Daun Khat, Narkoba Halal Untuk Muslim?

Daun Khat, Narkoba Halal Untuk Muslim?

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Pada pukul 4 sore hari, banyak pria yang berjalan di jalan-jalan kota Sana'a sedang dalam keadaan "fly", atau setidaknya hampir, bukan karena mendapat efek dari jenis narkotika yang diproduksi oleh pabrik, tapi mereka "high" dengan khat. Khat adalah sejenis pohon semak yang daun mudanya mengandung senyawa dengan efek yang serupa dengan yang ada di dalam amfetamin atau sabu-sabu. Khat sangat populer di banyak negara di semenanjung Arab dan juga di negara-negara Tanduk Afrika, namun di Yaman, ini adalah kecanduan nasional yang parah. Sebanyak 90% pria dan 1 dari 4 wanita di Yaman diperkirakan mengunyah khat, menyimpan gumpalan di sebelah pipi dan khat perlahan-lahan turun ke dalam tubuh dan memasuki aliran darah. Pendatang baru ke ibukota kuno Yaman ini tidak bisa melewatkan tontonan dimana hampir seluruh populasi dewasa menunjukkan pipi yang penuh dengan kunyahan khat, menyisakan warna kehijauan dari daun dan cabang yang dibuang.

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Sebuah pemakaman umum di Manila Utara Filipina, dibuka pada tahun 1904, dan merupakan salah satu yang tertua dan terbesar di Filipina. Dengan berbagai susunan makam besar yang rumit serta deretan mausoleum makam yang sederhana dan penuh sesak ini merupakan rumah bagi satu juta jenazah dan ditambah ribuan orang lainnya yang masih hidup yang tinggal disini.

Tempat pemakaman ini, termasuk merupakan lokasi dari peristirahatan terakhir presiden, bintang film dan ikon sastra, menariknya, kompleks pemakaman ini juga dihuni oleh beberapa orang termiskin di Manila. Banyak yang tinggal di dalam ceruk dan bangunan makam dari keluarga kaya yang membayar uang saku untuk membersihkan dan mengawasi kuburan sanak saudara mereka.

Sedangkan yang lainnya menemukan cara yang berbeda untuk melibatkan perkonomian dari kematian dan penguburan. "Sebenarnya tidak ada pekerjaan di dalam kuburan ini, jadi saya mengajari diri sendiri bagaimana melakukan ini di tahun 2007," Ucap Ferdinand Zapata, 39 tahun, mengatakan saat dia memahat nama almarhum ke permukaan nisan marmer berukir.

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati
Sebuah keluarga makan siang di Manila North Cemetery, tempat mereka tinggal di antara makam.
"Ini adalah pekerjaan terbaik di pemakaman karena anda tidak memiliki atasan," kata Zapata, yang tumbuh di pemakaman dan telah membesarkan dua anak di sini. "Tukang batu yang membuat ceruk dan mausoleum bisa menghasilkan lebih banyak lagi."

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati
Seorang pria mengerjakan sebuah nisan. Seorang penduduk lainnya yang melakukan pekerjaan yang sama menyebutnya sebagai "pekerjaan terbaik di pemakaman."
Sebanyak seperempat dari 12 juta penduduk Manila adalah "pemukim informal." Mereka yang berada di pemakaman ini lebih memilih ketenangan dan keamanannya yang relatif jauh dari daerah kumuh kota yang berbahaya. Hanya kemampuan yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan yang tidak aman serta penuh sesak di sini.

Di pemakaman ini, banyak bangunan sementara dibangun di atas makam, banyak keluarga menjalani hari-hari mereka. Mereka mengobrol, bermain kartu dan menonton opera sabun di TV yang dipasang di dekat batu nisan atau ornamen salib hias.

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati
Duduk di makam, Lorgen Lozano, 14 tahun, menonton opera sabun di makam tempat keluarganya tinggal. Dia tidur di makam saat malam hari.
"Kadang sulit tinggal di sini," kata Jane de Asis, 26 tahun, yang tinggal di sebuah makam klasik dengan seorang putra, dua saudara perempuan, anak-anak saudara perempuannya dan ibunya, yang ia dibayar untuk mengurus makam tempat tinggalnya. "Kami tidak selalu memiliki listrik dan tidak memiliki air bersih. Khususnya sangat sulit di musim panas, begitu panas."

Pada malam hari, orang tidur di makam. Hal seperti itu mungkin akan tampak menyeramkan bagi banyak orang, namun bagi para penduduk disini, itu merupakan pilihan praktis. Dan banyak orang di negara katolik religius ini melihat batas antara yang hidup dan yang mati begitu dekat.

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati
Noemi Canilang, 41 tahun, beristirahat di sebuah mausoleum keluarga dengan cucunya yang berusia 8 bulan. Dia telah merawat mausoleum ini selama 25 tahun dan tidur di sana bersama lima anggota keluarganya. Dia menerima uang saku bulanan sebesar 50 peso, atau sekitar US$1.
Isidro Gonzalez, 74 tahun, suka berbicara dengan ibunya, katanya saat ia duduk menyenderkan punggungnya ke makamnya, sambil mengerjakan teka-teki silang. "Mungkin dia bisa menjawab saya, tapi sejauh ini dia masih belum!"

Listrik di rumah-rumah yang dikonversi ini adalah hasil dari jumper atau curian, dan sebagian besar penduduk tidak memiliki air. Di beberapa sumur publik, orang berbaris dengan gerobak berisi jerigen atau botol air kosong, menunggu untuk mengisinya.

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati
Seorang anak laki-laki mendorong gerobak dengan roda patah setelah mengisi tong air di sumur umum. Kebanyakan warga tidak memiliki air sendiri. 
Di tengah semua ini, adalah bisnis normal pemakaman terus berlanjut. Pada hari yang sibuk bisa ada sebanyak 80 jenazah yang dimakamkan disini.

Beberapa warga disini, seperti pria berusia 54 tahun yang menyebut dirinya Pastor Ramona, mendapat bayaran dari kunjungan sanak keluarga untuk memimpin doa di sebuah kuburan. Pastor Ramona kadang mengenakan kaus bergambarkan wajah Yesus.

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati
Seorang pria yang menyebut dirinya sebagai Pastor Ramona, 54, memimpin sebuah doa di atas sebuah makam.
Kompleks pemakaman ini begitu padat dengan kuburan dan ruangan sehingga mobil jenazah sering kali tidak bisa mencapai tujuannya. Orang-orang yang berkabung kemudian harus membawa peti mati itu disepanjang sisa perjalanan, memanjat makam lain dan melewati lorong antara mausoleum yang ada.

Glen Baleña, 26 tahun, dikebumikan pada hari Minggu, hari libur yang biasanya selalu menjadi hari yang sibuk. Baleña meninggal karena infeksi otak, kata sanak saudaranya.

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati
Keluarga dan teman-teman memberi penghormatan kepada Glen Baleña, 26. Dia meninggal karena infeksi otak, kata sanak keluarganya.
Makam umumnya disewa selama lima tahun. Setelah itu, jika kerabatnya berhenti membayar, petugas pemakaman akan menggali kembali jenazahnya, setelah masa tenggang. Tulang tengkorak dan tulang akan dimasukkan ke dalam karung, kemudian di letakkan disebuah tempat untuk di ambil oleh keluarga, atau bahkan dibiarkan begitu saja, jadi tulang belulang dan bekas pakaian jenazah yang mereka kubur, adalah pemandangan biasa disini.

