When I was Sleepy

When I was Sleepy
Kemarin seorang sahabat memposting gambar dibawah ini di wall-nya. Melihat gambar ini saya langsung ketawa, bagaimana tidak, gambar ini telah mengingatkan akan betapa konyolnya saya dulu.

Agaknya teman-taman MAK dulu pasti tidak lupa siapa siswi yang sering tidur diruang kelas. Ialah seorang perempuan yang dengan PD nya duduk di sudut belakang kelas selama 2th berturut-turut tanpa peduli bahwa tingginya yang tak sampai 150cm seharusnya wajib duduk di depan. Yang dengan PD nya duduk dibelakang demi memuluskan jalannya untuk melakukan kecurangan, yakni mencurangi jam belajar untuk dipakai sebagai jam makan, rumpi hingga tidur :))

Ya, akibat sering mengantuk kadang saya terpaksa harus mencari cara untuk menghilangkan teror berbahaya ini saat jam belajar. Syukur kalau tetangga didepan dan samping bangku adalah makhluk  menyenangkan untuk diajak berbicara. Kami bisa membahas tentang apa saja, mulai dari guru kami yang sering pakai baju ngenjrenk, hingga tentang si Bumilo yang  membuat para santri harus menyamak baju.

Berbicara saat guru di lokal? Ya... terpaksa, setidaknya jika berbicara di lokal  saya masih menangkap apa yang guru jelaskan walaupun cuma sebagian saja. Tapi jika sempat tertidur itu artinya saya tidak sadarkan diri, sehingga itu artinya (lagi) saya tak tau sama sekali apa yang guru jelaskan. :D

Tapi, tentu tak selamanya kami bisa berbicara seenak hati saat guru dikelas, itu tergantung siapa gurunya dan ada tidaknya bahan obrolan. Jadi apa alternatif lain yang bisa dilakukan untuk mengusir kantuk? Nah gambar adalah jawabannya, saya akan menggambar apapun untuk sekedar menghilangkan ngantuk, mulai dari menggambar rerumputan, taman, lautan, mesjid hingga melukis nama sendiri atau kode-kode rahasia. Dengan tangan yang terus bergerak mampu menjaga mata saya agar tetap terus terbuka.

Melihat kebiasaan ini, teman-teman mulai request, ada yang minta dilukis namanya di binder, ada yang minta di gambarin taj mahal, dst. Padahal kualitas gambar saya masih jauh dari kata bagus. Tapi mereka memang baik sekali, walau gambar saya jelek mereka tetap minta digambari dengan alasan "supaya icap tidak sampai tidur dikelas...." *terharu*

Lantas kalau lagi kehabisan ide untuk menggambar apa lagi yang saya lakukan? Saya akan keluar dengan alasan ke kamar mandi, untuk kemudian berjalan-jalan mengelilingi sekolah sekedar menghilangkan kebosanan. Tak jarang pula, kadang jalan-jalannya bisa hingga ke asrama, lebih jelasnya ke atas tempat tidur untuk kemudian  melanjutkan jalan-jalan ke alam mimpi.. :D

Selain itu?
Kalau punya stok makanan, saya akan makan.. jadi mulut dan mata bisa sama-sama bekerja.

Selain itu?
Saya kan menyebarkan questionnaire.
Maksudnya, Saya akan mengedarkan selembar kertas yang berisi pertanyaan konyol, sperti "kalau waktu berhenti 1 jam saja, semua tak bergerak kecuali kamu, apa yang akan kamu lakukan?"

Selang beberapa puluh menit kemudian kertas itu pun kembali dengan aneka jawaban, ada yang pengen curi mobil, pengen pegang-pegang cowok ganteng, hingga ada pula yang pengen manjat menara Eifel :D

Tips mengusir ngantuk lainnya?
Kalau kata si Fatayatul Alim, ngantuknya akn hilang kalau melihat orang mengantuk. Makanya dia selalu melihat kebelakang untuk melihat saya. (Seharusnya saya minta royalti sama dia untuk kelainan yang dipeliharanya ini)

Namun tak selamannya kantuk dapat dilawan, tak jarang saya kalah dan harus menerima kenyataan kalau guru sudah berada didepan meja tanpa saya ketahui. Bahkan pernah suatu hari, para siswi sudah keluar semuanya tanpa saya ketahui, hingga datang si Fadil membangunkan dan saya sadar bahwa saya "the only girl" di kelas, ditengah kerumunan para cowok-cowok  semi-ganteng +_+



By: safrina pelangi

G+

Seorang yang cukup gila dalam sisi lain kehidupan, yang jelas saya normal dan please jangan banyak protes :p, visit my FACEBOOK

Related Posts

Previous
Next Post »

Saya sangat mengharapkan feedback dari pembaca mengenai postingan yang saya tampilkan. Komentar yang anda tulis harap di ketik dengan bahasa yang sopan, apabila saran dalam bentuk kritikan adalah kritikan yang membangun. Tidak meninggalkan link aktif, spamming (I do hate that), ataupun komentar yang tidak berhubungan dengan postingan.