Legenda Dewa dan Dewi Haus Darah

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Well sepanjang sejarah peradaban umat manusia telah menyembah banyak dewa dan dewi. Mereka dipercaya menguasai berbagai bidang kehidupan manusia biasa, dipercaya mampu memberikan nikmat, memenuhi berbagai macam impian mereka, hingga menghukum yang bersalah. Banyak dari mereka diyakini adanya beberapa pengorbanan atau tanda lain dari penghargaan sebagai imbalan atas jasa dewa dan dewi tersebut. Sementara banyak juga sebahagian dewa puas dengan doa atau sanjungan tanpa adanya pengorbanan khsusus, beberapa dari dewa-dewi itu memiliki preferensi sejarah yang berdarah-darah dan amat sadis. Karena keyakinan bahwa dewa-dewi itu memerlukan pengorbanan manusia. Semakin mengerikan dipercaya malah semakin baik. So,.. anda penasaran dengan mereka? mari kita baca dimulai dari urutan 10.

10. Dewa Huitzilopochtli

Dewa Huitzilopochtli

Dewa Huitzilopochtli adalah dewa perang dan salah satu dewa utama dan yang paling penting disembah oleh suku Aztec di Amerika Selatan. Disebutkan bahwa dewa Huitzilopochtli yang mendesak bangsa aztec untuk meninggalkan tanah air dan melakukan perjalanan mereka ke Loire di Meksiko. Ia juga merupakan sosok kunci di balik berdirinya Tenochtitlan, ibukota Aztec yang nantinya akan berfungsi sebagai dasar bangsa Meksiko sekarang.

Menurut legenda, ibu Huitzilopochtli adalah dewi Coatlicue. Dia mengandung Huitzilopochtli dengan 400 bintang, yakni putra dan putrinya, yang dipimpin oleh kakak mereka yang bernama Coyolxauhqui yang kemudian bersekongkol untuk membunuhnya. Ketika massa nya tiba bagi Coatlicue, Lantas Huitzilopochtli muncul dari rahimnya bersenjata lengkap dan membunuh Coyolxauhqui. Dia kemudian menyembelih sisa dari 400-nya saudara yang lain.

Ternyata, itu tidak cukup untuk Huitzilopochtli. Dalam sejarah bangsa Aztec, sering diadakan pengorbanan manusia bagi dewa itu. Orang-orang yang biasanya menjadi tawanan perang yang ditangkap selama banyak pertempuran terjadi dengan suku-suku lain tetangga mereka. Bentuk yang paling umum dari pengorbanan itu adalah dengan membuka peti korban tawanan dan merobek hati mereka ketika masih berdetak. Cara-cara seperti itu yang diyakini untuk memanggil hujan, mengharapkan panen yang baik dan kesuksesan dalam perang.

9. Trio Dewa Teutates, Esus, Dan Taranis

Trio Dewa Teutates, Esus, Dan Taranis

Keyakinan tiga dewa yang selalu bergaul bersama adalah keyakinan dewa yang paling penting dari bangsa Celtic. Mereka membentuk tiga serangkai dewa, entitas suci yang paling umum ditemukan dihampir semua agama pagan. Beberapa dari trio dewa tersebut dipercaya memerlukan pengorbanan nyawa manusia seperti yang terjadi dalam sejarahnya.

Teutates, sangat dicintai dan dipuja oleh Galia, seorang dewa yang diyakini bertanggung jawab untuk kesuburan, kekayaan, dan perang. Korban yang dipersembahkan kepadanya biasanya ditenggelamkan dengan cara terjun melalui kepala terlebih dahulu ke dalam tempat berisi cairan yang belum diketahui dengan pasti. Beberapa orang berspekulasi bahwa cairan itu adalah ale, sejenis minuman favorit orang-orang Celtic. Nah, jika Anda tidak cukup beruntung untuk hidup dizaman dan di daerah bangsa celtic, anda bisa mati tenggelam dalam alkohol jika dijadikan sebagai korban persembahan mereka!

