Mata Bionik, Solusi Untuk Para Tunanetra

Mata Bionik, Solusi Untuk Para Tunanetra

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Mata adalah organ tubuh yang sangat berharga, karena dengan mata kita bisa mencerna dunia ini dalam cahaya, mata adalah jendela untuk melihat segala isi dunia, namun sayangnya tidak semua manusia bisa beruntung untuk hidup normal dengan sepasang mata yang sehat. Seperti halnya seorang pria asal Texas yang lahir dengan penglihatan yang awalnya sempurna, namun sayangnya ia menjadi buta setelah retina matanya rusak oleh infeksi, ia kemudian berusaha untuk mengembalikan penglihatannya dengan operasi laser mata, tapi sayangnya masih menemui kegagalan, namun siapa sangka saat ini ia telah mampu melihat lagi untuk pertama kalinya dalam 40 tahun setelah sebuah teleskop seukuran kacang berhasil ditanamkan ke dalam matanya.

Mata Bionik, Solusi Untuk Para Tunanetra

Pria beruntung tersebut bernama, John Jameson, ia hanyalah salah satu dari segelintir pasien beruntung yang menerima teknologi mata bionik ini, karena teknologi ini telah disetujui oleh FDA kurang dari dua tahun yang lalu, dan tingkat keberhasilan pengobatan canggih ini cukup mengejutkan, setelah teleskop tersebut ditanamkan pada pukul 8:00 pagi, Jameson langsung mampu membaca menu lokal Cracker Barrel pada siang harinya.

Sebuah lompatan besar untuk Jameson, ia sempat menjelaskan kepada media lokal sebagaimana berikut:

"Saya pernah membayangkan hal seperti ini, dan saya merasa puas dengan apa yang telah saya bayangkan. Dalam tiga atau empat tahun terakhir, sampai di satu titik di mana aku hampir tidak bisa lagi melihat cahaya apapun".

Miniatur teleskop implan itu sendiri dikembangkan oleh Vision Care, dan digunakan sebagai bagian dari sistem Centra Sight. Ia bekerja dengan menggunakan Wide Angle Micro Optik dalam sebuah teleskop desain Galilea, dan dengan bantuan kornea, teleskop ini dapat memperbesar gambar di depan mata hingga 2,7 kali dari ukuran normal.

Mata Bionik, Solusi Untuk Para Tunanetra

Produk canggih ini, saat ini hanya disetujui untuk orang-orang di atas usia 65 tahun dengan tahap akhir Macular Degeneration pada semua kategori dimana Jameson mengalami penglihatan yang berkurang, dan ditanamkan dengan cara mengupas kembali lapisan depan mata dan menempatkan teleskop langsung ke dalam retina.

Dr Christopher Shelby, yang melakukan prosedur implan ini, menjelaskan:
"Ini benar-benar sebuah produk yang akan memberikan kemungkinan pasien jenis tertentu dari degenerasi macular untuk kembali melihat secara rinci, membaca, menonton TV dan melihat ekspresi wajah cucu mereka".

Teleskop Jameson bukanlah satu-satunya mata bionik telah menjadi tersedia dalam beberapa tahun terakhir, ada juga sebuah sistem alternatif yang disebut Second Sight yang bekerja dengan cara menanamkan elektroda ke dalam retina yang terhubung pada kaca eksterior yang bekerja sebagai 'kamera' yang kemudian mengirim sinyal ke otak.

Mata Bionik, Solusi Untuk Para Tunanetra

Dan karena teknologi mata bionik merupakan sebuah keluaran teknologi canggih, maka sepertinya mereka mungkin dapat membuat sesuatu yang lebih hebat dari sekedar membantu para penyandang tunanetra. Seperti yang terjadi baru-baru ini dimana Google dianugerahi hak paten untuk lensa mata bionik buatan mereka sendiri, dan ada beberapa orang yang berspekulasi bahwa perkembangan teknologi yang akan datang bahkan bisa membuat standar visi penglihatan manusia super, dimana lensa bionik ini mungkin akan mampu untuk digunakan dalam keadaan minim cahaya, atau malah mungkin bisa melihat tembus pandang, siapa tahu ya kan? Terimakasih telah membaca, semoga bermanfaat dan Wassalamualaikum. Gambar utama oleh Lukas Hayfield, Flickr.

Trims :)

G+

Seorang yang cukup gila dalam sisi lain kehidupan, yang jelas saya normal dan please jangan banyak protes :p, visit my FACEBOOK

Related Posts

Previous
Next Post »

Saya sangat mengharapkan feedback dari pembaca mengenai postingan yang saya tampilkan. Komentar yang anda tulis harap di ketik dengan bahasa yang sopan, apabila saran dalam bentuk kritikan adalah kritikan yang membangun. Tidak meninggalkan link aktif, spamming (I do hate that), ataupun komentar yang tidak berhubungan dengan postingan.