Menjelajah Misteri Laut Hitam

Menjelajah Misteri Laut Hitam

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Ada tempat-tempat kuno di dunia ini yang memegang rahasia besar dan misteri yang mungkin tidak lagi dikenang. Di sini, di penjuru dunia yang diresapi dengan sejarah dan legenda, terduduk di tepian dunia kuno, tempat yang cukup memikat dengan teka-teki tak terjawab hingga hari ini. Tentu saja salah satu tempat tersebut adalah Laut Hitam, yang terbentang di antara Eropa Tenggara dan Asia Barat, yang dibatasi oleh Pegunungan Pontic di selatan dan Pegunungan Kaukasus di timurnya, berbatasan dengan Bulgaria, Georgia, Rumania, Rusia, Turki, dan Ukraina. Dengan luas mencapai 436.400 km2 (168.500 sq. Mi) dan memiliki kedalaman maksimum sekitar 2212 m (7.257 ft.), Laut Hitam pernah menjadi jalur air integral di tempo dulu, dan telah lama merupakan bagian penting dari banyak peradaban kuno bersamaan dengan pantainya, termasuk orang-orang Yunani yang menganggap lautan itu adalah itu tepi dunia. Kemudian lebih dikenal sebagai lautan berbahaya, karena suku-suku liar yang hidup di sepanjang pantai di hari-hari sebelum peradaban Yunani menjinakkan daerah tersebut, setelah itu wilyah itu menjadi dikenal sebaliknya sebagai lautan yang ramah, dan telah lama menjadi lokasi penting yang tergeletak di persimpangan peradaban kuno. Juga merupakan tempat dari berbagai misteri dan fenomena, di mulai dari peradaban yang hilang, kejadian aneh, kasus orang hilang tak terjelaskan, dan makhluk aneh.


Laut Hitam
Mengingat sejarah panjang lautan ini, mungkin tidak mengherankan lagi bahwa Laut Hitam memang menyimpan sejarah misteri dan keanehan. Beberapa misteri yang paling sering dibahas dan sangat kontroversial yang dapat ditemukan di sini adalah sebuah gagasan tentang kota yang hilang Atlantis di perairan ini, dan memang banyak orang yang percaya bahwa tempat tersebut dianggap sebagai lokasi banjir zaman nabi Nuh. Kisah peradaban Atlantis yang legendaris dapat ditelusuri kembali lebih dari 2.000 tahun lalu dari laporan yang diberikan oleh seorang filsuf besar Yunani Plato, dalam dialognya, Timaeus dan Critias, di sekitar tahun 360 SM. Plato menyatakan bahwa Atlantis adalah rumah dari peradaban sebuah negara adi daya yang berlayar di Samudera Atlantik yang jika digabungkan maka wilayahnya lebih besar dari Libya dan Asia Kecil (Turki saat ini), dan raja-raja agungnya pada awalnya berasal dari dewa laut, Poseidon. Selama sejarahnya yang panjang, peradaban Atlantis dikatakan telah banyak menaklukkan daerah yang luas, termasuk Eropa Barat dan Afrika, dan mereka digambarkan sebagai sebuah kekuatan tak terbendung. Pemerintahan Atlantis ini dikatakan terus berlanjut sampai Atlantis mencoba untuk menyerang Athena, hingga sebuah peristiwa bencana alam besar menenggelamkan seluruh peradabannya hanya dalam satu hari satu malam," mengubur semuanya ke dalam laut dan memicu perdebatan akan keberadaan dan kebenaran lokasi Atlantis sejak itu.

Menjelajah Misteri Laut Hitam

Meskipun ada banyak argumen bahwa Atlantis hanyalah sebuah kisah alegoris tanpa bukti, yang hanya sekedar cerita oleh Plato untuk mengilustrasikan seluk-beluk dunia politik, namun jelas hal itu tak menghalangi bagi mereka yang percaya untuk meyakini bahwa tempat tersebut memang benar-benar ada, dan pencarian Atlantis yang hilang telah menjadi petualangan legendaris selama ribuan tahun. Masalahnya terletak pada kenyataan yang ada bahwa tidak diketahui dengan pasti apakah Atlantis itu adalah tempat yang nyata atau tidak, tetapi meskipun daerah itu sendiri digambarkan oleh Plato dengan sangat rinci sampai ke pegunungan, dataran, hutan, tanaman hidup, arsitektur, dan budayanya, namun penggambaran lokasi keberadaannya sendiri sangat kabur. Selama berabad-abad, lokasi Atlantis banyak diklaim orang telah ditemukan di tempat-tempat yang berbeda seperti di Laut Utara lepas pantai Inggris, Laut Mediterania, Antartika, Indonesia, Karibia, dan pantai Afrika, namun semua hanya klaim tanpa bukti dari impian mereka yang kurang kerjaan atau imajinasi dari mereka yang terlalu terpengaruh oleh cerita tahayyul. Salah satu teori yang paling populer adalah Atlantis merupakan sebuah peradaban Minoan di pulau Kreta dan Santorini, yang memang peradaban mereka telah terhapuskan oleh letusan gunung berapi dahsyat dan bencana tsunami yang meratakan segala sesuatu yang berada di permukaannya.

