Misteri Kutukan Gelap Dunia Musik

Misteri Kutukan Gelap Dunia Musik

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Musik adalah bagian tak terhapuskan dari sifat manusia yang memiliki dampak yang mendalam karena tidak lekang oleh waktu. Ia memiliki kemampuan yang kuat untuk mempengaruhi suasana hati kita, pikiran kita, dan jiwa kita, termasuk hidup kita. Harus diakui bahwa beberapa hal memang memiliki kekuatan untuk membentuk dan mempengaruhi kita seperti yang dilakukan oleh musik, sehingga tidak mengherankan bahwa dunia musik sering kali misterius atau bahkan menyeramkan dari perpaduan keindahan seni atau pengaruhnya. Sejarah penuh dengan kisah-kisah yang aneh seram dengan legenda yang mengaitkan musisi, lagu, dan bahkan ada pada seluruh genre musik, banyak yang tampaknya melampaui penjelasan duniawi dan mendorong masuk ke dalam dunia supranatural. Di sini kita akan mengeksplorasi sesuatu yang aneh dari musik, kutukan, dan bahkan penawaran dengan Iblis yang bekerja dengan cara aneh, dunia misterius yang bersembunyi di balik dunia yang dikenal dalam musik, dan menetes dengan petunjuk dari sebuah suara yang terdengar menyenangkan, menghadirkan sensasi memabukkan serta ketakutan dari dunia kesuraman jiwa dan supranatural.

Kutukan Lagu Gloomy Sunday
Salah satunya yang paling terkenal dengan resapan kutukan dalam dunia musik adalah sebuah lagu terkutuk yang pada sepotong awalnya disusun oleh seorang pianis Hungaria dan komposer Rezső Seress di tahun 1933, lagu ini pada awalnya berjudul vege a világnak (dunia ini sedang berakhir). Lagu ini kemudian lebih dikenal dengan sebutan Gloomy Sunday (Minggu Suram), sebuah lagu kesedihan tanpa henti, menghantui setiap orang yang mendengarnya, lagu ini dimaksudkan untuk menggambarkan keputusasaan yang mendalam dari keadaan perang, dan diakhiri dengan doa muram tentang dosa yang dilakukan oleh manusia. Lagu tersebut kemudian digubah oleh seniman lainnya, seperti yang dilakukan oleh seorang penyair bernama László Jávor, yang menulis versi baru terutama pada bagian yang menyedihkan dari lagu ini yang kemudian berjudul Szomorú vasárnap (Sad Sunday/Minggu Sedih), yang menekankan keinginan untuk membunuh diri setelah kematian kekasih , serta versi bahasa Inggris pertama dari lagu ini adalah Gloomy Sunday, ini yang dimainkan oleh Hal Kemp pada tahun 1936. lagu ini kemudian terkenal karena menjadi lagu yang sangat sangat sedih dan melankolis, tetapi tak hanya itu saja, lagi ini segera menjadi semakin terkenal karena serangkaian peristiwa jahat yang dihadirkannya, yang membuatnya mendapat julukan baru yakni "The Hungarian Suicide Song" (Lagu bunuh diri Hungaria).

Tidak lama setelah lagu ini dirilis, pihak berwenang Hungaria melihat lonjakan yang signifikan dan angka yang mengkhawatirkan dalam jumlah kasus bunuh diri yang terjadi di seluruh negeri, yang bertepatan dengan meningkatnya popularitas lagu. Di duga bahwa lagu itu begitu sangat suram, sepi dan menyedihkan dan berakibat benar-benar mendorong orang untuk melakukan bunuh diri. Dan tidak butuh waktu lama bagi media untuk mengaitkan link mengerikan antara lagu Gloomy Sunday dan gelombang angka kasus bunuh diri, dan tentu saja menjadi berita utama nasional. Dengan semua gembar-gembor dan jumlah yang semakin meningkat dari kasus bunuh diri yang sedang dikaitkan dengan lagu tersebut, pemerintah kemudian memberlakukan larangan pemutaran lagu Gloomy Sunday secara nasional. Larangan ini segera bergabung dengan larangan serupa terhadap lagu ini di London, Inggris, larangan yang tidak akan dicabut hingga sampai pada tahun 2002.

Dengan semua publisitas buruk ini, komposer asli lagu ini sendiri, Seress membuat klaim mengerikan bahwa ia menulis bait lagu itu untuk mengenang pacarnya, yang juga melakukan bunuh diri. Dan yang membuatnya menjadi lebih menyeramkan adalah Seress juga berusaha untuk bunuh diri, ketika ia melompat dari balkon hotel di kota Budapest. Meskipun ia selamat dari upaya itu, kemudian ketika ia dirawat di rumah sakit karena lukanya dari usaha bunuh diri yang dilakukan sebelumnya, Seress malah mencekik dirinya sendiri sampai mati dengan kawat tembaga, menambah sisi mistik gelap dan legenda yang terus menghantui di sekitar lagu hit ciptaannya yakni tentang bunuh diri.

