Namoi, Sungai Penebar Horor

Namoi, Sungai Penebar Horor

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Dapatkah suatu tempat menjadi terkutuk? Saya rasa tidak ada tempat yang benar-benar terkutuk kecuali neraka, mungkin istilah itu hanya ditabalkan pada suatu lokasi yang dianggap angker dan seram. Saya sedang tidak berbicara tentang perbuatan makhluk jahat yang menghantui penduduk di suatu lokasi tertentu atau mungkin sejarah gelap yang menyebabkan suatu tempat menjadi angker dan dipenuhi setan, tapi tempat-tempat menyeramkan itu sendiri memang ada, mungkin semacam tempat yang tak tersentuh, termasuk di lokasi air yang mungkin telah penuh dengan semacam kekuatan energi jahat yang tidak dapat kita fahami, dan yang lebih mungkin karena kita tidak memiliki kapasitas untuk bisa menghadapi secara langsung tentang entitas gaib tersebut. Tapi tentunya selalu ada lokasi di seluruh dunia yang memiliki atmosfer yang kental dari keangkeran tak terjelaskan di alam yang tidak selamanya ramah. Di nusantara sendiri ada begitu banyak tempat angker yang membuat orang enggan untuk mendekatinya, tetapi saya tidak akan menceritakan tentang lokasi di negeri kita yang memang banyak sekali blog lain yang menulisnya, saya akan menceritakan suatu tempat yang belum kita kenal diluar sana. Salah satu tempat tersebut adalah sebuah sungai di Australia yang telah lama menghadirkan banyak cerita tentang makhluk aneh, fenomena hantu, pembunuhan misterius dan orang yang menghilang secara misterius. Ini adalah tempat dari kejahatan yang tak tampak secara kasat mata, tempat yang menanamkan ketakutan dan menebar horor panjang dari peristiwa tragis.

Sungai Namoi
Berkelok-kelok sepanjang 708 km (440 mil) melalui Lereng distrik Tablelands Utara dan Barat Utara New South Wales, Australia, ini adalah Sungai Namoi, yang melintasi kota Gunnedah, Boggabri, Narrabri, Wee Waa dan Walgett sepanjang jalurnya. Meskipun sebagian besar dari rute sungai dipenuhi dengan pemandangan yang indah, namun dibalik keindahan ini menyembunyikan berbagai keanehan dengan kekuatan jahat dari mereka yang tinggal berbeda dimensi dengan kita. Di sepanjang Sungai Namoi ini, didekat kota Wee Waa, pada tahun 1908 dua orang bersahabat bernama Harry Johnson dan Stanley Williams mendirikan kamp untuk bermalam di tempat yang indah yang dikenal sebagai salah satu lokasi paling indah di sepanjang sungai dan merupakan lokasi cukup populer di kalangan orang yang berkemah pada saat itu. Ini adalah kisah dari perjalanan berkemah yang hanya seorang saja yang kembali hidup, yakni Stanley Williams. Setelah pencarian besar-besaran untuk orang hilang diluncurkan, tubuh Harry Johnson ditemukan membusuk dan ditarik dari dasar sungai, di mana jasadnya diketahui dipasangi oleh batang besi pemberat yang biasanya digunakan sebagai blok rem bar kereta api, besi itu diikat di punggungnya. Williams lantas segera ditangkap karena dicurigai membunuh temannya di luar sana di tempat terpencil, dan pada sidang berikutnya terungkap tentang betapa mengerikan pembunuhan dilakukan, dari rusaknya tengkorak kepala Harry yang dibunuh itu terbongkar bahwa ia telah dibunuh secara brutal, dihantam dengan sebuah palu. Salah satu bagian dari kesaksian dalam kasus ini yang ditulis oleh Dr. Willis pada majalah The Sydney Morning Herald tanggal 11 Januari 1909 mengatakan:

"Mayatnya terkena udara selama mungkin empat atau lima hari. Tubuh yang saya lihat itu mungkin telah mati sekitar selama dua minggu. Sersan senior Sheridan menempatkan palu di tangan saya pagi ini. Saya menempatkan palu tersebut pada lubang tengkorak manusia yang dibunuh itu, dan saya menemukan bahwa palu itu persis cocok pada dalam lubang hantaman yang ada di bagian belakang telinga".