Lokasi Atlantis?
Teori lain yang mendapatkan momentum dalam beberapa tahun terakhir adalah bahwa Atlantis benar-benar terletak di dalam Laut Hitam, yang tenggelam oleh banjir besar di sekitar tahun 5.600 SM. Gagasan yang menyatakan bahwa banjir dahsyat yang terjadi di wilayah tersebut berasal dari wilayahnya sendiri benar-benar tidak masuk akal, karena telah ada sejumlah penelitian yang telah menemukan bukti menarik dari peristiwa semacam itu. Salah satu kekuatan pendorong utama di balik ide tentang banjir besar Laut Hitam zaman dahulu, yang juga disebut "Hipotesis banjir Laut Hitam", adalah hasil dari penelitian yang dilakukan di tahun 1996 oleh dua orang ahli geologi kelautan dari Columbia University bernama Dr. William BF Ryan dan Dr. Walter C Pitman III. Berdasarkan data geologi dan iklim dari daerah tersebut, dua ilmuwan ini berteori bahwa Laut Hitam pernah menjadi danau air tawar, dan mengalami banjir air dari laut Mediterania dan laut Aegean melalui Bosporus, yang merupakan selat sempit yang menghubungkannya ke Laut Hitam. Para ilmuwan mengklaim bahwa selama 300 hari, air mengalir hebat melalui selat ini dengan tingkat yang fenomenal, secara cepat menggenangi wilayah seluas 155.000 km2 (60.000 sq. Mi), meningkatkan tinggi air dengan lebih dari 500 kaki, dan meningkatkan luas dari Laut Hitam. Ada penelitian lain yang mendukung temuan ini, dan sebagian besar disepakati bahwa banjir memang terjadi di wilayah tersebut, walaupun ada banyak perdebatan mengenai proses banjir, namun beberapa peneliti menghadirkan kesimpulan bahwa peristiwa itu terjadi secara perlahan bukan seketika, teori bencana banjir ini didalilkan oleh Ryan dan Pitman.

Menjelajah Misteri Laut Hitam

Terlepas dari kontroversi tentang bagaimana banjir ini terjadi, dan jika teori Ryan dan Pitman benar, maka hal itu memberikan kredibilitas untuk sebuah gagasan bahwa peristiwa banjir bisa menelan wilayah tersebut, dan hal ini pula yang telah menyebabkan teori bahwa tanah Atlantis mungkin salah satu yang menjadi korban banjir tersebut. Ada beberapa peneliti yang mengaku memiliki bukti bahwa Atlantis memang terletak di Laut Hitam. Khususnya, seorang peneliti Jerman bernama Siegfried dan Kristen Schoppe menyimpulkan bahwa banjir disini mengarah pada petunjuk ke lokasi Atlantis yang diceritakan oleh Plato, dimana dikatakan bahwa lokasi Atlantis terletak di dekat Pilar Hercules, yang sering dispekulasikan berada di Selat Gibraltar, tetapi Siefried dan Schoppe meyakini tempat itu berada di Selat Bosporus di Laut Hitam. Lokasi yang lainnya yang diduga dari wilayah Atlantis di Laut Hitam ini adalah dilepas pantai kota-kota pesisir Sinop atau Trabzon, di Turki.

Salah satu peneliti lainnya yang mengungkap bukti tersebut adalah seorang arkeolog bawah air bernama Robert Ballard, yang terkenal karena menemukan bangkai kapal Titanic pada tahun 1985. Ballard setuju dengan teori bahwa banjir besar memang melanda wilayah tersebut, dan ia menempatkan kerangka waktu peristiwa itu terjadi di sekitar tahun 5.000 SM. Nah sebuah tim menggunakan kapal selam robot untuk menjelajahi daerah lepas pantai Turki dan menemukan bukti adanya garis pantai kuno yang terendam di kedalaman 400 kaki di bawah permukaan, serta sisa-sisa apa yang tampaknya bekas tempat tinggal manusia, seperti batu artifisial persegi panjang dan struktur yang diyakini mungkin adalah sebuah rumah pertanian. Meskipun tidak ada bukti kuat bahwa semua itu bagian dari Atlantis, namun membuktikan bahwa banjir kuno memang pernah terjadi di wilayah tersebut, dan jika teori adanya Atlantis adalah sebuah mitos, maka hal itu bisa mungkin sangat dipengaruhi oleh banjir ini. Teori dari banjir besar di Laut Hitam juga telah menyebabkan banyak spekulasi bahwa kisah-kisah bencana ini diturunkan selama beberapa generasi melalui lisan ke lisan dari mereka yang berhasil selamat di pegunungan.