Orang-orang meninggalkan sesaji makanan ringan, minuman dan kadang-kadang rokok di makam keluarga mereka. Anggota keluarga sering terlihat di sana, mengucapkan doa, menyalakan lilin atau sekedar ngobrol.

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati
Mengunjungi makam keluarga.
Pada pagi hari baru-baru ini, bau tajam dari methamphetamine atau sabu-sabu tercium melalui sebuah sudut terpencil pemakaman. Hal itu mengarah kepada seorang wanita paruh baya yang sedang mengisap narkoba itu dari sepotong foil, sementara putrinya memegang bayi yang baru lahir. Anak laki-laki remaja di dekat mereka tidur di puncak batu nisan atau di tempat tidur gantung.

Warga mengatakan penggunaan narkoba dan kejahatan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir; Zapata, seorang pemahat batu nisan, menduganya kira-kira sejak pada tahun 2000, saat perbersihan perkampungan kumuh di dekatnya telah menyebabkan gelombang penduduk baru. Tindakan keras Presiden Rodrigo Duterte terhadap pengedar narkoba dan pecandu juga dirasakan di Manila Utara. Pada bulan September, tiga orang tewas di sini dalam kasus yang disebut polisi sebagai operasi anti narkoba, mereka dikatakan telah mencoba menjual sabu-sabu seharga 10 dolar.

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati
Patung di kuil dilindungi dari debu dan hujan oleh penutup plastik.
Virginia Javier, 90 tahun, mengatakan bahwa penduduk sekarang mengunci gerbang ke makam mereka, yang tidak terjadi beberapa tahun yang lalu. "Karena Duterte menjadi presiden, setiap kali ada serangan polisi di sini, saya pulang ke rumah untuk anak-anak saya, biasanya," kata Mrs. Javier saat ia merawat tanaman pot di luar salah satu dari 10 mausoleum yang ia urus. Saat senja turun, banyak orang menasihati saya untuk pergi, mereka mengatakan bahwa tidak aman berjalan keliling setelah kegelapan.

Pada siang hari, rumah baru dibangun dari makam sederhana, karena para pekerja menambahkan dinding beton sementara dan atap besi yang sering kali dipulung dari tempat lain.

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati
Pekerja meninggikan bangunan di atas makam lainnya.
Orang mati sering hadir secara konstan di sini, dengan satu atau lain cara. "Ada saatnya saya mendengar berisik atau suara, saya diam saja, dan saya tahu ini suara orang mati," kata Mrs. Javier. Suaminya, Felix, mengatakan bahwa hantu adalah "sesuatu yang anda lihat di bioskop."

Banyak anak-anak di pemakaman itu, bermain dengan gembira di antara makam, mereka tampak tidak peduli sama sekali dengan hantu.

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati
Anak-anak bermain di kolam di sebuah makam.
Di sini dan di sana ada toko sembako, menjual cemilan dan kebutuhan pokok seperti sabun. Mereka juga menjual lilin, bagi para pengunjung yang ingin memberi penghormatan di makam orang yang mereka cintai. Beberapa warung bahkan memiliki mesin karaoke, yang populer di malam hari.

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati
Sebuah kedai kecil dibangun di atas sebuah makam.
Saat cuaca mulai sejuk, anak laki-laki dan remaja laki-laki bermain basket di lokasi yang telah diimprovisasi menjadi lapangan, atau versi biliar yang populer di daerah kumuh Filipina.

Malam hari tiba, seringkali Mr Gonzalez, 74 tahun, berada disana, ia mengerjakan teka-teki silang di ruang bawah makam keluarga, tidur di sana. Tapi dia bukan penduduk asli disini, dia memiliki sebuah kondominium di Manila. Lingkungan tempat ia tinggal sebenarnya, lebih berbahaya daripada pemakaman. Seperti yang dia katakan, "Orang mati tidak bisa menyakitimu."

Kerasnya Kehidupan Diantara Orang Mati
Warga memainkan billiar kayu aka tusot.
Nah emosi muda,.. Apa yang anda pikirkan dengan semua hal yang kita lihat diatas? Kesulitan dalam kehidupan atau hal yang mungkin tampak menyeramkan? Apapun itu, masyarakat yang tinggal di pemakaman Manila saat ini sedang menjadi sebuah permasalahan yang rumit bagi kota setempat, kepadatan penduduk dan aksi mriminal tidak jarang terjadi di wilayah kumuh dengan ekonomi yang sulit. Dan saya rasa, apa yang terjadi disini bisa menjadi pelajaran bagi warga-warga kota lainnya di Nusantara untuk memanajemen perkotaan dengan lebih baik dan didukung dengan pendidikan yang cukup pada masyarakat, mungkin bisa mencegah apa yang terjadi di Filipina untuk tidak terjadi di Nusantara. Memang, tingginya populasi sering menjadi masalah, namuan inti permasalahan menurut saya bukanlah disitu, melainkan pada kemerataan penduduk plus perekonomian, pendidikan dan kesadaran serta produktivitas masyarakat untuk membangun perkotaan yang menjadi tempat tinggal yang layak huni, memang, semuanya tidak semudah membalik telapak tangan, namun bukan juga tidak mungkin ya kan? Semoga anda berfikir dan Wassalamualaikum.

Video Dokumenter Kehidupan di tengah pemakaman Filipina


Versi artikel ini di cetak dalam bahasa Inggris pada tanggal 26 Juni 2017, di halaman A7 edisi New York dengan Headline: Hard Life Among the Dead for Thousands of Filipinos. Kredit foto: Adam Dean untuk The New York Times.

Baca Juga; Berburu para penyihir

Yesus Tidak Disalib, Ia Wafat Di Jepang?

Yesus Tidak Disalib, Ia Wafat Di Jepang?

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Tidak peduli seperti apa dan seberapa besar nilai religius dari seseorang yang menganut agama samawi (Islam, Kristen dan Yahudi), tidak dapat disangkal lagi bahwa Yesus atau Isa Alaihissalam adalah salah satu tokoh yang mudah dikenali di dalam semua agama ini, dan khususnya didalam agama Kristen, tokoh tersebut menjadi figur utama yang menjadi sentral keyakinan. Ada banyak kisah dan petualangan yang dikaitkan dengan sosok ini, namun apakah dari salah satu dari banyak kisah petualangan yang melibatkan Yesus ini pernah membuncah hingga ke zaman Jepang kuno? Rasanya nyaris tidak bisa diterima oleh banyak orang, namun menurut cerita rakyat di sebuah desa pegunungan terpencil di sudut utara Jepang, Yesus tidak hanya melakukan perjalanan ke Jepang, namun juga menemukan tempat peristirahatan terakhirnya di sana ketimbang wafat di kayu salib bukit Golgota. Mungkin bagi banyak orang, khususnya bagi anda yang menganut keyakinan trinitas kristen, anda akan mulai menggaruk-garuk kepala anda sekarang juga, dan dalam artikel kali ini, emosianisme akan mengajak anda menelaah kisah ini, yuk mari kita lihat kisah aneh tentang kehidupan Isa Alaihissalam ini dan mengkaji ada seberapa banyak kebenaran yang terbaring di sana.

