Fakta Dan Mitos Pengaruh Bulan Purnama Pada Prilaku Makhluk Hidup

Fakta Dan Mitos Pengaruh Bulan Purnama Pada Prilaku Makhluk Hidup

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Bulan memegang nuansa sebagai tempat mistis dalam sejarah kebudayaan manusia, sehingga tidak mengherankan bahwa ada begitu banyak mitos tentang bulan yang telah telah membangun banyak cerita dan di percaya memberikan dampaknya kepada kehidupan di bumi. Sejumlah penelitian selama bertahun-tahun telah ditujukan untuk mencari tahu koneksi pengaruh bulan, terutama pada saat bulan purnama serta efek biologi dan perilaku manusia. Mayoritas hasil studi tidak menemukan koneksi apapun, dan sementara lainnya telah terbukti sama sekali hoax, dan banyak metoda yang diakui untuk mengungkapkan koneksi pengaruh ini ternyata hanya melibatkan metode yang tidak benar.

Sebuah studi terpercaya pernah membandingkan efek fase lunar terhadap kelahiran, serangan jantung, kematian, bunuh diri, kekerasan, rumah sakit jiwa dan serangan epilepsi dan lainnya hanya menemukan sedikit koneksi atau tidak ada kaitan sama sekali. Mungkin ada satu kemungkinan link secara tidak langsung. Sebelum adanya pencahayaan modern, cahaya bulan purnama mungkin telah membuat orang tetap terjaga di malam hari, yang menyebabkan orang-orang menjadi kurang tidur yang dapat menimbulkan masalah psikologis lainnya, menurut salah satu hipotesis yang masih menanti dukungan data selanjutnya. Nah untuk lebih lengkapnya, di bawah ini, saya akan meninjau beberapa hasil studi pengaruh purnama antara fakta, mitos dan di antara keduanya, tapi pertama-tama kita perlu mengetahui beberapa hukum fisika dasar tentang hal ini.
Fakta Dan Mitos Pengaruh Bulan Purnama Pada Prilaku Makhluk Hidup
Foto bulan purnama ini diambil dari pesawat Apollo 11 selama perjalanan kembali ke Bumi. Kredit: NASA
Bulan, pasang surut dan manusia
Tubuh manusia terdiri dari sekitar 75 persen air, dan sehingga sebagian orang mungkin akan sering bertanya apakah pasang surut juga terjadi dalam diri kita? Bulan dan matahari berkombinasi untuk menciptakan pasang di lautan bumi (faktanya efek gravitasi begitu kuat sehingga kerak planet kita tertarik setiap hari oleh efek pasang surut yang sama ini). Tetapi pasang surut adalah peristiwa berskala besar. Terjadi karena adanya perbedaan efek gravitasi pada salah satu sisi objek (seperti Bumi) dibandingkan dengan sisi yang lain. Berikut ini adalah cara pasang surut bekerja:

Lautan di sisi bumi yang menghadap bulan akan tertarik ke arah bulan lebih luat daripada pusat planet bumi. Hal ini menciptakan pasang laut. Di sisi lain dari Bumi, air pasang yang lain juga terjadi, karena pusat bumi sedang lebih tertarik ke arah bulan dari laut di sisi jauh. Hasilnya secara esensial menarik planet dari laut (kekuatan negatif yang efektif mengangkat laut dari planet tersebut).

Namun, tidak ada pengukuran perbedaan khusus dalam efek gravitasi bulan untuk satu sisi tubuh anda vs bagian lainnya. Bahkan di sebuah danau besar, efek air pasang terjadi sangat kecil. Di Great Lakes, misalnya, air pasang tidak pernah melebihi tinggi dari 2 inci, menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), mengatakankan, "Variasi kecil ini tertutup oleh fluktuasi besar dalam level danau yang dihasilkan oleh perubahan angin dan tekanan udara. Akibatnya, Great Lakes dianggap dasarnya tidak mengalami pasang surut. " Tetapi bukan berarti air pasang tidak terjadi pada skala yang lebih kecil.

