Fenomena Gunung Berapi Biru

Fenomena Gunung Berapi Biru

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Alam memiliki banyak cara untuk mengejutkan kita dan menginspirasi kekaguman dalam diri manusia, dan tampaknya ada banyak keajaiban fantastis dapat ditemukan di alam yang menjadi misteri besar yang luar biasa indah dengan segala macam pertunjukannya yang spektakuler dari kombinasi kehancuran dan keindahan. Salah satu yang paling unik dapat kita temukan ada pada sebuah gunung berapi di Nusantara, yang merupakan sumber dari salah satu sifat alam yang paling menakjubkan dengan menunjukkan cahaya alami di bumi kita. Ini adalah tempat di mana kekuatan alam, kemarahannya serta keindahannya secara megah datang bersama-sama untuk menenun rangkaian ini menjadi sebuah tampilan memukau yang membuat kita berdecak kagum dari penciptaan dan keajaiban Tuhan.

Kawah Ijen
Terbentang di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, Indonesia, dengan kaldera selebar 20 km yang dikenal sebagai kaldera Ijen, adalah sekumpulan stratovolcanoes aktif yang dikenal sebagai kompleks gunung berapi Ijen, yang mencapai titik tertinggi di ketinggian 2.799 meter adalah stratovolcano Gunung Merapi. Meskipun wilayah kaldera itu sendiri adalah rumah bagi banyak perkebunan seperti kopi, air terjun, dan air panas, namun bidang kompleks gunung berapi ini seperti menyerupai wajah planet lain yang jauh dengan lanskapnya yang kering dan berbatu, kerucut terjal dari kawah, pegunungan, dan sulfur yang dimuntahkan dari ventilasi gunung berapi ini. Dan di sebelah barat ada kawah lainnya yang disebut Kawah Ijen, kawah yang memiliki diameter 722 meter (2.369 kaki), dan kedalaman 200 meter (660 ft.), dengan total luas 0,41 kilometer persegi (0,16 sq. mi).

Fenomena Gunung Berapi Biru
Kawah Ijen
Pada awalnya tidak ada banyak hal untuk membedakan Kawah Ijien dari kawah lain di sekitarnya yang sama-sama memiliki permukaan kasar, tetapi ada beberapa fitur di sini telah membuatnya lebih menonjol. Salah satunya adalah danau kawah selebar 1 Km dengan airnya yang berwarna mencolok yang terlihat dari kejauhan, tampaknya cukup menarik dan mengundang untuk bermain di airnya, tetapi dalam kenyataannya ini adalah danau asam terbesar di dunia, dengan asam sulfat yang bercampur air yang dapat melarutkan aluminium hanya dalam 30 menit dan diketahui sering mengeluarkan gas mematikan dari waktu ke waktu tanpa peringatan, menyebabkan burung tiba-tiba jatuh dari langit atau bahkan membunuh manusia yang terlalu dekat dengannya. Danau ini selalu dilingkari dalam kabut asap tebal yang berbahaya, asap yang mampu merusak keindahan di belahan dunia lainnya.

Kawah Ijien ini juga terkenal karena memiliki jumlah belerang yang luar biasa banyaknya, dengan udara disekitarnya yang sarat dengan belerang yang bisa menyebabkan iritasi dan peradangan mata bagi mereka yang datang ke sini dan dalam banyak kasus mengharuskan adanya penggunaan masker gas. Cadangan sulfur berjumlah besar ini menjadi target dari operasi pertambangan besar di bagian dasar kawah. Pertambangan ini sangat berbahaya dan juga sebuah pekerjaan yang berbahaya, dimana para penambang disini menantang suhu yang bisa melebihi 100 derajat Fahrenheit, belum lagi asap yang berbahaya, pijakan berbatu yang tidak stabil, letusan potensial dari gunung berapi aktif yang berada di bawah kaki mereka, gas vulkanik yang mematikan yang bisa meluap setiap saat dari perut bumi, dan sangat sedikit langkah-langkah keamanan di tempat ini karena sebagian besar pekerjaan ini adalah freelance. Orang-orang bahkan banyak yang tidak memakai masker gas disaat mereka bekerja keras di ventilasi vulkanik aktif ini.

