Mengkaji Misteri Nomor Ponsel Terlarang

Mengkaji Misteri Nomor Ponsel Terlarang

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Tampaknya semakin jauh kemajuan yang berkembang, begitu juga semakin dalam fenomena aneh dan gelap bermunculan. Gagasan yang terus-menerus hadir dari tempat terkutuk yang juga telah mengikuti tren kemajuan ini, yang dibentuk oleh dorongan untuk memperluas wilayahnya ke ranah perbatasan teknologi. Dan menolak untuk menghilang ke dalam dunia mitos dan fantasi masa lalu. Dan hasilnya kepercayaan kuno dan tahayyul itu tampaknya telah mengikuti kita ke era modern ini, semua keganjilan itu hanya mengubah bentuknya, bukannya memudar atau terhapus oleh ilmu pengetahuan modern. Sedangkan di zaman kuno ditandai dengan banyaknya sihir atau benda jimat keramat, di zaman modern ini kita memiliki teknologi, yang jika dilihat di masa lalu mungkin dianggap sebagai sihir juga, dan beberapa teknologi ini ternyata telah diresapi dengan sekumpulan cerita-cerita seram. 

Mungkin hal ini hanyalah ketakutan alamiah manusia yang tidak diketahui telah mengalami metamorfosis untuk beradaptasi dengan dunia di sekitar kita dan memperluas jaringannya ke perangkat modern kita, atau mungkin hal itu benar-benar adalah sebuah kekuatan misterius yang terbentuk. Apapun yang mungkin terjadi, salah satu jenis teknologi yang paling aneh dengan dugaan suatu kutukan adalah sesuatu yang tampaknya paling sering kita pegang, yakni ponsel. Ini adalah fenomena aneh yang membuktikan bahwa tahayyul terkadang muncul tidak harus pada sesuatu yang berasal dari kepercayaan kuno, sehingga menghadirkan persepsi berbeda tentang kekuatan gelap di luar sana yang lebih aneh daripada yang kita bayangkan untuk mampu menunjukkan taringnya dalam teknologi.


Peradaban telah datang dan meningkat pesat hanya dalam beberapa dekade terakhir, termasuk teknologi komunikasi, dan dapat dilihat dalam berbagai perangkat media kita saat ini. Ada suatu masa ketika gagasan ponsel itu sendiri adalah sebuah ide yang pada mulanya di anggap mustahil, namun waktu berbicara lain. Bahkan ketika ponsel pertama dipamerkan oleh Motorola pada tahun 1973, berukuran cukup besar dengan berat 2 kg, dan di saat itu tidak ada yang membayangkan bahwa kita akan berbicara dimana saja dan kapan saja via ponsel, termasuk membuka e-mail, dan bermain video game pada perangkat yang tipis, perangkat ramping yang hampir tidak mengambil ruang sama sekali. Kemudian menjadi begitu banyak orang yang tergantung pada perangkat ini yang kadang-kadang sulit bagi banyak orang untuk membayangkan bagaimana bisa menjalani hidup tanpa ponsel. Ketergantungan ini yang mungkin telah memberikan kontribusi pada bentuk ketakutan dimana teknologi ini entah bagaimana bisa berbalik melawan manusia. Kemajuan teknologi yang cepat dan rasa ketakutan yang telah menyebabkan beberapa cerita asing tentang amukan teknologi, dan memang hal itu telah mengubah lanskap dari mitos dan legenda kita. Dalam satu kasus sepertinya tentang kisah nomor ponsel terkutuk yang telah disalahkan untuk beberapa kematian mengerikan. Inikah legenda urban yang merupakan produk dari zaman kita? Rasa ketakutan kita? Dan ketergantungan kita pada teknologi, atau sesuatu yang lain? Mari kita dudukkan perkara ini.

Pada awal tahun 2000-an, sebuah perusahaan ponsel asal Bulgaria yang disebut Mobitel mengeluarkan sebuah nomor ponsel cantik, yakni +359 0888 888 888. Tentunya nomor cantik itu akan mudah diingat, dan rasanya akan sangat mustahil bila nomor ponsel dikaitkan dengan hal angker dan seram. Bahkan nomor 8 dianggap sebuah angka keberuntungan di beberapa negara, seperti China, di mana perusahaan akan membayar uang banyak untuk membeli nomor telepon yang memiliki angka 8 sebanyak mungkin. Namun kisah Mobitel dengan semua angka 8 nya dianggap bukanlah satu keberuntungan, melainkan nomor dari kematian dan bisikan kutukan misterius, karena sejak hari dirilis nomor cantik tersebut, dikatakan bahwa setiap orang yang telah memiliki nomor tersebut mengalami kematian dengan cara yang brutal.

