Doom Bar, Gundukan Pasir Pemangsa Kapal

Doom Bar, Gundukan Pasir Pemangsa Kapal

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Ada tempat-tempat misterius di dunia ini yang tampaknya merasa lapar untuk terus menelan dan menghilangkan apa saja. Manusia, pesawat, kapal laut, dan semua yang telah pergi ke tempat-tempat ini dan menemui azab mereka, ditarik paksa dan ditelan oleh sebuah kekuatan alam dan atau mungkin oleh suatu kekuatan yang lebih dari itu. tempat-tempat seperti ini tampaknya seperti predator alam yang tak difahami, berbaring menunggu korbannya yang lengah untuk kemudian diterkam dan menyebabkan mereka menghilang tanpa jejak. Dan salah satu dari banyak tempat berbahaya seperti ini terletak di lepas pantai Inggris. Terbentang di antara perairan berombak dari hamparan pasirnya yang sebagian terendam air laut, tampaknya tidak berbahaya dan aman, namun siapa sangka tempat ini telah berhasil menjerat dan menelan ratusan kapal, berbagai upaya manusia untuk menghindari tempat jahat ini yang secara rakus menelan kapal hingga menjadikan tempat tersebut sebagai legenda yang dipenuhi kejahatan dan mitos tak terbantahkan.

Berbaring di mulut muara Camel River, di lepas pantai utara Cornwall, Inggris, di titik di mana sungai berkelok-kelok yang terhubung dengan Laut Celtic adalah gundukan pasir permanen yang saat ini dikenal sebagai Doom Bar, sebelumnya disebut sebagai Dunbar atau Dune bar. Sekilas hamparan pasir ini tampaknya hanya pasir sederhana, namun ada sesuatu yang tidak menyenangkan tentangnya. Terdiri dari pasir laut dan sedimen dari kulit kerang yang sebagian besar terhampar dalam serangkaian arus pasang surut yang kompleks, Doom Bar dalam banyak hal menyerupai seperti gundukan pasir lain yang ditemukan di daerah lain di bumi, namun ada hal lain yang tersimpan di dalamnya yang menyebabkan tempat ini memperoleh namanya sebagai "Doom Bar," atau "gundukan pasir malapetaka", meskipun asal usul nama ini berasal dari nama "Dunbar."

Doom Bar, Gundukan Pasir Pemangsa Kapal
Muara Camel, Lokasi dimana Doom Bar berada
Menurut tradisi setempat, Doom Bar terbentuk pada masa pemerintahan Henry VIII, yang saat itu merupakan Raja yang memerintah Inggris sejak tahun 1509 hingga 1547. Pada saat itu, pembentukan gundukan pasir baru ini mempresentasikan keadaan bagi masyarakat setempat, khususnya pelabuhan kota Padstow, dimana pelabuhan hanya bisa diakses oleh rute berbahaya melalui tebing-tebing tinggi yang berada disana. Dan kehadiran gundukan pasir ini menambahkan unsur bahaya pada bagian muara ini, gundukan ini kemudian menjadi terkenal karena menjadi sangat mematikan, membuat perjalanan kapal menjadi sulit. Dan kendala tambahan yang disebabkan oleh gundukan pasir ini adalah membuat rute yang sangat sulit untuk di navigasi, dan sejak saat itu Doom Bar memulai karirnya dengan merusak kapal-kapal yang berani mendekatinya.

Segera setelah pembentukannya selesai, banyak kapal hancur atau kandas di atas permukaan berpasir Doom Bar pada tingkat yang mengkhawatirkan, dan selama berabad-abad Doom Bar secara luas dianggap sebagai lokasi bahaya yang signifikan ke titik dimana banyak kapal menolak untuk mencoba melewatinya. Memang, sering dikatakan oleh pelaut, terutama selama badai menerpa, mereka lebih suka mengambil risiko untuk menabrak batu di sepanjang pantai daripada mencoba untuk berlayar melewati tempat terkutuk Doom Bar. Beberapa kapten kapal berani pergi berlayar jauh ke dalamnya untuk menerbitkan naskah rinci untuk menguraikan cara yang tepat menavigasi kapal di kanal ini, tapi tampaknya hanya berakhir dengan menjadi bangkai kapal di gundukan pasir ini. Banyak juga dari bangkai kapal-kapal ini disebabkan oleh hilangnya tenaga angin saat kapal berlayar dan didorong ke area di sekitar Stepper Point, yang pada gilirannya menyebabkan mereka terjatuh ke dalam area dimana hembusan angin menjadi tak menentu yang memaksa kapal langsung menuju Doom Bar, menjadikannya seolah-olah ada beberapa predator tak tampak dengan niat jahat yang sedang mengincar mangsanya. Upaya untuk menghindari bahaya yang ditimbulkan oleh gundukan pasir ini selalu terbukti sia-sia, karena mereka yang mencoba untuk datang dan berhenti dengan menjatuhkan jangkar ternyata tidak mampu berbuat apapun karena tak ada yang bisa dikait oleh jangkar tersebut, pergeseran pasir di bawah dan upaya lain seperti membuat cincin tambat di tebing hanya berhasil sedikit untuk menghentikan kapal-kapal yang terseret ke dalam Doom Bar.

