Keyakinan Pengorbanan Dalam Agama

Keyakinan Pengorbanan Dalam Agama

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Menemukan jalan keyakinan yang benar dapat menjadi sebuah tugas yang kompleks dan berat bagi banyak orang. Sebagian besar dari kita cenderung hanya mengikuti keyakinan agama dari orang tua, kakek-nenek, adat, keturunan atau teman-teman dekat kita di masyarakat, tetapi dari sebagian kita, jalan menuju pencerahan adalah salah satu yang kita harus ditemukan dengan sebuah alasan paling kuat, karena kebenaran memiliki pola sederhana, yakni sebuah bukti yang bisa dipertanggungjawabkan dari segi fitrah manusia, karena keyakinan adalah tempat bertemunya rahmat Tuhan yang memberikan kita akal untuk berfikir beserta penciptaan jagad raya sebagai sarana kita memikirkan semua petunjuk itu, kebenaran bukanlah hanya berdasarkan ikut-ikutan atau bertaklid membabi buta tanpa mengetahui apa dan bagaimana suatu hal yang diyakini tersebut. Jalan kebenaran ini bisa saja menjadi tugas yang lebih berbahaya di beberapa tempat yang berbeda.


Apakah itu sebuah agama pagan kuno, atau mungkin salah satu dari banyak variasi baik Islam, Kristen, Hindu, atau agama dan aliran kepercayaan atau mungkin sekedar keyakinan dalam budaya, dan hal yang dianggap suci terkadang memiliki praktek mengejutkan. Misalnya dibagian Selatan Amerika ada cerita dari orang-orang yang menjelajahi sebuah gereja baru yang melibatkan ular untuk ritual mereka selama himne pembukaan. Hal tak terduga seperti ini terkadang dapat memiliki efek berlawanan dari apa yang kebanyakan orang cari di dalam agama. Bahkan hal-hal tak terduga seperti ini dapat meninggalkan kesan yang membuat pergolakan atau bahkan lebih buruk, hingga hingga sampai pada tahap kebencian untuk semua agama.

Dengan sedikit riset, saya mengumpulkan daftar dari ritual darah dan dewa-dewa kuno yang menurut saya pribadi agak riskan rasanya. Sebagiannya masih dilakukan hingga hari ini, dan sementara lainnya banyak dari dewa juga tidak lagi memiliki sorotan aktif, tetapi kita tidak akan pernah tahu kapan seseorang akan mendapatkan ide yang menurutnya cemerlang untuk membangkitkan keyakinan dewa-dewa masa lalu dan melakukan praktek yang mungkin akan mengejutkan.

Hal ini penting untuk mengingat bahwa ritual pengorbanan memainkan peran dalam hampir setiap agama yang ada, baik itu ritual mengorbankan diri pribadi untuk sebuah ratapan atau indulgensi seperti yang dilakukan ummat agama syiah pada hari asyyura, mengorbankan hewan, atau malah mengorbankan kehidupan orang lain seperti yang dilakukan kaum Satanic. Beberapanya mengorbankan hewan seperti ritual ummat Islam yang melakukan hari raya Kurban pada hari suci Idul Adha, Bahkan salah satu keyakinan modern yakni agama Kristen bergantung kepercayaan pada pengorbanan ini. Salib yang melambangkan agama, dan banyak jemaat kristen yang meyakini bahwa pengorbanan Isa Al-Masih atau Yesus adalah sebuah pengorbanan untuk penghapusan dosa yang dikutip dalam Alkitab Perjanjian Lama.

Sepertinya pengorbanan memang umum dalam banyak kepercayaan. Nah dan untuk itu, informasi berikut ini mungkin satu hari bisa menyelamatkan hidup anda. Atau ya paling minim bisa menambah pengetahuan anda.