Efek gravitasi berkurang pada jarak, tapi tidak akan pernah hilang. Dan memang ada disebutkan dalam sebuah teori tentang segala sesuatu di alam semesta ini tertarik pada segala sesuatu yang lain, tetapi: "Para peneliti telah mengkalkulasikan bahwa seorang ibu yang memegang bayinya menghasilkan 12 juta kali kekuatan pasang pada tubuh anaknya dibandingkan dengan pengaruh bulan, hanya berdasarkan jarak yang lebih dekat," demikian menurut Straightdope.com, sebuah website yang mengaplikasikan logika dan alasan pada mitos dan legenda urban.

Pertimbangkan juga bahwa air pasang di lautan bumi terjadi dua kali setiap hari dimana Bumi berputar pada porosnya setiap 24 jam, membawa bulan terus-menerus naik dan turun di langit. Nah jika bulan itu mempengaruhi tubuh manusia, mungkin akan ada anggapan bahwa kita akan kehilangan keseimbangan tubuh kita setidaknya dua kali dalam sehari ya kan?

Studi efek bulan purnama
Berikut di bawah ini adalah beberapa jurnal studi terkemuka yang gagal untuk menemukan koneksi  pengaruh bulan pada tubuh manusia dan hewan:

1. EPILEPSI
Dalam sebuah studi dalam jurnal Epilepsy & Behavior di tahun 2004 tidak menemukan hubungan apapun antara epilepsi dan bulan purnama, meskipun beberapa pasien percaya bahwa mereka mengalami kejang karena dipicu oleh bulan purnama. Para peneliti mencatat bahwa serangan epilepsi yang pernah disandarkan pada kekuatan sihir dan gangguan setan, jelas saja anggapan itu memberikan kontribusi pada kecenderungan manusia untuk menemukan mitos daripada penjelasan medis.

2. PASIEN PSYCHIATRIC
Sebuah studi di tahun 2005 yang dilakukan oleh para peneliti Mayo Clinic, melaporkan dalam jurnal Psychiatric Services, melihat ada berapa banyak pasien yang diperiksa ke ruangan gawat darurat psikiatri pada pukul 18:00-06:00 selama beberapa tahun. Mereka menemukan tidak ada perbedaan statistik dalam jumlah kunjungan pada tiga malam disaat bulan penuh dengan malam-malam lainnya.

3. EMERGENCY ROOM
Para peneliti telah meneliti sekitar 150.999 catatan penerimaan pasien ruang gawat darurat di rumah sakit di pinggiran kota. Dalam studi mereka yang dilaporkan dalam American Journal of Emergency Medicine pada tahun 1996, tidak menemukan perbedaan jumlah pada malam-malam bulan purnama vs malam-malam lainnya.

4. HASIL OPERASI
Apakah dokter dan perawat menjadi kurang berkonsentrasi selama bulan purnama? Tidak! Demikian menurut sebuah studi dalam edisi Oktober 2009 jurnal Anestesiologi. Bahkan, peneliti menemukan risiko yang sama yang terjadi dan tidak peduli pada hari bulan apapun dari jadwalkan operasi cangkok bypass arteri koroner.

* Namun tidak semua studi mengabaikan pengaruh bulan ini.

5. CEDERA HEWAN
Dalam studi dari 11.940 kasus di Universitas Kedokteran Hewan Medical Center Colorado State, para peneliti menemukan kunjungan pasien hewan peliharan di ruang gawat darurat naik menjadi 23 persen lebih tinggi pada kucing dan 28 persen lebih tinggi pada anjing selama hari-hari bulan purnama. Bisa jadi karena orang akan lebih cenderung untuk membawa hewan peliharaan keluar rumah pada saat bulan purnama sehingga meningkatkan kemungkinan cedera, atau mungkin sesuatu yang lain sedang bekerja, dan studi ini tidak ditemukan penyebab pastinya.