Misteri Kutukan Gelap Dunia Musik

Larangan, laporan media seram, dan kematian serta kontroversi seputar Gloomy Sunday telah menghadirkan upaya yang tidak sedikit untuk menghentikan popularitas lagu tersebut, dan lagu itu malah menjadi semakin terkenal di seluruh Eropa dan bahkan di Amerika Serikat, di mana lagu itu digubah oleh Paul Robeson dan juga oleh seorang musisi terkenal Amerika yang bernama Billie Holiday. Anehnya, lagu terkutuk versi Billie Holiday ini juga disalahkan untuk peningkatan kasus bunuh diri, menciptakan pusaran rumor bahwa lagu masih mempertahankan kutukan gelapnya, kemampuan untuk menanamkan pikiran pada manusia yang mendengarnya untuk melakukan bunuh diri. Secara khusus, lagu Gloomy Sunday versi Billie Holiday ini disalahkan sebagai penyebab kematian orang-orang yang akan bunuh diri atau terjadi beberapa hari atau beberapa jam setelah mendengarkan lagu itu. Dan sampai ke satu titik di Amerika dimana pemuutaran lagu itu di stasiun radio dan di klub malam segera dilarang, namun beberapa negara bagian lainnya secara tidak resmi melarang lagu tersebut. Saat di sekitar waktu tersebut diakui bahwa lagu Gloomy Sunday masih harus dibayar dengan kematian yang menyedihkan, berikut beberapa bait lagu suram Gloomy Sunday:

Sunday is gloomy, my hours are slumberless

Dearest the shadows I live with are numberless

Little white flowers will never awaken you

Not where the black coach of sorrow has taken you

Angels have no thought of ever returning you

Would they be angry if I thought of joining you?
Gloomy Sunday
Gloomy is Sunday, with shadows I spend it all
My heart and I have decided to end it all
Soon there’ll be candles and prayers that are sad I know
Let them not weep let them know that I’m glad to go
Death is no dream for in death I’m caressing you
With the last breath of my soul I’ll be blessing you
Gloomy Sunday

Apakah lagu Gloomy Sunday memang benar-benar terkutuk? Apakah lagu itu memiliki kegemaran tertentu untuk menanamkan kepada para pendengar sebuah kegilaan dan keinginan untuk mengakhiri hidup mereka sendiri? Hal ini sangat mungkin meski kita tidak akan pernah tahu. Gloomy Sunday tentu bukan satu-satunya lagu yang memiliki aura ancaman kematian untuk itu. Salah satu lagu lain yang tampaknya telah merangkak naik menjadi sebuah pertanda kemalangan dan kematian adalah seorang ikon 1969 Frank Sinatra dengan lagu favorit yang berjudul "My Way". Ditulis oleh Paul Anka dan dinyanyikan oleh Frank Sinatra, "My Way" kemudian menjadi salah satu lagu yang paling dikenal dan terkenal dalam perpustakaan seni musik. Selama di Filipina, lagu ini menjadi sangat favorit di klub karaoke di mana-mana di negara itu, tetapi ketenaran lagu ini menjadi jalan jahat yang mulai terbentuk, yang segera meluncur ke dalam jajaran lagu yang paling berbahaya yang pernah diciptakan.

Frank Sinatra - My Way
Untuk beberapa alasan yang masih tidak jelas, lagu Frank Sinatra klasik ini hadir dan menjadi sinonim dengan jumlah yang luar biasa tinggi dari perkelahian, perilaku nakal, dan pembunuhan di Filipina. Di negara filipina, karaoke sangat populer, lagu My Way tampaknya memiliki cara untuk membawa keluar sifat buruk dari orang-orang, yang tampaknya lagu ini memiliki seperti bisa menanamkan kebencian, perkelahian brutal yang berakhir dengan kematian dan setidaknya ada selusin korban dalam dekade terakhir, dan tidak ada yang tahu pasti mengapa. Pihak berwenang juga telah berusaha untuk menghadirkan beberapa jawaban, mengaitkan kematian dengan suasana gaduh dari karaoke Filipina, alkohol, dan campuran popularitas lagu yang dikombinasikan dengan kurangnya kesabaran orang-orang yang juga ingin bernyanyi atau mereka yang melanggar etika berkaraoke, seperti memonopoli mikrofon, memilih lagu yang sudah dinyanyikan, atau tertawa dan mencemooh dari pertunjukan mereka yang dianggap tidak memuaskan. Apakah kematian yang terkait dengan lagu My Way ini adalah indikasi dari kutukan misterius yang mewarisi lagu itu sendiri, atau akibat dari banyaknya alkohol yang menjadi bahan bakar untuk kekacauan di lokasi karaoke?

Misteri Kutukan Gelap Dunia Musik
Frank Sinatra
Memang, perkelahian dan pembunuhan tampaknya menjadi hal biasa di antara banyak bar karaoke di negara itu, tetapi sepertinya lagu My Way yang tampaknya paling menghasut. Secara perlahan-lahan akhirnya lagu ini telah menjadi tidak begitu terkenal lagi di negara ini dan banyak orang sudah menolak untuk menyanyikannya, bahkan pada pertemuan keluarga, lagu tersebut telah dilarang dari daftar putar karaoke yang tak terhitung jumlahnya. Lagu My Way dan kekerasan tampaknya saling terkait di belakangnya, yang memunculkan banyak legenda urban di kalangan orang Filipina, dan semua pembunuhan itu telah berhasil menciptakan ikon judul bagi diri mereka sendiri melalui kejahatan, yakni yang disebut "The My Way Killings." Ada beberapa orang yang masih bersedia untuk berani mencoba menyanyikan lagu My Way di sebuah bar karaoke di sini. Tidak ada yang yakin seberapa banyak sebenarnya orang yang telah meninggal karena lagu Sinatra tersebut, tetapi tampaknya di Filipina mungkin bukan ide yang baik untuk mencoba menyanyikan lagu ini di tempat-tempat karaoke.

