Burong Tujoh, Fenomena Kejahatan Gaib Di Tanah Rencong

Burong Tujoh, Fenomena Kejahatan Gaib Di Tanah Rencong

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Postingan saya sebelumnya yang membahas tentang sosok makhluk gaib dengan judul Raja Itam Iblis Laknat Dari Aceh ternyata cukup banyak menarik perhatian pembaca, jadi rasanya akan lebih baik jika saya meluaskan khazanah pengetahuan para pembaca tentang sosok makhluk lainnya yang melegenda dalam cerita rakyat Aceh. Disisi lain saya sedang berusaha agar postingan tentang budaya dan legenda lokal khususnya di Nusantara ini lebih akan mendominasi kedepannya kelak. Nah maksud dan tujuan saya yang mungkin banyak menulis tentang hal-hal berbau mistik bukan bermaksud untuk membudi-dayakan tahayyul dalam masyarakat, namun saya lebih mengarahkan para pembaca untuk berfikir dan menelaah tentang sudah sejauh mana peradaban kita berada di zaman teknologi ini. Selain itu saya berharap tulisan-tulisan tersebut bisa menambah wawasan anda dan tentunya sebagai media dakwah juga.


Aceh, sebuah Provinsi paling barat di Nusantara ini memiliki banyak cerita dan legenda yang mengakar dalam keseharian masyarakatnya yang dituturkan dari generasi ke generasi, ada beragam suku bangsa dan bahasa disini yang melahirkan berbagai bentuk cerita mulai dari fakta sejarah cerita perjuangan rakyat hingga mitos. Dan dalam tulisan kali ini kita akan menelaah tentang sebuah istilah yang akrab di telinga rakyat aceh, sebuah istilah yang dirayapi oleh kegelapan dan diselimuti oleh cerita seram kematian dari sesuatu yang mengintip dibalik bayang-bayang dunia mistik dan perdukunan. Tentang perjanjian yang mengikat nyawa serta merembes dalam kehidupan dan menebar horor ditengah-tengah masyarakat, sesuatu yang cukup membuat teror dalam masyarakat Aceh, dimana negeri ini menyebutnya sebagai Burong Tujoh!

Asal Muasal Burong Tujoh
Istilah Burong Tujoh sendiri berasal dari kata "Burong" yang bermakna kuntilanak secara umum, biasanya sebutan Burong ini disandarkan kepada jenis hantu yang suka tertawa atau menangis sendirian di kegelapan malam, kadang juga dilabelkan kepada hantu perempuan penunggu jalan yang suka meminta menumpang kepada mereka yang membawa kendaraan sendirian. Termasuk juga jin yang suka menganggu anak-anak, jin hutan, hantu penunggu rumah dan kuburan, namun ada juga istilah-istilah lain seperti "Beuno" yakni hantu yang suka menindih orang yang tidur, "Maop" sebutan untuk jin tinggi besar yang suka menculik anak-anak kecil, "Geunteut" atau Genderuwo, "Baluem Bilie" atau hantu penunggu sungai yang suka menenggelamkan orang lain, ada juga sebutan "Burong Punjot" atau hantu pocong dan masih banyak lainnya, namun istilah Burong Tujoh sendiri sebenarnya memiliki makna yang berbeda dari hantu kebanyakan.

Istilah Burong Tujoh adalah sebutan kepada jin atau hantu yang dikirimkan oleh seorang dukun untuk menyerang seseorang. Dan kata "Tujoh" yang berarti tujuh belum diketahui maksudnya secara pasti, ada pendapat yang mengatakan bahwa sebutan Tujoh dimaknakan pada jumlah yang banyak, memang dalam banyak kasus biasanya dukun yang mengirim "kiriman" biasanya akan mengirim lebih dari satu, jika salah satu kirimannya telah kalah maka sang dukun akan mengirimkan jin lainnya. Ada juga yang mengatakan bahwa jin tersebut berjumlah tujuh orang, mungkin inilah alasan paling umum kenapa ada penambahan tujuh dalam istilah tersebut.

Pendapat lainnya mengatakan istilah Tujoh berasal dari proses mistik yang dijalani si pemilik Burong Tujoh itu sendiri, dimana dikabarkan orang yang ingin menguasai Burong Tujoh ini harus menggali tujuh buah kuburan.

Pemanggilan Burong Tujoh dan sihir
Diceritakan dari mulut ke mulut oleh para orang-orang tua di Aceh bahwa sebenarnya Burong Tujoh ini adalah kumpulan jin yang ditaklukkan, mereka diperintah atau dipaksa oleh sang dukun untuk melakukan pekerjaan yang diinginkan oleh dukun tersebut dalam keadaan mau atau tidak mau, lho kok bisa ya? Mengapa manusia bisa memaksa sesuatu yang gaib?

