Sang Badak Penyelamat

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Manusia adalah makhluk sosial dan juga makhluk sok sial. Hidup bersama dengan azas saling membutuhkan, ketergantungan satu sama lain membuat peradaban manusia menjadi lebih komplit diatas planet bumi ini. Namun seiring waktu sifat sosial ini mulai luntur dan berganti dengan sifat egoisme, walau tak disangkal masih banyak orang-orang baik diluar sana mempromosikan berbagai cara agar manusia kembali kepada jalur sosial untuk saling membantu dalam bingkai moral dan agama.

Perlombaan dalam hal materi dan kasta sosial membuat banyak dari kita terjebak dalam mimpi-mimpi indah hingga mengabaikan faktor kehidupan setelah mati. Walau ada begitu banyak doktrin keyakinan yang diajarkan tentang sifat belas kasih dan tidak mementingkan diri sendiri, namun rayuan duniawi terus membujuk untuk melemparkan semua hal itu ke tong sampah hingga tak jarang manusia kehilangan jati dirinya sebagai makhluk terbaik yang diciptakan diatas muka bumi ini.

Well.. beranjak dari semua itu saya akan menuliskan artikel disini yang berusaha menampar sisi kemanusiaan anda, disisi lain untuk mengingatkan kepada diri saya sendiri khususnya dan kepada anda para pembaca umumnya. So langsung saja kita baca.

Beberapa waktu lalu seekor anak zebra telah jatuh ke dalam lubang lumpur dalam yang membuatnya terjebak hingga tak mampu keluar dari jebakan itu, tapi siapa sangka sang malaikat penolong yang datang dalam wujud seekor badak dengan berat dua ton.


Binatang raksasa itu mungkin merasa iba melihat bayi zebra yang terjebak di lumpur dan dengan segenap kemampuannya yang terbatas sang badak berusaha untuk mengangkat makhluk bayi zebra malang tersebut.

Hal ini terjadi di daerah sekitar Madikwe Game Reserve, Afrika Selatan. Ketika seorang pemandu turis bernama Roel van Muiden menyaksikan adegan luar biasa itu bersama para turis lainnya.


Sang badak penyelamat berusaha mengait tubuh bayi zebra itu dari lubang lumpur dengan culanya untuk mengangkatnya. "Ini adalah interaksi antara dua spesies yang sangat menakjubkan dan saya salah satu orang yang cukup beruntung untuk melihat," kata Roel.

"Setelah tiba di bendungan ada beberapa badak berinteraksi satu sama lain.

"Seekor badak jantan mengejar beberapa badak betina dan kemudian pergi, jadi butuh waktu untuk melihat anak zebra kecil yang terjebak didalam lumpur.

"Kawanan badak itu tidak melihatnya, sehingga bayi zebra itu harus berada di sana untuk beberapa waktu."


Roel merasa jantungnya seakan-akan berhenti saat seekor badak berusaha memutuskan untuk campur tangan untuk membantu hewan kecil malang terdampar di dalam lumpur atau mungkin menolong bayi zebra itu untuk keluar dari keadaan yang membingungkannya.

"Seekor badak, berusaha jalan ke air kolam yang berlumpur dimana bayi zebra itu terjebak didalamnya.

"Badak itu mulai mendorong bayi zebra dengan culanya keluar dari lumpur. Dalam beberapa saat badak itu mengangkat tubuh bayi zebra itu untuk keluar dari lumpur. " Pada saat itu bayi zebra itu terus berusaha dibebaskan dari perangkap lumpur dan keadaanya masih hidup dengan berbagai posisi pengangkatan dari sang badak. "Bayi zebra masih hidup tapi sangat lemah, hanya bisa mengangkat kepalanya dari lumpur," lanjutnya.


"Badak itu mengangkat bayi zebra itu begitu cepat sehingga tidak punya waktu untuk bereaksi. Setelah mengangkatnya kemudian badak itu berusaha menjatuhkan bayi zebra itu di tempat yang aman. Tapi apa daya sang badak juga kemampuan yang terbatas.

"Saya telah membimbing turis selama hampir sepuluh tahun dan dapat berlangsung selama bertahun-tahun dan masih tidak pernah menyaksikan sesuatu hal yang menakjubkan dan melankolis seperti ini," tambah Roel.


Bagian yang menyedihkan adalah, bayi zebra kecil itu tidak bertahan setelah operasi penyelamatan, meskipun upaya terbaik dari sang badak telah dilakukan. Makhluk hanya bisa berusaha dan hanya Allah yang memutuskan berhasil atau tidak, namun yang menjadi poin disini adalah bagaimana bisa hewan yang tidak berakal mau terjun kedalam kubangan untuk menolong hewan lain yang bahkan tidak satu species dengannya. Tidakkah hal itu menyentuh sisi kemanusiaan anda? Jika hewan saja mampu kenapa kita tidak? Jika kita masih terus bertahan dengan sifat yang hanya perduli pada diri sendiri maka sepertinya kita bisa saja lebih rendah daripada hewan yang tak berakal. Semoga anda berfikir.
Wassalam.
Image by; upi.com
Trims :)

G+

Seorang yang cukup gila dalam sisi lain kehidupan, yang jelas saya normal dan please jangan banyak protes :p, visit my FACEBOOK

Related Posts

Previous
Next Post »

Saya sangat mengharapkan feedback dari pembaca mengenai postingan yang saya tampilkan. Komentar yang anda tulis harap di ketik dengan bahasa yang sopan, apabila saran dalam bentuk kritikan adalah kritikan yang membangun. Tidak meninggalkan link aktif, spamming (I do hate that), ataupun komentar yang tidak berhubungan dengan postingan.