Kutukan Simfoni Kesembilan
Ada juga lagu lain yang berisi kutukan yang cukup terkenal dan disebut kutukan kematian Symphony Kesembilan. Telah lama menjadi legenda bahwa bagi mereka yang berani untuk menggapai level Symphony Kesepuluh akan dikutuk dengan kematian dini. Kutukan ini terbatas pada musik klasik saja, dan tampaknya para komposer akan segera bertemu azab mereka setelah mereka menyelesaikan Ninth Symphony. Dan kematian Beethoven setelah ia menyelesaikan Symphony Kesembilan adalah kasus yang paling terkenal, ada banyak seniman klasik lainnya yang telah diduga mengalami nasib yang sama.

Kutukan aneh ini mungkin berawal dari seorang komposer Austria bernama Gustav Mahler, dimana setelah ia menyelesaikan Symphony kesembilan-nya dan saat ia memulai yang kesepuluh, ia meninggal sebelum simfoni yang kesepuluh-nya selesai, meskipun pada awalnya ia cukup meyakini dirinya sebagai salah seorang dari sedikit orang yang bisa mengalahkan kutukan. Seorang komposer terkenal bernama Anton Bruckner juga diketahui telah meninggal sebelum menyelesaikan Symphony Kesepuluh, dan ia memang menyadari ada kutukan yang bekerja saat ia membuatnya. Memang, ada daftar panjang dari para komposer yang tampaknya telah menjadi korban "kutukan aneh ini," termasuk Schubert, Dvořák, Spohr, Kurt Atterberg, Elie Siegmeister, Alfred Schnittke, Roger Sessions, Egon Wellesz, Ralph Vaughan Williams, Peter Mennin, Jean Sibelius, Vaughan Williams, dan Malcolm Arnold. Apakah mungkin ada batas-batas tidak jelas dalam level simfoni? mistis, dan mungkinkah symphony di atas 9 memiliki kaitan dengan kutukan?

Misteri Kutukan Gelap Dunia Musik
Ludwig van Beethoven
Di kasus lain, angka 9 tampaknya memiliki cara untuk merayap ke jalan menyeramkan dari misteri dunia musik. Memang, ada banyak tahayyul tak terhapuskan yang terikat dengan sebuah grup ternama The Beatles, John Lennon yang tampaknya paling dekat dengan 9 ini. Lahir pada tanggal 9 Oktober di 1941, Lennon adalah bagian dari The Beatles, yang terbentuk pada tanggal 9 November, 1961. Band ini bermula tampil di Ed Sullivan Show pada 9 Februari 1964, bermain bersama selama 9 tahun, dan Lennon sendiri direncanakan akan ditembak dan dibunuh pada 8 Desember di AS, dan pada tanggal 9 Desember ia tewas di kota kelahirannya Liverpool, Inggris.

Kutukan Lagu Buddy Holly
Beberapa hal lainnya yang membawa kita pada aspek lain dari kutukan seni musik, dimana beberapa seniman musik tampaknya terikat dengan kutukan ini. Dan salah satu dari kutukan tersebut yang paling panjang terkait dengan akhir dari seorang musisi Amerika yang cukup tenar, Buddy Holly. Pada tanggal 3 Februari 1959, sebuah pesawat yang membawa Buddy Holly, Ritchie Valens, La Bamba, dan Jiles Perry Richardson, "The Big Bopper," yang terkenal dengan hits-nya Chantilly Lace, jatuh selama acara musik yang disebut The Winter Dance Party Tour. Ini adalah sebuah tragedi mengerikan yang mengguncang dunia musik dimana insiden itu sering disebut sebagai "The Day the Music Died." dan juga merupakan awal dari apa yang akan disebut kutukan Buddy Holly.

Misteri Kutukan Gelap Dunia Musik
Buddy Holly
Awan misteri aneh tergantung di atas peristiwa kematian Holly dan dugaan adanya kutukan sudah terbentuk sebelum pesawat yang mereka tumpangi take off. Tidak lama sebelum Tour Musim Dingin Dance Party, baik Holly dan istrinya, Maria Elena, diduga diganggu oleh banyak hal aneh, mimpi tentang kebinasaan. Dalam satu mimpinya, Maria mengaku telah menyaksikan sebah bola api dahsyat yang jatuh dan menghancurkan sebuah lapangan dan meninggalkan kawah berasap, dan dalam klaim Holly lainnya ia bermimpi dimana ia berada di pesawat dan menurunkan Maria ke bagian atas sebuah bangunan dengan maksud untuk datang kembali padanya, tetapi dia tidak pernah kembali. Mimpi ini dilaporkan sangat mengganggu Holly. Sebuah firasat menakutkan lainnya terjadi sebelum penerbangan naas itu. Pada tahun 1958, seorang sound engineer, produser dan penulis lagu bernama Joe Meek diduga telah memperingatkan Holly bahwa ia telah melihat pembacaan kartu tarot dan memberitahu bahwa Holly akan mati pada tanggal 3 Februari. Pada saat itu, Holly hanya mengabaikannya saja, tanggal 3 yang dimaksud sudah berlalu, namun ia jatuh dan mati pada tanggal 3 Februari di tahun berikutnya.

Pada hari-hari menjelang kecelakaan itu, ada banyak kecelakaan dan nasib buruk pada acara Winter Dance Partai Tour, seperti bus tur yang mogok, pemanas ruangan Hotel yang tiba-tiba tidak bekerja, banyak kesulitan teknis, dan drummer Holly, Carl Bunch, mengalami radang dingin di kakinya yang memaksa dia untuk menarik diri dari tur tersebut. Ketika penerbangan akhirnya datang, pesawat sewaan kecil ini tidak memiliki cukup ruang untuk membawa semua orang. The Big Bopper mampu mengamankan kursi di pesawat karena dia mengalami serangan flu dan meyakinkan anggota band lainnya, Holly Waylon Jennings untuk memberikan tempat duduknya. Valens, yang juga sedang sakit, berhasil naik ke dalam pesawat setelah ia memenangkan undian koin yang menentukan terhadap anggota band lainnya yang bernama Tommy Allsup.