6. MENSTRUASI
Ini adalah salah satu topik yang paling banyak menuai spekulasi, bahkan sampai pada beberapa perusahaan besar dan seolah cukup meyakinkan walau hanya memiliki sedikit bukti. Idenya adalah bahwa pada saat bulan penuh di setiap bulan, wanita mengalami menstruasi bulanan. Ada satu hal: siklus menstruasi wanita sebenarnya bervariasi dalam panjang dan waktu (dalam beberapa kasus mungkin berbeda) dengan rata-rata sekitar setiap 28 hari, sedangkan siklus bulan sendiri adalah 29,5 hari. Namun, dalam sebuah studi yang diikuti oleh 312 perempuan, oleh Winnifred B. Cutler pada tahun 1980, yang diterbitkan dalam American Journal of Obstetrics & Gynecology, mengklaim adanya koneksi menstruasi dengan bulan. Cutler menemukan 40 persen dari peserta mendapat menstruasi dalam waktu dua minggu dari bulan purnama (yang berarti 60 persennya tidak). So menurut saya penelitian ini masih belum membuktikan apa-apa, dan belum ada seorang pun peneliti lainnya yang tampaknya telah menghasilkan sebuah studi yang mendukung klaim Cutler ini.

7. HEWAN MENJADI LIAR
Ada dua studi yang saling bertentangan dalam British Medical Journal pada tahun 2001 yang menyisakan ruang untuk penelitian lebih lanjut. Dalam salah satu studi menyebutkan, serangan gigitan hewan ditemukan dua kali lebih banyak yang telah mengirim ramai orang Inggris ke ruang gawat darurat selama waktu bulan purnama dibandingkan dengan hari-hari lainnya. Namun, pada penelitian lain, di Australia, dimana anjing ditemukan menggigit orang dengan frekuensi yang sama pada setiap malam tak perduli purnama atau tidak. Memang, beberapa hewan liar sering berperilaku berbeda saat bulan purnama. Misalnya, singa biasanya berburu di malam hari, tapi ketika bulan purnama, mereka lebih cenderung untuk berburu di siang hari, mungkin karena pada saat malam bulan purnama hewan buruannya akan lebih sulit untuk disergap.

8. KURANG TIDUR
Ada sudah banyak penelitian dalam topik ini. Dalam Journal of Affective Disorders pada tahun 1999, para peneliti mengatakan bahwa sebelum adanya pencahayaan modern seperti lampu, "bulan adalah sumber signifikan dari pencahayaan nokturnal yang mempengaruhi siklus tidur, menyebabkan manusia cenderung kurang tidur di sekitar waktu bulan purnama." Mereka berspekulasi bahwa "kurang tidur ini sudah cukup untuk menginduksi mania / hypomania pada pasien bipolar yang rentan dan kekejangan pada pasien yang mengidap gangguan kejang."

Sebuah penelitian kecil lainnya pada tahun 2013, dengan relawan sebanyak 33 orang dewasa, ditemukan bahwa mereka mengalami kurang tidur pada saat bulan purnama, bahkan ketika mereka tidak bisa melihat bulan dan tidak menyadari fase lunar saat ini. Para peneliti mengatakan temuan ini akan perlu direplikasi sebelum hasilnya dapat dianggap terpercaya. Namun, kemudian pada tahun 2014, tinjauan lebih luas tentang penelitian tidur ini yang dilakukan oleh para ilmuwan di Max-Plank Institute of Psychiatry, menemukan korelasi signifikan secara statistik antara siklus bulan dan tidur. Hmm cukup menarik.

Dan baru-baru ini, sebuah penelitian yang dipublikasikan pada bulan Maret 2016, dari sekitar 5.800 anak-anak usia 9 sampai 11 di 12 negara yang berbeda, ditemukan bahwa mereka mengalami kurang tidur sekitar selama 5 menit pada malam bulan purnama penuh. Sepertinya mungkin masih tidak penting jika dilihat dari perspektif kesehatan, kata para peneliti, tetapi masih cukup menarik. Mereka berspekulasi bahwa kecerahan bulan purnama mungkin menjadi alasan, tetapi dengan semua cahaya buatan lain di sekitar malam selama purnama ini, alhasilnya membuat mereka masih meragukan usulan itu. Mungkin akan ada penelitian lebih lanjut di masa depan untuk menunjukkan link yang terkait, dan jangan heran jika akan ulasan ilmiah lebih lanjut yang lebih luas untuk menemukan koneksi pengaruh bulan purnama terhadap tidur ini.