Makam Yesus Di Jepang
Terselip di daerah pegunungan prefektur Aomori, di wilayah utara Jepang, adalah sebuah desa bernama Shingō. Ini adalah desa sederhana yang hanya di huni sebanyak 2.632 orang, dan penduduk desa ini umumnya berprofesi sebagai petani dengan gaya hidup pedesaan sederhana. Sebagian besar penduduk di sini juga beragama Buddha atau Shinto, dengan hanya satu orang penduduk saja yang menganut Kristen dan tidak ada gereja yang dapat di temui. Memang, dari 128 juta warga Jepang, hanya 1% saja yang mengidentifikasi diri mereka sebagai orang Kristen. Hal ini menjadi semakin membingungkan dengan hadirnya sebuah legenda yang melibatkan figur tokoh terpenting agama Kristen yang telah mengakar di sini. Sulit untuk membayangkan bahwa dari semua tempat yang ada di dunia ini, Yesus akan menemukan jalan menuju ke sebuah dusun gunung yang terpencil di Jepang, namun kepercayaan ini sudah lama dipelihara oleh orang-orang di daerah ini, dengan tentang apa yang terjadi disini beserta seluruh cerita sama anehnya seperti yang kita duga.

Menurut kisah, Yesus pergi ke Jepang saat ia berusia 21 tahun, selama 12 tahun kesenjangan dalam Injil Perjanjian Baru yang dikenal sebagai "tahun-tahun yang hilang." Yakni tahun-tahun dimana saat itu keadaan Yesus tidak diketahui. Dikatakan bahwa dia datang untuk belajar teologi (Ilmu agama), dan pendaratan pertamanya di Jepang adalah di sebuah tempat bernama Amanohashidate, yang merupakan sebuah pelabuhan di pantai barat. Setibanya di sana, Yesus dikatakan telah belajar dengan seorang ahli teologi di Gunung Fuji, belajar tentang agama, filsafat, dan tentang bahasa dan budaya Jepang. Yesus dikatakan telah benar-benar membenamkan dirinya ke dalam gaya hidup Jepang selama hari-harinya di sini. Studi ini berlanjut sampai ia berusia 31 tahun, dan kemudian dia melakukan perjalanan panjangnya kembali ke Yudea, di mana dia menceritakan petualangan eksotisnya di tanah timur yang misterius dan jauh ini, yang disebutnya sebagai tanah suci.

Yesus Tidak Disalib, Ia Wafat Di Jepang?
Kuburan yang di yakini sebagai makam Yesus di Shingo
Di sinilah kisah semakin berubah menjadi lebih aneh lagi. Menurut legenda tersebut, setelah kembali ke tanah airnya, Yesus mengalami keadaan dimana kemudian ia akan dijatuhi hukuman penyaliban, namun ia dapat melarikan diri saat saudaranya, yang disebut "Isukiri" oleh istilah orang Jepang (Isukiri, terdengar identik dengan "Iskariot" atau Judas Iskariot, memang faktanya orang Jepang sering kesulitan untuk mengucapkan frase bahasa diluar bahasa mereka sendiri), Isukiri dipercaya diam-diam bertukar tempat dengannya. Dalam kisah ini, Isukiri yang disalibkan di kayu salib dan bukan Yesus itu sendiri, sementara Yesus sendiri melarikan diri kembali ke Jepang yang membawa serta tidak lain adalah seikat rambut Siti Maryam atau Perawan Maria dan telinga terputus dari saudara laki-lakinya yang ditakdirkan mati. Setelah menempuh perjalanan darat yang sulit dan melintasi gurun Siberia yang beku, Yesus tiba di kota Hachinohe, Jepang, sebelum akhirnya pergi ke desa terdekat di Shingō.

Dalam pengasingannya di Shingō, Yesus dikenal sebagai Daitenku Taro Jurai, dan dikatakan ia telah mengambil jalan hidup sederhana dengan menanam bawang putih dan membantu orang lain yang membutuhkan. Dia bahkan konon akhirnya menikahi seorang putri petani yang bernama Miyuko dan menjadi ayah dengan tiga orang anak. Kisah selanjutnya mengatakan bahwa Yesus menjalani kehidupan yang panjang dan bahagia di kota pegunungan ini, ia hidup sampai usia 106 tahun. Saat dia meninggal dunia, jenazahnya menjadi sasaran kebiasaan pemakaman saat itu. Tubuhnya dibentangkan di puncak bukit selama empat tahun, setelah itu kemudian tulang-tulangnya dibundel dan dikebumikan dalam sebuah kuburan yang masih dapat ditemukan di desa tersebut. Telinga saudara laki-lakinya, Isukiri, dan juga seikat rambut Perawan Maria juga dikuburkan berdampingan dengan makamnya. Sampai hari ini, keturunan Yesus, dikatakan masih hidup dan tinggal di desa itu, mereka dikenal sebagai keluarga Sawaguchi.

Seluruh legenda itu jelas akan tampak konyol, tidak masuk akal, atau bahkan mungkin beberapa orang akan segera menghujat orang-orang yang mempercayai kisah ini, tapi, ada banyak "bukti" yang diumumkan selama bertahun-tahun untuk mendukung keseluruhan dari kebenaran cerita ini. Termasuk diantaranya adalah beberapa pakaian tradisional di kawasan ini, adanya pakaian yang memiliki bentuk menyerupai jubah toga yang dikenakan oleh pria disini tidak seperti pakaian Jepang lainnya, dan juga kerudung yang dikenakan oleh para wanita, yang semuanya tampak seperti sesuatu yang lebih alkitabiah berasal dari Palestina ketimbang pakaian tradisional Jepang. Selain itu, beberapa tradisi kuno di kawasan ini yang dianggap tidak memiliki akar budaya Jepang, seperti membawa bayi dalam keranjang anyaman, membungkusnya dengan jubah yang disulam dengan sesuatu yang mirip dengan Bintang Daud, serta prosesi menandai dahi mereka dengan menggunakan arang. Bahkan dialek daerah ini dikatakan masih memiliki hubungan dengan "Tanah Suci", dengan beberapa kata yang lebih menyerupai bahasa Ibrani ketimbang bahasa Jepang. Bahkan nama desa ini dulunya disebut Herai, yang sangat mirip dalam kata bahasa Jepang yang menyebut bahasa Ibrani sebagai Heburai. Di atas semua ini, pernah dikatakan bahwa banyak penduduk desa ini memiliki wajah yang tampak jelas asing dan bermata biru, memang kita bisa abaikan bahwa Yesus memiliki mata biru atau tidak, namun mata biru di desa tersebut jelas terlihat sebagai pertanda bahwa mereka adalah keturunan dari seseorang yang bukanlah berasal dari Jepang!

Mungkin salah satu kepingan bukti yang paling dikenal dari legenda ini adalah kumpulan dokumen yang disebut sebagai Takenouchi Documents atau Dokumen Takenouchi yang ditranskripsikan dari sebuah gulungan yang ditemukan di daerah tersebut pada tahun 1936 dan bertanggal pada zaman Yesus. Dalam gulungan kitab itu ada teks-teks yang diduga menguraikan kehendak dan kesaksian terakhir tentang Yesus Kristus, serta renungan tentang kehidupannya di Jepang. Dokumen-dokumen tersebut dikatakan telah ditulis sekitar 1.500 tahun yang lalu dari dokumen dan gulungan yang lebih tua lagi, dan kemudian diturunkan dari generasi ke generasi oleh keluarga Takenouchi sebelum akhirnya bisa diakses oleh publik pada tahun 1800an.