Namoi, Sungai Penebar Horor
Sungai Namoi
Namun williams kukuh membantah melakukan pembunuhan itu, bahkan dalam menghadapi bukti tuduhan yang sangat memberatkan, dimana faktanya bahwa ia adalah orang terakhir yang terlihat bersama Johnson. Namun, proses pengadilan tidak pernah mampu menghubungkan kaitan antara Williams dan pembunuhan berencana, tidak ada motif yang jelas yang bisa dipastikan mengapa ia membunuh teman baiknya, pihak berwenang hanya bisa melakukan tuduhan pembunuhan, yang akhirnya ia dihukum 10 tahun kerja paksa. Dengan dihukumnya Williams, maka mungkin hal ini akan menjadi akhir dari cerita tragis ini, tetapi sebenarnya kasus ini adalah di mana keanehan akan segera dimulai, dan tentunya akan menjadi jelas bahwa apa pun hal yang mengerikan yang telah terjadi di sana mungkin telah meninggalkan semacam noda kejahatan dan tersimpan di sungai tersebut.

Selama penyelidikan kasus tersebut, seorang koresponden berita harian Border Morning Mail dan Riverina Times menghabiskan banyak waktu menindaklanjuti petunjuk potensial untuk kasus misterius ini, dan dalam perjalanannya, ia bertemu seorang kenalan bernama Thomas Underwood, yang tinggal tidak jauh dari tempat kejadian pembunuhan brutal tersebut. Mr. Underwood kemudian mulai memberitahukan berbagai perihal aneh, Tempat itu sudah mulai menjadi angker pasca pembunuhan itu. Salah satu laporan aneh terkait dengan Underwood adalah kisah seorang pria bernama Arthur Perritt, yang pergi ke kamp di daerah itu, dimana ia sama sekali tidak tahu tentang pembunuhan keji yang terjadi di sana. Ketika Perritt tiba, dua ekor kuda pembawa keretanya tiba-tiba menjadi sangat gelisah, hingga kepanikan kuda-kudanya mulai bertambah buruk sampai sampai pada titik dimana kudanya tidak bisa lagi dikendalikan, saking takutnya kuda-kuda tersebut, mulut mereka hingga mengeluarkan busa dalam ketakutan total, ikatanpun terlepas dan mereka melarikan diri ke kegelapan malam. Arthur Perritt pun bingung dan mulai mencari tahu apa yang menyebabkan hewan tersebut dalam ketakutan yang begitu hebat. Keesokan harinya, Perritt menemukan dua ekor kudanya telah berada beberapa mil jauhnya dari tempat kejadian, berkeliaran tanpa tujuan di padang gurun.

Meskipun mengalami pengalaman tidak mengenakkan ini, Perritt berencana akan melewati daerah tu lagi minggu berikutnya, dan jelas, kuda-kudanya benar-benar menolak untuk pergi ke lokasi yang berada di dekat tempat mereka berkemah pada minggu sebelumnya. Saat itulah Perritt mulai curiga dan mendekati Mr. Underwood dan meminta izin untuk menggunakan kandang kudanya untuk menjaga kuda sementara dia pergi menyelidiki. Dari situ Perritt dikenal oleh Underwood dan mengetahui bagaimana suasana daerah itu telah membuat dia merasa takut, Underwood mengatakan "bahwa dia (Perritt) belum tahu apa sebabnya mengapa dia mengalami kegelisahan pikiran ketika ia berkemah sana". Dua putra Perritt rupanya juga telah mengalami beberapa keanehan ketika berkemah di daerah itu, ketika kuda mereka juga tiba-tiba mengalami kepanikan dan tali pengikat terputus dari penahannya untuk lantas lari tunggang langgang, termasuk salah seekor kudanya yang tua yang belum pernah diketahui mengalami hal seperti itu. Sekali lagi, dalam kasus ini kedua anaknya juga tidak menyadari bahwa pembunuhan mengerikan pernah terjadi di sana. Banyak kasus yang terjadi dimana kuda akan mulai panik dan ketakutan hingga melarikan diri saat berada didaerah itu, dan ini tampaknya menjadi kejadian yang selalu terjadi di area disekitar pembunuhan itu.