Pusaran Laut Mematikan
Laut Hitam memiliki misteri yang lebih modern. Ada sebuah daerah yang tidak jauh dari sebuah pulau ular di Laut Hitam yang sejak abad ke-13 telah dikaitkan dengan berbagai fenomena aneh. Sebuah hamparan berukuran sekitar 8 sampai 10 kilometer persegi yang pertama kali dikabarkan oleh orang-orang Turki dan Rusia pada Abad Pertengahan, dimana mereka berbicara tentang sebuah pusaran air yang muncul di permukaan dan menelan kawanan burung laut, kapal dan bahkan pulau kecil. Turki menyebut fenomena menakutkan ini sebagai "Pusaran kematian," dan Rusia menyebut nya sebagai "Pusaran putih." Nelayan di daerah ini sangat menghindari tempat tersebut, dan menganggap wilayah itu sebagai lokasi angker di mana bagi mereka yang berani masuk maka dipastikan tidak akan pernah kembali lagi. Ada juga yang mengatakan bahwa pusaran air misterius ini memang mencari dan memburu kapal laut, seolah-olah pusaran ini memiliki kehendak jahat untuk membunuh, pusaran ini dikenal sering muncul di perairan yang tenang tanpa ada tanda-tanda apapun.

Menjelajah Misteri Laut Hitam

Apakah cerita pusaran air aneh ini nyata atau tidak, namun pastinya Laut Hitam memang menjadi tempat dari banyak kasus aneh. Pada tanggal 31 Mei 1944, sebuah kapal perang Soviet bernama Tiolkovsloi berada di sekitar 70 km di sebelah selatan dari semenanjung Crimea di siang hari dalam kondisi cuaca yang cerah, sebuah kapal lain melaporkan bahwa mereka melihat kapal tersebut tiba-tiba diselimuti oleh kabut hitam dengan cahaya hijau berkedip-kedip, setelah kejadian itu kapal tersebut menghilang dari radar dan tidak diketahui lagi keberadaannya. Hanya berselang dua bulan kemudian, 5 pesawat pengintai juga diculik oleh kabut hitam dengan pendaran warna hijau berkilauan yang sama dan akhirnya pesawat tersebut tidak pernah terlihat lagi. Pada tanggal 5 Desember 1945, 5 kapal pembom milik Soviet juga tiba-tiba menghilang setelah mengirimkan transmisi radio dimana mereka sedang diselimuti kabut tebal. Upaya pencarian untuk menemukan pesawat itu atau menemukan jejak dari pesawat yang hilang sama sekali gagal, bahkan tidak ada satu keping pun petunjuk dari keberadaannya, dan nasib awak pesawat masih belum diketahui. Kasus hilang seperti ini terus terjadi hingga ke zaman modern, seperti lenyapnya pesawat Yunani pada tahun 1990 ditengah cuaca yang cerah. Ada spekulasi yang mengatakan bahwa kejadian tersebut mungkin disebabkan oleh anomali magnetik besar di wilayah itu yang tampaknya bergerak perlahan-lahan, berkelana di lautan dan mungkin menyebabkan pesawat atau kapal mengalami malfungsi listrik. Fenomena aneh ini memperoleh julukan sebagai "The Black Sea Triangle" dan "The Black Sea Vortex," atau "Triangle of Death."

Bahkan ada sebuah insiden sangat aneh yang diduga terjadi pada tahun 1991 pada sebuah perusahaan pemboran minyak lepas pantai Rusia. Suatu hari, peron milik perusahaan minyak tersebut tiba-tiba menghilang, dan semua upaya untuk menghubungi gagal untuk mendapatkan respon apapun. Sebuah tim dikirim kemudian untuk menyelidiki, dan menemukan bahwa peron raksasa itu telah terlepas dari tambatannya dan berada di sejauh 50 km dari posisinya semula. Ketika pihak perusahaan pergi untuk menyelidiki, ditemukan bahwa 80 orang pekerja minyak yang ada di atas kapal peron tersebut tidak terlihat seorangpun, dan bahkan lebih anehnya mereka telah meninggalkan semua barang-barang mereka dan makanan yang baru setengah dimakan, seolah-olah mereka meninggalkan tempat itu secara terburu-buru. Sebuah pencarian via udara di daerah itu tidak menemukan jejak dari 80 orang yang hilang, dan kasus hilangnya para pekerja ini sangat membingungkan dan tampaknya tidak pernah terselesaikan hingga hari ini.