Meskipun sedikit yang diketahui tentang Esus, anak kedua dari tiga serangkai dewa bangsa Celtic, dia diketahui tidak sangat baik dan apalagi penuh kasih. Penyair Romawi Lucan menggambarkan dia sebagai "Esus yang mengerikan dengan altar liarnya." Hal ini berspekulasi dikarenakan dia adalah seorang dewa rawa atau willow. Mereka yang dikorbankan untuk Esus biasanya dengan diadakan ritual ditusuk, digantung dari pohon, dan dibiarkan berdarah sampai mati.

Yang terakhir, Taranis, adalah dewa langit dan panglima perang. Namanya berarti "bergemuruh" dan, karena itu, ia sering dibandingkan dengan Roman Jupiter. Taranis, seperti dua sahabat dewa tersebut, juga tidak keberatan untuk memiliki pengorbanan darah manusia yang dibunuh untuk menenangkannya. Korbannya ditempatkan di sebuah anyaman raksasa dan dibakar hidup-hidup hingga hangus.

8. Dewa Tezcatlipoca

Tezcatlipoca

Dewa Tezcatlipoca, adalah dewa Aztec lainya yang sangat penting dalam keyakinan kuno aztec, dia adalah dewa malam dan dewanya ilmu sihir, pelindung prajurit dan raja Aztec, yang dianggap sebagai wakil-Nya di bumi. Selain itu, Tezcatlipoca dikenal sangat pendendam dan secara cepat untuk menghukum mereka yang dianggap nakal. Dia juga memiliki beberapa permusuhan dengan saudaranya yang lain yang lebih damai, yakni Quetzalcoatl.

Salah satu perayaan Aztec yang paling penting didedikasikan untuk Tezcatlipoca. Setiap tahun seorang pemimpin spiritual Aztec akan memilih seorang tahanan muda dan tampan itu yang akan dihiasi meniru seperti dewa. Pria itu akan hidup dalam kemewahan. Selain itu, ia akan memiliki empat gadis cantik yang akan berpakaian seperti dewi yang bertindak untuk selalu menemaninya.

Hal itu mungkin terdengar sangat keren, namun itu hanyalah awal dari sebuah pengorbanan, terutama kehidupan para tahanan perang Aztec. Setelah setahun lamanya asyik dalam kemewahan, kemudian mereka akan menaiki tangga di sebuah kuil kecil. Di sana ia akan dikorbankan dengan cara jantungnya dirobek. Kemudian, orang yang dipenjarakan berikutnya akan dipilih untuk menggantikannya dan mati dengan cara yang sama.

7. Dewa Moloch

Dewa Moloch

Dewa Moloch, kadang-kadang disebut Baal dari Baal Moloch, adalah dewa yang haus darah yang disembah oleh beberapa negara yang hidup di Timur Tengah kuno. Fenisia, Carthaginians dan Israel adalah yang paling sering disebut-sebut. Karena yang terakhir, Moloch dalam Alkitab ada disebutkan beberapa kali. Bukan sebagai contoh dewa yang penyayang, murah hati dan baik dewa karena Moloch tidak keberatan dengan pengorbanan darah manusia dan menerima hadiah tersebut dari para penyembah-Nya yang "gila". Selain itu, ia memiliki kecenderungan rasa suka pada anak-anak. Tidak diketahui bagaimana sebenarnya kejadian anak-anak kecil yang dipercaya dikutuk oleh dia hingga tewas, namun beberapa teori mengatakan hal tersebut.

Beberapa orang mengatakan bahwa orang-orang kafir pada generasi pertama itu melakukan ritual membunuh anak mereka sendiri dengan cara menempatkan tubuh mereka ke dalam altar api. Beberapa dari mereka bahkan akan mengumpulkan tulang yang tersisa setelah pembakaran dan meletakkan mereka di bawah ambang pintu depan rumah mereka. Pengorbanan tersebut dipercaya akan mendatangkan berkat bagi keluarga.

Versi yang lebih mengerikan mengatakan bahwa anak-anak dilemparkan ke dalam nyala api. Beberapa sumber sejarah bahkan menyebutkan adanya patung perunggu berongga, yang mirip dengan banteng liar. Anak-anak malang itu akan ditempatkan ke dalam patung yang kemudian akan dipanaskan dari bawah. Gaung patung itu akan meredam teriakan sekarat anak-anak yang terbakar didalamnya.