Orang pertama yang memiliki nomor cantik tersebut adalah CEO dari perusahaan itu sendiri, Vladimir Grashnov. Hanya dalam waktu kurang dari satu tahun setelah memperoleh nomor itu, ia yang masih relatif muda, eksekutif berusia 48 tahun itu secara agresif terkena kanker dan meninggal pada tahun 2001. Kematiannya membuat banyak rasa penasaran karena sebelumnya diketahui ia memiliki kesehatan yang sangat baik sebelum pergantian milenium, dan pada gilirannya menyebabkan rumor bahwa kanker tersebut berasal dari sebuah upaya pembunuhan oleh saingan bisnisnya dengan menggunakan bahan radioaktif berbahaya. Racun radiasi memang sering digunakan sebagai metode pembunuhan, terutama di Rusia dan Eropa Timur. 

Dimana biasanya korban pembunuhan dengan cara ini adalah mereka yang memiliki profil tinggi seperti seorang agen Rusia dari Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) dan KGB yang berbalik menjadi mata-mata Inggris, Alexander Litvinenko, yang meninggal akibat sindrom radiasi akut yang disebabkan oleh sejumlah zat isotop polonium-210 yang mematikan, diyakini telah sengaja diberikan oleh pasukan keamanan Rusia untuk tujuan membunuhnya. Hal aneh tentang kematian Grashnov adalah bahwa ia tidak dikenal memiliki musuh dan dikenal di dunia bisnis sebagai orang yang jujur. Pada saat itu, tidak ada yang benar-benar membuat hubungan antara kematian yang tidak biasa dan nomor telepon, tapi segera akan berubah dengan suksesi pemegang lainnya nomor cantik itu.

Orang berikutnya yang memiliki nomor cantik tersebut juga tewas dengan cara yang brutal adalah seorang bos kriminal Bulgaria bernama Konstantin Dimitrov. Pada tahun 2003, Dimitrov yang berusia 31 tahun itu dilaporkan melakukan bisnis operasi penyelundupan di Belanda, ia bepergian bersama dengan pacarnya yang merupakan seorang model busana. Saat mereka berdua sedang makan malam mewah di restoran kelas atas di Amsterdam, seorang pria bersenjata mendekati dan dengan brutal menembaki mereka, melukai pacarnya dan membunuh Dimitrov. Dilaporkan bahwa Dimitrov memiliki ponsel dengan nomor terkutuk itu di tangannya ketika ia ditembak mati, mungkin disaat ia tengah melakukan panggilan atau menjawab teks. Meskipun motif resmi ini adalah persaingan antar pengedar narkoba Rusia yang sama-sama melakukan operasi penyelundupan, namun saat itu ada rumor bahwa nomor telepon misterius itu yang membawa kematian dan kemalangan pada pemiliknya.

Nomor telepon itu tampaknya cukup beruntung untuk menemukan pemilik berikutnya, yakni seorang agen real estate yang bernama Konstantin Dishliev. Dalam hal ini, Dishliev menjalani kehidupan ganda, sebagai seorang agen di siang hari dan seorang pedagang kokain di malam hari. Pada tahun 2005, Dishliev meninggalkan sebuah restoran India di ibukota Bulgaria, Sophia ketika ia ditembak mati di jalanan oleh seorang yang tak dikenal, ia mengalami luka tembak fatal dan meninggal berbaring dalam genangan darah. Meskipun penyelidikan polisi mengaitkan pembunuhan ini dengan uang sebesar, £ 130,000,000 dari bisnis kokain yang telah disita oleh polisi, namun rumor tetap menyebar lagi bahwa nomor telepon terkutuk itulah yang entah bagaimana seolah-olah membawa kematian kepada siapa saja yang memilikinya.