Dokumen Takenouchi ini, walaupun sangat menjadikan penasaran, namun sebagian besarnya dianggap sebagai hoax, karena dokumen ini merupakan hasil kerja seseorang yang menulisnya ke dalam versi bahasa Jepang, seorang yang memproklamirkan dirinya sebagai "Kosmoarcheologist" bernama Wado Kosaka. Ini adalah orang yang sama yang menjadi terkenal karena pernah mencoba untuk menghubungi UFO di sebuah saluran TV nasional, jadi informasi apapun yang datang darinya sepertinya masih perlu dipertanyakan. Kemudian lagi, dokumen tersebut hilang selama Perang Dunia II semakin menambah teka-teki. Dan saat ini, dokumen-dokumen tersebut secara luas dianggap palsu, seorang profesor Universitas Kyoto bernama Toji Kamata bahkan menyebutnya sebagai "Fakelore" alias dongeng. Meskipun begitu, ada dugaan tentang gulungan lain yang telah ditemukan di sini yang menceritakan tentang hari-hari Yesus berada di desa pegunungan ini.

Yesus Tidak Disalib, Ia Wafat Di Jepang?
Plakat yang berada di dekat makam Yesus
Di zaman modern ini, kuburan yang konon tempat Yesus di makamkan, rambut Perawan Maria, dan telinga saudara laki-laki Yesus, semuanya tetap berada di Shingō. Makam Yesus ini sendiri dikenal sebagai Kurisuto no Haka atau dalam bahasa Jepang secara harfiah berarti "Makam Kristus", berada di atas sebuah bukit dengan sebuah salib yang menonjol di atasnya, sementara gundukan yang berisi lainnya terletak di dekatnya. Reproduksi gulungan Takenouchi, termasuk terjemahannya ke dalam bahasa Inggris, yang menguraikan tentang kehidupan Yesus di sini juga dipegang oleh desa ini. Malah sebenarnya, desa ini memiliki museum untuk itu, yang disebut The Legend of Christ Museum, didedikasikan khusus untuk legenda Yesus di Jepang yang letaknya tidak jauh dari kuburan itu sendiri. Museum ini berisi dokumen Takenouchi yang direproduksi dan berbagai relik serta memorabilia lainnya yang terkait dengan legenda Yesus.

Sampai hari ini, ada banyak orang penasaran yang tiba di sana menuju kota kecil terpencil ini yang terletak sekitar sekitar 3 jam perjalanan dari Tokyo dengan kereta api untuk melihat kuburan Kristus dengan mata mereka sendiri, dan diperkirakan ada sekitar 20.000 peziarah datang kesini di setiap tahun entah karena semangat religius atau karena rasa ingin tahu yang tinggi. Ada juga festival yang diadakan di sini setiap musim semi yang disebut Festival Kristus, di mana wanita yang berpakaian kimono menari dan bernyanyi di sekitar makam Yesus. Dalam peristiwa lainnya yang juga agak cukup aneh adalah, pada tahun 2004, duta besar Israel, Eli Cohen datang ke sini dan menyumbangkan sebuah plakat yang ditulis dalam bahasa Ibrani, untuk memperingati hubungan antara Yerusalem dan Shingō. Plakat tersebut kemudian dijelaskan sebagai simbol dari persahabatan dan bukan sebagai dukungan atau pengakuan untuk klaim Yesus di desa tersebut.

Yesus Tidak Disalib, Ia Wafat Di Jepang?
Christ Festival aka Festival Kristus
Tentu saja rasanya ini semua aneh bahwa legenda ini telah menjadi begitu berakar di Shingō, Jepang. Penduduk desa ini kebanyakan menganut agama asli Jepang, yakni Shinto dan hanya ada satu orang Kristen saja yang dilaporkan tinggal di sini. Bahkan orang-orang yang dianggap sebagai keturunan Yesus yang masih hidup dan tinggal di sini bukanlah orang Kristen. Sedangkan untuk legenda itu sendiri, tidak jelas ada berapa banyak kebenaran, jikapun ada, maka kebenaran dari semua ini masih menjadi misteri. Saat ini, jenazah yang ada di dalam kuburan itu dianggap suci dan belum ada analisis DNA apapun yang dilakukan untuk membongkar semua misteri ini. Meskipun demikian, apakah seseorang akan percaya ini sebagai mitos atau tidak, tentu tampaknya klaim Shingō sebagai tempat peristirahatan terakhir Yesus Kristus akan terus bertahan dan menarik keingintahuan untuk beberapa waktu ke depan. Akhirul kalam, apapun yang anda percayai, itu kembali kepada pilihan anda sendiri. Semoga anda berfikir dan Wassalamualaikum.

Pintu Gerbang Menuju ke Dimensi Lain

Pintu Gerbang Menuju ke Dimensi Lain

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Selalu ada alasan yang diberikan pada pemikiran kita bahwa ada realitas dan dimensi lain selain dunia yang kita tinggali saat ini, sesuatu yang diyakni kadangkala membentur kita dan bahkan saling tumpang tindih. Dengan gagasan yang berjalan ini, maka hadirnya ide bahwa bepergian di antara dimensi yang berbeda juga sangat mungkin terjadi, dan ada beberapa catatan yang menunjukkan kemungkinan bahwa hal tersebut tidak hanya mungkin terjadi, namun portal semacam itu ada di antara beberapa kawasan yang dipercaya telah terbuka. Menariknya, karena seringkali terdengar agak menakutkan, dan tentu saja selalu aneh, kasus dugaan gateways atau gerbang portal dimensi ini telah menangkap imajinasi kita, dan membuat kita bertanya-tanya apakah realitas alternatif memang ada atau tidak, sesuatu yang ingin kita kunjungi untuk mencari tahu, apa dan bagaimana banyak hal yang berada disana, dan apakah dimensi di luar kita tersebut juga memiliki hukum fisika yang sama dengan dunia tempat kita berada saat ini.

Di nusantara, kita sering mendengar adanya lokasi-lokasi yang dipercaya bisa menyesatkan manusia ke dimensi lainnya jika kita kurang mawas diri serta terlalu dekat dengannya, namun umumnya peristiwa-peristiwa aneh tersebut hanya berada di seputar keberadaan jin atau alam makhluk halus lainnya. Di lain tempat, secara umum kita mengenal tentang segitiga bermuda dan segitiga formosa yang konon merupakan lokasi dari berbagai kejadian aneh tak terjelaskan menyangkut tentang portal keberadaan dimensi lain. Dan dalam artikel kali ini, kita akan menjelajah ke beberapa lokasi yang mungkin kurang akrab ditelinga kita, tempat-tempat dan fasilitas yang di duga merupakan portal dimensi yang telah terbuka yang menghadirkan berbagai spekulasi dan konspirasi mengenai keberadaan mereka

Terdampar di Pulau Iblis

Terdampar di Pulau Iblis

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Lautan telah lama menjadi wilayah ranah mistis yang fantastis, terbentang di suatu tempat di atas ombak dan melewati cakrawala yang jauh. Tampaknya ada beberapa daya tarik bagi tanah misterius yang hilang ini, beberapa segi dari sifat kita yang memaksa kita untuk melihat ke jarak dari hamparan laut yang luas dan membayangkan bahwa ada beberapa pulau tersembunyi di luar sana yang ada di dunia di luar alam peradaban kita serta eksplorasi dan penemuannya yang tak terhindarkan, bahkan mungkin di luar dunia kenyataan dari ruang dan waktu seperti yang kita ketahui. Mungkin pulau-pulau ini menyimpan rahasia kuno, harta yang hilang, keajaiban fantastis, atau kejahatan yang tak terkatakan, tapi apa pun masalahnya, semua pulau misterius ini sepertinya selalu menantang jiwa petualangan kita. Namun apa yang terjadi ketika seseorang berhasil benar-benar menemukan salah satu tempat mitos ini, untuk mencapai sesuatu yang tidak terjangkau dan benar-benar terdampar di sana di atas bentang alam yang tidak pernah dimaksudkan untuk disentuh oleh tangan manusia? Keajaiban apa yang mungkin mereka saksikan dan cobaan macam apa yang akan menantinya?