Doom Bar, Gundukan Pasir Pemangsa Kapal

Rakusnya Doom Bar untuk memerangkap kapal dengan cara yang menakutkan ini tampaknya telah menarik rumor tahayyul di kalangan pelaut dan penduduk setempat bahwa Doom Bar ini terkutuk, angker, atau keduanya. Memang, cerita rakyat setempat mencerminkan sentimen ini, mereka mengatakan bahwa Doom Bar diciptakan oleh seorang putri duyung yang menyimpan dendam dan kemudian mengutuk tempat ini untuk tujuan balas dendam karena ia telah ditembak oleh seorang pria dari desa setempat. Menurut kisah tersebut, seorang pria bernama Tristram Bird suatu hari pergi berburu dan tanpa sengaja menemukan seorang gadis berparas cantik duduk di atas batu-batu pantai sedang menyisir rambut indahnya. Karena begitu terpesona dengan kecantikan gadis muda cantik yang baru ia temui ini membuatnya berani untuk memintanya menikah dengannya, tetapi bukannya mendapat penerimaan, pria tersebut malah ditolak mentah-mentah hingga memaksanya menjadi marah di mana lantas ia menembak putri duyung tersebut. Putri duyung itu kemudian mengutuk pelabuhan tersebut, dan pada hari berikutnya, tiba-tiba muncullah gundukan pasir di muara yang terdiri dari "bangkai kapal dan tubuh manusia yang tenggelam." Anehnya, ramai orang-orang yang sampai hari ini telah melaporkan mendengar suara-suara aneh, seperti suara ratapan tangis dari Doom Bar, terutama setelah badai terjadi, penduduk setempat mengklaim bahwa suara tersebut adalah suara jeritan hantu putri duyung. Ada juga laporan menarik dari penampakan putri duyung yang dikatakan sering terlihat menunggu di perairan dangkal di daerah tersebut dan menarik kapal-kapal yang malang masuk ke dalam Doom Bar. Hmm lantas apakah pasir itu benar-benar angker atau tidak, yang pastinya lokasi tersebut memang telah menjadi salah satu wilayah laut yang sangat berbahaya dari waktu ke waktu, dan ada banyak cerita yang tak terhitung dari kisah bangkai kapal yang ada di sini.

Selama abad ke 19, Doom Bar masih dalam bisnis aktifnya untuk merusak kapal pada tingkat yang mengkhawatirkan, dan berbagai upaya terus dilakukan untuk mencoba dan memperbaiki situasi ini. Salah satu dari upaya tersebut adalah pemasangan kapstan di tebing sekitarnya, namun upaya ini hanya memiliki pengaruh yang kecil. Sebuah solusi yang sangat ambisius diusulkan pada tahun 1846, ketika sebuah perusahaan Plymouth & Padstow Railway datang dengan ide untuk menyingkirkan Doom Bar hingga tak tersisa sama sekali. Perusahaan tersebut pertama kali berencana untuk membuat pemecah ombak untuk menghentikan masuknya pasir dan kemudian mengeruk gundukan pasir, pasir tersebut yang rencananya akan diangkut ke daerah lain untuk keperluan pertanian oleh kereta api yang diusulkan. Meskipun rencana itu akhirnya ditinggalkan, namun ide tersebut kembali diusulkan pada tahun 1858 oleh British Parliamentary Select Committee on Harbours for Refuge, yang sampai pada kesimpulan dimana proyek itu akan terlalu mahal dan tidak praktis, dan bahkan jika Doom Bar itu harus dikeruk maka kemungkinan tidak akan terelakkan lagi gundukan pasir itu akan muncul kembali.

