Rencana Reka Ulang Tragedi Menara Kembar 9/11

Rencana Reka Ulang Tragedi Menara Kembar 9/11

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Teroris adalah julukan dan gelar khusus yang diberikan oleh para penyembah setan kepada umat islam saat ini sebagai istilah untuk memaksa umat islam menanggalkan keyakinannya, meskipun jumlah teror sepanjang sejarah yang paling sering terjadi dilakukan oleh non muslim, namun gelar teroris ini tetap dipaksakan hanya untuk umat islam saja, faktanya kita bisa menyaksikan penjajahan terorganisir yang dilakukan oleh China terhadap Tibet dan Xinjiang di anggap bukanlah tindakan teroris, karena pelakunya bukanlah islam tetapi China, Pembantaian umat muslim di Afrika Tengah yang dilakukan oleh umat kristen juga bukanlah aksi teroris, sekali lagi karena pelakunya bukan Muslim. Ditambah lagi dengan kelompok rasis Ku Klux Klan yang ekstrim, Hindu ekstrim di India, Nushairiyah yang dengan senang hati membunuhi umat islam syiria dan iraq, Budha myanmar yang dengan kejamnya membunuhi kaum minoritas Rohingya hingga seorang tokoh pembantai jutaan rakyat suku asli Amerika si bedebah Columbus malah mendapat gelar bapak penemu Amerika, dan dari semua tindakan kebiadaban itu tetap saja mereka dianggap bukan teroris oleh dunia, dan ada list panjang lainnya dari kebiadaban dan kekejaman luar biasa yang dilakukan oleh non muslim yang di cap "bukan teroris", namun bagi saya pribadi, mereka yang melakukan semua aksi kejahatan itu adalah nenek moyangnya teroris.

Tidak seperti di indonesia dimana rakyatnya terlalu cepat dan mudah percaya begitu saja atas semua kebohongan media, di Amerika Serikat sendiri, rakyatnya malah lebih intelek dan membuka mata untuk menilai semua aksi-aksi teror ini, buktinya ada banyak hasil polling yang menunjukkan bahwa aksi serangan teror 9/11 justru mayoritas dipercaya berasal dari "dalam". Selama bertahun-tahun telah terjadi perdebatan panjang tentang siapa pelaku sesungguhnya dari serangan "terorganisir" ini. Tentu saja ada terlalu banyak pertanyaan yang hadir dari melimpahnya keganjilan dalam serangan tersebut. Semua keganjilan ini menimbulkan gagasan tentang teori konspirasi bagi mereka yang mau berfikir, namun tidak bagi mereka yang terlalu tolol, bodoh dan idiot!

Demi untuk melakukan pembuktian secara ilmiah dari tragedi World Trade Center, seorang warga Amerika serikat di Thailand ingin menciptakan reka ulang tabrakan jet 9/11 untuk menyelesaikan perdebatan apakah menara kembar World Trade Center runtuh oleh pesawat atau karena runtuh melalui sebuah ledakan terkendali. Yang menjadi pertanyaan saat ini, siapa orang ini dan bisakah dia melakukannya?

"Kami akan membeli pesawat 747 atau yang setara, yang akan berfungsi diluar layanan biasa, kami akan mengisinya penuh degan bahan bakar jet, kami juga akan membeli sebuah bangunan yang akan dirobohkan di daerah pedesaan, dan kami akan menabrakkannya di kecepatan 900km per jam ke arah gedung itu".

Pria yang ingin melakukan pembuktian ini bernama Paul Salo, seorang pengusaha kaya berbasis di Thailand kelahiran Amerika, ia memiliki bisnis menjual dan menyewakan rumah kepada ex-patriat. Ia juga yang mencoba untuk mengumpulkan dana sebesar $ 1.500.000 dari kampanye crowdfunding yang disebut "September 11 Redux" yang baru-baru ini ditutup di Indiegogo tetapi telah direncanakan untuk dimulai di tempat lain, ia berharap untuk membeli sebuah pesawat boeing 747 yang telah non-aktiv, melengkapinya dengan pilot remote control dan kamera, mengisinya dengan bahan bakar jet dan simulasi penumpang serta membeli sebuah gedung pencakar langit kosong yang nantinya akan ditabrak oleh pesawat tersebut. Para penyumbang bisa mendapatkan sebuah T-shirt ($ 125), potongan puing-puing ($ 1.000) atau barisan depan kursi pada acara tersebut ($ 5.000). Salo mengatakan:

"Jika ada hanya sebuah lubang asap di dalam gedung dan tidak ada apapun yang terjadi, Anda tahu bahwa itu hanya hoax, kan? Karena itu jelas, ya kan? Tentu, beberapa orang mungkin akan marah, tapi kami pantas untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi".