Fenomena Gunung Berapi Biru
Pertambangan belerang di Kawah Ijien
Menambang belerang di disini adalah sebuah pekerjaan fisik yang intensif. Para penambang menggunakan pipa untuk mengalirkan belerang merah tua cair dan kemudian membiarkannya dingin menjadi potongan-potongan kuning belerang padat, setelah itu mereka bersusah payah mematahkan potongan-potongan itu dengan tangan menjadi berbagai potongan kecil dan dimuat dalam keranjang hingga sampai 90 kg yang dipenuhi belerang itu. Keranjang berat ini kemudian dibawa dengan tangan ke atas kawah melalui jalan yang sempit dan melelahkan dan mendaki sejauh 3 KM (1,86 mil) ke sebuah penampungan paltuding di mana belerang akan ditimbang dan penambang dibayar sesuai dengan berapa banyak belerang yang telah meereka bawa, pekerjaan penambang disini biasanya mendapatkan penghasilan sekitar $ 13 per harinya. Sulfur sendiri biasanya akan digunakan untuk vulkanisasi karet dan pemutihan gula. Bagi para kepala keluarga yang bekerja sebagai penambang disini telah terbiasa dengan perjalanan mengerikan dan melelahkan sehari-hari mereka untuk menafkahi keluarga yang mereka sayangi, para tenaga kerja tak kenal ampun ini bergaul bersama dengan kondisi lingkungan yang sangat berbahaya, dengan dukungan langkah-langkah keamanan yang memang sangat minim, dan seringkali menghirup gas konstan dan asap beracun yang berbahaya telah memberikan para penambang di sini harapan hidup tidak lebih dari 30 tahun.

Fenomena Gunung Berapi Biru

Dan dengan semua zat mematikan dan berbahaya yang ada disini, namun disisi lain belerang ini yang bertanggung jawab untuk salah satu pemandangan alami yang paling nyata dan memukau di dunia. Jumlah besar belerang yang berasal dari perut bumi yang mencapai ke permukaan, pada tekanan tinggi dan suhu lebih dari 600 ° C (1112 derajat Fahrenheit) bersentuhan dengan oksigen di udara telah menyebabkan munculnya nyala api biru yang spektakuler sangat menakjubkan, dimana nyala api biru tersebut bisa mencapai setinggi sampai 5 meter (16 kaki) berpendar-pendar cahaya biru seolah-olah sedang berada didunia lain. Cahaya alami ini terlihat sangat luar biasa bahkan ketika bagian dari belerang cair dan terbakar mengalir bersamaan telah menciptakan sungai api biru yang berliku-liku menuruni gunung menampilkan keindahan alam sekaligus kekuatannya. Api selalu hadir di sini, tetapi nyala api biru violet ini hanya terlihat pada malam hari, dan muncul hampir di setiap malam di sepanjang tahun. Meskipun belerang yang terbakar tersebut dapat dilihat secara terbatas di tempat-tempat lain di seluruh dunia, seperti di Yellowstone National Park, namun hanya Kawah Ijien ini yang menampilkan pertunjukan besar dari keunikannya dibandingkan di tempat-tempat lainnya di dunia.

Fenomena Gunung Berapi Biru

Meskipun fenomena tersebut telah dikenal di daerah ini untuk waktu yang lama, dengan para penambang yang bahkan bekerja di malam hari dengan diterangi aliran cahaya pijar api biru tersebut, namun tempat ini baru menarik perhatian dunia luar setelah foto-foto menakjubkan yang diambil oleh seorang fotografer Perancis Olivier Grunewald menjadi terkenal. Grunewald pertama kali mendengar tentang sungai api biru di Kawah Ijien melalui sebuah foto yang ia lihat yang diambil oleh presiden Geneva’s Society for Volcanology, Régis Etienne, pada tahun 2008, yang menunjukkan siluet seorang penambang yang masih anak-anak diterangi oleh cahaya api biru. Gambar itu terus menghantuinya dan membuatnya merasa penasaran, Grunewald menjadi benar-benar terpesona dan terobsesi dengan dokumentasi para penambang yang bekerja di antara arus aliran api biru yang tumpah menuruni gunung. Dia kemudian bergabung dengan Etienne untuk terjun ke kondisi yang kawah yang keras dan membuat sebuah film dokumenter tentang fenomena dan nasib para penambang selama 6 trip dan 30 malam. Ia membuat film dokumenter ini dibawah kondisi tidak ramah dan sangat melelahkan, Bahkan beberapa kamera segera menjadi karatan yang disebabkan oleh udara asam dan tim ini terus-menerus terganggu oleh asap berbahaya meskipun mereka sudah memakai masker gas, dan bahkan setelah shooting selesai, butuh tiga minggu untuk menyingkirkan bau sulfur yang menempel ditubuh mereka. Grunewald mengatakan hal ini kepada majalah National Geographic:

"Masalah utama adalah gas asam yang berada di dalam kawah. Semakin malam tingkat kesulitan juga semakin meningkat, karena hampir mustahil untuk melihat dimana gas akan muncul, kami terjebak di kumpulan gas selama lebih dari satu jam tanpa bisa melihat tangan kami sendiri".