Ritual Menyakiti Diri Agama Syiah


Keyakinan Pengorbanan Dalam Agama

Agama yang sekilas mirip dengan Islam ini memang terkenal dengan ritual tahunan yang ekstrim, tepatnya pada hari Asyyura dimana mereka melukai diri mereka sendiri dengan benda-benda tajam hingga berlumuran darah untuk memperingati hari wafatnya cucu Nabi besar Muhammad salallahu alaihi wassalam, yakni Hussein. Ummat syiah terbiasa dengan menyakiti diri sendiri, seperti menampar, memukul-mukul kepala, dada hingga membacok punggung dan kepala sendiri, terkadang mereka juga melakukan itu pada anak-anak mereka dengan anggapan bahwa semua hal itu adalah ibadah dan bentuk pengabdian kepada Allah dengan meratapi kesyahidan Hussein radiyallahu anhu.

Seperti yang tertulis di dalam kitab Syiah sendiri yang menyebutkan,

إن اللطم والتطبير ولبس السواد في عاشوراء والنياحة من أعظم القربات للحسين بل هذه الأفعال من الأعمال الممدوحة

“Sesungguhnya menampar, memainkan pisau ke badan, dan mengenakan pakaian hitam di hari Asyura, juga bentuk niyahah bersedih hati saat itu merupakan di antara bentuk ibadah –pendekatan diri- dalam rangka mengenang Husain. Bahkan amalan seperti ini termasuk amalan terpuji.” ( Fatwa Muhammad Kasyif Al Ghitho war Ruhaani wat Tibriziy wa Ghoirihim min Maroji’il Imamiyah

Dewi Kali, Dewi Kehancuran Dari India


Keyakinan Pengorbanan Dalam Agama

Untuk sebagian besar, dewi Kali mungkin hanyalah seorang dewi Hindu yang dalam mitologi disorot oleh beberapa catatan dengan tepi terang kebaikan, tetapi seperti halnya banyak dewa atau dewi lainnya di sepanjang sejarah, mungkin masih ada beberapa sekte yang bisa dikatakan terlalu bersemangat tentang praktek gelap dalam pemujaan dewi Kali. Dalam ajaran Tantra, Kali adalah seorang ibu dewi yang baik hati. Dalam ajaran lainnya, dia adalah sosok dengan kekerasan tingkat tinggi yang tujuannya adalah untuk memusnahkan kejahatan. Hal yang bisa dikatakan kontras, sangat berbeda bagi beberapa pendapat lainnya.

Jika anda sedang bepergian dengan teman-teman anda dan menemukan orang-orang asing yang meminta untuk ikut bersama dengan anda yang menyebut diri mereka sebagai anak-anak Kali, mungkin itu saatnya anda untuk segera gugup dan melarikan diri. Soalnya ada kemungkinan tinggi anda dan teman-teman anda akan diculik oleh sekelompok pembunuh yang akan menjadikan anda sebagai korban dari ritual pengorbanan untuk dewi Kali.

Pembunuhan dgn perampokan wisatawan dari para pembunuh di India ini di percaya sebagai tugas mereka untuk menghormati dewi Kali, dan jika mereka tidak melakukannya, Kali diyakini akan marah dan mungkin juga akan dipercaya menghancurkan umat manusia. Pembunuhan yang disertai perampokan ini diduga telah mengorbankan puluhan ribu hingga satu juta orang sebelum akhirnya budaya mengerikan ini dimusnahkan. Tragedi pembunuhan dan perampokan ini menyebar tanpa henti hingga saat pemerintahan Inggris di India, dimana mereka telah mengarahkan upaya untuk memberantas kelompok ini, dan akhirnya melahirkan Undang-Undang tindak pidana nasional di India. Beberapa orang mengklaim bahwa pihak sepertinya Inggris terlalu melebih-lebihkan perihal tentang budaya pembunuhan dengan perampokan ini di media, dan mungkin telah membuat mereka menjadi tampak sangat mengerikan dari fakta yang terjadi sebenarnya.

Chaac, Dewa Hujan Bangsa Maya


Keyakinan Pengorbanan Dalam Agama

Bangsa Maya percaya eksistensi Chaac, yang kehadirannya agaknya sedikit berbeda di daerah utara, selatan, timur, dan barat, dimana Chaac akan memukul awan dengan kapak petirnya untuk membuat kilat dan hujan. Dan ketika keadaan musim gersang, mereka juga percaya bahwa dengan menenggelamkan anak-anak akan menginspirasi dewa Chaac untuk memberikan hujan yang menguntungkan serta meningkatkan produksi tanaman.