Ini semua terkait kepada proses pemujaan terhadap setan atau raja jin di suatu tempat, dimana seseorang yang ingin menguasai Burong Tujoh ini ini biasanya akan mencuri air pemandian jenazah, menggali kuburan yang masih segar untuk mengambil beberapa bagian atau organ tubuh mayit, yang kesemuanya itu dilakukan sebagai persembahan hadiah kepada setan atau jin jahat penguasa suatu wilayah, persembahan itu diberikan dalam rangka menyenangkan hati setan atau raja jin tersebut sebelum akhirnya meminta kepada setan itu sekelompok anak buahnya untuk membantu apa saja kepentingan si pemujanya. Dan jika setan itu setuju maka setan akan memerintahkan bawahannya (dalam beberapa kasus disebut tahanan atau jajahannya) untuk melayani si pemuja itu, yang apabila mereka tidak mau mengerjakannya maka mereka akan disiksa oleh rajanya tersebut. Dan inilah sebab kenapa jin Burong Tujoh dikatakan adalah sekelompok jin yang dipaksa bekerja untuk seorang dukun oleh raja jin.

Namun sepertinya apa yang dikabarkan tentang Burong Tujoh tersebut benar adanya, soalnya saya sendiri pernah menyaksikan dalam suatu prosesi Ruqyah (Exorcisme), dimana ada banyak jin yang merasuki tubuh seseorang yang berkata bahwa mereka tidak ingin melakukan kejahatan ini, namun tubuh mereka terikat dan mereka harus menyelesaikan misinya atau akan disiksa dengan cara dipanggang di atas api. Ada juga jin yang memohon kepada peruqyah agar lebih baik dibunuh saja ketimbang gagal dan harus kembali dimana mereka akan dicambuk dan disiksa dengan sangat kejam oleh rajanya. Mereka dipaksa untuk membuat sakit seseorang atau membuat gila bahkan membunuh bukanlah kehendak mereka sendiri melainkan keinginan sang dukun, tubuh mereka dirantai dan tidak bisa melarikan diri, bahkan dalam beberapa kasus keluarga mereka ditawan agar mereka tidak bisa melawan. Namun ada juga beberapa jin Burong Tujoh itu yang memang senang melakukan pekerjaan jahatnya tanpa mesti dipaksa.

Diceritakan juga bahwa mereka yang memiliki sihir Burong Tujoh ini biasanya akan nampak dari kehidupannya sehari-hari dimana mereka tidak pernah terlihat mandi, ataupun jika mereka mandi biasanya dengan air kotor atau air comberan, mereka tidak bershalat, tidak mengunjungi orang yang meninggal dunia dan tidak mendekati mesjid, ciri-ciri lainnya adalah mereka tidak pernah bersuci setelah buang air kecil atau air besar. Intinya mereka menghindari semua tuntunan dalam agama, nah para pemilik sihir burong Tujoh ini juga bervariasi kekuatannya tergantung seberapa kuat raja iblis yang dipujanya, beberapa diantaranya bisa kebal bacok atau tahan peluru hingga ada yang mampu menyantet orang sekampung. Sihir yang disebabkan oleh Burong Tujoh ini bervariasi pula, mulai dari yang paling kecil seperti mengirim sakit gatal, hingga membuat orang lain menjadi benci seperti memisahkan suami istri, membuat orang tidak bisa menikah seumur hidup, membuat usaha seseorang menjadi bangkrut, membuat gila hingga bisa membunuh orang lain bahkan secara masal.

Dikabarkan juga biasanya mereka yang memiliki ilmu Burong Tujoh ini maka saat meninggalnya akan terjadi banyak keanehan, seperti sulitnya sakaratul maut walau tubuhnya sudah mulai membusuk, biasanya harus dicambuk terlebih dahulu oleh daun kelor (Oen Murong, bahasa Aceh) dan membuka atap rumah dimana ia berbaring supaya memudahkan ia untuk meninggal, bahkan setelah meninggalpun biasanya bumi akan menolak jenazahnya.

Budaya menjaga kuburan
Nah dikarenakan horor yang disebar oleh Burong Tujoh ini, maka tak jarang di Aceh kita akan banyak melihat dimana terkadang kuburan sanak saudara dan keluarga dikuburkan didekat rumah, hal ini dipandang sebagai upaya untuk menjaga dan menghindari digalinya kuburan oleh orang yang sedang menuntut ilmu setan Burong Tujoh ini. Dan jika tidak dikuburkan didekat rumah maka biasanya ahli waris dari almarhum akan menjaga kuburannya sejak malam pertama dikuburkan selama beberapa malam, mulai dari 7 malam ada juga yang sampai 40 malam dengan alasan yang sama. Saya sendiri pernah mengikuti proses menjaga kuburan ini, dimana saat itu anak pertama dari seorang teman saya meninggal dunia sesaat setelah baru dilahirkan, nah dikabarkan bayi yang meninggal adalah target favorit bagi mereka yang sedang menuntut ilmu Burong Tujoh ini, konon katanya organ tubuh bayi memiliki kekuatan sempurna bagi ilmu setan ketimbang yang berasal dari organ tubuh mayat biasa. Kami menjaganya selama beberapa malam walau sempat terjadi horor pada malam ketiga tepat pada pukul 2 malam disaat salah seorang teman yang berkata iseng menantang seluruh setan di kuburan itu untuk datang dan menunjukkan dirinya, spontan saja tantangan itu segera di respon dengan munculnya sosok perempuan yang tiba-tiba muncul hanya kira-kira 4 meter dari posisi saya, setan itu berbicara aneh seperti suara angin berbisik (saya kurang jelas mendengar apa yang diucapkan setan perempuan itu), bahkan saya memalingkan wajah agar tidak melihatnya, kata teman saya wujudnya seorang perempuan bertubuh besar dengan rambut acak-acakan dan pakaian compang-camping.

