Investigasi Dunia Perdukunan Voodoo di Negara Togo

Investigasi Dunia Perdukunan Voodoo di Negara Togo

Halo emosi muda,. Assalamualaikum. Hmm tentunya banyak dari kita, saat kita merasakan sakit kepala atau keluhan medis kecil lainnya kita akan segera ke apotek setempat untuk mendapatkan sesuatu yang membuat kita merasa lebih baik, atau mungkin bisa jadi mengunjungi dokter terdekat. Di sebagian besar negara maju dan negara berkembang, hal itu adalah hal yang paling alami di dunia modern saat ini. Namun di Afrika Barat tepatnya di negara Togo, memiliki masalah medis mungkin anda akan segera turun ke pasar untuk mengambil kepala buaya, tangan monyet, dan ekor kadal untuk kemudian menggilingnya menjadi bubuk sebagai obat. Alih-alih menemukan dokter disana, penduduk setempat malah pergi ke dukun yang akan membakar bagian-bagian hewan tersebut menjadi abu untuk menggosok ke luka atau bagian yang sakit lainnya. 

Selamat datang di dunia Voodoo Afrika Barat, sebuah dunia yang di mata dunia modern mungkin tampak gelap, tempat menyeramkan, namun bagi banyak orang disana adalah fakta kehidupan sehari-hari. Mungkin di tempat lain adalah voodoo begitu luas sebagai identitas bangsa Togo, dan tak ada tempat lain yang bisa dibandingkan dengan jumlah barang voodoo yang ditawarkan disana yang bahkan merupakan pasar Voodoo terbesar di dunia The Akodessewa Fetish Market.

Negara Afrika Barat Togo adalah salah satu negara terkecil di Afrika dan berbatasan langsung dengan Negara Ghana di barat, Benin di timur, dan Burkina Faso di utara. Dan dalam beberapa tahun terakhir ini telah menjadi lebih dikenal karena tingginya kekerasan, kerusuhan dan pelanggaran hak asasi manusia, ketika seseorang melihat pantai yang indah di sini yang dipenuhi kehangatan, orang-orang yang ramah, maka tidaklah sulit untuk melihat mengapa Togo dulunya dikenal sebagai Mutiara dari Barat Afrika. dengan Ibukota Lome, yang terletak di Teluk Guinea, adalah kota terbesar dan terpadat dari bangsa ini, dan terkenal dengan pasar berwarna-warni, termasuk Lomé pasar raya terkenal, disebut dalam bahasa Prancis sebagai Grande Marche, yang menempati blok diseluruh kota.


Investigasi Dunia Perdukunan Voodoo di Negara Togo

Saat anda melihat dari kejauhan yang tampak hanya sekadar kota dengan banyak pasar tersebut. Namun saat anda mendekati, anda mungkin bisa melihat jenis bisnis mereka sehari-hari dan menjual barang dagangan mereka. Kemudian, saat anda mulai semakin mendekati, bau menyengat mulai menyerang anda. Bahkan di udara terbuka sekalipun, suasana yang semula nyaman berubah menjadi memuakkan, bau memabukkan yang dapat digambarkan sebagai bau busuk dan bangkai. Bayangkan bila udara sekitar menjadi media ampuh aroma busuk dari bangkai hewan, bau jamu eksotis, dan bau lainnya, semuanya hadir bersama-sama membentuk bau memuakkan yang menyelimuti daerah itu dan otomatis menyerang hidung anda. 

Saat anda dekati lebih dekat lagi, anda pada awalnya mungkin mengasumsikan bau yang ada berasal dari buah-buahan busuk, rempah-rempah, daging, atau ikan kering seperti banyak yang ada dipasar pada umumnya, tapi anda akan benar-benar terperangah untuk melihat fakta mengerikan dari kepala hewan tanpa mata yang sedang mengalami proses pembusukan, hewan kering dari segala macam jenis, segala macam tulang dan tengkorak, tangan yang dipotong-potong, cakar hewan, ekor, dan berbagai macam bagian tubuh yang diamputasi lainnya, beberapa benda seram bernoda darah, patung berhala dan boneka kayu menyeramkan semuanya bersaing menarik perhatian anda. Dan disinilah anda baru saja menemukan Akodessewa Fetish Market, juga dikenal penduduk setempat sebagai Marche des Feticheurs, atau pasar terbesar di dunia untuk semua hal yang berkaitan dengan voodoo.