Aktivitas Anomali Otak Setelah Kematian

Senyuman syuhada

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Tahun lalu, sebuah eksperimen aneh yang dilakukan oleh para ilmuwan menunjukkan bahwa otak manusia dapat dipulihkan ke dalam kondisi keadaan elektrokimia yang mirip dengan otak hidup setelah kematian, menimbulkan pertanyaan tentang apa sebenarnya yang dianggap sebagai kehidupan di dalam tubuh manusia, kesadaran, dan kaitan keberadaan jiwa dalam tubuh. Sementara pertanyaan belum terjawab, malah sekarang, sebuah publikasi baru-baru ini oleh tim dokter Kanada telah menunjukkan bahwa aktivitas otak yang signifikan dapat berlanjut lama setelah pasien dinyatakan "mati," menambahkan misteri pada pencarian jawaban tentang kesadaran sesaat berakhir selama kematian. Meski merupakan fakta keberadaan manusia, pengalaman neurologis kematian masih belum sepenuhnya dipahami.

Menurut penelitian mereka yang dipublikasikan, para dokter di unit perawatan intensif Kanada yang mengamati fungsi jantung dan otak pada empat pasien yang sakit parah pada saat sebelum dan sesudah kematian secara klinis diumumkan. Keempat pasien tersebut menunjukkan adanya aktivitas Electroencephalographic (EEG) yang sangat berbeda, atau gelombang otak, pada saat sebelum dan sesudah kematian, menunjukkan bahwa proses kematian mungkin dialami secara berbeda oleh setiap individu.

Aktivitas Anomali Otak Setelah Kematian
Pada salah seorang pasien, pasien nomor 4, menunjukkan aktivitas otak yang signifikan setelah kematian tiba.
Menambah misteri pada temuan ini, para peneliti menemukan bahwa pada satu pasien, rentetan gelombang delta otak teramati sampai sepuluh menit setelah kematian klinis. Ini adalah jenis gelombang otak yang sama yang diproduksi oleh otak saat kita bermimpi dalam tidur nyenyak. Menurut data yang dipublikasikan, para periset masih bingung untuk menjelaskan sumber fisiologis gelombang ini:

Pada salah seorang pasien, ledakan gelombang delta tunggal berlanjut setelah terhentinya ritme jantung dan tekanan darah arteri (ABP). Sulit untuk mengemukakan dasar fisiologis untuk aktivitas EEG ini mengingat hal itu terjadi setelah hilangnya sirkulasi berkepanjangan.

Para peneliti sangat berhati-hati untuk mencatat bahwa penelitian ini memiliki ukuran sampel yang sangat kecil dan banyak variabel seperti jenis obat yang digunakan oleh setiap pasien dapat mempengaruhi data yang ada. Jadi, masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan tentang kesadaran setelah kematian tiba. Namun demikian, penelitian ini tetaplah merupakan sebuah kemajuan dalam bidang studi yang relatif baru dan sedikit dipahami yang dikenal sebagai necroneuroscience, atau studi tentang otak selama dan setelah kematian.

Aktivitas Anomali Otak Setelah Kematian
Meski kematian terlihat mengerikan, namun kematian adalah pintu gerbang menuju kehidupan selanjutnya
Bidang penelitian ini mendapatkan daya tarik di bidang medis dan budaya populer, seperti yang ditunjukkan oleh salah satu alur cerita sensasi dari seri sains fiksi Netflix terbaru The OA. Sebagai mana ilmuwan belajar lebih banyak tentang otak manusia serta apa yang membuat kita dapat berfikir, dan kematian memang telah menjadi salah satu batas akhir dari ilmu saraf. Namun, semua ini masih merupakan misteri tentang apa yang sebenarnya terjadi pada kesadaran kita sebelum, sesudah, dan selama kematian. Apakah tubuh masih merespon apa yang sedang dialami oleh jiwa setelah keduanya berpisah? Untuk sementara, kita hanya bisa menemukan jawabannya dalam keyakinan, disisi sains, masalah ini tetap berada dalam ruang gelap misteri yang tidak mudah untuk ditemukan jawabannya, semoga anda berfikir dan Wassalamualaikum.

Menelusuri Jejak Pulau Kelinci di Jepang

Menelusuri Jejak Pulau Kelinci di Jepang

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Dalam beberapa waktu terakhir ini, saya telah sering mengeluarkan beberapa materi yang mungkin agak cukup mengganggu dan bernuansa gelap di sini, di blog emosianisme. Beberapa orang tampaknya mungkin berfikir bahwa materi semacam itu telah menjadi keahlian saya, meski saya tidak bermaksud seperti itu. Secara berurutan saya telah menulis tentang kisah dan foto-foto yang cukup mengganggu dan rekaman video, menyelidiki perburuan penyihir modern, menjelajahi ceruk pikiran dari dunia dingin dan hitamnya peperangan, dan yang paling dibaca baru-baru ini adalah rilisan sebuah artikel saya tentang kitab-kitab sihir yang jelas-jelas mengerikan. Meskipun saya benar-benar percaya bahwa kita tidak boleh melepaskan diri dari kengerian ini dan bahwa semua itu memang harus kita hadapi, menatap wajah kenyataan dunia, dan terpapar tentang betapa mengerikannya semua itu jika kita ingin memahaminya dan membaca seluruh pesan serta merasakan keadaan yang sebenarnya terjadi. Di dunia ini, tentu saja selalu ada bahan yang dapat dipastikan untuk diteliti dan ditulis dari waktu ke waktu. Jadi, saya mencoba untuk memutarbalikkan kesenjangan artikel dalam blog ini. So, kali ini, saya akan membawakan sebuah artikel ringan tentang sebuah pulau kecil di Jepang, pulau yang diperintah oleh hewan lucu dan berbulu lembut juga imut.

