pengalaman melakukan ribuan kali ritual eksorsisme, secara sensasional ia mengatakan bahwa Emanuella Orlandi diculik untuk dijadikan budak di pesta seks Vatikan yang kotor, setelah itu ia dibunuh dengan darah dingin, klaim mengejutkan tersebut tidak pernah di jawab oleh pihak Vatikan. Amorth yang berusia 84 tahun saat itu, yang ditahbiskan menjadi pendeta pada tahun 1954, juga mengatakan bahwa pesta seks diduga juga melibatkan anggota-anggota kedutaan asing dari berbagai negara. Amorth mengatakan kejadian tersebut demikian:

"Sebelumnya telah dinyatakan oleh almarhum Monsignor Simeone Duca, sebuah arsip di Vatikan, yang diminta untuk merekrut gadis-gadis untuk pesta dengan bantuan gendarme Vatikan. Saya percaya Emanuela berakhir di lingkaran ini. Saya tidak pernah percaya pada teori internasional (penculik teroris dari luar negeri). Saya memiliki motif sendiri untuk percaya bahwa ini hanyalah kasus eksploitasi seksual".

Untuk keadilan dari kasus ini, klaim pengusir setan ini tidak bisa dipandang sebelah mata, dan harus dilihat secara luas, karena Amorth telah membuat banyak laporan itu selama bertahun-tahun. Dia juga pernah menyatakan bahwa pemimpin Nazi Adolf Hitler dan diktator Rusia Josef Stalin keduanya mengalami kesurupan setan dan Paus Pius XII telah berusaha melakukan eksorsisme pada Hitler dari jarak jauh. Dia juga menyatakan bahwa serial populer buku Harry Potter merupakan hasil karya jahat dari setan.

Menelusuri Misteri Orang Hilang Di Kota Vatikan
Gabriele Amorth
Meskipun semua teori dan petunjuk masih gamang, namun beberapa potong dugaan bukti fisik yang kuat dari nasib Emanuela Orlandi telah muncul selama bertahun-tahun. Secara khusus, pada pagi hari tanggal 14 Mei 2001, sebuah tengkorak ditemukan di dalam gereja Gregory VII, yang berada didekat Vatikan. Tengkorak itu ditemukan tepat di dalam bilik pengakuan dosa, dan berukuran cukup kecil, serta kehilangan tulang rahang, serta dikemas bersamaan dengan gambar Padre Pio. Tes kemudian diluncurkan untuk melihat apakah itu mungkin adalah tengkorak Orlandi, tapi ternyata hasilnya negatif. Penampakan Emanuela terus muncul dari waktu ke waktu, di banyak lokasi yang berbeda, tetapi tidak ada yang benar-benar akurat.

Untuk semua janji-janji menggiurkan dari jawaban dan petunjuk yang salah, jawaban atas sosok gadis belia Emanuela Orlandi, dan seroang remaja hilang lainnya, Mirella Gregori, yang menghilang 40 hari sebelumnya, juga tidak pernah ditemukan. Keberadaan mereka tetap misteri hingga hari ini. Di sepanjang kasus ini, pihak gereja Vatikan diduga hanya menunjukkan sedikit minat untuk menelusuri kasus tersebut, dan ada banyak orang yang berpikir bahwa pejabat Vatikan tahu lebih banyak daripada yang mereka katakan. Salah satu penyidik ​​menyatakan:

"Masih ada yang masih hidup, dan ada di dalam Vatikan, yang tahu perihal yang sebenarnya".

Selama lebih dari empat dekade, misteri kasus orang hilang di Vatikan ini telah menghantui keluarga Orlandi, dan tetap sulit dipahami. Tidak ada bukti baru yang mengarah kepada kebenaran, semua tersangka yang hadir adalah spekulasi, klaim liar, dan teori-teori yang belum terbukti. Apa sebenarnya yang terjadi dengan gadis muda ini? Apakah dia adalah korban terorisme, kasus pelarian yang membingungkan, atau ada motif gelap lainnya yang mengarah kepada pekerjaan jahat dan intrik jauh di dalam salah satu lembaga keagamaan yang paling kuat di dunia ini? Sampai hari ini, tidak ada yang tahu pasti, dan kasus orang hilang di Vatikan ini tetap misterius dan belum terpecahkan sampai hari ini. Dan akhirnya hanya bisa berharap bahwa disuatu hari nanti Misteri ini akan terbongkar.

Memang, Vatikan telah lama di duga terlibat dalam skandal pedofilia dalam banyak kesempatan. Di sisi lain ada juga pihak yang berseberangan dari beberapa aliran Kristen non Katolik yang mengklaim bahwa Vatikan sendiri merupakan pusat dari pemujaan Lucifer secara terorganisir, konon sering melakukan ritual pengorbanan secara rahasia. Mereka mengklaim tuduhan ini dengan dukungan dari berbagai bukti yang ada di dalam Vatikan sendiri, beberapanya termasuk sejumlah besar patung-patung dewa-dewi pagan, simbol-simbol agama pagan kuno, tiang obelix di lapangan santo Petrus dan beberapa ritual yang diiringi nyanyian pemujaan terhadap Lucifer yang banyak mereka bahas dalam banyak video yang beredar di youtube.

Dan sebagai penulis di blog ini, saya pribadi tidak ingin berkomentar tentang susunan akhir di atas tentang klaim yang menyerang pihak Katolik Vatikan. Selain saya seorang muslim, disisi lain saya juga tidak ingin ikut campur atas klaim tersebut yang bisa berpotensi membuat panas pada kedua belah pihak baik Katolik maupun Non Katolik, dan penulisan diatas hanyalah bagian dari bahasan artikel misteri pada pertemuan kali ini tanpa ada niat untuk memprovokasi, Akhirul kalam "Bagimu agamamu, dan bagiku agamaku". Mohon maaf jika ada salah penulisan. Semoga bermanfaat dan Wassalamualaikum.

G+

Seorang yang cukup gila dalam sisi lain kehidupan, yang jelas saya normal dan please jangan banyak protes :p, visit my FACEBOOK

Related Posts

Previous
Next Post »

Saya sangat mengharapkan feedback dari pembaca mengenai postingan yang saya tampilkan. Komentar yang anda tulis harap di ketik dengan bahasa yang sopan, apabila saran dalam bentuk kritikan adalah kritikan yang membangun. Tidak meninggalkan link aktif, spamming (I do hate that), ataupun komentar yang tidak berhubungan dengan postingan.