Ya, Voodoo, penduduk setempat menyebutnya Vodoun. Sementara banyak orang memiliki image bahwa voodoo adalah produk dari negara-negara Karibia seperti Haiti, tetapi perlu anda ketahui bahwa Voodoo benar-benar memiliki akar di Afrika Barat, di mana ia berkembang selama berabad-abad di negara-negara seperti Togo, Nigeria, Ghana, dan Benin sebelum dibawa oleh para budak ke Amerika dan Karibia, di mana ia menjadi apa yang dikenal sekarang sebagai voodoo. Hari ini, voodoo secara aktif dipraktekkan di banyak negara-negara Afrika Barat seperti Togo, di mana setidaknya 60% dari orang-orang masih mempertahankan tradisi, dan Voodoo merupakan agama resmi negara tetangganya "Benin". 

Investigasi Dunia Perdukunan Voodoo di Negara TogoVoodoo adalah agama yang kompleks yang melibatkan ritual yang tak terhitung jumlahnya dengan cara yang berbeda pula. Mantra, upacara, dan hewan kurban, menjadi berbagai bahan eksotis yang diperlukan dan dijual dipasar, dimana semua hal itu tidak biasanya tersedia di pasar biasa dinegara kita, disana itu dianggap layaknya sebagai toko obat biasa. Di sinilah terletaknya Akodessewa Fetish Market, sebuah supermarket untuk kiblatnya belanja jimat, penangkal, pernak-pernik mistis, berhala, bagian-bagian tubuh hewan, tumbuhan, dan segala sesuatu yang lainnya yang diperlukan oleh praktisi voodoo atau dukun Afrika, dan faktanya orang melakukan perjalanan jauh dari seluruh penjuru Afrika Barat dan bahkan sejauh Kongo untuk mencari persediaan voodoo yang mereka butuhkan.

Pasar Akodessewa Fetish
Berikut di Akodessewa Fetish Market dimana dapat ditemukan segala macam bahan voodoo eksotis yang bisa menguji batas rasa jijik bagi banyak orang. Berbaur bersama dalam baris demi baris pada meja kayu sederhana adalah kepala monyet, buaya, macan tutul, rusa, antelop, singa, badak, gorila, anjing, dan sisa-sisa kering bunglon, berbagai macam ular seperti ular kobra dan ular berbisa, kadal, burung , dan serangga serta segudang bagian hewan seperti tanduk, tulang, kaki, tangan, dan kuku atau kaki. Ada juga banyak tumbuh-tumbuhan yang berbeda, rempah-rempah, patung dan berhala. Bagian tubuh hewan-hewan itu digunakan dalam berbagai ramuan, ritual dan mantra untuk menyembuhkan sejumlah besar masalah penyakit dan masalah hidup, termasuk menyembuhkan wabah, mengobati infertilitas, menyantet orang, sebaliknya bisa digunakan untuk menghilangkan kutukan, meluruskan kesalahan, mengahncurkan musuh, pelet dan pengasihan, meningkatkan kecakapan atletik, membawa kesuksesan finansial, atau membuat agar kekasih setia, kurang lebih sama dengan apa yang dukun di negara kita lakukan. Para dukun voodoo mendapat daya ritual dari campuran ramuan atau elixirs, atau dimasak dengan bumbu khusus untuk membuat bubuk khusus tertentu, lotion, atau pasta untuk dioleskan ke kulit. Benar-benar tampaknya ilmu medis modern tidak berlaku disini.

Misalnya, berbagai jenis kepala hewan yang digunakan dalam pembuatan obat-obatan. Kepala yang digiling dan dicampur dengan bumbu khusus, setelah jadi maka ramuan tersebut dipanggang di atas api terbuka. Bubuk hitam yang dihasilkan kemudian digosok ketubuh "pasien", sering juga terjadi serangkaian luka kecil dilakukan untuk mengambil darah. Tergantung pada penderitaan yang dirasakan pasien, maka jenis kepala hewan akan berbeda, atau malah kombinasi dari kepala-kepala hewan tersebut. Masalah kesehatan lainnya dapat diatasi dengan menggunakan berbagai bagian-bagian tubuh hewan juga, termasuk obat-obatan untuk menyembuhkan infertilitas, arthritis, dan cacat fisik utama seperti kebutaan atau tuli, atau bahkan penyakit serius, atau penyakit konvensional yang tidak dapat disembuhkan seperti malaria, AIDS, atau kanker. 