Misteri Kutukan Gelap Dunia Musik
Poster untuk Tour Musim Dingin Dance Party
Daftar kematian dan kemalangan dikaitkan dengan kutukan Buddy Holly masih panjang. Istri Holly keguguran anak tunggal mereka tak lama setelah kematiannya, dan vokalis yang dipekerjakan untuk menggantikan tur Holly, Ronnie Smith, gantung diri hanya beberapa tahun setelah pertunjukan itu, dan pada tanggal 25 Oktober 1962 pada usia 24. Penyanyi Eddie Cochran, yang seharusnya berada di dalam pesawat Musim dingin Partai Dance Tour, selamanya merasa tersiksa dengan rasa bersalah atas kejadian tersebut, dan ia benar-benar percaya bahwa ia telah entah bagaimana telah mengelabui dan terhindar dari kematian. Hmm mungkin benar-benar tidak. Soalnya pada tanggal 17 April 1960, sebuah mobil yang membawa Cochran, pacarnya dan seorang penulis lagu Sharon Sheeley, dan penyanyi Gene Vincent, mengalami ban mobil mereka yang meledak yang mengakibatkan kecelakaan dalam perjalanan ke Bandara Heathrow, London, untuk penerbangan kembali ke Amerika. Vincent terluka kakinya dan Sheeley pecah kembali dan leher dalam kecelakaan itu, sementara Cochran menderita luka kepala utama yang mengambil nyawanya di hari berikutnya setelah dikunjungi oleh salah seorang anggota band milik almarhum Holly, The Crickets, yang juga turut bermain sebagai backing dari band Cochran. Dia berusia 22 tahun, usia yang sama dengan Holly ketika ia meninggal. Lalu ada anggota lain dari band Holly, David Box, yang mencoba karir sebagai penyanyi solo dan meninggal dalam kecelakaan pesawat, juga pada usia yang sama saat Holly meninggal, 22 tahun.

Terhubung dengan daftar panjang kematian adalah Lloyd Estel Copas, juga dikenal sebagai Cowboy Copas, yang adalah seorang grafik topping penyanyi country yang telah pernah bermain dengan Buddy Holly dan The Two Tones pada tahun 1956. Pada 5 Maret 1963, copas terbang di Piper Comanche dengan versama sesama musisi lainnya seperti Hawkshaw Hawkins dan Patsy Cline, pesawat itu kemudian jatuh di dekat Nashville, Tennessee, menewaskan semua yang berada didalamnya. Ada juga penyanyi Bobby Fuller, yang paling terkenal dengan hit-nya I Fought The Law, yang ditulis oleh mantan anggota The Crickets, dan ia adalah seorang fans berat Holly, dengan salah satu lagunya, Love's Made A Fool Of You, yang ditulis oleh Holly sendiri. Pada tanggal 18 Juli 1966, Fuller ditemukan terbunuh di dalam mobil di rumahnya. Jenazahnya ditemukan dalam kondisi mengejutkan, karena Fuller sepertinya telah dipukuli dan disiram dengan bensin. Meskipun tampaknya kematiannya merupakan hasil dari pembunuhan, namun pihak berwenang menganggap kasus itu adalah murni kasus bunuh diri.

Misteri Kutukan Gelap Dunia Musik
Buddy Holly dan The Crickets
Masih terkait dengan cerita aneh yang ada diatas, ternyata masih ada orang lain yang terhubung dengan Holly atau The Cricket yang juga mengalami akhir yang aneh. Joe Meek, seorang insinyur rekaman dan produser, yang telah memberikan Holly peringatan tentang kematiannya pada tahun 1958, telah menjadi sangat terganggu dan mengalami depresi hingga ke titik dimana ia mengklaim bahwa hantu Holly akan terus mengunjunginya dalam mimpi-mimpinya. Mungkin hadir karena rasa bersalah dan depresi yang mendorongnya untuk membunuh dirinya sendiri dengan senapan pada tanggal 3 Februari 1967, tepatnya 8 tahun setelah hari kematian Holly. Kematian lainnya dari seorang penulis lagu bernama Bobby Darin, yang lagunya berjudul Early In The Morning yang dinyanyikan oleh Holly dan juga The Crickets. Dia tewas akibat dari komplikasi dari operasi jantung di tahun 1973 pada usia 37. Melanjutkan kutukan itu adalah seorang bernaama Clyde McPhatter, yang tampil dengan The Crickets pada tahun 1958 dan meninggal karena penyakit liver, ginjal, dan gagal jantung pada tahun 1972. Peristiwa tragis lainnya terjadi ketika seorang penyanyi bernama Phil Ochs, yang paling terkenal karena sikap kerasnya dalam menentang Perang Vietnam, ia mengalami serangan brutal pada tahun 1973, yang menyebabkan pita suaranya rusak. Serangan tersebut datang setelah ia mencatat penghargaan untuk karyanya yang didedikasikan kepada Buddy Holly di album terakhirnya, Gunfight at Carnegie Hall.