Kembali pada abad ke 16, bangsa Maya akan menurunkan pria dan wanita muda ke dalam sumur upacara, di mana mereka akan tinggal disitu sampai mereka akhirnya mati tenggelam. Mereka berkeyakinan bahwa mereka yang dikorbankan didalam sumur itu akan dikirim untuk menjadi asisten dewa Chaac untuk membantu di kantor besar departemen kehujanan untuk memfasilitasi produksi hujan untuk tanaman.

Pembaptisan adalah upacara populer di banyak keyakinan agama Kristen, dan itu adalah sebuah ritual pemandian yang dipercaya umat kristen sebagai perlambang dari kelahiran kembali. Jadi, jika anda ummat kristen, saran saya jangan terpikat untuk dibaptis oleh siapa pun tak henti-hentinya berbicara tentang tanaman dan mengucapkan nama Chaak. Soalnya bisa jadi anda mungkin akan mengambang tak bernyawa di dalam salah satu sumur ritual mereka.

Odin, Dewa Perang, Penguasa Asgard


Keyakinan Pengorbanan Dalam Agama

Sepertinya kaum wanita tidak perlu merasa khawatir jika mereka terjebak di tengah jamaah keyakinan Odin, tapi itu akan lain ceritanya jika bagi kaum lelaki. Hal ini terutama berlaku jika layanan Odin ini diadakan di sebuah Kuil di Uppsala di Swedia selama masa perang ketika perang dianggap sedang berada di ujung kekalahan bagi mereka.

Dalam mitologi Norse, Odin dianggap sebagai dewa perang, kematian, dan kemenangan. Ketika banyak hal dianggap tidak berjalan dengan baik dan membutuhkan perubahan, pengikut Odin biasanya akan memilih seseorang dan menawarkan mereka untuk dikorbankan pada dewa Odin. Hal ini pula yang terjadi pada Raja Vikar dari Norwegia yang kehilangan nyawanya di Saga Gautreks. Raja Vikar berada di antara orang-orang dalam sebuah armada kapal layar yang telah tersesat entah kemana dibawa angin, dan pengorbanan kemudian diputuskan untuk dewa Odin dengan harapan Odin akan membimbing mereka kembali ke jalur pelayaran. Raja Vikar kemudian sukses digantung.

Ritual Pengorbanan manusia juga dilakukan untuk Odin pada awal musim panas setiap tahun selama festival tahunan untuk merayakan kemenangan. Setiap imam mereka sadar betul bahwa salah satu cara untuk mendapatkan orang-orang hadir ke kuil mereka adalah dengan cara meningkatkan layanan makan cuma-cuma. Orang-orang saat itu disana tidak akan bisa menolak makanan gratis, tetapi pola pikir mereka yang seperti itu terkadang harus mengorbankan nyawa, itulah yang terjadi pada tradisi Norse kuno.

Pada festival sembilan tahunan yang disebut Blot yang diselenggarakan di Kuil Uppsala di Swedia. Salah satu fitur puncak dari festival sembilan hari ini adalah pengorbanan kuda dan termasuk sembilan laki-laki. Mayat-mayat itu kemudian digantung seperti hiasan Natal di dahan-dahan pohon di sekitar kuil. Kabar baiknya adalah festival Blot yang melakukan pengorbanan manusia terakhir diduga diadakan diekitar tahun 1087. Blot ini sendiri telah dibangkitkan kembali sebagai festival khusus di Swedia pada tahun 2000, setelah absen selama 900 tahun. Dan upacara keagamaan yang kini tanpa pembunuhan ini masih dilakukan hingga sekarang dimana orang-orang memakai helm viking dan memegang palu, mereka menawarkan makanan gratis, mungkin untuk saat ini anda tak perlu lagi berhati-hati untuk menghadiri festival ini. Disisi lain, anak Odin, Thor, tidak mengikuti jejak ayahnya yang suka pengorbanan, tetapi Thor lebih memilih menjadi seniman kaya raya dengan menjadi bintang film di Holywood, mungkin dia yang membawa kembali doktrin kuno dari sejarah pengorbanan kepada Odin kedalam dunia perfilman.