Investigasi Dunia Perdukunan Voodoo di Negara Togo

Sedangkan penggunaan semua bagian tubuh hewan yang mati ini untuk membuat obat mungkin membuat beberapa orang modern merasa ngeri, di Afrika Barat, di mana perawatan medis yang memadai tidak selalu tersedia dan diperparah dengan kemiskinan yang merajalela, banyak orang merasa diri mereka tidak memiliki pilihan selain beralih ke pengobatan ala voodoo dan obat tradisional. Hal ini juga dipandang sebagai jalan terakhir bagi mereka yang memiliki penyakit yang tak tersembuhkan, atau penyakit yang perawatan medis modern tidak bisa melakukan apa-apa. Sementara turis mungkin melihat ini akan meringis ngeri dimana kepala binatang memelototi mereka bersamaan dengan tangan monyet dan kaki gajah di bawah terik matahari disertai bau busuk daging yang menyengat dan tentunya turis akan berpikir ini adalah hal yang mengerikan, sementara bagi rakyat Togo tempat ini tak lebih seperti layaknya apotek. Bahkan, bagi mereka pasar itu lebih baik daripada apotek.

Barang di Pasar Akodessewa Fetish
Bubuk, ramuan-ramuan, dan barang-barang lainnya untuk meningkatkan kinerja atletik, memperbaiki kesengsaraan moneter atau pesugihan, mengobati sakit hati, balas dendam kepada musuh, melindungi rumah seseorang, atau memastikan kemenangan dalam olahraga. Sebagai contoh, salah satu item barang yang populer dicari oleh para pemain sepak bola, sepak bola adalah permainan yang sangat populer di sini, mereka akan mencari tangan simpanse atau hewan primata lainnya. Tangan dicampur dengan bumbu, dan digosok pada tubuh atlet untuk membuat mereka lebih cepat dan lebih kuat. Untuk ketahanan atlet seperti pelari maraton, kepala, jantung dan empat kaki kuda semua digabungkan bersamaan untuk membuat bedak. Binatang yang berbeda akan dikaitkan dengan efek yang berbeda pula, sebagai contoh bagian-bagian tubuh gorila biasanya digunakan untuk meningkatkan kekuatan, monyet untuk meningkatkan memori, atau bunglon untuk meningkatkan bisnis. 

Item lain yang populer adalah tulang besar dari hewan yang kuat seperti gajah atau singa, yang digunakan sebagai ajimat untuk melindungi rumah. Bahkan, banyak dari bagian-bagian tubuh hewan yang dipamerkan di sini dapat diambil kekuatannya melalui ritual khusus agar dapat digunakan sebagai jimat dengan berbagai efek, seperti perlindungan, menjamin keberhasilan akademis, atau untuk penyembuhan. Ada juga berbagai patung berhala dan boneka voodoo yang disebut Legba yang dibuat dari kayu, bagian-bagian hewan, dan rambut manusia.

Di Akodessewa Fetish Market, hampir semua yang anda lihat adalah untuk dijual, dan pengunjung didorong untuk berkeliaran dan mencari barang yang diperlukan, tetapi tidak ada yang memiliki harga tertulis di atasnya. Hal ini karena pada harga barang di Akodessewa Fetish Market ditentukan melalui ritual untuk berkonsultasi dengan para dewa. Seorang pedagang atau dukun akan melemparkan beberapa kerang dan berunding dengan para dewa, tentang seberapa banyak dewa berpikir tentang harga yang anda harus bayar, dan jika itu terlalu banyak tampaknya bahkan para dewa bisa tawar-menawar dengan anda, proses akan diulang sampai anda dapat mencapai harga yang disepakati. Beberapa contoh harga yang bisa anda dapatkan di sini adalah sekitar CFA12,000 (US $ 24) untuk kura-kura kering atau boneka voodoo, CFA150,000 ($ 300) untuk kaki gajah utuh, dan sekitar CFA65,000 ($ 129) untuk babon mati. Mungkin akan lebih bijaksana untuk membawa uang tunai, karena pasar ini dan para dewanya jelas tidak menerima kartu kredit.