Gema dari kutukan Buddy Holly bahkan masih berlanjut setelah sekian lama. Pada tahun 1977, sebuah film tentang kehidupan Buddy Holly dirilis, berjudul The Buddy Holly Story yang dibintangi oleh Gary Busey, ia memenangkan piala Oscar untuk penampilannya. Sesaat sebelum rilis film tersebut, seorang penulis skenario film, Robert Gittler, secara mengejutkan melakukan bunuh diri dan Busey juga mengalami kecelakaan sepeda motor yang hampir membunuhnya. Setelah rilis film itu, pada tanggal 6 September 1978, seorang drummer The Who, Keith Moon pergi untuk menonton film itu dengan pacarnya bernama Annette Walter Lax, setelah itu mereka pergi keluar untuk makan malam bersama dengan Paul dan Linda McCartney. Keesokan harinya, Keith Moon ditemukan tewas karena overdosis narkoba, anehnya itu terjadi pada tanggal 7 September, tepat disaat hari ulang tahun Buddy Holly.

Di era tahun 80-an kutukan masih terus berlangsung. Pada tahun 1980, John Lennon ditembak mati tepat di depan apartemennya. The Beatles, sebenarnya adalah nama band pilihan Holly sebelum berakhir dengan nama The Cricket, termasuk penggemar besar Holly dan telah merekam beberapa lagu-lagunya, termasuk Words Of Love dan That’ll Be the Day. Juga di tahun 80-an adalah kematian penyanyi DJ Bill Pickering, yang berteman baik dengan janda Holly dan sempat bernyanyi di pemakamannya. Band-nya, The Picks, juga membawakan beberapa lagu Buddy Holly. Pickering sendiri menderita aneurisma mematikan pada tahun 1985. Ada juga kematian penyanyi Rick Nelson, yang meninggal bersama dengan band-nya ketika pesawat mereka terbakar setelah pendaratan darurat. Mereka baru saja bermain Holly Rave On saat konser di Guntersville, Alabama pada malam sebelumnya, dan rekaman terakhir Nelson adalah Holly True Love Ways.

Kejadian kematian aneh yang terhubung dengan Holly terus berlanjut hingga era tahun 90-an dan seterusnya. Pada saat ulang tahun ke 31 dari kecelakaan yang menewaskan Buddy Holly, 3 Februari, 1990, seorang penyanyi Del Shannon melakukan konser yang didukung oleh The Crickets dan diadakan di tempat yang sama di mana Holly berkarya untuk terakhirnya, Surf Ballroom Clear Lake, Iowa. Shannon bunuh diri dengan tembakan di kepala pada lima hari kemudian di usia 55. Serta gitaris dan penyanyi untuk The Small Faces, Steve Marriott, juga tampaknya telah ditargetkan oleh kutukan ini. Untuk waktu yang lama Marriott adalah penggemar Holly, dan bahkan telah merekam sebuah cover dari lagu Buddy Holly berjudul Heartbeat di tahun 1969. Dan pada tanggal 19 April 1991, Marriott ditemukan tewas di kamarnya karena menghirup asap setelah tertidur dengan rokok yang menyala. Salah satu kematian yang aneh terkait dengan kutukan Buddy Holly adalah dari Michael Welsh, seorang bassist untuk grup rock Weezer. Di album hit Weezer adalah lagu Buddy Holly, salah satu lagu yang paling populer di album ini. Welsh kemudian pergi meninggalkan Band-nya akibat gangguan saraf dan akhirnya ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di tahun 2011 pada usia 40.

Ketika melihat proses kutukan seperti ini yang tampaknya bahwa mungkin itu semua hanya kebetulan belaka. Dan setelah semua ini, ada banyak ratusan atau ribuan orang yang entah bagaimana memiliki link pada Buddy Holly dan The Crickets, tidak peduli seberapa kuat kaitan itu. Dan dari semua orang-orang ini berakhir dengan kematian aneh, sehingga begitu terlihat seperti kutukan ini hanyalah hasil dari pembentukan momen yang menyeramkan, koneksi mengerikan yang mungkin sebenarnya tidak ada. Tidak diragukan lagi, mungkin ada beberapa orang yang bisa melihat kaitan hubungan kematian misterius dengan sesuatu yang mungkin menurut mereka itu nyata. Namun apakah ini semua hanya kebetulan dan pekerjaan seram dari sekedar imajinasi? Apapun kebohongan dan fakta tentang kutukan Buddy Holly, tentu cukup menakutkan untuk membaca daftar panjang dari korban yang ada.

Misteri Gitaris Fleetwood Mac
Buddy Holly dan band-nya The Crickets bukanlah satu-satunya band yang memiliki kutukan dalam sejarah musik. Pada tahun 1967 ada salah satu band yang paling populer dan salah satu yang terbaik sepanjang masa, kelompok rock Inggris Amerika Fleetwood Mac, yang awalnya didirikan oleh seorang gitaris bernama Peter Green. Kelompok ini mencapai sukses fenomenal disepanjang tahun 70-an dan 80-an, dengan album sukses mereka menjadi di tahun 1977 yang bertitel Rumours, yang tetap berada di puncak tangga lagu AS selama 31 minggu berturut-turut, meraih empat posisi dari US Top 10 single, dan terjual sekitar 19 juta kopi di Amerika Serikat sendiri, dan saat ini telah terjual lebih dari 40 juta kopi di seluruh dunia, menjadikannya sebagai 8 album terlaris sepanjang masa.