9. AKTIVITAS BERCINTA
Banyak orang meyakini bulan purnama menjadikan malam bernuansa romantis yang dipicu oleh naiknya gairah untuk "berkembang biak". Dengan mitos yang mengatakan bahwa pengaruh pasang dari gravitasi bulan mempengaruhi tekanan darah dan memicu hasrat alami itu untuk semakin meningkat, alhasilnya aktivitas yang biasanya normal di anggap menjadi "hyper" pada saat-saat bulan purnama. Hmm.. saya belum menemukan studi relevan yang terkait dengan klaim mitos ini, disisi lain, saya masih single dan belum bisa membuktikannya secara langsung hehehehe. Namun sementara alasan paling logis adalah, suasana romantis memang selalu memicu pasangan beda jenis untuk bercinta.

Mitos tetap bertahan
Mengapa begitu banyak mitos bertahan tentang kaitan bulan dan pengaruhnya terhadap prilaku kehidupan di bumi? Mungkin ada satu jawaban yang masih memiliki kemungkinan, yakni: Ketika hal-hal aneh terjadi pada saat bulan purnama, sebenarnya hanya "kebetulan" belaka dimana suasana langit malam diterangi bulan purnama bisa membuat suasana itu tampak berbeda (lebih dramatis). Sementara ketika hal-hal aneh terjadi di luar bulan purnama, meskipun dianggap cukup aneh, orang tidak akan mengaitkan kejadian tersebut pada peristiwa di angkasa. Dan bahkan di Nusantara ini sendiri dimana banyak budaya tahayyul masih mengakar, orang akan sangat mudah mengaitkan segala sesuatu yang aneh dengan bulan purnama, meski tidak ada bukti yang mendukung klaim mitos tersebut.

Perlu diketahui juga bahwa air pasang tidak hanya terjadi pada saat bulan purnama saja, tetapi juga terjadi di bulan baru, saat kita tidak bisa melihat bulan, dimana terjadi efek kombinasi gravitasi dari posisi bulan saat itu. Namun tak seorang pun pernah mengklaim ada hal aneh yang berkaitan dengan efek pasang bulan baru, dan fakta bulan baru ini jelas menghancurkan mitos pasang surut purnama yang dikaitkan dengan efek pada tubuh makhluk hidup. Semoga anda berfikir dan Wassalamualaikum.

G+

Seorang yang cukup gila dalam sisi lain kehidupan, yang jelas saya normal dan please jangan banyak protes :p, visit my FACEBOOK

Related Posts

Previous
Next Post »

2 comments

comments
17 Agustus 2016 14.15 delete

Awalnya sy pikir jg hanya mitos..tp stlh dialami langsung sepanjang hidup ini sprtnya sy termsk salah satu dr 40% wanita yg mengalami mens slm proses purnama..uniknya lg kalo siklusnya melenceng dr waktu purnama (jauh sblm / sesudahnya) mk ketika bulan purnama tiba gejala" PMS ttp sy rasakan (biasanya lbh intens dan hebat) mskpun tdk sampai keluar darah menstruasinya...siapapun mmng td ada yg percaya dgn yg sy alami...

Reply
avatar
17 Agustus 2016 16.10 delete

Hmm suatu gejala yg aneh, sebenarnya kalo masalah itu agak riskan bagi saya untuk membahasnya, soalnya sebagai laki-laki saya tidak tahu pasti bagaimana dan rasanya seperti apa -_-

Reply
avatar

Saya sangat mengharapkan feedback dari pembaca mengenai postingan yang saya tampilkan. Komentar yang anda tulis harap di ketik dengan bahasa yang sopan, apabila saran dalam bentuk kritikan adalah kritikan yang membangun. Tidak meninggalkan link aktif, spamming (I do hate that), ataupun komentar yang tidak berhubungan dengan postingan.