Ōkunoshima - Pulau Kelinci
Terbentang di lepas pantai Hiroshima, Jepang, sebuah pulau mungil yang sekilas tampak agak mencolok dan tidak jauh berbeda dengan banyak pulau kecil lainnya yang tersebar di laut Jepang, terlihat biasa-biasa saja. Anda bisa naik feri cepat dari daratan dan menikmati berbagai jalur hiking, pantai dan tempat perkemahan menakjubkan yang ditawarkan pulau ini, namun saat anda sedang melakukan aktivitas hiking, anda mungkin akan segera terasa agak aneh. Sesuatu yang berbulu berjalan ditanah, menghadirkan pemandangan tidak biasa, dan mungkin membuat anda menjadi lengah dengan seberapa mudahnya hewan-hewan berbulu halus itu mendekati anda dengan cara yang sangat ramah. Kemudian yang lain mulai bermunculan, dan yang lainnya lagi, dan masih ada banyak lagi, sampai ada kelinci di mana-mana, belasan dari mereka mendatangi anda, menyeruduk kaki anda, mengendus, dengan malas bersantai ria dan tidak takut dengan kehadiran anda sedikit pun, jika anda mengalami hal seperti ini, saya yakin anda sedang berada di sebuah pulau kecil yang disebut sebagai pulau kelinci. Ōkunoshima atau Usagi Jima, yang secara harfiah dimaknai sebagai "Pulau Kelinci," dan di sini, kelinci adalah raja, dengan sekitar seribu ekor kelinci menghuni sebuah pulau yang tidak memiliki predator alami dan bermain sesuka hati mereka dan tidak peduli dengan dunia di sekitarnya. Masalahnya, kelinci bukanlah spesies asli di pulau ini dan tidak ada yang benar-benar yakin bagaimana mereka semua bisa sampai berada di sini.


Salah satu teori tentang asal-usul kehadiran kelinci itu terkait dengan masa lalu pulau Ōkunoshima yang terbilang agak menyeramkan. Pulau itu tidak selalu menjadi surga tempat berlindung bagi kelinci, dan memang memiliki sejarah yang cukup gelap yang sangat kontras dengan keberadaan kelinci di pulau tersebut. Pada tahun 1925, pemerintah Jepang memulai sebuah program rahasia untuk mengembangkan senjata kimia yang direncanakan untuk digunakan melawan musuh-musuh Jepang, dan pada tahun 1929 Ōkunoshima menjadi rumah dari sebuah pabrik manufaktur utama untuk memproduksi gas beracun. Lokasi itu sempurna untuk menciptakan senjata kimia karena jaraknya cukup jauh dari penduduk, mudah dilindungi dan tidak menjadi ancaman bagi daerah berpenduduk yang lebih banyak, namun tidak begitu sulit dijangkau dengan persediaan.

Menelusuri Jejak Pulau Kelinci di Jepang

Mengingat penggunaan senjata kimia telah dilarang pada tahun 1925 oleh Protokol Jenewa, yang juga telah ditandatangani oleh Jepang, maka pemerintah Jepang berusaha keras untuk menjaga kerahasiaan fasilitas ini. Penduduk pulau dan bahkan sebagian besar karyawan tidak diberi tahu tentang apa yang sebenarnya sedang diproduksi, dan pulau itu bahkan dikeluarkan dari peta. Di bawah bayang-bayang kerahasiaan ini, pabrik senjata kimia Ōkunoshima menghasilkan ribuan ton gas mustard, fosgen, dan gas air mata, pada tahun 1930-an dan 1940-an, gas racun yang diproduksi di sini digunakan untuk peristiwa mengerikan terhadap orang China selama Perang Sino-Jepang kedua, bertanggung jawab atas puluhan ribu kematian.

Museum gas Okunoshima
Museum Gas Beracun di pulau okunoshima
Fasilitas senjata kimia itu menjadi penghasil gas beracun utama selama Perang Dunia II, racun-racun ini digunakan untuk melawan pasukan Sekutu, dan pada saat perang berakhir, pabrik tersebut akhirnya menutup pintunya. Dalam kekalahan, pihak Jepang memastikan untuk menghancurkan semua catatan yang berkaitan dengan pabrik rahasia tersebut bahkan saat pihak sekutu turun ke pulau itu untuk menghancurkan semua senjata kimia yang tersisa. Reruntuhan pabrik senjata kimia tersebut tetap ada sampai hari ini sebagai peringatan suram masa lalu perang dunia yang mengerikan, dan pada tahun 1988, Museum Gas Racun Ōkunoshima membuka pintunya untuk umum dengan tujuan untuk mendidik tentang kengerian senjata pemusnah masal tersebut, dengan mantan karyawan pabrik yang menderita dampak negatif kesehatan yang pernah bekerja di sana.


Waduh, sepertinya saya terbawa kebiasaan untuk memberikan alur cerita gelap dengan sangat cepat. Meski saya bermaksud bahwa ini hanya akan menjadi potongan yang ringan. Maaf. Dimana kita? Ah iya, kelinci! Salah satu gagasan untuk asal-usul semua kelinci yang menyenangkan di pulau ini adalah, yakni mereka melarikan diri dari pabrik gas beracun itu. Karena, untuk menguji efek dari berbagai gas beracun, pemerintah jepang membawa kelinci dalam jumlah besar untuk tujuan ini, dan diperkirakan beberapa dari mereka mungkin telah lolos atau telah dibebaskan oleh pegawai pabrik yang baik hati setelah Perang Dunia II. Meskipun ini tampaknya seperti teori yang masuk akal, namun beberapa ahli tidak setuju dengan pendapat ini, dengan mengatakan bahwa ada 200 kelinci diperkirakan yang berada di fasilitas itu semuanya yang kemudian musnahkan oleh pasukan Amerika saat mereka masuk. Namun, masih banyak orang yang percaya bahwa setidaknya beberapa kelinci ini mungkin lolos dari nasib nahasnya dan kemudian lepas ke alam bebas, jadi ada harapan beberapa ekornya berhasil bertahan hidup dan akhirnya berkembang biak seperti sekarang ini.

Menelusuri Jejak Pulau Kelinci di Jepang

Gagasan lain mengatakan, bahwa beberapa ekor kelinci dilepaskan ke pulau itu oleh anak-anak sekolah pada tahun 1971, setelah itu populasi kelinci menjadi tidak terkendali karena keberadaan mereka hadir tanpa hambatan dari pemangsa alaminya. Terlepas dari bagaimana kelinci bisa sampai ke Ōkunoshima, namun mereka berhasil mencapai angka lebih dari seribu ekor di sepetak tanah kecil yang memiliki panjang hanya 2 mil. Dengan tidak adanya predator, dan undang-undang yang berlaku untuk melindungi mereka, menjadikannya ilegal untuk membunuh atau menyakiti mereka dengan cara apapun, dan lengkap juga dengan larangan membawa kucing dan anjing memasuki pulau tersebut, kelinci liar Ōkunoshima berjumlah sangat banyak, dan sifat mereka yang cukup jinak dan selalu ingin tahu telah menjadikan pulau ini sebagai tempat yang sangat populer untuk dikunjungi oleh para turis yang penasaran. Di sini pengunjung berduyun-duyun melihat, bermain, dan memberi makan banyak kelinci yang berkeliaran, dan video wisatawan yang berinteraksi dengan para penghuni pulau yang berkeliaran di sekitar mereka cukup untuk menjadikannya sebagai sensasi dari sebuah negara yang memuja semua hal imut ini. Memang, pulau ini jauh lebih terkenal dengan kelinci daripada sejarah gelapnya atau museum gas beracun yang dimilikinya.

