Ajaib, Gurun Gersang ini Dipenuhi Bunga Setelah Hujan Turun

Ajaib, Gurun Gersang ini Dipenuhi Bunga Setelah Hujan Turun

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Gurun Atacama yang merupakan salah satu tempat terkering di dunia saat ini mengalami ledakan warna dari banjirnya bunga-bunga yang bermekaran di musim semi langka ini yang menutupi permukaan gurun dan bukit. Warna-warna indah ini adalah hasil dari hujan yang melanda di wilayah itu awal tahun ini, siraman air hujan terhadap bibit terbengkalai di tanah tersebut selama bertahun-tahun dalam kekeringan akhirnya telah tumbuh dan membuat pesta dari warna bunga yang mekar

Gurun Atacama biasanya mendapat curah hujan hanya 0,6 inci (15 milimeter) pertahun, dan beberapa tempat di kawasan itu, seperti Arica, bahkan menerima curah hujan lebih sedikit, berada di antara 0,04 dan 0,12 inci (1 dan 3 mm) curah hujan dalam setahun.

Ajaib, Gurun Gersang ini Dipenuhi Bunga Setelah Hujan Turun
Sebuah ledakan warna dari bunga yang mekar menutupi lereng dan bukit di gurun Atacama.
Gurun ini seperti dunia lain, lanskap curam yang berbahaya, lereng bukit berbatu, danau garam dan aliran lava tua. Namun, tahun ini, hujan terberat dalam dua dekade melanda wilayah tersebut, menyebabkan tanah longsor dan luapan sungai yang menewaskan 28 orang. Dalam satu hari di bulan Maret saja, kota Antofagasta, Chile babak belur dengan turunnya curah hujan 0,9 inci (23 mm), setara dengan tujuh tahun dari curah hujan biasa, lantas mengubah seluruh kota tersebut menjadi sungai lumpur, demikian menurut The Weather Channel.

Hujan musim dingin langka ini juga menyiram lanskap kering gurun, dimana benih bunga yang telah terkubur di dalam tanah selama bertahun-tahun akhirnya menemui kesempatan mereka untuk tumbuh. Hasilnya? Sebuah karpet alam mempesona dari paduan warna pink, kuning dan ungu sejauh mata memandang.

Ajaib, Gurun Gersang ini Dipenuhi Bunga Setelah Hujan Turun
Kereta api dalam perjalanan di tengah lanskap fuschia di Gurun Atacama. Lanskap yang biasanya tandus, kini berseri dengan melimpahnya bunga berwarna bulan ini yang menutupi lanskap gurun.
Penuhnya gurun ini dengan bunga yang bermekaran juga menjadi tambang emas bagi spesies hardy lainnya yang hidup di lanskap gersang. Tikus, kadal, burung dan berbagai serangga semuanya telah tertarik untuk berpesta pada 200 spesies tanaman yang tiba-tiba muncul setelah hujan melanda gurun itu.

Ajaib, Gurun Gersang ini Dipenuhi Bunga Setelah Hujan Turun
Bunga Fuschia mekar di gurun Atacama
"Ini terjadi dalam cara yang sangat khusus karena kita belum pernah menyaksikan ini dalam 18 tahun terakhir. Pada tahun 2010, kami memiliki musim bunga yang panjang, tapi di tahun 2015 ini, telah melampaui dari yang sebelumnya," Rodrigo Ruiz, bertindak direktur regional dari Dinas Pariwisata Chile, Sernatur, mengatakan kepada International Business Times.

Ajaib, Gurun Gersang ini Dipenuhi Bunga Setelah Hujan Turun

Biasanya, mekar seperti ini terjadi setiap lima sampai 10 tahun karena kurangnya curah hujan, menurut AccuWeather. Mereka berharap untuk melihat mekar yang langka ini dan berharap semua ini bertahan beberapa minggu lagi, karena bunga-bunga ini biasanya akan mulai mati pada awal bulan November.

Ajaib, Gurun Gersang ini Dipenuhi Bunga Setelah Hujan Turun

"Bagi kami, itu adalah keajaiban dalam beberapa tahun ini, saya percaya, berdasarkan usia dan waktu saya telah di sini, saya belum pernah melihat rerumputan bunga yang tampak seperti sekarang ini," kata Ramon Cortes, seorang tuan tanah di Vallenar, Chili, mengatakan kepada International Business Times. Wassalam.

Trims :)

G+

Seorang yang cukup gila dalam sisi lain kehidupan, yang jelas saya normal dan please jangan banyak protes :p, visit my FACEBOOK

Related Posts

Previous
Next Post »

Saya sangat mengharapkan feedback dari pembaca mengenai postingan yang saya tampilkan. Komentar yang anda tulis harap di ketik dengan bahasa yang sopan, apabila saran dalam bentuk kritikan adalah kritikan yang membangun. Tidak meninggalkan link aktif, spamming (I do hate that), ataupun komentar yang tidak berhubungan dengan postingan.