Makhluk Kriptid Duyung
Laut Hitam juga memiliki cerita tentang makhluk aneh. Sebuah laporan aneh berasal dari sebuah artikel berjudul UFOs in the Soviet Waters, oleh Paul Stonehill. Dalam laporan tersebut, seorang nelayan bernama Borovikov menyelam di wilayah Laut Hitam Anapa ketika tiga makhluk aneh yang digambarkan seperti manusia ikan Duyung, datang berenang keluar dari kegelapan bawah laut. Menurut laporan itu, makhluk-makhluk aneh ini memiliki kulit seputih susu, dengan wajah humanoid bermata besar, dan berekor seperti ikan. Salah satu dari makhluk ini melihat Borovikov dan berhenti untuk mengamati dia selama beberapa saat, dan diikui oleh dua duyung lainnya yang akhirnya salah satu dari mereka melambaikan tangan berselaputnya kepada Borovikov dan lantas pergi. Makhluk-makhluk humanoid ini tampaknya tidak sengaja bertemu dengan penyelam yang merasa ketakutan ini sebelum akhirnya pergi bersamaan. Apa yang makhluk misterius ini sampaikan dari lambaian tangannya? Apakah ini nyata atau sama sekali fiksi?

Terowongan bawah tanah
Misteri Laut Hitam tidak hanya ditemukan di lautnya saja, tetapi juga di bawahnya. Menurut laporan yang mencakup kembali sebelum Perang Dunia I, diduga ada sistem bawah tanah kuno disini, dua terowongan besar dengan ribuan kilometer panjangnya dibawah bumi laut yang menghubungkan Rumania ke Turki. Meskipun tidak diketahui siapa yang membangun terowongan ini, dan untuk tujuan apa dibangun, atau bahkan bagaimana ketika dibangun, seorang penggembala domba dari wilayah Dobrogea, di selatan timur Rumania, dikatakan dengan berani pernah menjelajah ke relung gelap terowongan ini untuk membawa dombanya ke Turki untuk diekspor ke Kekaisaran Ottoman. 

Selama Perang Dunia I, dikatakan bahwa militer menutup dan menjaga pintu masuk terowongan ini untuk mencegah penyeberangan bawah tanah dari perbatasan dan dari serangan musah tiba-tiba. Selama era komunis, pemerintah Rumania konon tahu tentang terowongan ini dan melakukan yang terbaik untuk menjaga orang-orang dari memasukinya, baik untuk alasan keamanan atau karena mereka menyembunyikan sesuatu di dalamnya. Diduga, tentara yang bekerja pada pembangunan Saluran Danube Black pada era 1980-an tanpa sengaja menemukan pintu masuk rahasia ke dalam terowongan misterius ini di sebuah pemakaman di daerah Murfatlar, dan menggunakannya untuk diam-diam menyeberang ke Bulgaria. Meskipun asal-usul hamparan luas terowongan bawah tanah ini dispekulasikan sebagai peninggalan dari peradaban alien kuno yang canggih, tidak ada yang tampaknya benar-benar tahu banyak tentang hal ini. Tujuan sejati dari adanya terowongan ini, untuk apa dibangun, berapa usianya, dan bagaimana dengan mereka yang bertanggung jawab untuk pembangunan terowongan ini seperti sebuah keajaiban rekayasa teknologi di bawah Laut Hitam di zaman kuno, dan tetap menjadi misteri tak terjawab.

Tampaknya akan selalu ada misteri dari tempat-tempat kuno dunia kita, khususnya tempat yang kaya akan sejarah panjangnya. Laut Hitam adalah contoh utama dari sebuah tempat yang sekaligus memiliki keajaiban alam serta lokasi penting bagi peradaban awal, dan mungkin menjadi tidak mengherankan bahwa Laut Hitam telah tersihir oleh misteri, legenda, dan keanehan. Dan membuat orang bertanya-tanya apakah kita akan pernah memahami teka-teki ini. Selama ribuan tahun tempat ini telah menjadi lokasi dari keajaiban dan legenda, dan mungkin akan tetap demikian hingga semua puzzle ini terpecahkan. Semoga bermanfaat bagi anda dan Wassalamualaikum.

G+

Seorang yang cukup gila dalam sisi lain kehidupan, yang jelas saya normal dan please jangan banyak protes :p, visit my FACEBOOK

Related Posts

Previous
Next Post »

3 comments

comments

Saya sangat mengharapkan feedback dari pembaca mengenai postingan yang saya tampilkan. Komentar yang anda tulis harap di ketik dengan bahasa yang sopan, apabila saran dalam bentuk kritikan adalah kritikan yang membangun. Tidak meninggalkan link aktif, spamming (I do hate that), ataupun komentar yang tidak berhubungan dengan postingan.