Menelusuri Jejak Pulau Kelinci di Jepang

Namun, popularitas pulau ini dan viralnya foto serta video yang ditimbulkannya di sosial media telah menyebabkan beberapa dampak yang kurang menguntungkan. Karena jumlah pengunjung melonjak drastis, dan dengan jumlah tersebut, kelinci di pulau itu mendapatkan sejumlah besar makanan yang dibawa turis untuk memberi makan kelinci yang memiliki berbagai efek negatif. Salah satunya adalah bahwa persediaan makanan telah menyebabkan populasi kelinci semakin meroket, dan mereka telah benar-benar menguasai habitat mereka di pulau ini, yang pada gilirannya memiliki dampak yang merugikan pada ekosistem alami yang berada disitu. Memang, sebagian besar vegetasi asli di pulau ini praktis telah dilucuti sampai bersih oleh kelinci yang kelaparan, membuat mereka menjadi lebih bergantung pada makanan yang dibawa oleh para wisatawan.

Ada juga fakta lainnya bahwa banyak makanan yang dibawa oleh pengunjung yang bermaksud baik, namun tanpa sengaja telah membawa makanan yang kurang sehat untuk kelinci. Banyak pengunjung membawa kubis, yang harganya di Jepang memang cukup murah dan nampaknya sangat sesuai untuk kelinci, namun sebenarnya bisa menyebabkan banyak masalah pencernaan dalam skala besar. Hewan imut yang berbulu ini juga memiliki sifat ingin tahu dan cukup cerdas sehingga sering mencoba mendapatkan makanan yang tidak dimaksudkan untuk mereka, seperti mencuri sandwich, keripik kentang, atau makanan ringan lainnya. Aliran pengunjung yang tidak konsisten juga menciptakan masalah, karena kelinci makan dalam jumlah besar pada hari-hari yang cerah, namun tidak memiliki makanan apapun selama cuaca buruk saat tidak ada turis yang datang. Ini menjadi masalah kesehatan serius bagi makhluk-makhluk berbulu halus ini karena mereka memerlukan sumber makanan konstan, direktur Animals and Society Institute, Ann Arbor, Michigan, Margo DeMello mengatakan;

Kelinci perlu makan sepanjang waktu dan konsisten. Sekarang mereka mendapatkan makanan dalam jumlah besar pada beberapa hari dan tidak ada makanan di hari lain. Mereka tidak seperti binatang lain yang bisa beradaptasi dengan itu.

Menelusuri Jejak Pulau Kelinci di Jepang
Anak-anak memberi makan kelinci di pulau Okunoshima
Sayangnya, tanda-tanda resmi yang memperingatkan pengunjung untuk tidak memberi makan kelinci seringkali kurang berhasil, karena para wisatawan melihat kelinci liar menggemaskan ini seperti memohon makanan dan para wisatawan mengira dengan memberikan makanan akan benar-benar dapat membantu mereka. Menambah semua ini adalah, meskipun kelinci mungkin tampak lucu dan imut, namun mereka juga adalah hewan liar yang perlu diberi ruang. Beberapa pengunjung yang terlalu bersemangat sering meperlakukan hewan jinak ini dengan kasar dalam usaha untuk mendapatkan foto selfie yang baik, seringkali tanpa menyadarinya, mereka dapat menyakiti dan melukai kelinci di pulau ini, dan juga menyajikan kesempatan untuk digigit atau tertular penyakit.

Semua faktor yang disebutkan diatas bila dikombinasikan tidak hanya secara praktis akan menghancurkan ekosistem asli Ōkunoshima, namun juga dengan memburuknya kesehatan kelinci-kelinci ini sampai pada perkiraan bahwa harapan hidup mereka saat ini diperkirakan hanya 2 tahun lagi, dengan survei yang dilakukan menunjukkan bahwa 28 sampai 50 persen dari hewan-hewan imut itu memiliki luka atau penyakit. Namun, masih ada harapan untuk kelinci disini, masih ada kesempatan untuk membantu kelinci melalui undang-undang, tindakan, atau pembatasan baru, dan jika situasi seperti saat ini terus berlanjut, maka masa depan Pulau Kelinci bisa dalam bahaya.

Untuk saat ini, kumpulan kelinci terus menjalani kehidupan mewah mereka yang paling istimewa di pulau surga kelinci ini dan para pengunjung masih berkumpul di sini untuk memberi makan, memanjakan, dan mengagumi mereka. Kelinci Ōkunoshima telah menjadi raja disini, dan mereka telah mengangkat pulau kecil ini ke tempat yang menggambarkan keimutan yang berlimpah. Mudah-mudahan cara terbaik akan segera ditemukan untuk menjaga keberadaan kelinci yang tinggal disini, dan orang-orang yang menyukai mereka bisa memiliki pengalaman yang menyenangkan bermain bersama mereka, agar kesemuanya bisa seimbang dengan ekosistem pulau ini. Sementara itu, Pulau kelinci berkembang, dan sementara itu pula kita mungkin tidak akan pernah tahu pasti mengapa kelinci bisa berada di sana, setidaknya mereka bisa menjadi cara alternatif yang cukup baik untuk mengalihkan kengerian dunia dan arus berita buruk yang tidak pernah berakhir. Semoga bermanfaat dan Wassalamualaikum.

Etude of Memories - Nada Singkat Kenangan

기억의 습작 - Etude of Memories (Nada singkat kenangan) + Lirik

Etude of Memories - Nada Singkat Kenangan


이젠 버틸 수 없다고
I jen beo til su eop da go
You say you can’t last any longer
Kau bilang, kau tidak bisa bertahan lebih lama lagi

휑한 웃음으로 내 어깨에 기대어
Hweng han u seu meu ro nae eo ggae e gi dae eo
With an empty smile, you lean on my shoulders
Dengan senyum kosong, kau bersandar di pundakku

눈을 감았지만
Nu neul ga mat ji man
Though your eyes are close
Meski matamu tertutup

이젠 말할 수 있는 걸
I jen mal hal su in neun geol
What I can say now
Apa yang bisa kukatakan sekarang

너의 슬픈 눈빛이 나의 마음을
Neo ye seul peun nun bi chi na ye ma eu meul
That your sad eyes
Bahwa mata sedihmu

아프게 하는 걸
A peu ge ha neun geol
Hurting my heart
Menyakiti hatiku

나에게 말해봐
Na e ge mal hae bwa
Tell me
Katakan padaku

너의 마음속으로 들어가 볼 수만 있다면
Neo ye ma eum so geu ro deu reo ga bol su man it da myeon
If I can just enter your heart and see
Andai aku bisa memasuki hatimu dan melihat

철없던 나의 모습이 얼만큼 의미가 될 수 있는지
Cheo reop deon na ye mo seu bi eol man keum eui mi ga dwael su in neun ji
How much the childish of me means to you?
Seberapa besar kekanak-kanakanku yang engkau maknai?

Reff---

많은 날이 지나고
Ma neun na ri ji na go
As many days go by
Hari-hari terus berlalu

나의 마음 지쳐갈 때
Na ye ma eum ji chyeo gal ddae
When my heart becomes worn out
Saat hatiku menjadi usang

내 마음속으로
Nae ma eum so geu ro
Inside my heart
Di dalam hatiku

스러져가는 너의 기억이
Seu ryeo jyeo ga neun neo ye gi eo gi
Memories of you begin to wither
Ingatan tentangmu menjadi layu

다시 찾아와
Da shi cha ja wa
Come find me again
Datanglah kembali

생각이 나겠지
Saeng ga gi na get ji
I will remember them, won’t I?
Aku akan mengingatnya, bukan?

