Analogi Teori Konspirasi Roket London

Analogi Teori Konspirasi Roket London

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Sekitar tujuh puluh tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 8 September 1944, terjadi ledakan gas di kota London. Nah, itulah yang surat kabar katakan pada hari berikutnya, tetapi apakah semua hal dari media bisa di percaya? Bahkan tidak banyak penduduk kota London sendiri yang percaya. Untuk satu hal, kejadian itu bukanlah insiden yang terisolasi. Media yang ada terus melaporkan seluruh rangkaian "ledakan gas" selama dua bulan ke depannya saat itu.

Lantas kenapa dan apa yang tiba-tiba menyebabkan banjir ledakan itu? Inggris sendiri diketahui telah berperang selama lima tahun, tapi tidak ada lagi pasukan Nazi Jerman yang berada di langit dan membombardir kota London. Royal Air Force sendiri memiliki supremasi udara di wilayahnya. Beberapa bulan sebelumnya kota ini juga telah mengalami kebingungan tentang kasus serangan "bom terbang", yang pada dasarnya diketahui berasal dari pesawat kamikaze tak berawak berukuran kecil, anehnya serangan ini juga diketahui telah berhenti ketika pantai Perancis dikendalikan oleh pasukan Sekutu.

Perang dunia kedua akan segera berakhir, dan pemerintah Inggris sepertinya ingin menyampaikan "pesannya" kepada publik. Koran hanya mencetak berita kabar baik. Kehidupan London dianggap kembali ke kondisi normal, gangguan dinyatakan sudah tidak ada lagi dan pengungsi juga telah diberitahu untuk kembali ke kota. Dan ada sekitar dua atau tiga "ledakan gas" per harinya dan tidak memiliki alasan untuk memicu alarm tanda bahaya.

Beberapa orang memang percaya bahwa itu adalah "ledakan gas". Pemerintah Inggris sendiri saat itu sering membual tentang semangat perang mereka, dimana semua orang merasa mereka berada di sisi yang sama untuk melawan musuh mereka, tetapi untuk warga London pada bulan September 1944 semangat perang mereka menjadi compang-camping. Semangat itu digantikan oleh sesuatu yang jauh lebih sinis dan tentunya sangat akrab dengan teori konspirasi. Pemerintah Inggris tahu persis apa yang menyebabkan semua ledakan ini, dan begitu pula dengan orang-orang yang telah melihat kejadian itu.

Analogi Teori Konspirasi Roket London

Roket V-2 pertama mendarat di London pada tanggal 8 September 1944, hanya berselang beberapa jam setelah senjata serupa telah ditembakkan dari kota Paris di Perancis. Dalam perjalanannya enam bulan ke depan, ada sekitar 3.170 roket V-2 telah diluncurkan dari wilayah yang dikuasai oleh pasukan Jerman. Hampir setengahnya ditargetkan mengarah ke kota London, dengan sisanya ditujukan kepada target posisi-posisi tentara sekutu di benua itu. Roket V-2 menyebabkan kematian jauh lebih banyak ketimbang bom konvensional lainnya, karena energi kinetiknya yang sangat besar dan menghantam tanpa peringatan apapun. Jatuh dari ruang angkasa di beberapa kali lebih cepat dari kecepatan suara, hal pertama siapa pun di tanah mendengar ledakan ini, biasanya diikuti oleh gemuruh panjang dari suara roket yang jatuh melalui udara, lama setelah roket itu sudah menyentuh tanah.

Masyarakat London tahu bahwa mereka sedang diserang oleh roket jarak jauh, dan mereka membenci cara pemerintah yang terus-menerus membantah kebenaran. Gagasan konyol bahwa kota itu telah menderita epidemi dan tiba-tiba secara spontan hadirnya alasan tentang meledaknya gas adalah penghinaan terhadap kecerdasan masyarakat saat itu.

Sebuah "disinformasi", dari alasan omong kosong pemerintah akhirnya diketahui, bahwa penipuan itu bukan ditujukan untuk masyarakat umum tetapi pada musuh. Seperti kata Perdana Menteri Winston Churchill pada 10 November 1944 dalam pengakuan pemerintah kepada publik tentang serangan roket:

"Tidak ada pernyataan resmi tentang serangan itu sampai sekarang yang telah dikeluarkan karena mungkin akan memberikan informasi yang berguna untuk musuh, yang mungkin juga mereka telah yakin apakah setiap rudal ini telah benar-benar melanda pulau britania ini. Tidak diragukan lagi bahwa sekarang telah diakuisisi beberapa informasi, dan dalam hal apapun pemerintah merasa tidak harus lebih lama lagi untuk menahan semua informasi ini dari masyarakat".