Setelah pembunuhan Dishliev, nomor telepon terkutuk itu sementara diamankan oleh polisi yang melakukan penyelidikan kasus pembunuhan dan penyelundupan, tapi ketika nomor itu akhirnya diaktifkan kembali, anehnya tak ada yang bisa menghubungi nomor itu. Sejak saat itu, setiap upaya untuk memanggil nomor tersebut untuk mengetahui pesan yang direkam sebelumnya hanya menjawab "jaringan di luar jangkauan." Apakah langkah ini sengaja dilakukan oleh perusahaan jasa komunikasi untuk mencegah meluasnya rumor dugaan bahwa nomor tersebut berisi kutukan, atau karena polisi sedang menginvestigasi dan berusaha menjaga file yang terkait dengan pembunuhan Dishliev? Tampaknya jawabannya akan tetap keruh, dan ketika Mobitel ditekan untuk menyatakan hal tersebut pada Pers, mereka hanya bilang "Kami tidak memiliki komentar apapun. Kami tidak akan membahas nomor individu. "

Jika ditelusuri lebih mendalam, ide nomor telepon terkutuk ini tentunya bukan hal yang baru, dan sebenarnya hal itu adalah hasil dari akar sebuah isu tahayyul yang menyebar lewat e-mail di Internet pada tahun 2007. Yang disebut "Nomor merah," "Atau nomor telepon terkutuk, "atau" Panggilan kematian " Surat elektronik tersebut dimulai menyebar di Pakistan pada tanggal 13 April 2007, dan biasanya terdapat peringatan untuk tidak mengangkat panggilan dari nomor tertentu, dan nomor yang memanggil itu muncul di layar ponsel akan berwarna merah. E-mail tersebut menyatakan bahwa panggilan itu akan menghasilkan sinyal dengan frekuensi tinggi secara misterius yang akan meledak dan menyebabkan pendarahan otak dan kematian instan, dan dikatakan juga bahwa puluhan orang telah tewas setelah mereka menerima panggilan nomor menyeramkan ini. E-mail aneh ini menyebabkan kepanikan di Pakistan, di mana ada banyak orang berbicara tentang orang-orang yang sudah menjadi korban panggilan mematikan ini. Tak lama kemudian, rumor berubah dan berevolusi dan tidak hanya mengklaim bisa menyebabkan kematian instan, tetapi juga bahkan nomor tersebut bisa menginduksi impotensi atau kehamilan. Selama histeria ini, banyak teori hadir di seputar masyarakat yang merasa takut, mulai dari isu tentang konspirasi, program rahasia pemerintah, terorisme, bahkan gagasan yang mengatakan bahwa sebuah pembangunan menara telepon seluler diatas tanah yang dianggap keramat telah membuat jin yang tinggal di tanah itu menjadi marah dan melakukan pembalasan.

Dan untuk selanjutnya, isu tahayul nomor kematian ini tidak hanya berdiam di Pakistan, malah menyebar ke Asia, Timur Tengah, dan Afrika. Dan banyak perusahaan telepon secara aktif menyatakan bahwa klaim kematian itu hanya berita hoax semata, mereka menjelaskan bahwa ponsel tidak memiliki kemampuan dan tidak mungkin untuk memproyeksikan frekuensi yang cukup fatal yang bisa menyebabkan kematian seketika atau cedera fatal, tapi tampaknya penjelasan perusahaan komunikasi hanya menjadi bahan bakar rumor dan malah menambah kekacauan dengan hadirnya tuduhan bahwa perusahaan ponsel sengaja menutup-nutupi hal tersebut. Bahkan sebuah perusahaan ponsel terbesar saat itu, Nokia disalahkan karena telah merilis sebuah dokumen resmi di Nigeria yang diduga ditulis oleh seorang eksekutif perusahaan, yang diduga mengaku tentang penggunaan gelombang frekuensi tinggi mematikan melalui saluran telepon, dokumen itu menyatakan:

"The use of our mobile phones can cause spontaneous death to the user in certain circumstances. The problem manifests itself when the phone is dialed from certain numbers. The mobile base sends out massive quantities of electromagnetic energy, which resonates from the mobile phone’s antenna. As the user answers his phone, the energy surges into his body, resulting in both coronary heart failure and brain hemorrhaging, generally followed by severe external bleeding and rapid death".

Terjemah:
Penggunaan ponsel kita dapat menyebabkan kematian spontan untuk pengguna dalam keadaan tertentu. Masalah ini termanifestasi dengan sendirinya ketika telepon dipanggil dari nomor-nomor tertentu. Basis ponsel mengirimkan sejumlah besar energi elektromagnetik, yang bergema dari antena ponsel. Ketika pengguna menjawab telepon tersebut, energi akan melanda tubuhnya, kedua hasilnya adalah gagal jantung koroner dan pendarahan otak, umumnya diikuti oleh perdarahan eksternal yang parah dan kematian yang cepat".