너무 커버린 미래의 그 꿈들 속으로
Neo mu keo beo rin mi rae ye geu ggum deul so geu ro
Inside those dreams of the future that have grown too big
Di dalam mimpi-mimpi masa depanku yang telah tumbuh terlalu besar

잊혀져 가는 너의 기억이
I chyeo jyeo ga neun neo ye gi eo gi
The fading memories of you
Kenangan yang memudar darimu

다시 생각날까?
Da shi saeng gang nal gga?
Will I remember them again?
Akankah aku akan mengingatnya lagi?

-------

너의 마음속으로 들어가 볼 수만 있다면
Neo ye ma eum so geu ro deu reo ga bol su man it da myeon
If I can just enter your heart and see
Andai aku bisa memasuki hatimu dan melihat

철없던 나의 모습이 얼만큼 의미가 될 수 있는지
Cheo reop deon na ye mo seu bi eol man keum eui mi ga dwael su in neun ji
How much the childish of me means to you?
Seberapa besar kekanak-kanakanku yang engkau maknai?

Reff---

많은 날이 지나고
Ma neun na ri ji na go
As many days go by
Hari-hari terus berlalu

나의 마음 지쳐갈 때
Na ye ma eum ji chyeo gal ddae
When my heart becomes worn out
Saat hatiku menjadi usang

내 마음속으로
Nae ma eum so geu ro
Inside my heart
Di dalam hatiku

스러져가는 너의 기억이
Seu ryeo jyeo ga neun neo ye gi eo gi
Memories of you begin to wither
Ingatan tentangmu menjadi layu

다시 찾아와
Da shi cha ja wa
Come find me again
Datanglah kembali

생각이 나겠지
Saeng ga gi na get ji
I will remember them, won’t I?
Aku akan mengingatnya, bukan?

너무 커버린 미래의 그 꿈들 속으로
Neo mu keo beo rin mi rae ye geu ggum deul so geu ro
Inside those dreams of the future that have grown too big
Di dalam mimpi-mimpi masa depanku yang telah tumbuh terlalu besar

잊혀져 가는 너의 기억이
I chyeo jyeo ga neun neo ye gi eo gi
The fading memories of you
Kenangan yang memudar darimu

다시 생각날까?
Da shi saeng gang nal gga?
Will I remember them again?
Akankah aku akan mengingatnya lagi?

많은 날이 지나고
Ma neun na ri ji na go
As many days go by
Hari-hari terus berlalu...

Song: 기억의 습작 (Etude of Memory) By: Exhibition - Kim Dong Ryul (김동률)


Lirik Lainnya: K2 - Glass Castle

Light L16 - Kamera dengan 16 Lensa, ancaman untuk DSLR

Light L16 - Kamera dengan 16 Lensa

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Anda senang fotografi? Sekarang, setiap ponsel sudah dilengkapi dengan kamera, dimana kita dengan mudah mengabadikan momen yang kita anggap penting, namun hasil kamera ponsel tidak bisa kita bandingkan dengan kamera professional, memang beberapa ponsel sudah dilengkapi dengan kamera yang cukup mumpuni, seperti kamera milik ponsel dengan brand Xiao mi, Samsung atau Sony yang memang hasilnya cukup memuaskan. Namun jika anda ingin hasil yang lebih professional, tentu kita membutuhkan kamera professional juga, ada banyak pilihan kamera, dimulai dari kamera saku yang cukup dengan Point and Shoot, hingga kamera professional DSLR yang bisa menghasilkan gambar begitu tajam dan detil, namun kelemahan kamera DSLR saat ini adalah pada ukurannya yang dianggap kurang fleksibel dan mengambil space yang cukup besar, dan untuk mengatasi permasalahan itu, dan dengan kecanggihan teknologi kamera saat ini, sebuah karya baru untuk para fotografer professional, sebuah kamera saku dengan kemampuan DSLR, Light L16 Camera!

Pertempuran Monte Cassino

Pertempuran Monte Cassino

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Pasukan sekutu mencapai ujung barat Jalur Gustav Jerman di Italia pada pertengahan Januari 1943. Posisi utama Jerman umumnya berada di sepanjang lembah dari Sungai Rapido, Sungai Liri, dan Sungai Garigliano. Pihak Jerman mendirikan posisi di atas pebukitan Monte Cassino, yang mendominasi lembah-lembah, namun mereka tetap berada di luar biara historis Benediktin terdekat di bawah perintah Marsekal Lapangan Albert Kesselring. Pihak sekutu telah bersiap untuk merebut wilayah ini dari genggaman tentara Jerman, dan dalam sejarah perang dunia ke dua, pertempuran ini merupakan salah satu yang paling sporadis yang melelahkan sekaligus menimbulkan korban jiwa yang signifikan, the batle of monte cassino!

Cerita Misterius Tentang Pohon-Pohon Pembunuh

Cerita Misterius Tentang Pohon-Pohon Pembunuh

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Di bumi kita yang hijau dan subur ini, tersebar di sekitar kita adalah pepohonan yang memberikan kita oksigen, dan sebagian besar dari mereka kita anggap hanya sebagai bagian dari pemandangan, lautan hijau dimana kita tinggal. Tidak banyak orang yang biasanya mau untuk memikirkan pepohonan, dan tentu saja pepohonan biasanya tidak dianggap sebagai sesuatu yang mengancam, berbahaya, atau mematikan. Namun, dipercikkan sepanjang sejarah, selalu ada beberapa sudut aneh dari beberapa pohon yang menentang anggapan umum ini, untuk melaju ke depan untuk tidak hanya menanamkan rasa takut, tetapi juga untuk menyerang dan membunuh. Inilah pohon-pohon misterius di dunia yang tampaknya menolak menjadi bagian dari sekedar latar belakang saja, dan yang tampaknya memiliki kehausan akan darah. Inilah pohon-pohon yang mengancam dunia di sekitar mereka dan memegang reputasi yang aneh sebagai pembawa kematian yang mengerikan, jauh lebih dari sekedar kumpulan cabang, dedaunan, dan batang pohon yang biasa kita kenal.

Gua Penteli, Fenomena Anomali Tak Terjelaskan

Gua Penteli, Lokasi Anomali Aneh

Halo emosi muda,.. Assalamualaikum. Yunani, sebuah negeri dengan pemandangannya yang indah dan sejarah dongeng yang begitu panjang telah menjadi magnet bagi turis yang ingin mengintip ke dalam keajaiban masa lalu. Khususnya di Athena, salah satu kota tertua di dunia dan sering disebut sebagai tempat lahirnya peradaban Barat dan tempat kelahiran demokrasi, kita dapat menemukan banyak lokasi sejarah legendaris seperti Acropolis Athena, dengan Parthenon-nya, di antara banyak reruntuhan kuno lainnya, tersaji pemandangan indah dari kota dan pedesaan di sekitarnya yang menghiasi bangunan-bangunan bersejarah tersebut. Namun, di antara permadani sejarah yang kaya ini, ada tempat-tempat lain yang lebih misterius yang tampaknya tidak diketahui oleh berbondong-bondong pengunjung yang membanjiri Athena di setiap tahun, sementara relatif sedikit diketahui, namun tempat tersebut diliputi oleh sejarah dan keanehan yang menghadirkan tanda tanya. Salah satu lokasi misterius seperti itu bisa ditemukan tepat di sebelah utara kota Athena, dan merupakan sebuah tempat yang sekaligus tenggelam dalam sejarah beserta keanehan tingkat tinggi, meneteskan cerita tentang dunia kasat mata, UFO, dan konspirasi rahasia pemerintah.