Kembali kepada koresponden berita, rasa ingin tahunya membuat dia merasa terusik dan penasaran dengan cerita seram tersebut, lantas ia meminta Underwood untuk membawanya ke daerah di mana Johnson telah dibunuh. Ketika mereka berdua telah tiba, koresponden tersebut melihat bahwa daerah ini serasa sangat aneh, ia mengatakan bahwa tempat itu adalah "sebuah camping ground yang ideal, suasananya indah dan berumput," namun kejahatan mengerikan telah terjadi disitu. Pohon di mana Johnson dan Williams mendirikan 'tenda masih terlihat bekas noda darah berceceran di bagian batangnya, dan pengamatanpun dilakukan, anehnya meskipun rumput tumbuh subur di seluruh tempat ini, tapi rumput tidak terlihat tumbuh dilokasi bekas mayat Johnson berbaring, benar-benar kosong. Koresponden tersebut juga mengalami sendiri akan rasa kegelisahan yang mendalam saat ia memeriksa lokasi itu disana, seperti perasaan kematian yang datang, dan ia merasa bahwa ia ingin segera meninggalkan tempat itu secepat mungkin.

Firasat aneh dari awan hitam keangkeran di lokasi ini juga dialami oleh orang lain. Dalam satu laporan, sepasang suami istri datang ke daerah itu dengan mengendarai kuda untuk berkemah dan bermalam disana. Dan menjadi tidak mengherankan jika kuda mereka segera meringkik ketakutan dan berlari keluar dari sana, mereka berlari menuju ke padang gurun liar dan tidak pernah terlihat lagi. Pada malam itu, tiba-tiba saja sang istri menjadi sangat marah, dan mulai mengalami serangan kepanikan dan halusinasi tanpa alasan yang jelas, ia kerasukan, wanita itu mulai mengeluarkan kata-kata kasar. Wanita itu menjadi liar tidak sadarkan diri, menggeliat di tanah dan berteriak seperti orang gila, sampai suaminya bingung dan pergi berlari untuk mencari bantuan. Dia akhirnya menemukan sebuah rumah penduduk lokal yang dimiliki seseorang bernama Nyonya McKenzie, ia mendengarkan seluruh rangkaian cerita kejadian aneh dari Nyonya Mckenzie, termasuk perihal pembunuhan dan keanehan lainnya yang telah terjadi pada tempat yang sama, di mana banyak orang benar-benar tidak menyadari akan hal itu. 

Merasa takut dengan cerita itu, ia pun kembali, ia menemukan istrinya dan segera membawanya buru-buru pergi untuk meninggalkan daerah itu. Diduga wanita itu segera mulai menjadi tenang saat mereka menjauh dari area angker tersebut, dan pada malam berikutnya, istrinya mulai sadarkan diri, ia sama sekali tidak ingat tentang apa yang telah terjadi pada dirinya.

Laporan lain dari orang yang berkemah disana dijelaskan, bahwa mereka mengalami berbagai fenomena aneh juga. Yang paling sering dilaporkan adalah serangan rasa panik atau bahkan kerasukan, termasuk tenda yang terbongkar oleh kekuatan yang tak terlihat, halusinasi yang sangat kuat baik visual ataupun pendengaran, dan tentu saja keangkeran tempat ini juga mempengaruhi hewan. Salah seorang yang pernah berkemping disana dan mengalami beberapa fenomena aneh menyatakan, "Lebih baik saya menolak semua emas milik Kekaisaran, daripada harus pergi kesana dan mengalami pengalaman serupa lagi." Menariknya, dalam setiap kasus, para saksi banyak yang belum menyadari bahwa pernah terjadi pembunuhan di sana, dan mereka tidak tahu itu sampai mereka mengalami gangguan aneh saat berada disana. Koresponden yang telah menginvestigasi daerah pembunuhan ini menuliskan banyak laporan-laporan ini dalam artikel di harian The Border Morning Mail dan Riverina Times pada tanggal 25 Juni 1910, yang berjudul "The Namoi River Tragedy: Weird Facts That Are Terrifying." (Tragedi sungai Namoi: Fakta Aneh Yang Menakutkan).