Rencana Reka Ulang Tragedi Menara Kembar 9/11
Paul Salo
Sepertinya ide Salo ini cukup brilian (jika itu memungkinkan) meskipun memicu perasaan tidak hormat untuk membuka kembali luka masa lalu dari korban tragedi WTC. Salo mengatakan "Saya tidak punya keinginan untuk mengecilkan makna heroisme pada hari yang ditentukan.", Pertanyaan yang jelas adalah, "Akankah ini hanya rekreasi?, Oke jika hal ini bisa terjadi, apakah ini bisa menjadi bukti? "Abolhassan Astaneh-Asl, seorang profesor teknik struktural di University of California di Berkeley yang mempelajari keruntuhan World Trade Center bersaksi pada sidang kongres 9/11, mengatakan ini tidak akan membuktikan apapun.

"Apa yang mereka rencanakan adalah benar-benar tidak berarti dari sudut pandang ilmiah dan sudut pandang engineering. Kecuali anda memiliki gedung yang sama persis, pesawat yang sama dan anda menabraknya di tempat yang sama dengan kekuatan yang sama persis. Jadi itu tidak berarti apapun. Benar-benar tidak berarti".

Logika seperti di atas memang tidak akan menghentikan orang-orang kaya yang suka melakukan apa pun yang mereka inginkan, tetapi instansi pemerintah mungkin akan mengakhiri proyek Salo sebelum dimulai. Meski badan pemerintah Amerika Serikat FAA tidak memiliki yurisdiksi atas negara Thailand, tetapi lembaga penerbangan di negara itu mungkin bisa melakukan sesuatu untuk warga negara non-Thailand yang berencana dengan sengaja menabrak sebuah jet penumpang pada salah satu bangunan di daerah metropolitan. Ya tentu saja memungkinkan segala macam hal yang bisa menyebabkan kepanikan, lantas ada kru darurat, kru keselamatan, kru bersih-bersih, agen asuransi dan daftar lainnya yang tampaknya tak berujung.

Rencana Reka Ulang Tragedi Menara Kembar 9/11

Namun tetap saja orang kaya seperti Salo bisa melakukan apapun yang mereka inginkan. Hmm oke, lantas jika dilakukan dengan benar untuk menciptakan atau mensimulasikan tragedi 9/11. Apakah dia bisa melakukannya? Jika dia melakukannya, apakah itu akan menyelesaikan sengketa perdebatan tentang apa yang sebenarnya meruntuhkan gedung WTC? Memang ada banyak pendapat menilai bahwa gedung WTC runtuh karena ledakan terkoordinir dai bagian basement gedung, terbukti dengan cara runtuh kedua gedung ini sangat rapi, bahkan para ahli peledak bangunan saja masih sering melakukan kesalahan dalam meruntuhkan bangunan yang berakhir gedung runtuh ke samping dan merusak bangunan lainnya meskipun sudah diperhitungkan dengan sedetil mungkin.


Namun apapun dan siapapun yang menyerang gedung WTC adalah teroris sebenarnya, meski tuduhan ini di arahkan kepada Osama Bin Laden, namun Osama sendiri tidak pernah mengakui bahwa dia yang melakukan serangan ini, tidak seperti serangan-serangan sebelumnya dimana ia memang mengaku bertanggung jawab.

Rakyat Amerika Serikat saat ini masih dibingungkan dengan perdebatan tragedi 9/11, pemerintah tetap mengusulkan bahwa pelaku penyerangan tersebut adalah kelompok teror, sementara banyak rakyat Amerika tidak setuju dengan usulan ini setelah banyak dari mereka mempelajari rekaman yang ada, menelaah dan mengambil kesimpulan dari berbagai sudut pandang hingga menghadirkan wacana bahwa tragedi WTC murni perbuatan orang dalam. Dan tentu saja kita mengutuk siapapun yang bertanggungjawab dan yang mengorbankan nyawa orang lain demi kepentingan tertentu dengan alasan apapun. Aksi teror saat ini juga tidak hanya dilakukan oleh kelompok-kelompok yang dituduh sebagai kelompok ekstrim fundamentalis saja, faktanya para premanisme negara dan pasukannya juga melakukan kejahatan teror ini, dan menghasilkan kesimpulan yang sama yakni pelaku teror adalah teroris itu sendiri, tidak perduli berasal dari mana mereka, resmi atau tidak, muslim atau bukan, teroris tetaplah teroris. Semoga anda berfikir dan Wassalamualaikum.

Baca Juga; Columbus Si Pembantai Berdarah Dingin
Trims :)

G+

Seorang yang cukup gila dalam sisi lain kehidupan, yang jelas saya normal dan please jangan banyak protes :p, visit my FACEBOOK

Related Posts

Previous
Next Post »

Saya sangat mengharapkan feedback dari pembaca mengenai postingan yang saya tampilkan. Komentar yang anda tulis harap di ketik dengan bahasa yang sopan, apabila saran dalam bentuk kritikan adalah kritikan yang membangun. Tidak meninggalkan link aktif, spamming (I do hate that), ataupun komentar yang tidak berhubungan dengan postingan.