Huitzilopochtli, Dewa Perang Bangsa Aztec


Keyakinan Pengorbanan Dalam Agama

Jika ada dalam sejarah budaya yang dikenal memiliki upacara ritual yang mengakibatkan bahaya dari umatnya sendiri, maka itu adalah suku Aztec Meksiko. Upacara mereka membahayakan diri sendiri dan orang lain, tapi ternyata semua bahaya itu tidak sebanding dengan bahaya wabah cacar dan para penjajah Spanyol yang membantai jutaan dari mereka, dimana mereka diduga menyapu bersih semua orang disana sehingga para dewa kuno bangsa Aztec pun kehabisan stok korban dan akhirnya kalah perang.

Huitzilopochtli sangat penting dalam keyakinan Aztec dalam 52 tahun sikulus Bumi, di mana planet dipercaya akan mengalami kehancurannya jika pengorbanan tidak dibuat untuk Dewa Matahari. Pengorbanan manusia untuk dewa Huitzilopochtli juga dibuat selama hari suci khusus yang didedikasikan untuk dewa setiap tahunnya.

Bagian menakutkan tentang mitologi Aztec adalah fakta yang ada bahwa Huitzilopochtli hanyalah salah satu dari puluhan dewa yang haus darah yang memerlukan pengorbanan manusia. Kemungkinan jika anda singgah di sebuah kuil yang didedikasikan untuk Huitzilopochtli, walau kemungkinannya sangat tipis hari ini, tetapi jika anda benar-benar menemukannya dipedalaman Mexico mungkin, maka anda sudah saya peringatkan, agar anda tidak dikorbankan :p

Tirawa, Dewa Pencipta Suku Pawnee


Keyakinan Pengorbanan Dalam Agama

Di dalam sejarah suku Pawnee, pada saat musim ketika Mars tampil sebagai bintang pagi, adalah saat yang tepat untuk mengikat seorang gadis muda untuk ditusuk berulang kali hingga tubuhnya penuh dengan lubang sehingga bercucuran darah yang mengalir ke tanah dan dianggap menyuburkan bumi.

Tirawa adalah dewa yang dipercaya suku pawnee terkait dengan banyak hal pada alam, dan dengan demikian maka restunya sangat penting untuk menjadikan tanaman bisa tumbuh. Ketika pengorbanan seorang gadis muda diperlukan, suku Pawnee biasanya akan menyerang desa musuhnya dan menawan seseorang untuk dikorbankan. Ritual pengorbanan ini adalah bagian dari Upacara Morning Star, yang merupakan rekreasi sejarah penciptaan versi suku pawnee dari kisah Bintang Kejora yang menikah dengan Evening Star hingga menciptakan manusia pertama. Dan manusia pertama dalam keyakinan mereka adalah seorang gadis, itulah mengapa korban yang digunakan selama upacara selalu seorang gadis. Gadis itu kemudian dimanjakan selama beberapa hari sebelum akhirnya diikat pada sebuah perancah yang dihiasi untuk menunggu kedatangan bintang pagi. Ketika bintang pagi muncul, dia kemudian dibakar dan alat kelaminnya ditusuk hingga menembus jantung, hal ini dilakukan oleh prajurit yang menangkapnya, tubuhnya kemudian dipotong oleh pendeta Pawnee yang lantas mengolesi darahnya ke tubuhnya, memukulnya dengan tongkat suci, dan kemudian ditembaki oleh panah dari setiap pria dari suku Pawnee. Pada tahun 1.838 ritual Pawnee ini sendiri diduga tidak lagi melakukan praktek pengorbanan manusia selama Upacara Bintang Kejora.

