Catatan Kecil Di Buku Harian

Catatan Kecil Di Buku Harian

Catatan Kecil Di Buku Harian

Ada selembar kertas, dan sebuah pena yang mengeluh
Ada cerita yang belum tertulis, dilembaran yang selalu menanti kata akhir dari sebuah nama
Tentang sajak yang bukan aku harapkan

Tapi tentang bagaimana rasanya genggaman tangan dikala senja
Di tepi pantai atau dipuncak pegunungan
Tepat disaat suara azan membuat burung-burung bangau pulang kesarangnya
Serasa pekat, serasa lemah tak berdaya
Tapi ini adalah romantis, bukan sesuatu yang aku fahami
Tapi ini adalah puitis, bukan pula yang aku mengerti
Seperti angin yang berlalu saja
Tapi selalu berdesir jika mengingat apa yang membuatku lemah

Mungkin ini seperti lukisan sebuah taman
Namun taman berbunga terhebat sekalipun tak membuat aku terdiam
Bahkan musim semi dimana rerumputan berwarna-warnipun tak sehebat ini
Ini adalah rangkaian dari milyaran mimpi dari setiap penciptaan hati
Ini adalah paduan tersyahdu dari kegaduhan dan keheningan yang sempurna
Hingga tak ada yang tersisa, kecuali tiba-tiba aku terjaga bahwa ini memang nyata

Tiba-tiba saja langit tak pernah sebagus beberapa hari ini
Lantas membawaku untuk menulis kembali disudut kamar kecil ini
Tentang Tuhan, waktu, kisah, cinta dan pengharapan
Tentang dimana letak keindahan senja, atau dikala awan putih berarak serasa begitu nyaman
Dan tentang puisi rayuan manis di dalam kitab suci
Disaat yang Maha Indah berkata
"Dan diciptakan kamu berpasang-pasangan"

Aku kembali serasa mati atau setidaknya mendekati
Tapi tak mengapa, setidaknya aku telah melerai keluhan pena untukku menulis lagi
Mungkin menulis apa yang tak pernah diciptakan Tuhan
Atau mungkin juga menulis kisah tentang seseorang ciptaanNya yang tak pernah aku sadari
Hingga kertas ini tak kosong lagi
Juga hati ini.
 
Trims :)

G+

Seorang yang cukup gila dalam sisi lain kehidupan, yang jelas saya normal dan please jangan banyak protes :p, visit my FACEBOOK

Related Posts

Previous
Next Post »

5 comments

comments
26 Februari 2016 00.11 delete

Untuk menulis sebuah puisi, berapa jam waktu yang dibutuhkan Mas ?
Salut, puisi - puisinya bagus semua (y)

Reply
avatar
26 Februari 2016 00.25 delete

gak tentu om, tergantung mood, alhamdulillah biasa aja om

Reply
avatar
20 Juni 2016 22.34 delete

Ada wanita tersudut merintih dengan pengharapan ingin mengembalikan waktu. lalu, dia berpikir lagi. ini bodoh, bahkan sangat bodoh. tak lama, wanita itu mengembalikan pikiran bodoh yang seharusnya tak pernah terbesit di antara otaknya. Dia berdiri dengan sigap sembari membuka kedua tangan nya. Kemudian berkata "TUHAN, kembalikan kuatkan, jauhkan kekufuran terhadapku, aku ingin bahagia".

Reply
avatar
22 Juni 2016 02.41 delete

Hmm sepertinya wanita itu pernah berjalan dalam kabut waktu yang memotong lintasan pelangi, mungkin seperti sehelai daun yang tumbuh bersembunyi di balik celah-celah bebatuan yang menghalangi sinar mentari, ya cukuplah menumbuhkan bunga, nanti juga hujan akan menjadikan taman-taman indah dari sisa kegersangan masa lalu yang kelak akan terlupakan

Reply
avatar

Saya sangat mengharapkan feedback dari pembaca mengenai postingan yang saya tampilkan. Komentar yang anda tulis harap di ketik dengan bahasa yang sopan, apabila saran dalam bentuk kritikan adalah kritikan yang membangun. Tidak meninggalkan link aktif, spamming (I do hate that), ataupun komentar yang tidak berhubungan dengan postingan.