Fleetwood Mac telah mengalami banyak perubahan pada anggotanya selama bertahun-tahun, ke titik dimana satu-satunya anggota yang tetap konsisten adalah seorang drummer bernama Mick Fleetwood. Mungkin sebagian besar dari perubahan ini adalah normal dari sebuah grup musik, namun ada satu pengecualian yang sedikit menakutkan adalah dimana ada serangkaian panjang kejadian aneh yang tampaknya telah menimpa posisi gitaris kelompok band ini. Gitaris asli band ini, Peter Green, dipaksa untuk meninggalkan band ini setelah melakukan terlalu banyak kekacauan di tahun 1970-an, setelah itu ia digantikan oleh Jerry Spencer, yang akhirnya mengalami kecanduan pada mescaline dan bergabung dengan kultus seks aneh di tahun 1971. Pada tahun 1972, seorang gitaris Fleetwood Mac lainnya, Danny Kirwin, memiliki krisis kejiwaan aneh di atas panggung dimana dia memukul kepalanya sendiri di dinding dan kemudian turun kedalam kerumunan penonton untuk mengejek anggota band lainnya. Kirwin akhirnya dibawa ke sebuah rumah sakit jiwa dan mati sebagai tunawisma beberapa tahun kemudian. Di tahun 2012, band ini juga mengalami kehilangan atas kematian dua gitaris mereka, Bob Weston, yang meninggal karena pembengkakan pembuluh darah, dan Bob Welsh, yang melakukan bunuh diri setelah kehilangan kemampuannya untuk berjalan. Memang, satu-satunya gitaris Fleetwood Mac yang tampaknya belum diganggu dengan kematian dan kemalangan adalah Lindsey Buckingham.

Kutukan Aneh Angka 27
Band terkutuk terdengar memang cukup menakutkan, lantas bagaimana jika kutukan itu menyerang kelompok musisi di usia yang sama? Salah satu dugaan kutukan yang paling terkenal dalam industri musik adalah sesuatu yang disebut "27 Club", nomor ini mengacu pada usia di mana ada banyak dari musisi terkenal menemui azab mereka di usia 27 tahun. Kemalangan pertama dari kutukan ini terjadi di antara tahun 1969 dan 1971, ketika seorang ikonik dan bintang ternama Brian Jones dari Rolling Stone sedang berada di puncaknya, Jimi Hendrix, Janis Joplin dan Jim Morrison of The Doors, semuaya meninggal pada usia 27 tahun. Kematian Nirvana frontman Curt Cobain pada tahun 1994 juga pada usia 27 membawa minat baru dalam dugaan kutukan angka 27, serta kematian dari seorang bintang pop Amy Winehouse akibat overdosis obat pada tahun 2011, juga pada usia 27 tahun. Yang lebih anehnya, Winehouse telah menyadari kutukan itu dan sering menyatakan rasa takutnya bahwa dia akan mati pada usia itu. Daftar artis populer yang telah meninggal pada usia 27 juga sangat banyak, tapi apakah semua ini hanya dugaan kutukan atau hanya murni kebetulan saja?

Beberapa orang telah berpendapat bahwa gaya hidup hedonis musisi muda ini memang memiliki sesuatu yang terkait dengannya, karena di usia ini dimana banyak orang muda barat dekat dengan kematian dini. Dalam hal ini, masuk akal bahwa gaya hidup anak muda akan memakan lebih banyak korban di antara usia 20 dan 30. Ada pendapat lain yang telah menyatakan keyakinannya tentang upaya konspirasi bahwa beberapa artis mungkin bahkan sengaja mengupayakan waktu kematian mereka bertepatan dengan usia 27 tahun, yang kadang-kadang kontroversial seperti klaim dengan kematian Kurt Cobain. Charles R. Cross, seorang penulis biografi yang meliput Kurt Cobain dan Jimi Hendrix, telah memberikan pemikirannya tentang kutukan ini, ia mengatakan:

"Jumlah musisi yang meninggal di 27 benar-benar luar biasa dengan standar apapun. [Meskipun] manusia mati secara teratur di segala usia, ada lonjakan statistik untuk musisi yang meninggal di usia 27 tahun."

Sementara pendapat lainnya lebih skeptis dan menunjukkan ada tidak ada lonjakan tertentu dalam kematian di antara musisi di usia 27 dan tidak ada bukti statistik untuk klaim seperti itu. Lantas mengapa usia ini menjadi begitu misterius? Apakah ada signifikansi ke nomor tertentu dan usia? Sama seperti dengan kutukan Buddy Holly, adalah ini semua kebetulan atau sesuatu yang lebih? Apakah ini hanya karena terlalu banyak novel horor hingga menghadirkan keyakinan tentang kutukan supranatural dari legenda kutukan 27 Club? Yang jelasnya jawaban akhir itu semua adalah taqdir ya kan?

Ketika berbicara tentang musisi terkutuk, mau tak mau kita akan mendatangi sebuah gagasan luas tentang beberapa bintang terkenal yang mencapai ketenaran mereka melalui cara-cara yang jelas sekali berhubungan dengan supranatural. Ada banyak band-band yang telah dikabarkan telah entah bagaimana bisa mencapai ketenaran dan keberuntungan setelah membuat kesepakatan dengan Iblis atau melalui semacam cara magis. Salah satunya yang paling terkenal di antaranya adalah kasus seorang artis blues Robert Johnson, yang terkenal di era tahun 1930-an, dan juga sangat dikenal karena legenda seram seputar karirnya. Cerita ini bermula ketika Johnson menemui Iblis di persimpangan jalan di pinggiran kota di suatu hari dan menjual jiwanya untuk menjadi seorang musisi blues yang terkenal. Dan iblis menyetujui perjanjian itu, tapi itu tidak lama hingga setelah kematiannya dimana Johnson dikenal sebagai legenda Delta Blues dan akhirnya ia mendapat ketenaran yang ia selalu cari. Anehnya ia juga meninggal pada usia 27 tahun, membuatnya salah satu artis yang tergabung dalam kutukan 27 Club.

