Awas..! Racun Cacing Ini 100 Kali Lebih Kuat Dari Potasium Sianida

Awas..! Racun Cacing Ini 100 Kali Lebih Kuat Dari Potasium Sianida
Bipalium kewense
Halo emosi muda,. Assalamkualaikum. Anda mungkin berpikir untuk pergi mencari cacing untuk umpan memancing ikan. Namun mulai sekarang anda sebaiknya lebih berhati-hati dalam memilih cacing. Para peneliti telah menemukan fakta baru racun neurotoxin tetrodotoxin mematikan yang ditemukan dalam dua spesies cacing pipih (flatworm), dan ini adalah untuk pertama kalinya jenis racun berbahaya tersebut ditemukan pada makhluk invertebrata yang hidup diluar air.

Tetrodotoxin (TTX), isitilah ini berasal dari Tetraodontiformes, Jenis racun yang sama juga dimiliki oleh ikan pari bersirip, ikan buntal/porcupinefish, sunfish (ikan matahari) dan triggerfish yang diketahui membawa racun yang melumpuhkan syaraf ini. Racun ini juga ditemukan dalam gurita cincin biru, jenis kadal Taricha granulosa dan siput bulan tetapi tidak pernah ditemukan pada keluarga invertebrata terestrial, hingga sampai ditemukan jenis cacing ini.

Para peneliti di California State University, Bakersfield, mengkonfirmasikan adanya zat tetrodotoxin dalam dua spesies cacing pipih Bipalium adventitium dan Bipalium kewense. Konsentrasi racun yang cukup tinggi untuk melumpuhkan cacing tanah besar yang memakan hewan ini. Racun itu juga ditemukan dalam telurnya, menunjukkan bahwa ini adalah mekanisme pertahanan hidup mereka untuk melindungi telur sampai menetas.

Awas..! Racun Cacing Ini 100 Kali Lebih Kuat Dari Potasium Sianida
Bipalium adventitium
Kekuatan mematikan racun TTX sekitar 100 kali lebih beracun dari potasium sianida. Gejala pada manusia biasanya terlihat dalam 30 menit sejak mengkonsumsi racun ini dan kematian akan terjadi dalam 4 sampai 6 jam, korban juga akan menderita hal-hal seperti kelumpuhan, kejang, gagal pernapasan, koma, sakit perut yang parah, gagal dan kolapsnya kardiovaskular sebelum kematian tiba. Tidak ada obat penawar untuk saat ini yang diketahui, namun biasanya korban akan bisa pulih jika sanggup bertahan dari gejala seperti yang tersebut diatas.

Sumber racun dalam cacing ini adalah sebuah misteri, menurut studi yang dipublikasikan dalam Open Access Journal PLOS ONE oleh Amber Stokes, seorang peneliti dari CSUB. Ikan buntal dapat terakumulasi dengan racun ini dengan mengonsumsi bakteri yang menghasilkan TTC dan gurita cincin biru juga memiliki bakteri yang sama dalam sistem tubuh mereka, tapi ini tidak terjadi dengan cacing pipih. Lantas darimana asal racun yang dimiliki kedua jenis cacing pipih ini?

Kedua jenis cacing ini berasal Asia, tetapi telah ditemukan juga di Amerika Utara dan dianggap sebagai spesies invasif. Studi ini menyimpulkan dengan pengamatan berikut:

"Temuan kami menunjukkkan jalan potensial untuk TTX bergerak ke atas rantai makanan di organisme darat."

Nah emosi muda, jika anda hobi memancing dengan umpang cacing, maka perhatikan benar-benar jenis cacing apa yang anda gunakan, karena bisa jadi cacing tersebut dimakan oleh ikan, dan bila ikan belum dibersihkan dengan sempurna maka potensi racun TTX bisa saja membawa petaka bagi anda. Apalagi bagi mereka yang suka mengkonsumsi cacing, Jangan makan cacing pipih! atau anda akan segera bertemu dengan leluhur anda hehehehe. Semoga bermanfaat dan Wassalamualaikum.

Trims :)

G+

Seorang yang cukup gila dalam sisi lain kehidupan, yang jelas saya normal dan please jangan banyak protes :p, visit my FACEBOOK

Related Posts

Previous
Next Post »

Saya sangat mengharapkan feedback dari pembaca mengenai postingan yang saya tampilkan. Komentar yang anda tulis harap di ketik dengan bahasa yang sopan, apabila saran dalam bentuk kritikan adalah kritikan yang membangun. Tidak meninggalkan link aktif, spamming (I do hate that), ataupun komentar yang tidak berhubungan dengan postingan.