Investigasi Dunia Perdukunan Voodoo di Negara TogoJika anda tidak faham dunia voodoo mungkin anda dan tidak akan tahu apa yang harus dilakukan dengan babon mati, kaki gajah, atau tangan kering monyet, anda bisa pergi ke salah satu dari banyak penyembuh, dukun, imam voodoo dan pendetanya yang menawarkan jasa mereka di sini, semua aktif bersaing untuk perhatian anda dengan suara riuh, trik sulap, dan bahkan efek khusus menggunakan kilatan mesiu. Saat memasuki salah satu kedai voodoo ini, biasanya barang-barang yang ada terletak di dalam sebuah gubuk. Anda bisa menceritakan apa sebenarnya masalah anda dan setiap detailnya, setelah itu dukun akan berkonsultasi dengan para dewa atau roh yang disebut loa, dan datang dengan daftar bahan yang anda butuhkan. Mungkin perlu bagi anda untuk kembali ke pasar untuk membeli apa yang anda butuhkan sebelum kembali ke ritual utama, di mana dukun atau penyembuh wanita akan mempersiapkan bahan yang ada menjadi bubuk, pasta, atau ramuan, dan menginstruksikan kepada anda petunjuk penggunaannya. Pedagang lain akan melakukan mantra atau ritual untuk anda dan meresepkan jimat.

Akodessewa Fetish Market telah menjadi terkenal di seluruh Afrika, dan meskipun ada bagian dari spesies yang dilindungi terancam punah, dan bahkan menurut rumor, ada sesekali bagian dari tubuh manusia atau tengkorak manusia tidak diragukan lagi diperoleh melalui cara-cara yang meragukan, otoritas setempat kebanyakan biasanya melihat hal itu seperti bisnis biasa. Kurangnya tindakan polisi untuk menegakkan hukum di sini, serta banyaknya uang yang beredar dipasar tersebut membuat pasar itu semakin populer, sayangnya pula kontribusi perburuan hewan dilindungi menjadi merajalela di wilayah ini, yang hampir terkuras habis dari beberapa spesies dari banyak negara di Afrika Barat. Ada tempat-tempat di sini yang karena perburuan liar hampir semua satwa liar nyaris menjadi langka. Meskipun pengobatan tradisional dan ritual voodoo merupakan bagian dari cara hidup orang-orang di sini namun hal tersebut telah memberi kontribusi menuju kepunahan dari berbagai spesies hewan.

Terlepas dari ancaman kepunahan terhadap satwa liar, mengingat kepercayaan luas agama voodoo dan animisme di Afrika Barat. Maka bagi siapapun yang berminat dalam mendapatkan pengetahuan tentang voodoo bisa mengintip budaya mengerikan ini dari sistem kepercayaan yang mungkin benar-benar asing, dan mungkin cukup mengejutkan bagi orang luar. Akodessewa Fetish Market sangat menyambut wisatawan dan pengunjung. Meskipun banyak orang luar mungkin merasa jijik setelah melihat barang dagangan di sini, dan pastinya tidak ada barang yang ditawarkan yang akan menarik. Jika anda memiliki minat dalam dunia yang benar-benar menyeramkan dari ritual pengobatan voodo Afrika Barat, saya sarankan agar jangan pernah mencobanya, anda tidak perlu memundurkan kemajuan zaman dengan kembali kepada sistem animisme, terlebih lagi bagi anda yang mengaku percaya akan adanya Tuhan. Gunakan akal anda dan jauhi mistis serta cukuplah berusaha dan berdoa. Sekian, terimakasih dan Wassalamualaikum.
Trims :)

G+

Seorang yang cukup gila dalam sisi lain kehidupan, yang jelas saya normal dan please jangan banyak protes :p, visit my FACEBOOK

Related Posts

Previous
Next Post »

Saya sangat mengharapkan feedback dari pembaca mengenai postingan yang saya tampilkan. Komentar yang anda tulis harap di ketik dengan bahasa yang sopan, apabila saran dalam bentuk kritikan adalah kritikan yang membangun. Tidak meninggalkan link aktif, spamming (I do hate that), ataupun komentar yang tidak berhubungan dengan postingan.