Fenomena Gunung Berapi Biru

Setelah semua kesulitan itu dan hasilnya pun telah terbayar. Selama pembuatan film dokumenter, Grunewald mampu menangkap gambar yang paling mencolok, nyata, dan paling indah yang pernah diambil dari fenomena aneh ini, serta menggambarkan sulitnya kehidupan dari para penambang belerang yang bertaruh nyawa bekerja diantara hidup dan mati. Jika sebuah gambar bernilai seribu kata, maka ini gambar ini adalah galeri megah dan irama yang berbicara banyak tentang kehidupan. Sulit untuk tidak terpesona dengan tampilan kemegahan api alami ini. Bahkan yang membuat foto-foto tersebut lebih mengesankan adalah foto-foto itu sama sekali tidak di edit atau diubah dengan cara apapun, dan Grunewald tidak menggunakan filter lensa pada saat pengambilan semua gambar ini. Hal ini menjadi tidak mengherankan ketika foto-foto itu dirilis langsung mendapat pujian dari hampir semua orang yang terpesona melihatnya, otomatis menyebabkan jumlah wisatawan ke Kawah Ijien meroket.

Fenomena Gunung Berapi Biru

Aliran menyala api biru yang berasal dari belerang cair tentu cukup untuk membuat anda ingin melihatnya dengan mata anda sendiri, tetapi sebelum mengemas tas touring anda untuk pergi kesana maka ada beberapa hal yang serius perlu diingat. Kawah Ijien belum sepenuhnya meletus sejak tahun 1817, Kawah Ijen tetaplah sebuah gunung berapi aktif dan selama bertahun-tahun berikutnya telah mengalami banyak letusan freatik, ledakan uap, air, abu, dan fragmen batuan yang disebabkan ketika magma memanaskan tanah atau air di permukaan. Kawah ini juga diliputi oleh berbagai unsur beracun, gas mematikan termasuk sulfat dioksida yang konsentrasinya bisa berubah setiap saat tergantung pada kondisi angin, hal ini dapat menyebabkan iritasi mata, sakit tenggorokan, masalah pernapasan, pusing atau bahkan kematian. Danau yang berada di kawah itu sendiri dikenal sering melepaskan awan gas mematikan secara tiba-tiba, dan tidak jarang untuk melihat burung-burung mati mendadak di saat terbang di atas permukaan danaunya yang berwarna batu pirus yang memikat. Hal ini sangat dianjurkan kepada pengunjung untuk memakai masker gas dan memeriksa kondisinya sebelum mengunjungi Kawah Ijien, untuk memastikan keamanan saat mendekati Kawah Ijen. Jika semua ini tidak mengintimidasi anda dan anda masih memiliki tekad untuk pergi kesana, maka membutuhkan sekitar 2 jam berjalan kaki ke tepi kawah dan sekitar 45 menit untuk turun ke kawahnya yang bisa saja terkadang sedang dipenuhi asap belerang dan gas. Namun, dari semua laporan dari orang-orang yang telah melakukan perjalanan ke Kawah Ijen dan dengan semua resiko dan kesulitannya telah ditebus untuk melihat sekali dalam seumur hidup sebuah tontonan konser karya ciptaan Tuhan sebuah pertunjukan cahaya alam dari api biru terbesar di planet bumi ini. Wassalamualaikum.

Trims :)

G+

Seorang yang cukup gila dalam sisi lain kehidupan, yang jelas saya normal dan please jangan banyak protes :p, visit my FACEBOOK

Related Posts

Previous
Next Post »

Saya sangat mengharapkan feedback dari pembaca mengenai postingan yang saya tampilkan. Komentar yang anda tulis harap di ketik dengan bahasa yang sopan, apabila saran dalam bentuk kritikan adalah kritikan yang membangun. Tidak meninggalkan link aktif, spamming (I do hate that), ataupun komentar yang tidak berhubungan dengan postingan.