Pernyataan diatas bisa dijadikan analogi terhadap sikap resmi pemerintah kepada hal-hal lainnya, termasuk UFO misalnya, dengan beberapa perbedaan, misalnya bahwa setiap orang saat ini tahu bagaimana roket V-2 secara nyata. Dimana roket tersebut tidak meledakan gas. Sejauh mana otoritas yang bersangkutan bisa mengolah kata, tentu saja, UFO masih dikatakan sebagai balon cuaca, gas rawa, planet Venus, dan seluruh bullshit lainnya yang dikatakan untuk mengaburkan fakta dihadapan publik. Sepetinya trik tipu-menipu ala pemerintah memang sudah menjadi acuan pokok bagi banyak negara-negara baik dimasa lalu ataupun dimasa kini. Tentu saja, Inggris adalah salah satu contoh diatas.

Analogi Teori Konspirasi Roket London
Serpihan roket v-2 yang jatuh
Ada paralel lain antara roket V-2 dan UFOlogi. Salah satu alasan paling umum dimana banyak para ilmuwan berikan dan menolak untuk percaya akan keberadaan UFO adalah "ketidakmungkinan secara fisik." Dalam cara yang sama, ilmuwan Inggris yang menyatakan bahwa jarak tempuh roket berbahan bakar cair adalah "sebuah kemustahilan", dan masih dianggap mustahil sampai saat roket-roket V-2 milik Nazi Jerman mulai berjatuhan dari atas kota London.

Untuk ilmuwan Inggris saat itu, gagasan tentang roket berbahan bakar cair yang kuat merupakan sebuah fiksi ilmiah dan tidak lebih. Untuk menghasilkan daya dorong yang diperlukan dari volume yang tersedia dari bahan bakar, tekanan besar akan diperlukan, jauh lebih banyak daripada yang bisa dikandung oleh setiap tangki bahan bakar yang dibayangkan. Jika Jerman mengklaim mereka mengembangkan roket berbahan bakar cair, maka harus ada operasi kebohongan untuk membuat mental pasukan Jerman menjadi tidak yakin dengan buatan mereka sendiri. Jika operasi intelijen mengaku telah melihat fasilitas produksi roket, mereka harus berkata keliru? Rasanya tidak mungkin untuk bisa membantah pada hukum fisika yang berlaku.

Para ilmuwan memang benar sampai batas tertentu dari pengetahuan mereka. Memang benar juga bahwa kita tidak dapat melanggar hukum fisika, dan knalpot roket memang membutuhkan tekanan besar. Tetapi siapa yang mengatakan bahan bakar harus disimpan pada tekanan itu sendiri? Tentara Nazi Jerman malah menggunakan turbopump, mirip dengan turbocharger mobil, dan hal itu bisa untuk lebih jauh meningkatkan tekanan pada nosel roket. Hukum fisika itu benar, hanya saja ilmuwan Inggris saat itu saja yang tidak bisa berpikir "out of the box", mereka berfikir salah, setidaknya pada saat itu.

Kampanye bom dari roket jarak jauh V-2 milik Jerman digunakan sebagai senjata perang untuk pertama kalinya dalam sejarah, dan itu semua dimulai tujuh puluh tahun yang lalu. Dibandingkan sekarang dengan teknologi yang jauh lebih maju, rasanya saat ini roket pembawa bom tidak bisa lagi diragukan akan jarak tempuhnya, dimana banyak negara yang sudah mampu membuat roket yang dapat melintasi benua, namun sayangnya semakin maju teknologi juga diiringi dengan semakin mengerikannya senjata yang dihasilkan oleh teknologi tersebut. Mungkin anda bisa menangkap poin dari artikel yang saya tulis kali ini, tentang media dan kebohongan pemerintah. Hal ini memang umum terjadi, tetapi mereka tidak akan mampu membohongi anda jika anda mau untuk berfikir dan menseleksi setiap informasi yang ada. Terkadang memang ada hal yang harus ditutup-tutupi, tapi tentunya dalam hal yang sangat spesifik, tapi jika itu sebuah konspirasi yang merugikan kita semua maka hanya satu jawabnya, yakni bertindak! Semoga anda berfikir dan Wassalamualaikum.

G+

Seorang yang cukup gila dalam sisi lain kehidupan, yang jelas saya normal dan please jangan banyak protes :p, visit my FACEBOOK

Related Posts

Previous
Next Post »

Saya sangat mengharapkan feedback dari pembaca mengenai postingan yang saya tampilkan. Komentar yang anda tulis harap di ketik dengan bahasa yang sopan, apabila saran dalam bentuk kritikan adalah kritikan yang membangun. Tidak meninggalkan link aktif, spamming (I do hate that), ataupun komentar yang tidak berhubungan dengan postingan.