Dokumen yang dikatakan resmi itu segera dibantah oleh Nokia, yang menyebutnya sebagai "karya fiksi" dan hoax. Namun, mengingat betapa berakarnya ide dan tahayul tentang panggilan telepon yang mematikan ini, serta semua laporan dari orang yang mengaku tahu orang-orang yang telah ditargetkan, tentu saja orang-orang akan mudah menuduh perusahaan hanya menutup-nutupi perihal ini. Dan "Nomor Merah" serta e-mail tentang panggilan mematikan ini terus menyebar bahkan hingga sampai ke Nusantara dan sempat membuat heboh. Di tahun 2012 isu tersebut perlahan-lahan mulai mereda. Kejadian ini mungkin adalah hoax yang dikombinasikan dengan histeria massa, tapi hal ini juga menunjukkan bahwa ada ketakutan yang mendasar dari hadirnya teknologi yang kita gunakan untuk berubah menjadi senjata mematikan, dan dari perpanjangan masalah ini maka akan menjadi sebuah gagasan bahwa teknologi juga bisa berisi oleh kekuatan di luar pemahaman kita. Dalam kedua kasus baik nomor merah dan nomor terkutuk Mobitel, jelas ada konsep rasa takut yang mendasar, dimana ponsel yang sangat diperlukan malah mentransformasikan dirinya menjadi agen kejahatan.

Menurut saya pribadi, kasus Mobitel hanyalah refleksi dari rasa ketakutan dan kebetulan bercampur dengan segala macam histeria tahayul yang segera menjadi legenda urban. Saya tidak percaya hal itu merupakan indikasi dari sesuatu yang misterius. Walau hadir banyak kejadian dimana orang yang memiliki nomor telepon misterius telah meninggal dalam kematian yang mengerikan, tapi apakah ini berarti bahwa benar-benar ada kutukan? Logikanya, Bos kriminal dan gengster narkoba memang selalu berada dalam risiko pembunuhan, tapi bagaimana dengan kejadian seorang CEO ​​yang tiba-tiba secara dramatis tewas oleh kanker? Bagi saya kematian mendadak dari tiga pemilik nomor tersebut dalam tempo 5 tahun semua hanyalah kebetulan, tidak ada yang lebih. Banyak dari kasus-kasus seperti ini menggarisbawahi ketakutan kita dengan sangat mendarah daging, ingat kasus surat palsu yang mengklaim berasal dari penjaga kubur Nabi yang berisi ancaman bagi siapa yang tidak menyebarkannya akan mendapat musibah, lantas ada juga SMS seram yang apabila tidak diteruskan kepada 10 nomor maka hantu akan datang. Jelas saya menantang semua tahayul itu dan sama sekali tidak terbukti. Ditinjau dari segi logika atau dari sisi agama maka keduanya akan menolak semua klaim tersebut, namun anehnya banyak orang dengan sangat mudah percaya pada sesuatu yang cuma "Katanya" dan katanya!

Kita yang sedang bergerak maju dan teknologi yang berkembang membawa perubahan dan kemajuan tak disangka masih tersisipi oleh cerita tahayyul dan mitos, dan melihat pola pikir masyarakat kita yang masih sangat menggandrungi dan mengidolakan tahayyul, maka kemungkinan hal itu akan tetap tinggal bersama kita dalam satu bentuk atau variasi lainnya, tidak peduli seberapa canggih teknologi kemajuan yang kita miliki. Karena celah itu sebenarnya bukan berasal dari teknologi, namun memang akar dari rasa takut itu sendiri! Semoga anda berfikir dan Wassalamualaikum.

Trims :)

G+

Seorang yang cukup gila dalam sisi lain kehidupan, yang jelas saya normal dan please jangan banyak protes :p, visit my FACEBOOK

Related Posts

Previous
Next Post »

Saya sangat mengharapkan feedback dari pembaca mengenai postingan yang saya tampilkan. Komentar yang anda tulis harap di ketik dengan bahasa yang sopan, apabila saran dalam bentuk kritikan adalah kritikan yang membangun. Tidak meninggalkan link aktif, spamming (I do hate that), ataupun komentar yang tidak berhubungan dengan postingan.