Misteri Kutukan Gelap Dunia Musik
Eric Clapton
Selain kisah Johnson yang menjual jiwanya kepada Iblis, secara luas juga dikabarkan bahwa lagu populer-nya yang berjudul Crossroads, adalah lagu terkutuk. Lagu yang ditulis dua tahun sebelum kematian Johnson, dikatakan lagu tersebut akan membawa tragedi dan kemalangan di mana pun ia berada. Eric Clapton sempat membawakan lagu ini dengan sebuah band bernama Cream Band dalam karir solonya, tak lama kemudian anaknya yang berusia 2 tahun bertemu akhir yang tragis ketika ia terjatuh dari jendela. Lagu ini juga di cover oleh band Lynyrd Skynyrd, yang juga akan mengalami tragedi setelah itu. Tiga anggota band mereka, bersamaaan dengan manajer mereka, tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat, dan seorang gitaris Skynyrd, Allen Collins melihat pacarnya mati ketika mereka mengalami kecelakaan mobil yang mengerikan. Band lain yang terkenal untuk mengcover lagu terkutuk Crossroads itu adalah Allman Brothers. Dua anggota band ini, Duane Allman dan Barry Oakley meninggal dalam kecelakaan sepeda motor hampir di tempat yang sama dan di waktu yang hampir tepat satu tahun terpisah.

Cerita lain dari sebuah band rock legendaris Led Zeppelin telah lama dikabarkan membuat semacam kesepakatan dengan Iblis untuk ketenaran mereka, ketika anggota band tersebut hanya berjumlah tiga orang saja, Bonham, Page dan Plant, mereka telah menjual jiwa mereka untuk mencapai status ketenaran dunia. Tentu saja perjanjian dengan iblis ini akan memiliki konsekuensi yang tragis. Plant kehilangan putranya yang berusia 6 tahun karena virus perut misterius dan terlibat dalam kecelakaan mobil yang membuat dia terikat kursi roda untuk sementara. Bonham meninggal pada tahun 1980 karena keracunan alkohol setelah pesta minum-minuman keras, dan Page mengalami overdosis heroin yang hampir saja membunuhnya. Satu-satunya anggota band yang tetap tidak terpengaruh oleh semua musibah itu adalah Jones, hanya dia yang satu-satunya tidak pernah membuat kesepakatan dengan Iblis.

Kisah aneh lain dari perjanjian dengan Iblis datang dalam sebuah bentuk kelompok rap berbasis di Cleveland, Ohio, Bone Thugs-N-Harmony. Pemilihan Grammy Award pernah memenangkan kelompok rap ini untuk hit mereka disepanjang tahun 1990-an. Pada puncak ketenaran mereka, Bone Thugs-N-Harmony adalah salah satu kelompok dengan penjualan lagu rap tertinggi. Mereka juga dikelilingi oleh rumor gelap yang mereka capai untuk ketenaran ini melalui cara-cara supranatural. Diduga, empat dari anggota kelompok ini pernah bermain dengan papan Ouija di usia remaja mereka sebelum mereka menjadi terkenal dan menjual jiwa mereka untuk mendapatkan nama besar di dunia musik. Dikatakan juga bahwa melalui papan Ouija itu mereka memperoleh gaya lagu mereka, banyak lirik gelap di tahun-tahun awal mereka dimana mereka sering menyebutkan setan, neraka, dan Iblis.

Misteri Kutukan Gelap Dunia Musik
Bone Thugs N 'Harmony
Mereka juga mungkin cukup dikenal untuk smash hit lagu Crossroads mereka, mengingat tentang apa yang telah kita bahas di atas tentang lagu terkutuk Robert Johnson dengan judul yang sama. Lagu ini juga merupakan sebuah penghormatan kepada teman-teman yang telah meninggal, yang juga dikatakan sebagai lagu terkutuk, dimana beberapa kolaborator lagu ini juga mengalami sekarat setelah lagu itu direkam. Lagu-lagu lain yang tidak kalah misterius adalah lagu Creepin', yang dikatakan menyimpan bait pemujaan setan tersembunyi di dalamnya yang hanya dapat didengar jika diputar mundur. Ada banyak kematian dikatakan terkait dengan kutukan yang ada pada kelompok ini dan musiknya. Yang paling terkenal, seorang rapper hebat Tupac Shakur dan The Notorious B.I.G. keduanya sempat bekerja sama dengan Bone Thugs-N-Harmony sesaat sebelum kematian mereka. Juga cukup terkenal adalah kematian seorang rapper legendaris Eazy-E, yang sering bekerja sama dengan kelompok ini baik sebagai kolaborator ataupun sebagai produser. Di antara artis lain yang telah meninggal setelah berkolaborasi dengan Bone Thugs-N-Harmony adalah Tasha dan Graveyard Shift. Kematian terus berlanjut sampai Bone Thugs-N-Harmony mengubah gaya musik mereka di akhir 90-an, bergerak menjauh dari dunia gelap tentang lirik setan dan rap gangster, dan mendesain ulang band mereka menjadi lebih relijius dan damai.