Makhluk Aneh Bunyip
Semua ini memang cukup aneh, tapi, Sungai Namoi sendiri memang telah menjadi lokasi dari banyak keanehan bahkan sebelum pembunuhan sensasional itu terjadi, semacam fenomena hantu. Telah lama ada dugaan bahwa sungai ini menjadi tempat tinggal makhluk menakutkan tak dikenal yang disebut Bunyip, dikabarkan makhluk ini adalah sejenis monster mengerikan, sejenis makhluk amfibi yang sangat agresif. Salah satu laporan penting tentang keberadaan Bunyip di Sungai Namoi berasal dari tahun 1830-an, ketika seorang penjahat memilih menjadi bushman (manusia semak primitif). bernama George Clarke yang datang ke sini dan hidup sebagai buronan di padang gurun terpencil di antara suku lokal Gamilaraay. Ketika para polisi datang mencari Clarke pada tahun 1932, seorang tetua suku menjelaskan kepada Kapten polisi bernama John Forbes bahwa sungai itu dihuni oleh makhluk berbahaya yang mereka sebut "Wawee." Makhluk air ini digambarkan memiliki tubuh yang besar, kakinya bersirip, gigi yang tangguh, dan memiliki gading, dan dikatakan juga terkadang makhluk ini mengeluarkan suara mengerikan pada beberapa kesempatan. Forbes kemudian menulis Waweee ini dalam buku hariannya, ia mengatakan "Semua Blacks" mengungkapkan rasa takutnya pada makhluk itu, dan mengatakan bahwa makhluk itu dapat menerkam dan memakan mereka jika berada di dalam air."

Namoi, Sungai Penebar Horor
Ilustrasi Bunyip
Misteri dan fenomena aneh lainnya yang tidak dapat dijelaskan juga dilaporkan berasal dari sungai Namoi di tahun-tahun berikutnya. Pada tahun 1934, sungai ini menjadi sebuah lokasi yang sempat membingungkan dari kasus hilangnya seseorang, yang hingga hari ini masih belum terpecahkan. Sebuah artikel pada Jumat 23 April 1934 dalam edisi Sydney Morning Herald menjelaskan tentnag hilangnya seorang agen pialang saham bernama George Knott, dari desa Pilliga, New South Wales. Pria itu telah pergi mengendarai mobilnya di sepanjang Sungai Namoi dan kemudian menghilang begitu saja, ia terakhir terlihat pada jam 10:00. Setelah seminggu hilang, mobil Knott itu ditemukan di dasar sungai, namun jasadnya tak pernah ditemukan, dan petunjuk ini membuat polisi bingung. Di bagian kompartemen belakang mobil ditemukan selongsong peluru, yang semuanya berukuran kaliber 0,22, ini peluru dengan kaliber dari jenis pendek, namun ini bukan indikasi senjata yang digunakannya. Knott sendiri memang merupakan seorang penembak lihai dan olahragawan yang dikenal karena sering mengikuti ekspedisi shooting. Sebuah lubang ditemukan di kap mobil yang pada awalnya tampak seperti bekas peluru dengan kaliber besar dan sempat dipandang sebagai petunjuk penting, tetapi ukuran lubang persis terkait dengan ukuran besi pada kap mesin, dan dari hal itu kemudian ditetapkan bahwa kemungkinan kap mobil telah dilipat oleh arus sungai, dan hal itu akhirnya membentuk lubang. Eksterior mobil juga tidak menunjukkan tanda-tanda lain dari kerusakan.

Interior kendaraan tidak sedikitpun memberikan titik terang pada kasus ini. Di dalam mobil, tidak ada tanda-tanda perlawanan kecuali beberapa peralatan yang rusak di bagian depan kompartemen, tapi ini tidak dilihat sebagai bukti definitif dari penyerangan. Juga tidak ada tanda-tanda bekas darah di dalam mobil, sementara sungai bisa saja mungkin telah mencuci dan menghilangkan noda bekas darah, artikel tersebut menyatakan "darah mungkin telah hanyut ketika mobil itu didorong ke sungai, tetapi disisi lain sebagaimana diketahui bahwa darah mengering dengan cepat, dan bahkan hanya dalam waktu yang sangat singkat darah biasanya akan segera berbekas dan meninggalkan noda yang sulit dihapus. "Satu-satunya petunjuk lain yang ditinggalkan adalah tentang adanya satu set alat yang hilang. Polisi mendirikan kamp di sepanjang Sungai Namoi dan dengan sistematis melakukan sweeping di bagian bawah pantai sungai sepanjang satu mil untuk mencari petunjuk lain, tetapi mayatnya tetap tidak ditemukan. Investigasi terhadap puluhan penduduk setempat yang tinggal di lokasi terdekat pun tidak menghasilkan apa-apa, karena tidak ada yang melaporkan telah mendengar atau melihat sesuatu yang mencurigakan. Lenyapnya secara misterius George Knott tidak pernah diselesaikan hingga hari ini, dan tubuhnya tidak pernah ditemukan.