6. Dewa Huehueteotl

Dewa Huehueteotl

Pengorbanan manusia adalah urusan biasa bagi bangsa Aztec, ada satu dewa yang sangat sadis dalam standar mereka. Adalah dewa Huehueteotl. Dia adalah dewa kematian, kehangatan, dan rasa dingin. Selain itu, itu Huehueteotl yang dipercaya menangani cahaya selama masa kegelapan dan makanan selama musim kelaparan.

Mengorbankan seseorang untuk dewa ini biasanya dengan cara membius korban, memanggang mereka hidup-hidup, merobek hatinya dan membakar sisa-sisa yang ada. Perintah pengorbanan ini bervariasi tergantung pada sumber yang ada. Beberapa orang mengatakan bahwa korban dibuang ke dalam api dan diseret keluar dari itu dengan sebuah kait sebelum meninggal. Maka hati mereka akan dirobek dan mayat mereka dibuang kembali ke dalam api.
Klaim lain mengatakan bahwa para korban yang malang pertama kali dibius dan kemudian diseret dengan kait khusus. Hati mereka akan dipotong dan dibuang ke dalam api. Kemudian mayat korban akan dibuang juga kedalam hati.

5. Dewa Tlaloc

Dewa Tlaloc

Lagi-lagi mereka bangsa Aztec memiliki kecenderungan untuk pengorbanan manusia kepada dewa-dewa mereka. Tlaloc adalah nama lain dalam daftar panjang dewa Aztec yang menyukai pertumpahan darah. Selain itu, Tlaloc adalah jenis dewa yang diyakini mampu berubah-ubah. Seperti dewa hujan, kesuburan, dan dewa petir, ia memiliki kesabaran yang terbatas. Marahnya Tlaloc dipercaya akan mengirimkan badai, angin topan, banjir, dan kekeringan. Penyakit dan kelaparan yang tidak terkendali.
Tlaloc memiliki beberapa selera tertentu. Dia hobinya anak-anak. Pertama menangisnya anak-anak akan diredakan terlebih dahulu. Terkadang para pemimpin spiritual mereka akan menawarkan air mata korban sebagai korban tambahan. Apa yang orang tua mereka fikirkan pada praktek gila tersebut? Nah bagi mereka mengorbankan nyawa kepada Tlaloc dipandang sebagai suatu kehormatan.

4. Dewi Kali

Dewi Kali

Oke bro mari kita istirahat dulu dari kebengisan dewa Aztec dan sembari menikmati secangkir kopi kita akan berbicara dengan dewa kejam dari sisi lain di dunia ini. Kali, si dewi setan kehancuran dari India.
Adalah dewi bengis yang masih bertahan hingga saat ini. Sementara dewa berdarah lainnya dalam daftar ini kehilangan pengikutnya setelah sekian lama semenjak masuknya agama-agama samawi seperti Islam dan kristen, Dewi Kali masih menerima pengorbanan darah dari waktu ke waktu. Fakta yang ada bahwa pengorbanan manusia dilarang di India namun tidak menghalangi kepercayaan terhadap dewi Kali. Biasanya pengorbanan darah untuk menenangkan dewi kali masih terjadi, terutama di daerah terpencil, di pedesaan.

Cara membunuh korban bervariasi. Ada yang dipenggal, Dikait sampai mati, dicekik, atau dimutilasi. Bagaimana? mengerikan sekali ya kan? makanya hati-hati jika anda mengunjungi beberapa desa India yang terpencil.

3. Dewi Toci

Dewa Toci

Kita kembali ke Bangsa Aztec humor dewa sadis mereka. Toci, dewi penyembuhan dan pelindung dukun beranak dan para dukun juga menerima pengorbanan kematian manusia sebagai hadiah. Meskipun dari gelarnya sebagai dewi penyembuhan yang seharusnya berlawanan dimana seharusnya sebagai dewi professional yang memberikan kesehatan yang baik bukan sebagai pembunuh.

Biasanya para wanita yang dikorbankan untuk Toci. Gadis dipilih kemudian dikenakan pakaian yang menyerupai seorang dewi. Fakta yang ada adalah bahwa dia akan mati sebagai pengorbanan kepada Toci.
Wanita itu akan tertipu bahwa ia akan terlihat seperti penguasa. Setelah ia  diajak mendaki ke kuil, ia akan dengan cepat dipenggal dan dikuliti. Sumber-sumber lain mengatakan bahwa ritual pengorbanan yang ada adalah seperti merobek keluar jantung wanita itu dan kemudian mengulitinya. Kulitnya kemudian akan digunakan oleh pemimpin spiritual mereka.