Doom Bar, Gundukan Pasir Pemangsa Kapal

Lantas rencana lain dipertimbangkan juga oleh para pejabat setempat yang semakin frustrasi, termasuk membangun dua dinding besar untuk memandu dan menggerakan air yang berada di sana, tapi hal ini tidak cukup praktis. Ide lainnya adalah untuk mengeruk bagian besar dari tebing di dekat Stepper point dalam rangka meningkatkan aliran angin melalui arah bagian dalam untuk lebih memberikan kontrol kapal dalam memanuver gerakan, dan tentu saja bagian dari tebing itu sebenarnya akan sangat susah untuk digali. Usaha lain yang diterapkan adalah penempatan permanen dari sebuah sekoci sepanjang 23 kaki yang tertambat di Padstow oleh Lembaga Life Boat, dan pembangunan berikutnya adalah rumah sekoci, dengan misi khusus untuk membantu kapal yang terdampar di Doom Bar. Di akhir abad ke 19 dan abad ke 20, solusi utama untuk ancaman Doom Bar adalah pengerukan rutin kanal ini dan pembuatan muara di sekitarnya, yang mana hal tersebut merupakan kegiatan yang masih berlanjut hingga hari ini, dengan sekitar 120.000 ton pasir diangkut dari Doom Bar di tahun 2009 saja. Bahkan dengan pengerukan tak kenal lelah ini masih dipenuhi teka-teki, yakni Doom Bar ini terus meregenerasi dirinya sendiri hampir secepat dengan berkurangnya karena upaya pengerukan, dan ia belum sepenuhnya kalah.

Meskipun dengan segala upaya dan kemajuan teknologi, Doom Bar terus aktiv dalam mengkoleksi bangkai kapal, atau membalikkan kapal hingga hari ini pada tingkat yang mengejutkan, dengan lebih dari 600 insiden, terhitung sejak pencatatan dimulai pada abad ke 19. Seperti di tahun 1997, dua nelayan tewas ketika kapal mereka terbalik di gundukan pasir ini dan mereka terombang-ambing ke wilayah laut berbahaya tanpa rakit, kejadian serupa terulang pada tahun 1994, dan pada tahun 2007 dua kapal pesiar juga terdampar di sana, hingga memerlukan penyelamatan helikopter. Tampaknya Doom Bar selalu aktiv untuk mencari korban baru.

Gundukan pasir pemangsa ini tidak hanya menelan kapal saja, juga ada cukup banyak hal lainnya yang ia mangsa yang berada di dalam jangkauannya. Sekitar 4.000 tahun yang lalu, selama kenaikan permukaan laut besar terakhir di daerah ini, pasir di sini telah memakan seluruh hutan yang pernah ada di dataran berhutan di dekat Cornwall. Dan di hari ini, hutan tersebut telah terendam, terduduk di ujung timur Doom Bar, bekas batang pohon dan rangkanya menyembul dari bawah seperti makhluk laut yang aneh. Dan gundukan pasir ini yang terus bergeser juga telah disalahkan untuk menerkam rumah dan struktur bangunan lainnya yang berada di dekat pantai.

Selain kebiasaan gundukan pasir ini yang tidak hanya menjebak dan merusak kapal, salah satu fitur lain yang lebih meresahkan dari keberadaan Doom Bar ini adalah, ia juga menenggelamkan kapal. Memang, ada banyak kapal yang telah memenuhi akhir takdir mereka di sini telah pergi menghilang di bawah pasir dan tidak pernah terlihat lagi. Salah satu laporan tersebut yang paling terkenal adalah dari sebuah kapal perang dengan 12 meriam bernama HMS Whiting, yang kandas pada tanggal 15 September 1816. Kapal perang ini dihentikan oleh Doom Bar, HMS Whiting ditinggalkan oleh awaknya setelah kapal itu tidak bisa lagi diselamatkan, dan peristiwa ini yang menyebabkan pengadilan dan hukuman kepada Letnan John Jackson dan tiga anggota awak kapalnya karena tuduhan desersi. Menariknya, setelah kecelakaan itu, kapal tersebut secara perlahan ditelan oleh Doom Bar dan menghilang, seakan-akan sedang dikonsumsi dan dicerna oleh monster besar yang bersembunyi di dalam Doom Bar. Upaya baru-baru ini di bulan Mei tahun 2010 oleh Nautical Archaeology Society telah gagal untuk mencari jejak bangkai kapal HMS Whiting dan keberadaannya masih tetap tidak diketahui.