Selain dari cerita Bunyip, pembunuhan misterius, aktivitas hantu, dan awan hitam dari teror seram yang melanda dibekas lokasi pembunuhan. Sungai Namoi memiliki cerita aneh lain yang melekat padanya juga. Sebuah artikel dari Sydney Morning Herald pada tanggal 23 Maret 1973, berbicara tentang hal misterius dimana sejumlah besar ikan mati secara tiba-tiba di sungai ini, didekat komunitas pertanian kapas Wee Waa. Dalam hal ini, ikan yang mati terus muncul selama lebih dari seminggu, dan setiap burung yang memakan ikan mati tesebut juga dilaporkan sekarat. Meskipun otoritas kesehatan setempat turun langsung untuk mengurus masalah ini, namun tidak ditemukan penyebab pasti kematian ikan secara masal ini, atau alasan mengapa burung juga mati setelah memakan ikan-ikan itu. Akhirnya lahir sebuah spekulasi yang menyatakan bahwa fenomena itu mungkin terkait dengan penggunaan berlebihan dari insektisida untuk membasmi wabah ulat yang melanda tanaman kapas di daerah itu pada kurun waktu yang sama, tapi dugaan ini juga tidak konklusif. Tidak jelas apakah kematian masal ikan ini secara tiba-tiba ada hubungannya dengan semua fenomena aneh lain yang ada di sungai ini, ini jelas sangat aneh.

Apa kaitan dari semua kejadian aneh disungai ini? Atau apakah ini hanya serangkaian kasus dari keanehan di sungai ini sebenarnya disebabkan oleh hal yang sama? Apakah berasal dari fenomena hantu yang terkait dengan pembunuhan Harry Johnson, atau semua itu memang menunjukkan bahwa ada kekuatan jahat sebenarnya yang bersemayam disungai ini, menjadikannya sebagai tempat terkutuk dan menyebabkan kejadian tragis? Atau bisa jadi semua laporan tersebut hasil dari imajinasi berlebihan dari para saksi dan laporan berita yang ingin mencari sensasi? Saya akui memang sangat menarik untuk mencari tahu bahwa ada tempat-tempat didunia ini yang mungkin dikuasai oleh kekuatan di luar pemahaman kita, dengan segala macam gangguan aneh dan peristiwa tragis yang entah bagaimana hal itu bisa terjadi. Tempat-tempat seperti Sungai Namoi ini tentu aneh, dan membuat orang bertanya-tanya apakah suatu area atau tempat dapat dimiliki oleh kekuatan misterius, dan memang kekuatan itu benar-benar dapat menjadi jahat. Tapi, apapun itu dan seberapa kerasnya gangguan dari penguasa kegelapan yang mendiami suatu tempat, namun bukan berarti kita manusia harus menyerah dan kalah begitu saja, paling kecil mungkin kita bisa mengambil beberapa pelajaran bahwa bisa jadi mereka melakukan semua itu agar kita mau merendahkan sedikit dari ego kita untuk selalu sudi menjaga alam sekitar dari kerusakan yang kita perbuat. Semoga anda berfikir dan Wassalamualaikum.

G+

Seorang yang cukup gila dalam sisi lain kehidupan, yang jelas saya normal dan please jangan banyak protes :p, visit my FACEBOOK

Related Posts

Previous
Next Post »

Saya sangat mengharapkan feedback dari pembaca mengenai postingan yang saya tampilkan. Komentar yang anda tulis harap di ketik dengan bahasa yang sopan, apabila saran dalam bentuk kritikan adalah kritikan yang membangun. Tidak meninggalkan link aktif, spamming (I do hate that), ataupun komentar yang tidak berhubungan dengan postingan.