Selain terkadang seniman musik membawa kutukan pada diri mereka sendiri, ada juga kasus-kasus ketika seorang musisi dikutuk oleh orang lain. Pada tahun 1920, saat itu musik jazz New Orleans didominasi oleh Jelly Roll Morton (alias Ferdinand La Menthe), yang menjadi tokoh legendaris dimana ia sering disebut sebagai bapak perintis jazz. Dikenal karena pakaiannya yang mencolok, gigi berlian, dan gaya hidup selangit, Morton tampaknya memiliki dunia di telapak tangannya tetapi hanya untuk sementara, sampai suatu hari ia diduga menemukan bubuk aneh diseluruh ruangan kantornya, yang ia percaya bahwa itu adalah sebuah indikasi dari santet Voodoo yang menurutnya telah dilemparkan ke arahnya oleh ibu baptis-nya sendiri. Memang, tak lama setelah menemukan bubuk misterius itu, karir Morton menukik tajam kebawah dan ia kehilangan hampir segala sesuatu dari popularitasnya yang terus layu. Morton menjadi begitu yakin bahwa ia sedang diganggu oleh sihir juju hingga ia bertemu dengan seorang pendeta Voodoo, yang menyarankan padanya bahwa satu-satunya cara untuk mengangkat sihir itu adalah dengan membakar semua pakaiannya. Setelah melakukan hal ini, karir Morton sekali lagi meroket, dan ia kembali pada ketenaran dan kekayaannya.

Musik memang selalu hadir bersama manusia dimanapun dan kapan saja, dan banyak terkait dengan jiwa manusia dan perasaan kita. Namun sekuat kehadiran emosional dan kreatif dari musik itu sendiri musik tetap memiliki misteri, musik juga manjur untuk mencengkeram imajinasi manusia yang selalu membiarkan dirinya lalai dengan keasyikan mendengar musik, bisa dikatakan bahwa ada kadang-kadang kekuatan di luar pemahaman kita yang menguasai musik itu sendiri, jika anda percaya. Lantas apakah itu mungkin seperti sebuah kutukan, lolongan jiwa yang dibentuk oleh musik hingga menghadirkan kekuatan supranatural? Atau malah kita sendiri yang memanggil kekuatan jahat yang memang sering melayang-layang di sekitar pinggiran dunia musik?

Banyak kasus kekerasan dalam konser musik dan kekacauan dengan dorongan rasa asyik, alkohol atau tarian yang mengundang birahi, tidak perduli apakah lagu yang dibawakan bernuansa keras atau relijius, namun jika kita mau membuka mata kita sendiri, musik memang selalu membawa pendengarnya kepada suatu alam yang bisa disebut sebagai sesuatu yang tak pernah diciptakan oleh Tuhan, dan akhirnya perlahan-lahan mulai membentuk kehidupan dan jiwa kita. Atau ini hanya kasus legenda urban seram dan faktor kebetulan saja yang mengambil paksa imajinasi kita? Untuk saat ini belum ditemukan jawaban yang pasti, namun yang jelas saat ini mayoritas manusia tak bisa lekang dari nikmatnya mendengar musik, hingga ada anggapan bahwa musik adalah bentuk seni yang sangat manusiawi.

Disisi lain kita menemukan ada banyak pola kemiripan dari para artis tingkat dunia hingga artis tingkat lokal yang rela menggadaikan jiwa mereka kepada iblis demi meraih ketenaran duniawi, sudah menjadi rahasia umum dimana banyak artis di negeri ini mendatangi "orang pintar" atau dukun sebagai medium untuk meminta kepada iblis demi meraih puncak duniawi dengan berbagai bekal supranatural termasuk susuk kecantikan, sesajen, tumbal dan bodyguard gaib yang berfungsi untuk menyerang saingan atau untuk bertahan dari serangan jin saingan, sayangnya demi meraih semua itu mereka rela menghancurkan cita-cita kebahagiaan abadi akhirat demi kesenangan dunia yang sesaat.

Jangan Percaya Tahayyul
Di akhir artikel panjang yang membuat anda muak untuk membaca semua ini, apapun itu tentang kematian aneh dan misterius dengan segala kabarnya, ada baiknya anda tidak menerima semua kabar itu mentah-mentah sebelum berupaya untuk mengkonfirmasi kebenaran yang ada, banyak hal didunia ini terlihat begitu misterius meskipun sebenarnya itu masih merupakan hal yang normal, anda tidak perlu percaya akan tahayyul yang bisa menghambat anda untuk bertindak, seperti keyakinan tentang kematian 27 ataupun kemalangan karena musik dimana semua itu merupakan ketentuan dariNya, anda hanya perlu untuk menimbang diri anda tentang apa yang sedang anda lakukan dan memulai segala sesuatu dengan baik yakni dengan menyebut nama Allah. Percaya dengan tahayyul, selain membuat diri anda tampak bodoh ditengah kemodernan zaman teknologi ini, juga hanya akan merusak keimanan diri anda sendiri. Selama anda yakin dan teguh kepada Dia sang pemilik alam semesta, percayalah, tak ada tahayyul yang bisa menganggu anda, insha Allah. Mari berdiri bersama-sama untuk menentang semua tahayyul yang selama ini membodohi kita, gunakan akal dan semoga anda berfikir, Wassalamualaikum.

Baca Juga; Suara Musik Misterius Di Bulan

G+

Seorang yang cukup gila dalam sisi lain kehidupan, yang jelas saya normal dan please jangan banyak protes :p, visit my FACEBOOK

Related Posts

Previous
Next Post »

Saya sangat mengharapkan feedback dari pembaca mengenai postingan yang saya tampilkan. Komentar yang anda tulis harap di ketik dengan bahasa yang sopan, apabila saran dalam bentuk kritikan adalah kritikan yang membangun. Tidak meninggalkan link aktif, spamming (I do hate that), ataupun komentar yang tidak berhubungan dengan postingan.