2. Dewa Chac

Dewa Chac

Bangsa Aztec bukan satu-satunya suku Amerika asli pra-Columbus yang mengorbankan manusia. Suku Maya juga melakukan hal gila itu.

Bagi bangsa Maya, Chac adalah dewa hujan, petir, dan air. Ia sering digambarkan memiliki beberapa fitur seperti reptil yang menyukai aktivitas yang menyenangkan seperti memancing. Namun, memancing tidak menenangkan haus Chac kepada darah. Dia menuntut pengorbanan manusia.

Para korban biasanya dilempar ke sumur yang dalam. Hal itu dipercaya karena Chac tinggal di bagian bawah lubang pembuangan. Adalah hal umum untuk melempar anak laki-laki dan perempuan yang diyakini untuk memanggil hujan dan panen yang baik. Dua sumur tersebut masih dapat ditemukan di Chichen Itza, yang pernah menjadi salah satu kota yang paling penting dari peradaban bangsa Maya.

1. Dewa Inti Dan Dewa Viracocha

Dewa Inti Dan Dewa Viracocha

So emosi muda, Bangsa Aztec dan Maya mengorbankan manusia untuk kepuasan dewa-dewa mereka, begitu pula suku Inca pun tak mau kalah. Dewa mereka yang paling utama, dewa pencipta Viracocha dan putranya, dewa matahari, Inti, dewa-dewa itu menerima banyak hadiah seperti harta benda, tanaman, hewan, dan juga kematian manusia. Dipercaya bahwa bagi dewa Inti para korban manusia akan diambil cahayanya yang dianggap akan memuang sial bagi suku Inca.
Para korbannya sebagian besar adalah anak-anak. Bangsa Inca akan mengorbankan anak-anak mereka dalam sebuah upacara yang rumit yang disebut capacocha. Mereka akan memilih anak yang terbaik, sehat, kuat, tampan dan murni. Semakin sempurna anak itu, maka dianggap akan semakin banyak kesempatan untuk menenangkan para dewa mereka.

Kemudian anak terpilih itu akan dibina dan dimuliakan layaknya seorang raja, kadang-kadang selama bertahun-tahun sebelum akhirnya dibunuh. Akhirnya, pesta besar akan diadakan di tempat di mana korban akan mabuk dengan minuman. Setelah itu maka sang anak yang disertai oleh para dukun, orang tua dan kepala suku itu, akan membawanya ke puncak gunung dan dibunuh di sana. Metode umum adalah pembunuhan dengan pukulan ke kepala, dicekik atau dikubur hidup-hidup.

Nah, bagaimana? Kejam dan sadis bukan? begitulah suasana dunia saat itu dimana dunia dipenuhi oleh mistik dan ketololan. Yang anehnya dizaman sekarangpun masih ada juga keyakinan dan persembahan tolol haus darah kepada setan-setan tersebut, hanya saja dalam nama yang berbeda. Seperti pembunuhan demi dewa yang sering disebut "Uang" atau "Kekuasaan". So pesan saya temukanlah Tuhan. Dialah Allah Tuhan sang pencipta yang maha baik. Karena Tuhan yang maha baik tidak membutuhkan semua persembahan nyawa dan kekejaman itu, yang Dia minta kepada anda hanyalah menjadi hambaNya yang baik dan bermanfaat bagi alam dan sesama. Akhirul kalam terimakasih dan wassalam.
Trims :)

G+

Seorang yang cukup gila dalam sisi lain kehidupan, yang jelas saya normal dan please jangan banyak protes :p, visit my FACEBOOK

Related Posts

Previous
Next Post »

Saya sangat mengharapkan feedback dari pembaca mengenai postingan yang saya tampilkan. Komentar yang anda tulis harap di ketik dengan bahasa yang sopan, apabila saran dalam bentuk kritikan adalah kritikan yang membangun. Tidak meninggalkan link aktif, spamming (I do hate that), ataupun komentar yang tidak berhubungan dengan postingan.