Doom Bar, Gundukan Pasir Pemangsa Kapal

Laporin lain yang terkenal dan misterius berasal dari sebuah kapal yang menghilang tanpa jejak adalah kasus kapal kargo seberat 1.118 ton yang bernama Antoinette, dan kasus ini adalah peristiwa tentang kapal terbesar yang diketahui telah dibenam oleh Doom Bar. Pada tahun 1895, Antoinette sedang dalam perjalanan ke Brasil dengan beban batubara berat ketika kandas dan harus ditarik oleh kapal uap. Namun selama upaya derek ini, seperti ada kekuatan misterius yang menarik kapal tersebut tepat ke arah Doom Bar, setelah itu kapal tersebut segera tenggelam. Sementara para kru diselamatkan, kapal dan muatannya menghilang. Kapal kargo Antoinette sepertinya menolak untuk tenggelam sepenuhnya, seolah-olah Doom Bar tidak ingin membiarkan pergi terbenam di bawah pasir, dan ketika kapal itu tertutup oleh arus pasang dan beristirahat di gundukan pasir, maka ia bisa menjadi ancaman untuk kapal lainnya yang berada di jalurnya. Konon ada yang mencoba untuk menghancurkannya dengan bahan peledak tapi kapal karam tersebut masih tetap berada disana, sebelum perlahan-lahan ditelan oleh pasir dan menghilang sepenuhnya. Dan segala upaya untuk menindaklanjuti pencarian untuk sisa-sisa kapal ini tidak menghasilkan apa-apa. Kapal itu menghilang begitu saja.

Pada bulan Februari 2010, gundukan pasir ini memuntahkan sebagaian kapal karam yang telah lama terkubur di dalamnya, berbagai bentuk dari sisa-sisa kapal karam muncul dan bertumpuk di muara. Kemunculan tiba-tiba ini tentu saja mengacaukan pihak berwenang pelabuhan, dan pada awalnya muncul spekulasi, yakni sisa-sisa kapal karam yang muncul tersebut adalah sebuah perahu nelayan yang disebut Triumph, yang telah menghilang tanpa jejak di Doom Bar pada tahun 1912, tetapi analisis lebih lanjut meyakinkan banyak sejarawan, bahwa kapal itu sebenarnya adalah sisa-sisa kapal Antoinette yang telah lama hilang, ia kembali muncul dari liang pemakamannya. Kepala pejabat pelabuhan setempat Rob Atkinson mengatakan: "Ini terlihat seperti kapal kayu dan kami tampaknya berpikir bahwa itu adalah reruntuhan Antoinette dari tahun 1895." Sebagaimana saat ia berakhir, Antoinette sekali lagi menjadi bahaya laut tersendiri, dan otoritas setempat telah menandainya dengan pelampung sebagai tindakan pencegahan keamanan dari tubrukan kapal yang tak terhindarkan. Demikian juga, ada juga orang-orang yang mencoba untuk menghancurkannya, khususnya ketika Royal Navy Bomb Disposal Unit menggunakan bahan peledak untuk mencoba menghancurkannya menjadi potongan-potongan kecil yang lebih mudah dikelola. Usaha mereka menemui kegagalan, dan kecelakaan tetap terjadi, hingga mengarah ke upaya lebih lanjut untuk membongkar kapal itu dengan menggunakan gergaji.

Kemisteriusan Doom Bar masih menangkap imajinasi manusia untuk hari ini. Telah disebutkan berkali-kali dalam puisi dan sastra, serta menginspirasi terciptanya bir baru yang disebut Doom Bar, yang di buat oleh Sharp Brewery, yang dengan cepat pula menjadi bir dengan penjualan tercepat di Inggris sepanjang masa. Di zaman modern saat ini, Doom Bar biasanya hanya berkuruan sekitar 0,4 mil persegi di daerah tersebut, tetapi ia terus bergeser dalam ukuran pasir yang terus bergerak, yang menyebabkannya berubah menjadi berbagai bentuk yang tak terduga serta dalam berbagai ukuran. Doom Bar masih terduduk di muara ini menentang berbagai upaya manusia untuk menaklukkan atau memahaminya. Mungkin suatu hari Doom Bar akan memerintah di lain tempat, tapi untuk saat ini ia masih sabar terduduk dan menunggu mangsa yang tidak curiga akan bahayanya, ia berselimut dan dikelilingi oleh kabut legenda dan mitos yang terus menerus menimbulkan tanda tanya bagi kita. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda, Wassalamualaikum.

Trims :)

G+

Seorang yang cukup gila dalam sisi lain kehidupan, yang jelas saya normal dan please jangan banyak protes :p, visit my FACEBOOK

Related Posts

Previous
Next Post »

Saya sangat mengharapkan feedback dari pembaca mengenai postingan yang saya tampilkan. Komentar yang anda tulis harap di ketik dengan bahasa yang sopan, apabila saran dalam bentuk kritikan adalah kritikan yang membangun. Tidak meninggalkan link aktif, spamming (I do hate that), ataupun komentar yang tidak berhubungan dengan postingan.