Dabaiba, Dewi Kilat dan Guntur Dari Panama


Keyakinan Pengorbanan Dalam Agama

Well.. sepertinya dewi Dabaiba tidak menyukai ikan goreng, sapi panggang ataupun sate ayam, itulah sebab mengapa budaya awal yang mendahului suku Aztec ini di seluruh Panama dan Columbia dahulu kala sering membakar mayat orang yang mereka korbankan untuk menenangkan dewi Dabaiba yang menyukai mayat bakar. Dabaiba memiliki akar sebagai dewi matahari, dan diyakini bahwa guntur dan kilat diciptakan untuk menghukum musuh. Ummat Dabaiba akan berziarah dari seluruh wilayah menuju ke kuil emas Dabaiba untuk membawakan dewi ini hadiah berharga tinggi yakni manusia hidup yang akan dikorbankan.

Jika anda direkrut ke dalam kuil Dabaiba, maka bersiap-siaplah anda akan segera menjadi makanan favorit dewi Dabaiba yang tidak mampu memasak makanan favorit sendiri. Ketika orang Eropa pertama tiba di daerah penganut agama Dabaiba ini, mereka mendengar cerita tentang emas dan kekayaan yang disimpan di dalam kuil emas Dabaiba, dan penduduk setempat merasa senang untuk memberikan arah akurat untuk mengirim mereka ke dalam cengkeraman untuk dikorbankan. Setelah bertahun-tahun dicari, akhirnya ditemukan sejauh mana kekayaan yang terkandung di istana itu ternyata hanya sedikit dari yang diceritakan cerita rakyat yang ada, tetapi sepertinya lebih banyak orang yang meninggal yang mencoba untuk menemukannya.

Gereja Ular Pantekosta


Keyakinan Pengorbanan Dalam Agama

Meskipun secara teknis gereja ini tidak melakukan pengorbanan manusia, namun jika kita lihat mereka terlibat dalam sebuah ritual upacara keagamaan yang bisa saja segera mengirim umatnya segera ke akhirat. Gereja ular ini berada di bawah payung aliran kristen Pentakosta, dan lebih khusus lagi, Gereja yang dinamakan The Church of God with Signs Following ini tidak hanya berurusan dengan yang mereka anggap roh kudus selama pertemuan, dan berbicara dalam bahasa roh yang aneh, mereka juga bermain dengan ular berbisa untuk membuktikan bahwa roh kudus ada dalam diri mereka. Praktek penanganan ular dalam gereja ini mendapat dukungan dari rata-rata gereja Pantekosta. Jika para geng motor yang menyebut diri mereka sebagai 'One Percenters,' yang berarti mereka adalah minoritas yang ekstrim di dunia club motor, maka ummat gereja ular ini mungkin akan melabeli diri mereka sebagai "One-tenth-of-One Percenters" (Sepersepuluh dari satu persenter)"

Keyakinan gereja Pantekosta yang memiliki konsep bermain dengan ular mematikan ini didasarkan pada satu ayat dalam di Alkitab: "Dan tanda-tanda ini akan mengikuti mereka yang percaya; Dalam nama-Ku akan mereka mengusir setan; mereka akan berbicara dengan bahasa baru; Mereka akan mengambil ular; dan jika mereka minum setiap hal yang mematikan, tidak akan menyakiti mereka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan mereka akan sembuh, "- Markus 16: 17-18

Praktek ritual dengan ular adalah ilegal hampir di seluruh negara bagian di Amerika Serikat, namun sejumlah kecil jemaat ada di seluruh Appalachia. Jelas hal ini memberikan wawasan besar ke sudut kekristenan dimana tidak semua orang kristen setuju akan hal tersebut, terlebih lagi telah jatuh korban yang menyebabkan kematian.

Ya demikianlah emosi muda, semoga bisa menambah pengetahuan dan pengalaman anda, semoga anda berfikir dan Wassalamualaikum.

Baca Juga; Dewa Dewi Haus Darah

G+

Seorang yang cukup gila dalam sisi lain kehidupan, yang jelas saya normal dan please jangan banyak protes :p, visit my FACEBOOK

Related Posts

Previous
Next Post »

Saya sangat mengharapkan feedback dari pembaca mengenai postingan yang saya tampilkan. Komentar yang anda tulis harap di ketik dengan bahasa yang sopan, apabila saran dalam bentuk kritikan adalah kritikan yang membangun. Tidak meninggalkan link aktif, spamming (I do hate that), ataupun komentar yang tidak berhubungan dengan postingan.