Memberantas Burong Tujoh
Walau saat ini dunia sudah semakin modern dan teknologi semakin canggih, namun disudut terpencil disebuah tempat sepi nan jauh dipedalaman Aceh masih ada aktivitas suram dari kejahatan menyekutukan Tuhan dengan cara bekerjasama pada iblis yang dinamakan Burong Tujoh ini. Sepertinya Burong Tujoh ini masih merupakan budaya peninggalan animisme sebelum Islam masuk ke tanah rencong. Dan bisa jadi eksistensinya sudah berusia ratusan atau mungkin ribuan tahun lamanya. Namun sudah sepantasnya budaya hitam nan gelap ini seharusnya ditinggalkan, selain hal tersebut merupakan pekerjaan kotor dan jahat dan disisi lain sangat kontras dengan label negeri bersyariat yang ada di Provinsi ini yang sangat menentang dunia gelap ilmu sihir. Dan sudah seharusnya pula bagi kita semua khususnya masyarakat Aceh untuk memberantas kesesatan Burong Tujoh ini dengan cara memberikan pendidikan yang dinilai layak terhadap masyarakat tertinggal yang masih sangat kental menganut faham mistis ini, karena sudah umum adanya dimana di suatu daerah yang masih sangat minim pendidikan maka daerah tersebut biasanya sangat kental pula dengan dunia mistik dan perdukunan.

Burong Tujoh adalah salah satu dari banyak fenomena mistik dan kegaiban yang ada di bumi syuhada ini. Dan semua fenomena kejahatan gaib itu sudah seharusnya dikuburkan dan digantikan dengan ilmu pengetahuan dan sains yang akan membawa daerah ini ke arah kemajuan. Masih terlalu banyak hal yang mesti dibenahi oleh masyarakatnya untuk membangun sebuah negeri yang benar-benar "Darussalam". Semoga tulisan ini bisa mengajak anda untuk berfikir dan bermanfaat bagi anda, akhirul kalam, sekian, terimakasih dan Wassalamualaikum.

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ
{وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا}
“Dan bahwasannya ada beberapa orang dari (kalangan) manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari (kalangan) jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan” (QS al-Jin:6).

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
“Barang siapa mendatangi tukang ramal dan menanyakan sesuatu kepadanya, tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh malam.” (HR. Muslim, dan dalam riwayat lain disebutkan empat puluh hari).

مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Barang siapa mendatangi dukun atau rukang ramal, lalu membenarkan apa yang ia katakan, maka sungguh dia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam.” (HR. Ahlussunan yang empat dan dishahihkan oleh Al-Hakim sesuai dengan syarat Bukhari – Muslim)

Dari Imran bin Hushain radhiyallaahu 'anhu, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَطَيَّرَ أَوْ تُطُيِّرَ لَهُ أَوْ تَكَهَّنَ أَوْ تُكُهِّنَ لَهُ أَوْ سَحَرَ أَوْ سُحِرَ لَهُ وَمَنْ أَتَى كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Bukan dari golongan kami orang yang meramal nasib dan yang minta diramalkan, orang yang melakukan praktek perdukunan dan yang memanfaatkan jasa perdukunan, yang melakukan praktek sihir (tenung) atau yang memanfaatkan jasa sihir (minta ditenungkan). Dan barangsiapa mendatangi dukun dan membenarkan apa yang ia katakan, maka sesungguhnya ia telah kafir pada apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam.” (HR. Al-Bazzar dengan sanad Jayyid).

Trims :)

G+

Seorang yang cukup gila dalam sisi lain kehidupan, yang jelas saya normal dan please jangan banyak protes :p, visit my FACEBOOK

Related Posts

Previous
Next Post »

2 comments

comments
10 Oktober 2016 13.00 delete

Wahh nambah ilmu lgi niih..
Terima kasih udah mau ngepost tentang burong tujoh

Reply
avatar
10 Oktober 2016 13.57 delete

Terimakasih om, sering sering mampir ya :D

Reply
avatar

Saya sangat mengharapkan feedback dari pembaca mengenai postingan yang saya tampilkan. Komentar yang anda tulis harap di ketik dengan bahasa yang sopan, apabila saran dalam bentuk kritikan adalah kritikan yang membangun. Tidak meninggalkan link aktif, spamming (I do hate that), ataupun komentar yang tidak berhubungan dengan postingan.